Kitabisa! - BANTU ANDIKA MELAWAN KANKER

BANTU ANDIKA MELAWAN KANKER

BANTU ANDIKA MELAWAN KANKER
Tolong bantu kesembuhan rekan kami agar bisa kembali tersenyum .

Rp 501.708.649

terkumpul dari Rp 500.000.000
100% tercapai
Campaign Telah Berakhir

0 SHARES



Penggalangan dana dimulai 24 Jul 2018 oleh:

Baca update terbaru dari penggalangan dana ini!

Andhika Hartawan

27 Desember 1989.

-

12 Juli 2018

Andhika masuk ke sebuah rumah sakit di Jakarta.

Awalnya, Andhika mulai kehilangan nafsu makan pada beberapa pekan yang lalu dan hal ini berkelanjutan, sehingga membuat dirinya semakin lemas dan pada akhirnya dia dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Perawatan inap pun dijalani oleh Andhika. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, dokter mengeluarkan diagnosa bahwa ada semacam tumor yang menyerang pankreas Andhika, yang menyebabkan dia kehilangan nafsu makan.

Sekitar seminggu kemudian, keluarga dan rekan Andhika mengambil keputusan untuk membawanya ke Malaysia untuk pengobatan lebih lanjut dan juga berdasarkan rujukan dari dokter.

Tidak lama setelah berada di RS di Malaysia tersebut, sebagian tubuh Andhika mulai mati rasa. Pada awalnya keluarga menduga bahwa dia terkena stroke ringan, namun dokter di sana menyatakan bahwa kejadian tersebut bukanlah karena stroke.

Pada hari berikutnya, timbul benjolan pada bawah pipi sebelah kiri. Tidak ada yang mengerti apa yang terjadi pada Andhika dan akhirnya Dokter mengambil keputusan untuk melakukan operasi pengambilan sumsum tulang belakang Andhika untuk pemeriksaan lab lebih lanjut.

-

24 Juli 2018.

Hasil pemeriksaan lab keluar dan Andhika dinyatakan mengidap penyakit kanker getah bening.

Betapa hancur perasaan kami selaku keluarga dan rekan Andhika mendengar hal tersebut, karena usianya yang masih tergolong muda, anaknya begitu ceria, dan dia sangat ramah terhadap semua orang.

Andhika sempat bercerita kepada salah satu rekan, bahwa dia tidak kuat menahan rasa sakit dan migrain yang dialaminya setiap malam, bahkan dia terus menangis setiap harinya.

Tidak hanya itu, keluarga pun mulai kehabisan dana untuk membayar tagihan dari rumah sakit karena hasil klaim asuransi sangat jauh dari cukup. Keluarga pun sudah berusaha mencari berbagai macam pinjaman tetapi dana yang terkumpul memang jauh dari cukup. Menurut perkembangan terakhir, Andhika harus menjalani proses kemoterapi yang membutuhkan dana yang tidak sedikit.

Kami melakukan ini karena Andhika terlebih memberikan banyak kenangan manis kepada kami semua. Sekarang rekan-rekan sedang terus melakukan gerakan untuk membantu Andhika agar bisa menjalani kemoterapi. Setidaknya, kami ingin mengembalikan senyum Andhika, terlebih kesembuhannya. Kami percaya bahwa mukjizat akan terjadi. Tapi kami sadar bahwa tangan kami tidaklah cukup untuk menggerakan penyakit Andhika keluar dari tubuh tersebut.

Kami, dengan penuh kerendahan hati, meminta bantuan saudara-saudari untuk ikut serta dalam penggalangan dana ini. Berapapun angkanya, kami sangat bersyukur dan berdoa untuk setiap kalian agar dilimpahkan rezeki oleh Tuhan.

Semoga apa yang kita berikan, menjadi sebuah harapan baru untuk Andhika dalam memperjuangkan hidupnya.

Disclaimer : Informasi dan opini yang tertulis di halaman penggalangan ini adalah milik penggalang dana dan tidak mewakili Kitabisa.

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Campaign Telah Berakhir

Donatur 1738

  • Rp. 25.000.000
    CuanTiapHari Stock Charity

    Don't quit! Never give up :)

  • Rp. 15.000.558
    Anonim

    Tuhan itu baik. Jangan pernah kecewa sama Tuhan Yesus ya.

