Kitabisa! - Transplantasi Hati Untuk Wiji

Transplantasi Hati Untuk Wiji

Transplantasi Hati Untuk Wiji
Wiji Pinilih, bayi perempuan 2 tahun, menderita gangguan fungsi hati akut akibat sirosis. Bantu Wiji mendapakan transplantasi hati.

Rp 175.744.041

terkumpul dari Rp 1.495.000.000
12% tercapai
Campaign Telah Berakhir

0 SHARES



Penggalangan dana dimulai 19 Mar 2018 oleh:

Baca update terbaru dari penggalangan dana ini!

09042c21a2291036e294bb962cf1d2512d919588

Nama saya Sigit Purwanto (50). Pipin, lengkapnya Wiji Pinilih adalah anak saya. Saat ini Pipin butuh biaya transplantasi hati untuk menyelamatkan jiwanya.

Wiji lahir tanggal 17 Januari 2016, setelah berpuluh tahun kami rindukan kehadirnnya. Saya dan Rini Pujiastuti (50), istri saya, sepakat memberinya nama Wiji Pinilih. Wiji berarti biji atau benih dan pinilih berarti pilihan. Benih unggul pilihan Tuhan untuk dihadirkan di tengah-tengah kami. Sejak Wiji lahir, anak pertama saya, Amartya Zen (19) dan anak kedua saya Spartan (16) tidak betah di sekolah. Selalu ingin segera pulang bermain bersama adik bayinya. Saya malah jadi repot melindungi Wiji dari kejahilan kedua kakaknya.

Wiji sangat aktif bermain dengan benda-benda apa saja ditemuinya. Bermain selalu sambil mendengarkan lagu-lagu anak. Asal suara vokalis di lagi itu anak-anak, dia pasti suka. Tidak ada masalah kesehatan berarti pada Wiji. Perkembangan fisiknya luar biasa. Bongsor. Makan dengan porsi telalu banyak untuk ukuran anak-anak. Istri saya tiba-tiba menjadi ahli gizi dadakan mengatur komposisi bahan pangan dan memasak untuk Wiji. Padahal masakannya selalu nggak enak. Bukan masalah, toh Wiji lahap.

Sampai usia 2 tahun Wiji belum bisa mengucapkan satu kata pun. Beberapa hari setelah ulang tahunnya kami membawa Wiji konsultasi ke dokter anak di RS Moewardi Surakarta. Di sana Wiji didiagnosis lambat bicara (speech delay). Harus menjalani pemeriksaan telinga dan dijadwalkan menjalani tes BERA untuk mengetahui secara pasti keberfungsian syaraf pendengarannya.

Tanggal 20 Februari 2018, Wiji kami bawa ke RS Moewardi untuk menjalani tes BERA. Sebelum pelaksanaan tes, Wiji harus meminum obat agar tertidur. Saat meminum obat itu Wiji muntah darah. Warnanya merah kehitaman. Perawat dan dokter yang menanganinya segera membuat rujukan dan menganjurkan kami segera melapor ke dokter spesialis anak. Wiji terlihat pucat dan lemas saat itu.

Dokter spesialis anak menjelaskan WIji kekurangan darah. Harus opname agar terawasi perkembangannya dan diberi tindakan untuk membantunya bertahan. Hasil tes darah WIji menunjukkan HB-nya hanya 4. Sangat jauh dari jumlah normal anak usia 2 tahun, sekitar 12.

Semalam dirawat di RS Wiji lemas dan terbaring. Hanya matanya bergerak-gerak dan sesekali menggelengkan kepala. Tanggal 22 Februari Wiji empat kali BAB darah. Volumenya banyak sekali. Kira-kira setengah gelas setiap kali BAB. Kesadarannya menurun drastis. Matanya terbuka tetapi tidak merespon ketika pipinya disentuh. Istri saya menangis sejadinya. Saya? Saya lari ke kamar mandi, tidak akan keluar jika mata saya masih terlihat memerah.

