Kitabisa! - Terapi untuk Anggun Penderita Cerebral Palsy

Terapi untuk Anggun Penderita Cerebral Palsy

Terapi untuk Anggun Penderita Cerebral Palsy
Anggun, penderita cerebral palsy harus mengandalkan punggung dan kepala bagian belakangnya untuk bergerak.

Rp 78.897.034

terkumpul dari Rp 100.000.000
79% tercapai
Campaign Telah Berakhir

0 SHARES



Penggalangan dana dimulai 26 Jul 2017 oleh:

Baca update terbaru dari penggalangan dana ini!

Awalnya Ai Susilawati, warga Cibiru, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, tidak pernah menyangka anak bungsunya, terkena cerebral palsy, yaitu gangguan gerakan otot yang disebabkan perkembangan abnormal pada otak.

Anggun* yang dilahirkan prematur di usia kehamilan baru 6 bulan tumbuh seperti bayi lainnya. Hanya saja tubuhnya memang mungil jauh dari rata-rata berat bayi normal.

Di usia Anggun menginjak 8 bulan, pertumbuhannya menunjukkan tanda-tanda kelainan. Jika biasanya bayi seusia itu sudah bisa duduk dan merangkak, Anggun hanya bisa berbaring lemas.

Ai kerap kali mencoba membantu Anggun duduk atau berdiri, namun sia-sia. Ia tidak merespon, hanya matanya yang sesekali melirik. Hingga di usia 2 tahun, kondisinya kian memburuk.

58091f58b5073de033522226af1c49cad5931ad9.jpeg

(Anggun hanya mengandalkan bantuan sang ibu untuk beraktifitas)

Jika sesekali ingin bergerak, Anggun harus mengandalkan punggung dan kepala belakangnya untuk menopang tubuh, hingga terluka. Tak hanya itu, penglihatannya pun terganggu. Matanya hanya merespon sumber cahaya tapi tidak bisa melihat secara utuh.

Ai dan suami tak punya banyak pilihan karena keterbatasan ekonomi. Hingga 3 tahun lalu, sebuah harapan muncul untuk pengobatan buah hati mereka. Saat itu, Ai diberi tahu tetangga tentang program Rumah Terapi yang diinisiasi oleh Yayasan Sayangi Tunas Cilik mitra dari Save The Children

Tak berlama-lama, Ai menggendong anaknya ke desa untuk mengikuti program tersebut. Selain itu, berbekal informasi tentang cara memanfaatkan BPJS dari Yayasan Sayangi Tunas Cilik. Ai dan suami berhasil membawa Anggun ke RS khusus mata Cicendo di Kota Bandung.

046ffdcb737bd3e09f82a1cb906101bd8b071e2e.jpeg

(Anggun dan Ibu Ai Susilawati)

Kini, usia Anggun menginjak 8 tahun dan sudah beberapa tahun terapi. Ia sedikit demi sedikit mulai belajar berdiri dan berjalan. Tak hanya itu, program ini juga membekali psikologis Anggun dan orang tua sehingga bisa lebih percaya diri dan menerima kondisi.

“Saya senang dapat pelatihan di Rumah Terapi. Saya ketemu orang tua lainnya yang sama seperti saya, jadilah semangat untuk tetap membesarkan Anggun.” - Ai Susilawati.

Satu hal lagi yang cukup menggembirakan, Anggun kini sudah bisa berbaur dengan tetangganya. Bahkan, dia ingin sekolah seperti anak-anak lainnya.

c9778dd13964369b59c9a1a31dc1c58e09f54eb8.jpeg

(Anggun menunjukan semangat untuk sembuh)

Ibu Ai dan Anggun hanya sebagian kecil penerima manfaat Rumah Terapi. Masih ada banyak keluarga dengan permasalahan dan kondisi ekonomi seperti Anggun yang belum menerima manfaat Rumah Terapi.

Yayasan Sayangi Tunas Cilik mitra dari Save The Children berinisiatif menggalang dana untuk menyediakan Rumah Terapi di beberapa titik lain di Jawa Barat, untuk menjangkau dan menolong keluarga lain yang memiliki cerita seperti Anggun.