  • Rp. 10.000.935
    Anonim

    Rainbow family hopes you recover soon. Fighting!

  • Rp. 10.000.785
    Diah Ratnasari
  • Rp. 5.000.827
    Susanti

    Semoga Tuhan mengambil sakit nya dan dapat sembuh seperti sedia kala amin

  • Rp. 5.000.774
    Anonim
  • Rp. 5.000.728
    Anonim

    God loves you, Andhika. Stay strong & keep on fighting

  • Rp. 5.000.364
    Anonim
  • Rp. 5.000.346
    Jimz Kusuma

    Gbu...

  • Rp. 5.000.320
    Anonim
SHOW MORE
  • Rp. 51.152
    Anonim
  • Rp. 20.000
    Anonim
  • Rp. 29.000
    Anonim

    Get well soon :)

  • Rp. 1.000.219
    Anonim
  • Rp. 20.110
    andres

    godblessu ko andick! pasti sembuh

  • Rp. 500.948
    Widya virgo

    Semoga cepat sembuh. Selalu semangat pantang menyerah!! GBU

  • Rp. 360.037
    Anonim
  • Rp. 30.000
    Anonim
  • Rp. 50.000
    Rita

    Cepat sembuh ya.

  • Rp. 100.000
    Anonim

    Doa orang benar bila dengan yakin didoakan sangat besar kuasanya. Pasti banyak orang benar yg berdoa buat kamu..so dont loose hope yah .

SHOW MORE
Agustinus 2 Oct 2018

Pencairan Dana Rp 468.000.000

Ke rekening BCA *** *** 4854 a/n Andhika hartawan

Rencana penggunaan dana: untuk biaya pengobatan kemoterapi andika

Agustinus 29 Sep 2018

Update 2 - Update Terbaru dari Andhika Hartawan

26 September 2018

-

Halo para donatur yang berhati mulia,
Sampai dengan saat ini Andhika sudah menjalani tiga cycle kemoterapinya, dan akan segera menjalani cycle ke empat di tanggal 2 Oktober 2018, kami mohon bantuan doanya dari teman-teman semua agar prosesnya lancar ya, terimakasih banyak sebelumnya.

-

Berikut sekilas perjalanan pengobatan Andika dari semenjak kemoterapinya yang pertama.

Tanggal 27 Juli kami pulang ke Indonesia dengan penuh harapan untuk dapat melakukan kemo di tanah air, sehingga kami bisa mendapatkan support moril, tenaga dan waktu dari keluarga besar serta teman-teman sekalian. Kami sampai di sebuah rumah sakit besar dan terkenal untuk kanker namun naas kami di oper ke rumah sakit lain dikarenakan tidak adanya dokter yang praktek diatas jam 10 malam (Jumat). Di RS kedua kami dapat menemui seorang dokter spesialis namun beliau merasa tidak dapat merawat Andhika sendirian, sehingga kami diminta pergi ke sebuah RS lainnya sehingga dapat ditangani oleh beberapa dokter disana. Sabtu pagi kami langsung menuju RS yang diinformasikan oleh dokter namun sekali lagi kami terpaksa menelan pil pahit karena RS tersebut tidak memiliki kamar. Dengan perasaan sedih kami pun memutuskan untuk kembali ke Malaysia untuk dapat melakukan prosedur kemo sebagaimana disarankan oleh dokter disana. (informasi ini tidak bertujuan untuk mendeskreditkan pihak manapun, kami hanya menginformasikan hal yang sungguh-sungguh terjadi dan ditulis sejujur-jujurnya tanpa kami kurangi ataupun tambahkan)

Tanggal 28 Juli tengah malam kami tiba kembali di Malaysia, Andhika langsung masuk ke UGD dan mendapatkan perawatan untuk mengobati mulai dan rasa sakit yang dialami di seluruh tubuhnya, dan segera mendapatkan suntikan steroid lanjutan untuk mencegah pembengkakan lebih besar dari kanker nya.

