Kitabisa! - Sofia Nabila Divonis 2 Tahun Bertahun Hidup

Sofia Nabila Divonis 2 Tahun Bertahun Hidup

Sofia Nabila Divonis 2 Tahun Bertahun Hidup
BANTU DEDEK Sofiah Nabila untuk sehat kembali, mari kita bersama sisihkan uang untuk sebuah kebaikan..

Rp 4.388.901

terkumpul dari Rp 2.000.000.000
0% tercapai
Campaign Telah Berakhir

0 SHARES



Penggalangan dana dimulai 14 Dec 2018 oleh:

Baca update terbaru dari penggalangan dana ini!

Miris, Divonis 2 Tahun Bertahun Hidup, Bayi Hidrosefalus Butuh 2 Milyar untuk Operasi

42e6e1ea-91bf-4f54-a857-5987119e22e4.jpg3c249dcb-cb32-4646-ad3d-f39c0ee6f79e.jpg

72f1f53f-0fe8-463c-b757-9d0ddaa3325d.jpg

1a27defb-8dbb-4741-996d-a96ce86e763d.jpg

Sofia Nabila, balita yang mengidap dua penyakit ganas, Bayi berusia 9 bulan ini adalah anak ketiga pasangan Mufid Ardiansah dan Suci Nurani, pak Mufid kerjanya tukang rosok, dan sedangkan anaknya membutuhkan 2M untuk bertahan hidup,

Jika ingin menjenguk atau memberikan sedikit bantuan langsung saja ke lokasi Dusun Dengangan, Pandeyan, Baki, Kabupaten Sukoharjo, Jateng. Kalau jauh bisa donasikan kesini

penyakit yang di deritanya :

"Hidrosefalus merupakan penumpukan cairan serebrospinal pada rongga otak yang mengakibatkan ventrikel membesar dan menekan rongga tersebut sehingga dapat melemahkan dan merusak jaringan otak.

Atresia bilier adalah penyakit saluran empedu langka yang hanya menyerang bayi usia 2 hingga 4 minggu, yang mengakibatkan empedu tidak bisa keluar dari liver"

semoga dengan adanya Campaign donasi ini bisa mencakup semua belahan untuk berbagi rejeki kepada adik kecil ini, Minggu depan akan saya update fotonya..

terimakasih untuk donatur " src="">

Tidak memiliki uang,pasangan suami istri Mufid Ardiansah dan Suci Nurani warga Dusun Demangan, Desa baki, Pandeyan, Sukoharjo harus rela melihat anak ketiganya terbaring sakit. Kedua pasangan ini hanya bisa pasrah saat dokter memvonis Sofiah Nabila, anak ketiga mereka hanya mampu bertahan hidup selama 2 tahun.

Kedua orang tua Nabila tidak bisa berbuat banyak ketika rumah sakit mengharuskan mereka membayar Rp 2 miliar untuk operasi Sofia Nabila.

Sofia Nabila menderita 2 penyakit ganas, yaitu atresia bilier dan hidrosefalus. Kedua mata Sofia menderita kebutaan dan kepala Nabila membesar. Agar bisa hidup normal Nabila diharuskan operasi di salah satu rumah sakit di Jakarta. Setiap hari ayah Nabila yang hanya buruh bekerja sebagai tukang rosok tidak memungkinkan untuk menyediakan uang pengobatan Nabila senilai Rp 2 miliar rupiah. Penghasilan ayah Nabila sebagai tukang rosok hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Jika ada kelebihan uang, maka ditabung atau membeli obat untuk Nabila.

Hingga saat ini karena belum mampu melakukan pengobatan seperti yang diharapkan, Nabila sehari-hari hanya berbaring dan digendong oleh ibunya.

kondisi bayi dan penghasilan keluarga yang pas-pasan mengguna mengundang simpati dari sejumlah pihak, di antaranya adalah Yayasan Lentera Sedekah Sabilillah. Yayasan ini mendatangi rumah Nabila dan memberikan bantuan kepada pihak keluarga.

Perwakilan dari Lentera Sedekah Sabilillah Aminah mengatakan, pihaknya akan terus berupaya memberikan bantuan, namun demikian diharapkan partisipasi dari seluruh pihak untuk bersama-sama. Namun demikian diharapkan partisipasi dari seluruh pihak untuk bersama-sama membantu pembiayaan Nabilah, apalagi biaya yang dibutuhkan mencapai angka Rp 2 miliar rupiah.

“Kami mengajak dan berharap akan diikuti oleh semua masyarakat, semua pihak, semua unsur lintas komunitas untuk bersama-sama membantu pembiayaan operasi Nabila, mengingat biaya yang dibutuhkan Nabila sangat tinggi, mencapai angka 2 milyar rupiah.” Tuturnya.

