Kitabisa! - Patungan Listrik Puskesmas

Patungan Listrik Puskesmas

Patungan Listrik Puskesmas
Ada banyak cara menyukuri berbagai kemudahan yang bisa kita nikmati saat ini Yuk, bantu mereka merasakan kenikmatan Listrik sebagaimana yang bisa kita rasakan.

Rp 65.064.573

terkumpul dari Rp 65.000.000
100% tercapai
Campaign Telah Berakhir

0 SHARES



Penggalangan dana dimulai 30 Mar 2016 oleh:

Baca update terbaru dari penggalangan dana ini!

Riri, 15 tahun melahirkan bayi prematur. Namun, sayang bayinya tidak dapat tertolong meskipun Puskesmas memiliki Inkubator. Hal ini dikarenakan Puskesmas tidak memiliki aliran listrik 24 jam.

Ketiadaan akses listrik 24 jam di Puskesmas, utamanya di daerah pelosok dan terpencil menjadi sorotan tersendiri bagi kami yang pernah merasakan bertugas selama satu tahun di Puskesmas yang belum mendapatkan akses listrik. Atas dasar itulah, kami membuat inisiasi untuk memberikan bantuan Solar Cell bagi Puskesmas yang belum dialiri listrik 24 jam.

Gerakan mulia ini bernama Pelita Khatulistiwa. Kami berharap dengan adanya gerakan ini, akan ada kemudahan akses listrik 24 jam bagi Puskesmas sehingga Puskesmas dapat mengoptimalkan pemanfaatan sarana dan prasarana yang hanya dapat dioperasikan dengan daya listrik serta dapat memberikan penerangan di malam hari. Hal itu juga menjadikan petugas kesehatan lebih optimal dalam memberikan pelayanan kesehatan yang prima kepada masyarakat.

Relawan dari berbagai latar belakang ilmu yang menginisiasi gerakan ini siap mengaplikasikan ilmunya untuk membuat penerangan tenaga surya yang dapat didistribusikan ke Puskesmas-Puskesmas terpencil di Indonesia. Gerakan ini tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga meningkatkan kepedulian masyarakat sekitar kepada pelayanan Puskesmas.

Pelita Khatulistiwa akan melaksanakan first project di Puskesmas Lindu, Kecamatan Lindu, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. 100 persen masyarakat tidak mendapatkan akses listrik PLN. 30 persen masyarakat menggunakan genset dengan biaya harian minimal 10 - 15 ribu untuk menyalakan penerangan selama 3 jam pada malam hari. Sisanya sebanyalk 70 persen menggunakan lampu teplok atau senter.

Lindu yang merupakan daerah hutan lindung masih mengalami hambatan mendapatkan akses PLN 24 Jam. Hambatan ini menjadi tantangan bagi Puskesmas Lindu, yang merupakan fasilitas kesehatan tingkat primer di wilayah tersebut.

Puskesmas Lindu memilliki fasilitas kesehatan yang relatif lengkap dan memadai untuk pelayanan primer, namun ironisnya, banyak alat kesehatan yang hanya terbengkalai tidak digunakan karena ketiadaaan akses listrik. Keadaan ini juga seringkali menjadi tantangan bagi tenaga kesehatan untuk melayani masyarakat di Puskesmas tawat inap 24 Jam ini karena ketiadaan listrik.

Kecamatan dengan jumlah penduduk ± 5000 jiwa ini hanya bisa dijangkau dengan kendaraan roda dua. Jika ada pasien yang tidak bisa ditangani di Puskesmas dan harus dirujuk, maka harus ditandu dengan berjalan kaki selama 4 – 5 jam untuk sampai di daerah yang sudah bisa dijangkau kendaraan roda empat. Dengan adanya aliran listrik berbasis solar cell di Puskesmas Lindu, harapannya fasilitas kesehatan yang ada di Puskesmas Lindu dapat dioperasikan dan dimanfaatkan secara optimal, sehingga masyarakat bisa mendapatkan pelayanan kesehatan prima di fasilitas kesehatan tingkat primer tersebut.

#lebih baik patungan solar daripada mengutuk kegelapan

Disclaimer : Informasi dan opini yang tertulis di halaman penggalangan ini adalah milik penggalang dana dan tidak mewakili Kitabisa.

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Campaign Telah Berakhir

Donatur 218

SHOW MORE
SHOW MORE
Pelita Khatulistiwa 11 Jan 2017

Update 5 - Laporan Instalasi Solar Cell Puskesmas Lindu!

Setelah menempuh perjalanan sekitar 3 jam dengan angkutan umum atau sering disebut taksi, akhirnya kami sampai di Sidaunta.