Tanggal 29 Juli pagi hari Andhika langsung mendapatkan pengobatan kemoterapinya yang pertama. Dokter menjelaskan seluruh proses kemo yang akan dilalui, dimana perkiraan dokter kemo dapat berjalan 6 sampai 8 cycle, tergantung bagaimana respon sel kankernya. Pada awalnya kami mengira kemo adalah masuk alat besar dan diradiasi, minum obat-obatan yang sangat banyak dan lain-lainnya, sungguh pikiran yang menakutkan. Namun ternyata seluruh pengobatan kemo Dika dilakukan melalui infus obat saja, sungguh membuat hati lega dan kami menjadi lebih tenang. Hari pertama sampai dengan ketiga kemo Andhika merasa lebih baik, tidak ada rasa sakit dan efek-efek kemo lainnya yang kalau kami baca sangat banyak dan tidak enak, Andhika masih bisa makan dengan lahap dan enak. Pada hari ke 4 dan 5 Andhika baru mulai merasa sangat lemas dan mual, jangankan untuk makan nasi, melihat makanan saja sudah merasa mual. Seharian Andhika hanya dapat minum susu di pagi hari, makan buah di siang hari, dan kembali minum susu di malam hari. Setiap waktu makan adalah sebuah perjuangan, baik bagi Andhika untuk berjuang menelan maupun bagi keluarga yang menyiapkan karena kami khawatir jika Andhika kurang makan maka kondisi tubuh akan semakin lemah dan tidak cukup gizinya jika hanya makan buah dan minum susu. Kondisi Andhika yang tidak bisa makan akhirnya membuat rumah sakit meresepkan sebuah susu tinggi kalori (1 botol kecil memiliki 300 kalori) untuk memastikan Andhika mendapatkan kalori yang cukup. Perjuangan kemo pertama ini membuat Andhika harus melalui perawatan selama 11 hari, dengan total biaya lebih dari Rp.120 juta. Efek kemo seperti rambut rontok, tenggorokan kering, mulut sariawan, badan panas dan gatal, kulit kering dan mengelupas semuanya dirasakan oleh Andhika setelah kemo nya yang pertama. Kami pun akhirnya diizinkan pulang dengan harus bertemu dokter sebanyak 2 kali dalam seminggu. 

Kemo kedua dilakukan pada minggu ke 4 Agustus, sama seperti kemo sebelumnya seluruh pengobatan akan berlangsung selama 5 hari. Kemo melalui infus dilakukan selama 4 hari tanpa jeda, dan pada hari yang kelima Andhika akan menerima suntikan cairan kemo di tulang belakangnya, prosedur ini dinamakan lumbar puncture. Prosedur nya hanya berlangsung kurang lebih 1/2 sampai 1 jam, namun setelah itu Andhika harus berbaring minimal 6 jam untuk memastikan obat bekerja dengan efektif dan tepat sasaran. Pada kemo ini kami baru mendapat informasi bahwa Andhika harus menjalani prosedur lumbar puncture pada setiap cycle kemonya. Kurang lebih Andhika berada di RS selama 7 hari, dengan total biaya pengobatan kurang lebih Rp. 100 juta.

Perjuangan kemo ketiga dimulai pada tanggal 7 September dan berlangsung selama 5 hari. Dikarenakan kamar yang penuh di ward perawatan yang biasa dipakai oleh Andhika maka kami diminta untuk dirawat di ward yang baru, dan ternyata Andhika adalah pasian kemo pertama untuk ward tersebut. Cukup banyak kejadian yang membuat kami deg-degan karena ternyata para perawat disana kebanyakan adalah perawat yang baru saja lulus dari sekolah keperawatan, sehingga tidak familiar dengan prosedur kemoterapi dan penanganan pasien kanker. Syukur kepada Tuhan, kami dibantu oleh para suster dari ward lama, sehingga seluruh pengobatan Andhika dikawal oleh para suster lama dari ward sebelumnya, dimana mereka semua harus berpindah gedung hanya untuk menengok dan mengganti cairan infus Andhika, kami sangat bersyukur dapat mengenal orang-orang yang bekerja dengan hati yang mulia seperti mereka, karena mereka selalu datang ke kamar Andhika dengan senyum dan memperlakukan Andhika layaknya keluarga mereka sendiri. kali ini Andhika dirawat dirumah sakit selama 7 hari, dengan biaya pengobatan sama seperti sebelumnya sekitar Rp.100 juta.