Aminah menambahkan, donasi bisa langsung diberikan kepada pihak keluarga di Dusun Demangan, Desa Baki Pandean, Kecamatan baki, Kabupaten Sukoharjo.

Secara medis Atresia Bilier merupakan penyakit saluran empedu yang langka dan hanya menyerang pada bayi. Penyakit ini lebih sering terjadi dan tidak disadari hingga 2 sampai 4 Minggu pasca kelahiran.

Kejadian serupa juga terjadi pada bayi yang lahir dengan atresia bilier fetal di mana bayi ini juga memiliki kecacatan pada jantung, limpa ataupun usus. Sedangkan penyakit hidrosefalus seperti yang diderita oleh Nabila adalah terjadinya penumpukan cairan pada rongga otak atau yang disebut dengan ventrikel. Penyakit Hidrosefalus ini ditandai dengan pembesaran di kepala bayi. Di Indonesia sendiri sedikitnya terjadi 150 kasus Hidrosefalus per-tahun. 

Miris, Divonis 2 Tahun Bertahun Hidup, Bayi Hidrosefalus Butuh 2 Milyar untuk Operasi

42e6e1ea-91bf-4f54-a857-5987119e22e4.jpg3c249dcb-cb32-4646-ad3d-f39c0ee6f79e.jpg

72f1f53f-0fe8-463c-b757-9d0ddaa3325d.jpg

1a27defb-8dbb-4741-996d-a96ce86e763d.jpg

Sofia Nabila, balita yang mengidap dua penyakit ganas, Bayi berusia 9 bulan ini adalah anak ketiga pasangan Mufid Ardiansah dan Suci Nurani, pak Mufid kerjanya tukang rosok, dan sedangkan anaknya membutuhkan 2M untuk bertahan hidup,

Jika ingin menjenguk atau memberikan sedikit bantuan langsung saja ke lokasi Dusun Dengangan, Pandeyan, Baki, Kabupaten Sukoharjo, Jateng. Kalau jauh bisa donasikan kesini

penyakit yang di deritanya :

"Hidrosefalus merupakan penumpukan cairan serebrospinal pada rongga otak yang mengakibatkan ventrikel membesar dan menekan rongga tersebut sehingga dapat melemahkan dan merusak jaringan otak.

Atresia bilier adalah penyakit saluran empedu langka yang hanya menyerang bayi usia 2 hingga 4 minggu, yang mengakibatkan empedu tidak bisa keluar dari liver"

semoga dengan adanya Campaign donasi ini bisa mencakup semua belahan untuk berbagi rejeki kepada adik kecil ini, Minggu depan akan saya update fotonya..

terimakasih untuk donatur " src="https://twemoji.maxcdn.com/2/72x72/2764.png">

Tidak memiliki uang,pasangan suami istri Mufid Ardiansah dan Suci Nurani warga Dusun Demangan, Desa baki, Pandeyan, Sukoharjo harus rela melihat anak ketiganya terbaring sakit. Kedua pasangan ini hanya bisa pasrah saat dokter memvonis Sofiah Nabila, anak ketiga mereka hanya mampu bertahan hidup selama 2 tahun.

Kedua orang tua Nabila tidak bisa berbuat banyak ketika rumah sakit mengharuskan mereka membayar Rp 2 miliar untuk operasi Sofia Nabila.

Sofia Nabila menderita 2 penyakit ganas, yaitu atresia bilier dan hidrosefalus. Kedua mata Sofia menderita kebutaan dan kepala Nabila membesar. Agar bisa hidup normal Nabila diharuskan operasi di salah satu rumah sakit di Jakarta. Setiap hari ayah Nabila yang hanya buruh bekerja sebagai tukang rosok tidak memungkinkan untuk menyediakan uang pengobatan Nabila senilai Rp 2 miliar rupiah. Penghasilan ayah Nabila sebagai tukang rosok hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Jika ada kelebihan uang, maka ditabung atau membeli obat untuk Nabila.

Hingga saat ini karena belum mampu melakukan pengobatan seperti yang diharapkan, Nabila sehari-hari hanya berbaring dan digendong oleh ibunya.

kondisi bayi dan penghasilan keluarga yang pas-pasan mengguna mengundang simpati dari sejumlah pihak, di antaranya adalah Yayasan Lentera Sedekah Sabilillah. Yayasan ini mendatangi rumah Nabila dan memberikan bantuan kepada pihak keluarga.

Perwakilan dari Lentera Sedekah Sabilillah Aminah mengatakan, pihaknya akan terus berupaya memberikan bantuan, namun demikian diharapkan partisipasi dari seluruh pihak untuk bersama-sama. Namun demikian diharapkan partisipasi dari seluruh pihak untuk bersama-sama membantu pembiayaan Nabilah, apalagi biaya yang dibutuhkan mencapai angka Rp 2 miliar rupiah.

