Kitabisa! - Peduli Banjir Longsor di Garut dan Sumedang Jabar

Peduli Banjir Longsor di Garut dan Sumedang Jabar

Peduli Banjir Longsor di Garut dan Sumedang Jabar
#RingankanBebanSesama Dilaporkan korban Banjir Garut Jawa Barat 16 orang tewas dan 8 orang masih dalam pencarian. Sekitar 1.000 jiwa diungsikan di Korem 062.

Rp 7.145.630

terkumpul dari Rp 50.000.000
14% tercapai
Campaign Telah Berakhir

0 SHARES



Penggalangan dana dimulai 21 Sep 2016 oleh:

Baca update terbaru dari penggalangan dana ini!

Hujan berintensitas tinggi dan berdurasi panjang, ditambah tingginya tingkat kerentanan telah menyebabkan bencana banjir dan longsor di Kabupaten Garut dan Kabupaten Sumedang Provinsi Jawa Barat. Banjir bandang kembali menerjang daerah Bayongbong, Tarogong Kidul, Tarogong Kaler, Banyuresmi, Karangpawitan, Kabupaten Garut pada Rabu (21/9/2016) pukul 01.00 Wib. Meluapnya Sungai Cimanuk dan Sungai Cikamuri secara cepat menyebabkan banjir bandang hingga ketinggian 1,5 - 2 meter. Berdasarkan data sementara dari BPBD Kabupaten Garut terdapat 8 orang tewas, 1 orang hilang, 4 orang luka berat, 26 orang luka ringan dan ratusan pengungsi.

Pencarian dan penyelamatan korban masih terus dilakukan Tim SAR gabungan dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, Tagana, PMI, relawan dan masyarakat. Ratusan pengungsi ditempatkan di kantor Korem. BPBD Provinsi Jawa Barat membantu penanganan darurat. Posko dan dapur umum telah didirikan. Bupati Garut menunjuk Dandim sebagai komandan tanggap darurat. Pendataan masih dilakukan. Hujan deras sejak Selasa (20/9/2016) pukul 19.00 Wib menyebabkan debit Sungai Cimanuk dan Sungai Cikamuri naik secara cepat. Pukul 20.00 Wib banjir setinggi lutut kemudian sekitar jam 23.00 Wib banjir setinggi 1,5 - 2 meter. Saat ini sebagian banjir sudah surut. Ini menunjukkan kondisi hulu DAS Cimanuk sudah rusak dan kritis.

Sementara itu, dalam waktu yang hampir bersamaan terjadi longsor di Desa Cimareme, Kec. Sumedang Selatan, Kab. Sumedang Provinsi Jawa Barat pada Selasa (20/9/2016) pukul 22.00 Wib. Longsor menimbun 2 unit rumah tertimbun tanah longsor. 2 orang ditemukan tewas dan diduga 2 orang masih tertimbun longsor. Pencarian korban masih dilakukan. Tim Reaksi Cepat BNPB dan BPBD Provinsi Jawa Barat memberikan pendampingan penanganan darurat BPBD Garut dan BPBD Sumedang. Kebutuhan mendesak saat ini adalah dana siap pakai untuk operasional penanganan darurat. Beras dan permakanan diperlukan untuk penanganan pengungsi.

Masyarakat dihimbau untuk terus meningkatkan kewaspadaan dari ancaman banjir dan longsor. Hujan akan terus meningkat hingga puncaknya Januari 2017 mendatang. La Nina, dipole mode negatif dan hangatnya perairan laut di Indonesia menyebabkan hujan melimpah, lebih besar dari normalnya sehingga dapat memicu banjir dan longsor. Info lebih lanjut hubungi Kepala BPBD Jawa Barat (Haryadi Wargadibrata, Kepala BPBD jawa Barat +62 878-2526-2310) dan Dadi Zakaria, Kepala BPBD Kab Garut +6281323149926).

Sumber ; Sutopo Purwo Nugroho (Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB)

Ibu lilis (56) rumahnya dekat sekitar 15 meter dari sungai, banjir setinggi sekitar 4 meter rumahnya yang satu lantai banjir seluruhnya, dia bercerita bahwa ada pemberitahuan sebelumnya.. saat membuka pintu, air langsung masuk memenuhi seluruh rumahnya, suami yang bekerja sebagai supir elf, tidak bekerja hari ini, dia mengatakan saat ini yang diperlukan mendesak adalah air bersih dan pakaian bersih. Berbagi kisah kepada Relawan DPU DT

Saat ini tim Rescue dan Recovery SATGUNA (Santri Penanggulangan Bencana) Daarut Tauhiid telah ikut bantu evakuasi korban bencana. Informasi & Konfirmasi: WhatsApp : 0851 0001 7002 BBM : dpudt1 Support Program: DPU Daarut Tauhiid DT Peduli SATGUNA DT

Disclaimer : Informasi dan opini yang tertulis di halaman penggalangan ini adalah milik penggalang dana dan tidak mewakili Kitabisa.