Transfusi darah dilakukan untuk menolong nyawa Wiji. Tetapi gagal. Terjadi respon penolakan berupa demam tinggi. Transfusi kedua, juga gagal. Baru berhasil pada transfusi ketiga pada malam hari tanggal 23 Februari 2018. Parameter haemoglobin, trombosit dan albumin naik sedikit.

Agar lebih terawasi Wiji dipindah dari kamar perawatan biasa ke High Care Unit (HCU). Di situ perawat dan dokter berjaga 24/7. Sudah tidak terjadi BAB darah. Keadaannya membaik meski belum pulih total. Sudah merengek minta diputarkan video lagu anak kesukaannya.

Setelah menjalani USG, MRI dan endoskopi diketahui Wiji mengalami varicess esofargus, atau pecahnya pembuluh darah di atas lambung akibat terjadi penyumbatan pembuluh darah di hati. Varicess esofargus ini yang membuat Wiji muntah dan BAB darah. Setelah pembuluh darah menutup, aman. Untuk sementara. Akar masalahnya yang membuat kami jadi lemas.

Dokter dengan bahasa dingin tanpa perasaan menjelaskan bahwa varicess esofargus terjadi karena sirosis. Dokter ya memang harus begitu supaya tidak terjadi salah interpretasi. Lalu dokter melanjutkan, “Kecil kemungkinan sirosis disembuhkan dengan pengobatan. Satu-satunya jalan kesembuhan adalah transplantasi hati”. Jlerrrrrr………perasaan kami sulit dicarikan padanan katanya.

Tanggal 6 Maret 2018 Wiji pulang karena sudah tidak ada lagi upaya dapat dilakukan oleh RS Moewardi. Saat ini Wiji dirawat di rumah, Jengglong RT 2 RW 2, Kelurahan Bejen, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Karanganyar. Dia sudah bisa bermain meski mudah lelah, perut menggembung dan wajh memucat. Dia ingin bermain sepanjang hari sambil menunggu peluang transplantasi hati untuk membantunya tetap hidup dan tumbuh optimal sebagaimana anak-anak lainnya.

Transplantasi hati Wiji harus dilakukan segera sebelum kemampuan hati menopang metabolisme tubuhnya berada di titik paling lemah. Transplantasi bisa dilakukan di RS Cipto Mangun Kusumo (RSCM) Jakarta, RS Karyadi Semarang, RS Pertamedika Sentul City (RSPSC), RSUP Sardjito Yogyakarta, atau RS Soetomo Surabaya.

Sampai saat ini belum diperoleh informasi resmi dan terbaru biaya transplantasi hati di Jakarta (RSCM) maupun rumah sakit lainnya di Indonesia. Dari beberapa sumber diperoleh informasi biaya sekitar Rp 900 juta hingga 1,2 miliar pada tahun 2016. Biaya tinggi karena prosedur transplantasi hati menuntut standar tinggi peralatan, fasilitas, keahlian dan ketelitian. Tidak diketahui apakah pekiraan biaya itu sudah termasuk seluruh prosedur pemulihan dan biaya hidup keluarga selama di Jakarta.

Biaya transplantasi hati untuk Wiji jauh di atas kemampuan saya mengusahakannya. Untuk itu kami membuka donasi.

Kontak: Sigit Purwanto, mobile 0821-8618-7750 atau [email protected]


Disclaimer : Informasi dan opini yang tertulis di halaman penggalangan ini adalah milik penggalang dana dan tidak mewakili Kitabisa.