Di Sidaunta, kami bertemu dengan kepala puskesmas Lindu, bapak Arwin A. Sukara. Usai berbincang sebentar, kami kemudian melanjutkan perjalanan ke Lindu dengan menggunakan ojek motor. Sebagian alat dan barang untuk instalasi solar panel telah lebih dulu diangkut ke Lindu, sehingga hanya sebagian yang tersisa saja yang diangkut bersamaan saat kami naik. Kami naik ke Lindu berombongan sejumlah 7 ojek motor. Empat ojek khusus untuk muatan alat dan barang, sisanya untuk kami tumpangi.

fcd9461f0af21c1f3956ae5bf7a33b79dd9e463a

Meski menemui longsor di beberapa titik saat perjalanan dari Sidaunta ke Lindu, perjalanan kami bisa dikatakan cukup lancar. Justru saat sudah memasuki wilayah kampung, kami menemui jalan yang rusak parah, yakni jalan penghubung antara desa Puro’o dan Langko. Karena frekuensi dan curah hujan yang sangat tinggi, jalan tersebut sering tergenang air dan tetap terus dilewati, sehingga banyak terbentuk kubangan-kubangan lumpur yang cukup dalam.

Usai melewati Puro’o dan Langko, kami tiba di desa Tomado, yang merupakan ibukota kecamatan Lindu. Perjalanan dari Sidaunta hingga desa Tomado kami tempuh dalam waktu hampir 2 jam. Kami turun di rumah salah satu warga Lindu, yaitu pak Faisal, yang di rumah itu pula kami menginap selama beberapa hari berikutnya.

Merasa telah cukup beristirahat setelah perjalanan panjang, sore harinya kami langsung bergegas mengecek solar cell kit yang berada di Puskesmas Lindu untuk untuk memastikan semua alat-alat sudah lengkap dan dalam kondisi yang baik.

Keesokan harinya, Selasa, 29 November 2016, kami melakukan koordinasi dengan pemerintah desa dan pemerintah kecamatan terkait pelaksanaan gotong royong warga untuk pemasangan solar panel di Puskesmas Lindu. Dari pertemuan diperoleh kesepakatan bahwa pada hari Rabu, 30 November 2016, warga akan dikerahkan untuk gotong royong pemasangan solar panel.

Hari Selasa (29/11) kami manfaatkan untuk merakit solar panel dan dibantu beberapa warga membuat balok semen untuk fondasi modul solar cell.

c57dc92560e12096f6d900a2c37f315590ef7987

d9687cf7aa97d2cb7462ba4ba82e26493f98229a

432140ae61dc7bb9fe9233bbee834b92510441d9

1a477e2bf9a786da73053263059f8b8b3df0a322

8d2e7f4c89a9fe6896bf04376bd0d2f39be680ab

Hari Rabu pagi, warga telah bersiap untuk bersama-sama melakukan gotong royong. Mula-mula warga membantu meratakan area tanah yang akan digunakan untuk area pemasangan modul solar panel, kemudian menempatkan balok semen yang telah dibuat di hari sebelumnya, memasang tiang dan juga modul solar panel. Sore harinya, instalasi solar panel telah selesai. Semua alat telah terpasang dengan baik dan telah dilakukan pengujian untuk menyalakan oksigen konsentrator dan inkubator. Kedua alat tersebut bisa bekerja dengan baik dengan aliran listrik dari panel surya yang telah dipasang.

Keesokan harinya, Kamis, 1 Desember 2016, bertempat di Puskesmas Lindu, tim Pelita Khatulistiwa mengadakan acara serah terima dan penandatanganan surat kesepakatan antara Pelita Khatulistiwa dengan Puskesmas Lindu, dan kesepakatan antara Pelita Khatulistiwa dengan Pemerintah Kecamatan Lindu. Dalam pertemuan tersebut, tim juga turut mengundang staf-staf Puskesmas Lindu, perwakilan dari Pemerintah kecamatan Lindu,perwakilan dari pemerintah desa, beserta tokoh adat dan tokoh masyarakat.

2305797e42aeb7ecac4bf4c47296e2c1ca28785f

5c6431788df5abee954e9ea511e1d1016506c23d

Tim Pelita Khatulistiwa menyerahkan dan menitipkan bantuan listrik tenaga surya kepada perwakilan yang hadir pada pertemuan tersebut. Utamanya, dalam hal perawatannya dan pemanfaatannya. Harapannya, listrik tenaga surya yang telah dipasang dapat dijaga dan dirawat dengan sebaik-baiknya, sehingga dapat memberikan manfaat yang optimal untuk pelayanan kesehatan yang prima di Puskesmas Lindu.

Tuntas sudah tugas kami untuk menyampaikan titipan dari segenap masyarakat Indonesia untuk masyarakat Lindu. Meski demikian, tugas untuk monitoring dan evaluasi tetap terus berjalan. POKJA yang dibentuk oleh kecamatan akan bertanggung jawab sepenuhnya dalam perawatan listrik tenaga surya. Selain itu, kami turut melibatkan Dinas Kesehatan Kabupaten Sigi, untuk membantu proses monitoring. Oleh karena itu, pada hari Jumat, 2 Desember 2016, sebelum kembali menuju Jakarta, kami singgah terlebih dahulu ke Dinas Kesehatan Kabupaten Sigi yang ada di Bora.

Dinas Kesehatan Kabupaten Sigi menyambut dengan baik dan menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya atas kebaikan seluruh masyarakat Indonesia yang telah memberikan bantuan listrik tenaga surya kepada masyarakat Lindu melalui Pelita Khatulistiwa, serta berkomitmen untuk turut membantu proses monitoring pemanfaatan listrik tenaga surya yang telah terpasang di Puskesmas Lindu.