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Campaign Telah Berakhir

Donatur 26

  • Rp. 1.210.000
    Anonim
  • Rp. 1.100.694
    Achmad Syu'bi

    Dari jamaah masjid Muhammadiyah Unimus

  • Rp. 1.000.782
    Tim Jahja
  • Rp. 500.811
    Anonim
  • Rp. 500.345
    Anonim
  • Rp. 400.759
    Anonim
  • Rp. 300.856
    Anonim
  • Rp. 300.357
    Anonim
  • Rp. 200.919
    Resti Trisnawati Eka Pratiwi
  • Rp. 200.873
    Hadma Perez

    Meski sedikit, mudah2an bs meringankan beban saudara kita yg terkena musibah.. Tetap tabah & tawakkal pada Allah SWT..

SHOW MORE
  • Rp. 1.100.694
    Achmad Syu'bi

    Dari jamaah masjid Muhammadiyah Unimus

  • Rp. 500.811
    Anonim
  • Rp. 100.817
    Anonim
  • Rp. 200.779
    Anonim
  • Rp. 400.759
    Anonim
  • Rp. 100.814
    fahmi fade

    Meskipun sedikit menyisihkan rezeki, mudah-mudahan bermanfaat

  • Rp. 200.919
    Resti Trisnawati Eka Pratiwi
  • Rp. 50.854
    Anonim
  • Rp. 20.271
    Anonim
  • Rp. 30.711
    Anonim
SHOW MORE
DPU DT 25 Oct 2016

Update 3 - Campaign Sukses

Halo Para Donatur,

Terima kasih sudah berdonasi di campaign Peduli Banjir Longsor di Garut dan Sumedang Jabar!

Saat ini masa campaign telah selesai. Total donasi yang terkumpul sejumlah Rp 7.145.630 dari 26 donatur.

Dana tersebut sudah dikirimkan ke Dompet Kebaikan DPU DT. DPU DT akan memberikan update berikutnya mengenai penggunaan dana.

Terima kasih!

DPU DT 24 Sep 2016

Update 2 - Progress Sampai Hari ke 4

Alhamdulillah sudah beberapa hal yang bisa kami lakukan untuk membantu saudara kita di Garut. Berikut rangkuman-rangkuman kegiatan tersebut


Perkembangan Banjir Garut Hari Ke 3

Garut-- Memasuki hari ketiga Banjir Bandang Garut, pencarian terhadap 18 korban hilang masih terus dilakukan. Menurut data yang dihimpun oleh tim Satguna Daarut Tauhiid hingga Kamis (22/9) dini hari sebanyak 21 jiwa meninggal dunia (dua belum teridentifikasi). Adapun korban luka sebanyak 32 orang.

Untuk kebutuhan yang diperlukan yaitu perlatan kebersihan untuk rumah dan fasum (jetpump, selang, sekop, pengepel lantai dari karet, dan pacul), alat-alat kebersihan, air bersih, pakaian layak pakai, alat masak, peralatan dan perlengkapan sekolah, dan alat-alat kesehatan.

Sementara itu Komaludin, Koordinator Lapangan Satguna, mengatakan akan ada beberapa aksi yang dilakukan hari ini.

“Hari ini aksi difokuskan untuk membersihkan rumah warga, masjid, gedung Sekolah Luar Biasa, dan assessment di Kampung Cimacan”, kata Komaludin.

Kegiatan bersih-bersih sendiri juga dibantu oleh TNI Angkatan Darat, relawan dari berbagai organisasi kemanusiaan, Basarnas (Badan SAR Nasional), BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), dan warga setempat. (EH)


Perkembangan Banjir Garut Hari ke 4

Garut-- Memasuki hari keempat pasca Banjir Garut, kegiatan bersih-bersih masih dilakukan di beberapa titik. Sebagian warga masih ada yang datang ke rumah masing-masing untuk membersihkan sisa lumpur. Selain itu, pencarian 22 korban hilang masih terus dilakukan. Hingga pagi tadi, korban meninggal yang terdata sebanyak 27 jiwa.

Sementara itu, kebutuhan air bersih sendiri sudah disediakan oleh ITB melalui Water Teratment Solution Mobile. Melalui alat yang ada di mobil ini, air kotor diolah sehingga menghasilkan air bersih dan bisa diminum. Walau demikian, kebutuhan air bersih masih belum mencukupi karena sambungan air dari PDAM masih terputus.

Satguna DPU DT sendiri saat ini fokus membersihkan gedung SLB-C YKB, Garut. Fasilitas yang rusak di sana yaitu dapur, ruang guru, ruang ketermpilan, ruang tamu, tuang Tata Usaha, ruang kepala sekolah, dan delapan ruang kelas.