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Campaign Telah Berakhir

Donatur 886

  • Rp. 10.000.681
    Amanda Brownies
  • Rp. 5.000.704
    Anonim

    Dari : Paul P

  • Rp. 5.000.462
    Anonim

    Dari : Yayasan Hati Ikhlas

  • Rp. 5.000.370
    Sani Soedarman

    wiji

  • Rp. 3.000.673
    Leonardy Markho

    Komunitas Band Soronf

  • Rp. 3.000.000
    Anonim

    tetap sabar dan semoga diberikan yang terbaik

  • Rp. 2.000.795
    joanne wu
  • Rp. 2.000.507
    joanne wu
  • Rp. 2.000.485
    Anonim
  • Rp. 2.000.401
    Anonim
SHOW MORE
SHOW MORE
Sigit Purwanto Ipung 31 Dec 2018

Update 12 - Serangan Kedua

0129df5f-32e4-4a1e-8f0a-bfad7c2921ef.jpg

7 Desember 2018 Pipin ditangani perawat dan dokter di IGD Anak RSUP Dr. Moewardi, Surakarta karena mengalami melena (BAB darah) akibat varices esofagus (kebocoran vena di atas saluran cerna) akibat tekanan berlebihan pada vena yang menuju hati (hipertensi porta). Bahaya dari serangan ini adalah kehilangan banyak darah tanpa disadari.

Serangan pertama terjadi Ferbuari 2018. Setelah serangkaian tindakan medik selama berbulan-bulan, hari ini serangan kembali terjadi. Ini bukan karena penanganan yang tidak tuntas. Ada beberapa hal pada Pipin yang memang di luar kemampuan intervensi tim medik dunia saat ini. Sumber penyebabnya adalah pertumbuhan vena yang tidak sempurna (terlalu kecil). Kedokteran Jepang bisa menangani kasus seperti Pipin pada anak usia 14 tahun. Sedangkan Pipin akan berulang tahun ke-3 pada 16 Januari 2019 nanti. Jadi mohon doanya saja.

3aac8ab4-9764-4c32-b2d0-360cc1c97c1c.jpg

Berkat doa dari 4 penjuru arah, proses transfusi darah Pipin berlangsung lancar kemarin, Jumat (7/12) mulai pukul 17.45. Satu kantung darah ekuivalen 180 cc masuk dengan lancar. Prosedur transfusi darah ini mengakhiri masa kritisnya setelah kehilangan banyak darah. Siang ini, Sabtu 8/12 akan dilakukan pemeriksaan darah untuk memastikan parameter HB sudah normal. Jika belum, transfusi darah harus diulangi.


f808c669-a7cd-431b-8e53-1574726cc752.jpg

19 Desember 2018 Pipin sudah boleh pulang. Kontrol rutin seminggu sekali. 

084b6562-6a6f-407f-816f-4f226adb59c9.jpg
Sigit Purwanto Ipung 19 Oct 2018

Pencairan Dana Rp 2.500.000

Ke rekening BNI / BNI Syariah ** *** 7636 a/n BPK SIGIT PURWANTO

Rencana penggunaan dana: Pembayaran terapi wicara dan okupasi

Sigit Purwanto Ipung 11 Oct 2018

Pencairan Dana Rp 12.000.000

Ke rekening BNI / BNI Syariah ** *** 7636 a/n BPK SIGIT PURWANTO

Rencana penggunaan dana: Pemeriksaan liver rutin, obat, dan terapi wicara-motorik

Sigit Purwanto Ipung 3 Aug 2018

Update 9 - Operasi By Pass Pipin

Pipin (Wiji Pinilih) harus segera menjalani prosedur operasi by pass. Demikian dinyatakan dokter ahli thorak dan vaskuler RSUP Dr Sardjito, Senin 30 Juli 2018 lalu. Operasi by pass, bertujuan mengurangi tekanan berlebihan pada pembuluh darah dari usus menuju ke hati. Setelah operasi ini diharapkan peluang terjadinya pecah pembuluh darah (varises esophagus) dapat dikurangi.