Mari dukung program Rumah Terapi, agar lebih banyak lagi anak dari keluarga kurang beruntung lainnya yang bisa menerima manfaat seperti Anggun.

CARA BERDONASI:

1. Klik tombol “DONASI SEKARANG”
2. Masukan nominal donasi
3. Pilih metode pembayaran (transfer bank BNI, Mandiri, BCA, BRI, BNI Syariah, atau kartu kredit)

atau Transfer langsung ke

Rekening Mandiri
127.000.712.0163
A.n. Yayasan Sayangi Tunas Cilik

*Anggun (untuk kepentingan perlindungan anak, identitas disamarkan).

Disclaimer : Informasi dan opini yang tertulis di halaman penggalangan ini adalah milik penggalang dana dan tidak mewakili Kitabisa.

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Campaign Telah Berakhir

Donatur 505

SHOW MORE
  • Rp. 100.402
    Anonim

    InsyaAllah bermanfaat

  • Rp. 100.000
    Nana Yuli

    SEMOGA TUHAN MEMBERKATI KITA SEMUA. AMIN

  • Rp. 50.000
    dana vincent
  • Rp. 800.223
    Anonim

    SEMOGA BERMANFAAT

  • Rp. 100.891
    Anonim
  • Rp. 150.000
    Eusy Diktya
  • Rp. 234.821
    Anonim
  • Rp. 50.408
    miranda adriani
  • Rp. 50.736
    Santi
  • Rp. 50.235
    Anonim
SHOW MORE
Yayasan Sayangi Tunas Cilik 17 Jan 2018

Update 1 - Anggun sudah bisa berdiri dan berbicara

Mimpi Mama Ai untuk Anggun kini semakin terlihat nyata. Anggun yang sudah 8 tahun menderita Cerebral Palsy, kini sudah bisa berdiri, berbicara dan bisa melihat.

Penglihatan Anggun yang awalnya hanya merespon cahaya, kini sudah dioperasi dan dalam masa pemulihan, meski belum dapat melihat jelas.

Yang paling menggembirakan, Anggun kini sudah bisa merespon jika ada orang yang memanggilnya. Tak jarang Anggun berteriak jika ingin sesuatu atau marah jika ada yang tidak disukainya.

“Sekarang mah udah bisa bilang emam (makan), sudah bisa panggil Papanya, kadang manggil Aa (kakak)nya,” ujar Mama Ai seraya menghapus air matanya

Mama Ai juga bersyukur, respons anaknya kini jauh lebih baik. Seperti saat bermain atau jika dipanggil oleh orang lain. “Sekarang mah dia mainnya lama. Apalagi kalo ada bola-bola dia seneng. Kalo boneka-boneka gitu dia ga suka,” ujar Ai.

Anggun adalah 1 dari puluhan anak dengan disabilitas lainnya yang mengikuti terapi di rumah terapi Yayasan Sayangi Tunas Cilik mitra dari Save The Children.

Program ini diharapkan dapat terus berjalan, karena merupakan harapan bagi para orang tua yang memiliki anak dengan disabilitas. Untuk itu Yayasan Sayangi Tunas Cilik kembali membuka penggalangan dana, demi keberlanjutan program ini.

Ayo dukung agar rumah terapi dapat berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak anak dengan disabilitas dengan cara :

  1. Klik link >> https://kitabisa.com/rumahterapi
  2. Klik tombol “DONASI SEKARANG”
  3. Masukan nominal donasi
  4. Pilih metode pembayaran (transfer bank BNI, Mandiri, BCA, BRI, BNI Syariah, atau kartu kredit)

Disclaimer : Informasi dan opini yang tertulis di halaman campaign ini adalah milik campaigner (pihak yang menggalang dana) dan tidak mewakili Kitabisa.

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Campaign Telah Berakhir

Anda tidak dapat menggalang untuk halaman penggalangan ini karena batas waktu telah berakhir.

Mau buat halaman untuk galang dana online seperti ini?