Andhika akan melakukan kemo cycle ke 4 nya pada tanggal 2 Oktober 2018, mohon bantuan doanya ya para donatur berhati mulia. Kiranya Tuhan selalu memberkati kita semua.

Agustinus 25 Jul 2018

Update 1 - Update terbaru dari Andhika Hartawan

Sebelumnya, kami selaku rekan dan perwakilan keluarga dari Andhika ingin mengucapkan terima kasih yang bergitu besar kepada seluruh teman-teman yang telah membantu Andhika dari segi finansial maupun doa. Kami yakin bahwa Tuhan juga akan bergerak atas kehidupan setiap saudara dan memberikan berkat melimpah atas setiap hidup saudara.

Update 24 Juli 2018.

Hari ini dokter kembali ke ruangan dan meberikan hasil sementara.
Dokter memvonis bahwa kanker getah bening yang diderita oleh Andhika sudah pada stadium 3 dan harus dilakukan kemoterapi secepat mungkin.

sampai tanggal 23 Juli 2018.
Tagihan rumah sakit telah mencapai +/- 26.600 Ringgit, yang jika disetarakan dalam kurs Rupiah mencapai lebih dari 93 jt.

dokter belum mengizinkan rekan kami untuk keluar karena masih harus menjalani serangkaian test (PET CT Scan) untuk mengetahui pada bagian mana saja kanker itu bersarang pada tubuh Andhika.

selama penyakit ini masuk dalam tubuh Dika, dika cuman bisa makan buah lembut karena pencernaannya menolak atas makanan yang lain. Dika sempat bilang ke saya bahwa dia tetap tegar buat jalanin semua ini karena dia merasa dia tidak sendirian, tapi Dika juga mengatakan bahwa dirinya sedih atas penyakit yang menimpa dirinya. Dia nangis bukan karena dia merasa sendiri, tapi dia nangis karena dia tidak kuat menahan rasa sakit yang terus menghantuinya tiap malam.

kami telah mencoba untuk menghubungi seluruh teman, kamunitas gereja, dan segala bala bantuan dari artis-artis ternama untuk menyebarkan berita ini. secepatnya Andhika harus menjalani kemoterapi, dimana dana yang dibutuhkan tidaklah sedikit.

kami tahu bahwa banyak diluar sana yang memiliki kasus sama seperti Andhika. Tapi kami berharap, Andhika bisa menerima kesembuhan dan diberikan kesempatan kedua untuk memiliki tubuh yang sehat. Kami ingin melihat bahwa Andhika menjadi saksi hidup dari ajaibnya kuasa Tuhan dan menjadi harapan baru bagi penderita kanker lainnya.

minggu ini, Andhika dan keluarga berencana untuk kembali ke Indonesia untuk menjalani kemo. Rumah sakit yang mungkin dituju adalah Dharmais jakarta barat. banyak rekan-rekan Dika yang sudah menunggu kepulangannya, bukan untuk sekedar melihat kondisi terakhir Dika, tapi teman-teman ingin memberikan semangat baru untuk Andhika, agar beban mental yang ia rasakan bisa sedikit terobati.

Andhika selalu tersenyum pada setiap fotonya, karena ia tidak mau menunjukan rasa sakit yang dideritanya kepada teman-teman dan orang-orang yang membantunya. Dika ingin menunjukan bahwa ia tetap kuat menjalani semua proses kesembuhan. kami berdoa, pasti Tuhan memberikan jalan terbaik untuk Andhika karena kami tahu, Andhika adalah anak Tuhan yang setia terlebih ia tau, bahwa Tuhan terlebih setia dan tidak pernah meninggalkannya.

#GivingIsReceiving !


0a4d99f5b6da8adb46556824b1de898984d3d634










cb9891402e14dccdcf231dd56ebb6bc80bbfbabb

Disclaimer : Informasi dan opini yang tertulis di halaman campaign ini adalah milik campaigner (pihak yang menggalang dana) dan tidak mewakili Kitabisa.

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Campaign Telah Berakhir

Anda tidak dapat menggalang untuk halaman penggalangan ini karena batas waktu telah berakhir.

Mau buat halaman untuk galang dana online seperti ini?