Varises esophagus merupakan pembunuh senyap (silent killer) pada balita dan anak. Karena varises esophagus merupakan perdarahan di dalam tubuh. Balita dan anak belum dapat mengungkapkan apa yang mereka rasakan dan alami. Apalagi dalam kasus Pipin, ia belum mampu mengucapka satu kata pun akibat gangguang fungsi pendengaran. Dalam banyak kasus varises esophagus pada balita dan anak berakhir dengan kematian karena terlambat diketahui dan mendapatkan pertolongan.

Menurut referensi, varises esophagus disebabkan oleh hipertensi portal atau tekanan berlebihan pada vena porta (pembuluh darah dari usus menuju hati) akibat sirosis atau penyempitan pada vena porta itu sendiri. Pipin pernah berada dalam kondisi kritis dan kehilangan kesadaran pada 20 hingga 22 Februari 2018 akibat varies esophagus.

Posedur operasi by pass dapat dilaksanakan di RSUP Dr Sardjito, Yogyakarta atau di RSUD Dr Moewardi, Surakarta. Rencana ini sudah kami jelaskan dan didukung penuh oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dalam kunjungannya ke rumah kami Rabu, 1 Agustus 2018.

Saat ini kami sekeluarga sedang berupaya secepatnya menjadwalkan operasi by pass Pipin. Setelah operasi diharapkan hipertesi portal Pipin berkurang. Selanjutnya kami akan menjadwalkan pemeriksaan ulang BERA (Brainstem Evoked Response Audiometry) dan ASSR (Auditory Steady-State Response). Pemeriksaan ulangan BERA dan ASSR ini untuk menentukan alat bantu dengar yang sesuai dengan tingkat gangguan pendengaran Pipin. Agar dunia Pipin tak lagi sunyi. It’s hard to feel hungry, thirsty, and lonely without able to say a word.

Mohon doa agar Pipin dipermudah menjemput kesehatannya dan terwujudnya komitmen Gubernur Jawa Tengah untuk selalu meningkatkan kualitas layanan kesehatan.

63d39ae3e75cb35037e980b99795e96544ebac4c

d3259fdc5a9e41cc2f5dd2c1fc0f42a47e9b49fc

b8359e87f31707e4884e0be6b41d92fd52f26fda

Sigit Purwanto Ipung 8 Jun 2018

Update 8 - Biopsi Pipin Lancar Jaya

f9187de2fdc49aff6917a9f5b7bcb721db036fa9

Doa dan harapan kita semua, biopsi Pipin lancar jaya. Yang mau dibiopsi cengar-cengir, yang nunggu jedag-jedug. Jadi tenang setelah diberitahu tim dokter bahwa kondisi Pipin sangat baik. Memungkinkan prosedur biopsi berlangsung aman.

Prosedur biopsi memakan waktu lebih kurang satu setengah jam. Penunggu disediakan ruang di samping kamar bedah di lantai 4 Gedung Bedah Sentral Terpadu.

0c699355b23275d653c637c7614799e812bcf7ce

Di akhir biopsi kami, dipanggil dokter untuk melihat potongan hati Pipin. Sampel hati Pipin sekitar 0,5 cm persegi diwadahi rapi untuk dianalisis. Setelah lebaran hasil analisanya jadi.

Saat ini Pipin masih males gerak karena masih fly dibawah sisa pengaruh obat bius. Tahap pemulihan sekitar 3 hari. Jadi Pipin bisa pulang berlebaran sungkem eyang.

Terimakasih doa dan dukungannya.

Sigit Purwanto Ipung 4 Jun 2018

Update 7 - Persiapan Biopsi

432baa98f805e42d78249e13bb6e30b1785797aa

Hari ini (4/6/2018) Pipin sudah mulai dipantau ketat tim dokter dan perawat di kamar nomer 6 Paviliun Cempaka Mulya, RSUP Dr Sardjito. Siang sebelum masuk kamar, Pipin menjalani foto rongent dan pengambilan sampel darah.

Pipin masuk tahap pengelolaan kesiapan menjalani prosedur biopsi. Biopsi akan dilakukan setelah kondisi Pipin memenuhi syarat minimal menjalani biopsi, tim dokter bedah anak dan dokter anestesi siap.

