Kitabisa! - Alhamdulillah, 21 Warga Suku Togutil Jadi Muallaf

Alhamdulillah, 21 Warga Suku Togutil Jadi Muallaf

Alhamdulillah, 21 Warga Suku Togutil Jadi Muallaf
Di hutan tak sedikit diantara mereka ada yang masih bertelajang termasuk laki-laki dan perempuannya serta tidak bisa berbahasa Indonesia.

Rp 44.169.305

terkumpul dari Rp 100.000.000
44% tercapai
Campaign Telah Berakhir

0 SHARES



Penggalangan dana dimulai 30 May 2017 oleh:

Baca update terbaru dari penggalangan dana ini!

Sebanyak 21 warga Suku Togutil pada hari Selasa (23/05/2017), kembali mengikrarkan syahadat.

Kisah 21 Suku Togutul yang memeluk Islam ini berawal dari 10 orang suku terasing yang sebelumnya, bulan Maret 2017, yang lebih dahulu telah memeluk Islam dengan prosesi yang dilakukan oleh Imam Masjid Al Munawar, Ternate, Halmahera, lantas beberapa orang lainnya mengikuti jejak para pendahulunya.

“Sebelumnya kita sudah pernah survei ke hutan tempat mereka tinggal di daerah hutan Halmahera. Dearah ini tidak ada sinyal dan jalan darat belum bisa dilalui,”demikian disampaikan Nurhadi (34), dai hidayatullah yang biasa berdakwah di pedalaman.

Untuk perjalanan menuju, hutan dai-dai membutuhkan waktu tempuh sekurang-kurangnya satu pekan perjalanan kaki. Suku ini sendiri memang hidup secara berkelompok-kelompok, dengan sistem hidup yang memang nomaden atau berpindah pindah.

f522ed2c1745ef9028f90171a82831242df6a006

Setelah mendapatkan jejak Suku Togutil, dai-dai masuk menyusuri hutan luas selama berpekan-pekan. Tentu, semua itu harus dilewati dai-dai dengan kondisi tidak ada signal, berjalan kaki naik dan turun gunung dan kadang sehari penuh harus menahan lapar.

Akhirnya, dai-dai berhasil bertatap wajah langsung dengan orang-orang suku ini. Ternyata benar, penduduknya memang hidup berkelompok-kelompok dan juga berpencar-pencar. Satu kelompok warga berisikan sekitar 20 orang, tapi kadang sampai 70 orang.

“Mereka semua datang ke Ternate hanya mengenakan baju di badan. Di hutan tak sedikit diantara mereka ada yang masih bertelajang termasuk laki-laki dan perempuannya.”

Bahasa mereka masih dominan dengan bahasa suku Tobelo dalam. Walaupun sudah ada yang bisa berbahasa Indonesia, sebagian meraka tidak mengerti berkomunisi dengan bahasa Indonesia.

Meski begitu, sebagian besar mereka merasa senang dengan kehadiran dai-dai tangguh, dan banyak orang tua suku ini yang ingin menitipkan anak-anak untuk dibina dan disekolahkan. Saat ini, jumlah warga Suku Togutil yang telah memeluk Islam sebanyak 31 orang.

“Mereka menyatakan siap masuk Islam dan siap dibina,” ujarnya Nurhadi.

6b38042815a5d839e5dd5d43fb961e59c213455a

Mereka telah mendapatkan pembinaan berupa pendidikan agama, keterampilan bercocok tanam dan berternak. Namun, para mualaf ini masih butuh sejumlah keperluan primer seperti tempat tinggal dan pakaian, atau kebutuhan menjalani keterampilannya tersebut.

“Kita butuh bantuan untuk untuk penguatan Islam pada diri mereka. Termasuk kebutuhan pakaian atau logistik mereka sementara di Ternate,” ujar Nurhadi.

Setelah mendapatkan pembinaan, Nurhadi berharap mereka bisa kembali ke daerah asalnya dan bisa mengajak keluarga lain dari orang suku di hutan yang jumlahnya ratusan bisa memeluk Islam.