DPU DT sendiri berencana membuat trauma healling di dekat lokasi bencana. Terkait relawan di lapangan, Komaludin, Koordinator Lapangan Satguna DPU DT, mengatakan akan ada tambahan.

“Relawan di lapangan sedikit sehingga dibutuhkan SDM tambahan. Oleh karena itu hari ini akan ada tambahan enam belas relawan dari Komunitas Alhila”, ujar Komal. (EH)


Tambahan Personil Dari Pesantren Daarut Tauhiid

Bismillaah, Pagi ini (24 September 2016) Keberangkatan tambahan relawan dan penyaluran logistik batch #3 sudah dilaksanakan. Dengan kekuatan personil terdiri dari 5 Santri Tahhfidz, 1 SSG (Santri Siap Guna), 1 RDT, 1 Satguna DPU DT. Pemberangkatan relawan kali ini difokuskan untuk membantu proses Trauma Healing bagi para korban banjir.

Kisah di Balik Banjir

Kenangan Pelatihan Al-Qur’an Braille DPU DT di SLB-C YKB

Garut-- Setelah terendam banjir setinggi empat meter pada dua hari lalu, kini kondisi Kampung Bojong Sudika Desa Haurpanggung Kecamatan Tarogong Kidul masih terlihat porak poranda. Perabotan rumah tangga yang sudah berwarna coklat tampak di pinggir jalan. Rumah dan jalanan masih becek. Lumpur masih menggenang di beberapa titik.

Beberapa warga nampak membersihkan rumah dari genangan lumpur. Begitu pula dengan relawan kemanusiaan, termasuk Satguna (Santri Penanggulangan Bencana) DPU DT. Hari ini (22/9) mereka fokus membersihkan bangunan termasuk gedung Sekolah Luar Biasa (SLB) .

Ada yang menarik ketika membersihkan gedung SLB-C YKB. Bangunan yang terletak di Jalan RSU, Kecamatan Tarogong Kidul ini ternyata menyimpan kenang-kenangan dari DPU DT. Kenang-kenangan tersebut berupa plakat penghargaan ketika mengikuti pelatihan Al-Qur’an braile pada 2012.

Plakat yang digantung di dinding salah satu kelas itu masih utuh, tidak seperti plakat lainnya dimana kaca sudah lepas dari pigura, kertas plakatnya pun hilang tersapu banjir. Plakat pelatihan dari DPU DT masih utuh walau sisi kertasnya terdapat noda lumpur. Salah satu amil DPU DT Garut, Asjun Atmajaya, terharu melihatnya.

“Qadarullah, saat membersihkan puing-puing yang berantakan, ada satu plakat yang masih menempel pada tempatnya yaitu plakat penghargaan dari DPU Daarut Tauhiid saat kerjasama acara pelatihan al quran braile tahun 2012. Kuasa Allah”, kata Asjun terharu.

Ini pertanda bahwa saudara-saudara kita yang diberi kebutuhan khusus tetap semangat mempelajari kalam Allah. (EH)

DPU DT 21 Sep 2016

Update 1 - Update Pertama

Alhamdulillah pada hari ini (21 September 2016) tim Satguna (Santri Penanggulangan Bencana) DPU DT sudah bisa berada di lokasi ikut serta membantu. Fokus pada hari ini adalah pengumpulan data dari lapangan serta penggabungan data dengan BPBD mengenai korban terdampak banjir. Tampak tim Satguna DPU DT dan DPU DT garut sedang berkoordinasi di Posko Gabungan.

Kisah Korban Terdampak Banjir

Kang Iyang

Kang Iyang Dahlang, warga kampung cimacan Kab Garut kerja sebagai buruh, jam 10 malam pas lagi istirahat, rumah kebanjiran dan ambruk. barang-barang tidak bisa tertolong. cuma bisa bawa baju yang dipakai. Ujarnya kepada tim Jurnalis DPU DT

Ibu Lilis

Ibu lilis (56) rumahnya dekat sekitar 15 meter dari sungai, banjir setinggi sekitar 4 meter rumahnya yang satu lantai banjir seluruhnya, dia bercerita bahwa ada pemberitahuan sebelumnya.. saat membuka pintu, air langsung masuk memenuhi seluruh rumahnya, suami yang bekerja sebagai supir elf, tidak bekerja hari ini, dia mengatakan saat ini yang diperlukan mendesak adalah air bersih dan pakaian bersih.

Disclaimer : Informasi dan opini yang tertulis di halaman campaign ini adalah milik campaigner (pihak yang menggalang dana) dan tidak mewakili Kitabisa.

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Campaign Telah Berakhir

Anda tidak dapat menggalang untuk halaman penggalangan ini karena batas waktu telah berakhir.

Mau buat halaman untuk galang dana online seperti ini?