Mohon doa agar prosedur biopsi Pipin diberi kemudahan dan kelancaran.

Terimakasih

Sigit Purwanto Ipung 31 May 2018

Update 6 - Pipin Akan Dibiopsi

25bc7cf69047b2a65e6aeec2b6551535ee3e4c63

Setelah serangkaian pemeriksaan, dokter sampai pada kesimpulan bahwa harus dilakukan biopsi pada Pipin. Biopsi merupakan prosedur pengambilan sampel organ tubuh untuk dianalisis dengan ketelitian tinggi. Dalam kasus Pipin organ tubuh yang akan diambil sampelnya adalah liver atau hati. Prosedur biopsi dilaksanakan melalui observasi, pengelolaan kondisi pasien agar memenuhi syarat minimal menjalani pembedahan, pembiusan, pembedahan dan pemulihan.

Biopsi Pipin dijadwalkan pada minggu pertama bulan Juni, antara tanggal 4 hingga 10 Juni. Biopsi bertujuan memastikan bentuk gangguan keberfungsian hati Pipin dan memetakan tingkat keparahan gangguan. Dengan hasil biopsi nantinya dokter akan menetapkan tindak lanjut penanganan gangguan fungsi hati secara lebih tepat guna (kamsudnya appropriate).

Saya, termasuk Anda dan banyak orang di luar sana tentu tidak tega. Bahkan kalau boleh dan bisa, saya akan menggantikannya berbaring di meja operasi. Tapi tidak bisa. Itu lah kehidupan. Kita harus merelakan Pipin menempuh perjuangannya sendiri. Ia anak yang kuat kok. Kita serahkan semuanya pada Tuhan dan tim dokter ahli di RSUP Dr Sardjito. Mohon doa-nya saja agar prosedur dan hasil biopsi lancar jaya.

Sigit Purwanto Ipung 28 May 2018

Update 5 - Update 28 Mei 2018

Pipin akan menjalani minggu yang sibuk. Hari Senin (28/5) kontrol ke dokter THT di Solo. Selasa berangkat ke Jogja, RSUP Dr Sardjito. Selanjutnya, Rabu (30/5) mengikuti terapi wicara dan motorik. Kamis (31/5) menemui tim dokter gastro hepatologi untuk dipantau perkembangan fungsi livernya. Jumat (1/6) bertemu tim dokter THT untuk tes otoacoustic emissions (OAE) untuk memeriksa gangguan di telinga bagian dalam.

Kudu ekstra sabar mengikuti prosedur. Antrian panjang pendaftaran, paperwork, antrian pemeriksaan, antrian pengambilan obat.

c3c112e467eec4a1612b36b724efc0ca0a3ef9b9

Sigit Purwanto Ipung 24 May 2018

Update 4 - Update Wiji Pinilih 24 Mei 2018

Salam hormat kepada para donatur (Pipin) Wiji Pinilih. Maafkan kami karena baru saat ini mengkabarkan perkembangan Pipin. Kami terlalu sibuk menemani Pipin menjalani rangkaian pemeriksaan mulai hari Senin sampai dengan Jumat setiap minggu.

2de9dd46e414c70c7106cae469d45fc51586ca39

RSUP Dr Sardjito, Yogyakarta, menjadi rumah kedua bagi Pipin. Hari Senin sampai dengan Jumat setiap minggu Pipin menghabiskan waktu dengan pemeriksaan di sejumlah poliklinik dan laboratorium.

Sementara tim dokter di Poli Anak Bagian Gastro Hepatologi masih memastikan apakah Pipin mengalami sirosis sambil menjinakkan hipertensi porta supaya tidak terjadi varires esofagus. Silakan di-googling. Varises esofagus menjadi ancaman mematikan yang tersembunyi, kejadiannya pun tidak mudah terdeteksi. Menyebabkan anak kehilangan banyak darah.