Terimakasih atas kontribusi anda untuk pelita khatulistiwa dan masyarakat lindu. Kami tidak akan berhenti disini, tahun ini kami akan melakukan project di daerah lain dan sisa uang yang ada akan kami gunakan untuk project selanjutnya.

Untuk mengetahu perkemebangan terkini kegiatan pelita khatulistiwa anda bisa mengikuti di Fanpage FB Pelita Khatulistiwa atau email kami di [email protected]

175a8bbcbf04892ab9fcc347114e492b7c44f9b8

Pelita Khatulistiwa 16 Sep 2016

Update 4 - Pengadaan dan Pengiriman Alat Panel Surya

Dear Sahabat Pelita sekalian,

Izinkan kami berbagi kabar bahagia bahwa proses pengadaan alat untuk pemasangan listrik dengan panel surya di Puskesmas Lindu telah selesai. Saat ini barang telah selesai tahap pengepakan dan esok hari akan dikirim melalui ekspedisi melalui jalur laut dari Jakarta menuju Palu. Estimasinya, barang akan sampai dalam jangka waktu satu bulan, sehingga pemasangan panel surya baru akan dilaksanakan pada pertengahan Oktober.

Mohon do’a dari Sahabat Pelita sekalian, supaya semua proses yang direncanakan berjalan lancar.

Salam hangat,

Tim Pelita Khatulistiwa

Pelita Khatulistiwa 16 Aug 2016

Update 3 - Campaign Sukses

Halo Para Donatur,

Terima kasih sudah berdonasi di campaign Patungan Listrik Puskesmas!

Saat ini masa campaign telah selesai. Total donasi yang terkumpul sejumlah Rp 65.064.573 dari 218 donatur.

Dana tersebut sudah dikirimkan ke Dompet Kebaikan Pelita Khatulistiwa. Pelita Khatulistiwa akan memberikan update berikutnya mengenai penggunaan dana.

Terima kasih!

Pelita Khatulistiwa 5 Aug 2016

Update 2 - Survey Pra-Instalasi

Selamat Sore,

Alhamdulillah ada kabar baik dari Tim Pelita Khatulistiwa!

Pada tanggal 18 Juli 2016, dua orang tim kami berangkat ke Lindu, Sulawesi Tengah untuk survey langsung sebelum instalasi dan sosialisasi kepada tokoh masyarakat setempat. Tim kami melakukan pengecekan kebutuhan listrik

34f3f74d84fc5c51e80cc2415996cbc9af967dfa

Selanjutnya, kami juga mengumpulkan para tokoh masyarakat untuk mensosialisasikan mengenai panel surya dan komitmen bersama untuk perawatan panel surya kedepannya.

3d423e7b379cbed0463e96aea84b512f09931eda

Berdasarkan hasil survey ternyata kebutuhan urgent Puskesmas Lindu adalah 2500 wp, lalu kami menghitung kembali biaya yang dibutuhkan dengan juga melakukan survey ke beberapa penyedia listrik tenaga surya, akhirnya kami mendapatkan bantuan dan biaya dengan Low Cost.

Berikut kami lampirkan Rancangan Akhir Biaya

4cde2bb52db5bfc4ebd330ca0977992d70001210


Saat ini dana yang telah terkumpul melalui kitabisa yaitu 52.000.000. Masih ada 13.000.000 lagi yang sedang diupayakan dapat terkumpul. Terimakasih pada Para Donatur.


Mohon do'anya agar semua proses dapat lancar kedepannya. Amiin

Pelita Khatulistiwa 1 Jun 2016

Update 1 - Update Patungan Listrik Puskesmas lindu

Selamat siang saudara/i

Sebelumnya kami dari Tim program Patungan Solar Pelita Khatulistiwa mengucapkan banyak terimakasih atas partisipasi dan bantuan dari saudara/i.

Alhamdulillah hingga hari ini donasi yang telah terkumpul 20.081.641 rupiah. Realisasi kegiatan semakin terang. Seterang sinar dari teman-teman semua.

Karena masih belum mencukupinya dana kami akan membuka fundraising kedua dari tanggal 5 Juni - 15 Juli 2016.

Timeline kami menjadwalkan pemasangan solar cell insyallah akan dilakukan pada tanggal 26 Agustus 2016 dalam suasana hari kemerdakaan Indonesia. Jika ada yang dekat dengan kota palu dan ingin ikut kami membuka lebar kesempatan tersebut.

Juga, kami sangat senang jika teman2 ikut men-share campaign yang kedua ini.

Demikian update patungan listrik ini. Terimakasih, kebaikan teman-teman sekalian memberi manfaat yang luar biasa untuk masyarakat Lindu.


Disclaimer : Informasi dan opini yang tertulis di halaman campaign ini adalah milik campaigner (pihak yang menggalang dana) dan tidak mewakili Kitabisa.

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Campaign Telah Berakhir

Anda tidak dapat menggalang untuk halaman penggalangan ini karena batas waktu telah berakhir.

Mau buat halaman untuk galang dana online seperti ini?