“Kami mengajak dan berharap akan diikuti oleh semua masyarakat, semua pihak, semua unsur lintas komunitas untuk bersama-sama membantu pembiayaan operasi Nabila, mengingat biaya yang dibutuhkan Nabila sangat tinggi, mencapai angka 2 milyar rupiah.” Tuturnya.

Aminah menambahkan, donasi bisa langsung diberikan kepada pihak keluarga di Dusun Demangan, Desa Baki Pandean, Kecamatan baki, Kabupaten Sukoharjo.

Secara medis Atresia Bilier merupakan penyakit saluran empedu yang langka dan hanya menyerang pada bayi. Penyakit ini lebih sering terjadi dan tidak disadari hingga 2 sampai 4 Minggu pasca kelahiran.

Kejadian serupa juga terjadi pada bayi yang lahir dengan atresia bilier fetal di mana bayi ini juga memiliki kecacatan pada jantung, limpa ataupun usus. Sedangkan penyakit hidrosefalus seperti yang diderita oleh Nabila adalah terjadinya penumpukan cairan pada rongga otak atau yang disebut dengan ventrikel. Penyakit Hidrosefalus ini ditandai dengan pembesaran di kepala bayi. Di Indonesia sendiri sedikitnya terjadi 150 kasus Hidrosefalus per-tahun. 

Disclaimer : Informasi dan opini yang tertulis di halaman penggalangan ini adalah milik penggalang dana dan tidak mewakili Kitabisa.

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Campaign Telah Berakhir

Donatur 28

  • Rp. 2.000.000
    Sultan Kalanhka

    Semangat!

  • Rp. 300.362
    Maulida Afrahus Syifa
  • Rp. 300.137
    Anonim

    Semangat sehat ya nak

  • Rp. 250.398
    Leendiary
  • Rp. 250.000
    Anonim

    Tuhan memberkati ya

  • Rp. 200.290
    Anonim
  • Rp. 150.694
    Anonim

    Semoga diberikan kesembuhan oleh Allah SWT. Aamiin YRA

  • Rp. 100.689
    Anonim
  • Rp. 100.304
    Yani Afriyani

    Semoga cepat sembuh dan cepat di operasi

  • Rp. 100.024
    Anonim

    Semoga lekas sembuh ya dek

SHOW MORE
SHOW MORE
budi prakoso 14 Feb 2019

Pencairan Dana Rp 2.185.000

Ke rekening BRI ** *** *** *** 1532 a/n SUCI NURANI

Rencana penggunaan dana: Update terbaru : Ibunda shofiya dari hari senin lalu masih di jogja untuk pengobatan shofiya Dan ini masih di sardjito Untuk relawan atau donatur yang ingin langsung bertemu dengan ibunda shofiya Langsung saja kontak via : 0896-3101-2977 ( Ibu suci )

budi prakoso 11 Feb 2019

Update 2 - Update hari ini tanggal 11 February

ccd272d2-19a4-4fa7-a8b4-5db42cbcf578.jpg50bb024a-910c-443c-a599-dd680a17ee20.jpg

hari ini ibunda sofiya sedang di Jogja untuk berobat,

pencarian pertama kali waktu lalu sudah saya pasrahkan/cairkan kepada rekening ibunda Shofia yang mana untuk berobat tiap hari,

dan sempat bercerita kalau susu untuk dek shofiya sendiri 350rb / 3hari

46c50b29-47e0-4783-846d-66945ae1fcbd.jpg
budi prakoso 26 Dec 2018

Update 1 - Pencairan yang lama

f7c995e6-1e82-4e96-a17a-3c8f17f762c8.jpg

update hari ini tanggal 26 Desember 2018

dari mulai tanggal 22 melakukan pencairan yang sampai sekarang belum di ACC, jadi saya masih diam dan tidak bisa menyalurkan ke orangtuanya dek Shofia, jika sudah termasuk ACC saya akan update lagi perkembangan dek Shofia, dan saat ini masih menunggu kabar dari kitabisa.com untuk pencairan.

saya mau kesabaran lihat perkembangan dek Shofia tapi kalau tidak membawa apa² saya yang gak enak, tapi insyaallah semoga cepat cair dan saya update lagi, doakan juga agar cepat sembuh dan di angkat penyakitnya..

terimakasih donatur

Disclaimer : Informasi dan opini yang tertulis di halaman campaign ini adalah milik campaigner (pihak yang menggalang dana) dan tidak mewakili Kitabisa.

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Campaign Telah Berakhir

Anda tidak dapat menggalang untuk halaman penggalangan ini karena batas waktu telah berakhir.

Mau buat halaman untuk galang dana online seperti ini?