Secara paralel dokter juga mencermati hasil pemeriksaan darah Pipin untuk memantau fungsi liver dan menemukan penyebab lain hipertensi porta. Virus CMV ditengarai menjadi tersangka utama. Meski pun infeksi viral lainnya juga patut dicurigai.

Sementara itu dokter di Poli THT RSUP Dr Sardjito menunggu kesiapan Pipin untuk dipasangi alat bantu dengar agar Pipin bisa mendengarkan lagu kesayangannya dengan lebih baik. Dan bisa membalas panggilan sayang kita. Meski syaraf telinga kanan rusak parah tetapi telinga kiri masih memungkinkan difungsikan secara optimal menggunakan alat bantu dengar.

bb807e0a32994824bb36a503b3ba37aa00e0ed5c

Selain didiagnosis sirosis dan hipertensi porta, Pipin juga mengalami gangguan syaraf pendengaran. Hasil tes BERA mendiskripsikan Pipin mengalami kerusakan syaraf pendengaran parah pada telinga kanan dan kerusakan sedang pada telinga kiri.

Tim perawat dan dokter di Poli THT RSUP Dr Sardjito sedang mengupayakan alat bantu dengar (ABD) untuk Pipin. Sampai saat ini usaha belum berhasil.

Pada 2/5/18, pemerksaan dan pemasangan ABD diurungkan karena bagian gendang telinga Pipin bengkak, entah karena apa. Berikutnya 7/5/18 usaha pemasangan ABD gagal karena batuk pilek. Terakhir pada 18/5/18 Pemasangan ABD gagal lagi karena telinga kiri berdarah.

Mohon doa agar usaha pemasangan ABD Pipin segera berhasil dan Pipin bisa mendengar panggilan sayang dari kita semua.

6a44c22448be470637d6b7501b1241fde7ae9487

Pipin menciut hatinya setiap kali memasuki laboratorium klinis RSUP Dr Sardjito. Ia tahu sebentar lagi lengannya dicoblos untuk diambil darahnya. Seminggu sekali Pipin mengunjungi lab sejak awal April sampai Selasa (22/05) lalu. Pemeriksaan darah diperlukan untuk memantau fungsi liver dan menemukan potensi gangguan pada keberfungsian organ tubuh lainnya.

a1970bc5a63845b891348f02540cd08a0414a459

2 Mei 2018 di RSUP Dr Sardjito. Setiap sudut rumah sakit menjadi tempat bermain Pipin. Bersih, asri, sejuk dan semua orang ramah pada anak

Sigit Purwanto Ipung 13 Apr 2018

Update 3 - Pemeriksaan di RS Dr. Sardjito 12 April

Mohon maaf pada para donatur dan teman-teman. Lagi-lagi kami terlambat mengkabarkan hasil pemeriksaan Pipin. Ada tugas mendadak di INA DRTG pada Jumat hari ini (13/4/2018). Tugas itu tak bisa diwakilkan dan harus dipersiapkan seteliti mungkin.

Kamis, 12 April 2018 lalu Wiji Pinilih atau Pipin kembali diperiksa tim dokter Poli Anak Bagian Gastro Hepatologi RS Dr Sardjito yang dipimpin dokter Titis Widowati. Hasil pengujian sampel darah Pipin dari laboratorium dan hasil USG dijadikan bahan analisa oleh tim dokter.

Hasil uji darah menunjukkan haemoglobin (kadar darah merah) 9,9 dari nilai rujukan (normal) 12. Artinya Pipin kekurangan darah merah. Dampaknya, suplai oksigen ke otak dan otot-otot tidak optimal. Sedangkan simpulan hasil USG menyebutkan secara tegas bahwa dicurigai Pipin mengidap sirosis.

Nilai haemoglobin rendah karena adanya gangguan fungsi hati. Dan hasil USG jelas mencurigai adanya sirosis jadi penyebab gangguan fungsi hati. Sudah klop, sebenarnya.

Tetapi dokter tidak gegabah mengambil kesimpulan. Sangat hati-hati. Harus mencari semua kemungkinan penyebab gangguan fungsi hati. Dokter masih berharap Pipin tidak perlu ditransplantasi. Atau kalau pun perlu ditranplantasi, itu harus melalui serangkaian pembuktian sangat kuat.

Maka, kemudian Pipin dimasukkan dalam daftar pantauan dokter. Pipin harus ke RS Dr Sardjito setiap minggu agar perkembangannya bisa dipantau dokter. Selain itu Pipin juga harus menjalani serangkaian pemeriksaan. Minggu depan mulai pemeriksaan saraf telinga karena Pipin juga lambat bicara (speech delay), pemeriksaan tinja, pemeriksaan darah ulang dan mengikuti terapi fisik.

Setelah rangkaian pemeriksaan dan pemantauan kondisi Pipin, baru dokter akan memutuskan perlu atau tidaknya biopsi atau pengambilan sample hati melalui suatu prosedur operasi. Dari biopsi akan diketahui bagaimana tingkat kerusakan hati.

Untuk sementara ini dokter mendiagnosis Pipin mengalami hipertensi portal atau tekanan darah tinggi di dalam vena porta, vena atau pembuluh darah besar yang membawa darah dari usus ke hati. Silakan klik link di bawah untuk memperjelas pengertianhipertensi portal dan mengetahui apa penyebabnya.

Di akhir sesi pemeriksaan, dokter Titis menanyai saya apakah sudah menyiapkan dana kalau nanti Pipin harus dilakukan transplantasi. “Kami punya BPJS dan sudah menggalang donasi di kitabisa.com,” jawab saya mantab. Saya didukung orang-orang baik di kitabisa.com

Sampai hari ini (13/4) uang donasi masih utuh. Semua pemeriksaan masih ditanggung BPJS/JKN. Hanya pembelian obat khusus yang tidak ditanggung BPJS/JKN. Jadi harus beli sendiri pakai uang keluarga ditambah uang donasi. Obat khusus itu untuk mengurangi hipertensi portal.

Kami harus cermat mengelola uang donasi. Uang itu hanya boleh dimanfaatkan untuk keperluan kesembuhan Pipin. Dan menurut kami, mengelola uang donasi secara amanah saja tidaklah cukup. Kami harus memastikan uang donasi dikelola secara akuntabel. Karena ada doa serta harapan bagi kesembuhan Pipin pada setiap rupiah yang didonasikan oleh orang-orang baik.

Salam hormat,

Hipertensi portal bisa dibaca di sini:

a710b3e8796de2b70565fc7aa532242d55567890

Sigit Purwanto Ipung 6 Apr 2018

Update 2 - Pemeriksaan di RS Dr. Sarjito 5 April

20e3e698b159d123950e40ba461bee96c485d77f

Maafkan keterlambatan kami mengkabarkan hasil pemeriksaan Pipin di RS Sarjito, 5 Aril 2018. Butuh waktu menata pikiran dan perasaan untuk memahami persoalan secara rasional dan obyektif.

Kamis 5 April, Pipin diperiksa tim dokter di poli anak bagian gastro hepatologi RS Sarjito. Salah seorang dari tim dokter ini adalah ahli transplantasi hati terkenal. Pemeriksaan dimulai dari mewawancarai saya dan istri tentang kronologi peristiwa yang dialami Pipin dan gejala-gejala yang kami saksikan. Berikutnya analisis hasil data medis yang tersedia dari RS Moewardi dan diakhiri pemeriksaan fisik Pipin.

Suasananya pemeriksaan cair, wawancaranya detil dan runut, penjelasannya mencerahkan. Betul-betul dokter yang kami harapkan. Tiba giliran dokter senior menyampaikan diagnosis dan tahapan tindak lanjut penanganan Pipin. Di sini kami harus pasang telinga baik-baik dan buka katup memori jangka menengah.

Dokter senior menyampaikan bahwa Pipin mengalami varicess esofargus atau pecahnya pembuluh darah yang menuju hati. Varises ini dapat disebabkan dua hal. Pertama, varises dapat terjadi akibat sirosis atau terbentuknya jaringan parut pada hati sehingga pembuluh darah menuju hati terbendung dan akhirnya pecah. Kedua, varises dapat terjadi akibat adanya gangguan pada pembuluh darah menuju ke hati. Bentuk gangguan pada pembuluh darah ini dapat berupa penyempitan atau perkembangan pembuluh darah yang tidak sempurna.

“Kalau varises disebabkan sirosis memang harus transplantasi,” jelas dokter senior menegaskan. Kemudian dokter melanjutkan penjelasan bahwa apabila varises yang dialami Pipin disebabkan oleh gangguan pembuluh darah ke hati maka penanganannya tidak bisa dilakukan di RS Sarjito.

Dokter tidak menyebutkan nama operasi tersebut. Itu semacam operasi pemasangan ring atau by pass pada pembuluh darah ke jantung. “Operasi melancarkan pembuluh darah menuju hati baru dilakukan di Jepang dan hanya untuk anak usia 16 tahun,” lanjut dokter senior. Saya langsung merasa melayang, dikerubuti kunang-kunang.

Nah untuk memastikan penyebab varises yang dialami Pipin maka dijadwalkan Pipin di-USG Doppler dan pemeriksaan darah pada hari Senin 9 April 2018. Kemudian saat penentuan apa jenis penyebab varisesnya pada Kamis 12 April 2018.

Kalau penyebabnya sirosis dan harus transplantasi hati, kita semua sudah memahami prosedurnya, syaratnya dan biayanya. Lha kalau ternyata penyebab kedua, maka uang sebesar apa pun, donasi dari Donald Thrump sekali pun rasanya sia-sia. Tetapi kita punya Bos. Kita bisa meminta kepadaNya.

Kembali saya memohon dukungan pada orang-orang baikteman-teman dan sahabat untuk mendoakan Pipin agar dimudahkan kesembuhannya.

Sigit Purwanto Ipung 21 Mar 2018

Update 1 - Pendonor Hati Potensial

Siapa saja bisa jadi pendonor liver untuk Wiji. Keluarga jadi pilihan paling masuk akal dan lebih hemat biaya. Calon pendonor hati akan diseleksi ketat oleh tim dokter dengan serangkaian uji standar tinggi.

Saat ini kandidat terkuat pendonor hati untuk Wiji adalah kakaknya, Amartya Zen (19). Semua parameter pendonor potensial ada padanya. Selain keluarga terdekat golongan darah juga sama. Bahkan kelakuan usil mereka fixed, sama.

wiji and her brotherWiji and her brother Amartya Zen, mid 2017

Biaya seleksi calon pendonor diperkirakan memakan biaya antara 50 hingga 60 juta per orang calon. Biaya tinggi ini karena parameter seleksi begitu banyak, harus akurat dan tegak. Bahkan dengar-dengar ada beberapa analisis dan/atau uji kompatibilitas yang harus dilakukan di negara Paman Sam. Artinya, masih ada teknologi-teknologi bidang kesehatan penunjang prosedur transplantasi hati yang belum ada di Indonesia.

Harapan besar sekarang diletakkan pada pundak Amartya Zen. Sebagai ayahnya, saya yakin dia mampu. Karena saya mendidiknya sejak bayi.

Salam.

(Sigit Purwanto)


Disclaimer : Informasi dan opini yang tertulis di halaman campaign ini adalah milik campaigner (pihak yang menggalang dana) dan tidak mewakili Kitabisa.

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Campaign Telah Berakhir

Anda tidak dapat menggalang untuk halaman penggalangan ini karena batas waktu telah berakhir.

Mau buat halaman untuk galang dana online seperti ini?