Semoga Allah memudahkan setiap langkah gerak ini kepada Islam,” tambah Nurhadi.*

==================================================================

CARA BERDONASI:
1. Klik tombol “DONASI SEKARANG”
2. Masukan nominal donasi
3. Pilih metode pembayaran (transfer bank atau kartu kredit)

Bila Anda ingin mengin lebih tahu tentang program ini dapat menghubungi kami di :

Telp : 021.7975.770

Email : [email protected]

#MuallafSukuTogutil

#SemuaKarenaZakat

LIKE & SHARE setidaknya kebaikan itu dapat mengalir dari jemari Anda.

Disclaimer : Informasi dan opini yang tertulis di halaman penggalangan ini adalah milik penggalang dana dan tidak mewakili Kitabisa.

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Campaign Telah Berakhir

Donatur 187

  • Rp. 15.001.875
    Anonim
  • Rp. 7.500.665
    mamang isnanda
  • Rp. 1.000.920
    Muhammad Azka Ramadhan

    Ini adalah zakat titipan Hamba Allah. Semoga bermanfaat

  • Rp. 1.000.637
    Anonim
  • Rp. 500.904
    Anonim
  • Rp. 500.712
    MIRAYANTI
  • Rp. 500.668
    Anonim

    Zakat maal

  • Rp. 500.601
    Anonim
  • Rp. 500.488
    Reni Astuti

    Alhamdulilah.. Semoga semakin banyak lagi yang menjadi muallaf.

  • Rp. 500.403
    MACBIRUNI

    ALLAHU AKBAR

SHOW MORE
  • Rp. 100.000
    Anonim
  • Rp. 10.000
    Anonim
  • Rp. 100.514
    Anonim

    Mohon diterima donasi yg tak seberapa untuk muallaf togutil Terima kasih

  • Rp. 50.320
    Anonim
  • Rp. 50.151
    Anonim
  • Rp. 100.781
    Romi Harliansyah
  • Rp. 50.000
    Anonim
  • Rp. 50.196
    Anonim
  • Rp. 50.302
    Anonim
  • Rp. 100.000
    Anonim
SHOW MORE
Yayasan Baitul Maal Hidayatullah 19 Jun 2017

Update 2 - 17 Juni 2017 Muallaf Suku Togutil Bertambah

Alhamdulillah, di bulan Suci Ramadhan 1438 H merupakan bulan yang penuh berkah bagi Umat Islam di Indonesia. Kembali Hidayah menghampiri 4 warga Suku Togutil pedalaman Hutan Halmahera Timur. Total Muallaf Suku Togutil saat ini berjumlah 64 orang.

Prosesi Bersyahat Suku Togutil 17 Juni 2017

Terima Kasih kepada pada Donatur yang telah menyisihkan sebagian rezekinya untuk saudara suadara Muallaf kita dari Suku Togutil. Semoga apasaja dari sebagian harta yang dikeluarkan diterima oleh Allah SWT. serta menjadi asbab keberkahan untuk harta, rumah tangga, dirikita dan keluarga.

-------------------------------------------------------------------------------------------------

Report : Pada Tanggal 6 Juni 2017 BMH (Baitul Maal Hidayatullah) yang di wakili Dede Bakhtiar bersama Ustadz Nur Hadi menyalurkan kebutuhan logistik berupa, beras, minyak sayur, pakaian, serta paket buka puasa bagi warga Suku Togutil bertempat di Desa Woda Kecamatan Oba Kabupaten Tidore Kepulauan.

a055d7fecb2c3b4e766ec2fb0c09df88ee7c463e

Alhamdulillah seiring bantuan datang ternya hal itu menarik perhatian warga Soku Togutl lainnya untuk memeluk Islam. Berikut kisah selengkapnya

Sejak sebagian kecil dari Suku Togutil menyatakan diri bersyahadat, kini gelombang antusiasme memeluk Islam dari suku terasing di Pulau Halmahera itu kian menggembirakan.

"Mereka yang lebih awal masuk Islam, ternyata dinilai lebih baik oleh yang belum, sehingga mereka ingin juga memeluk Islam," tutur dai tangguh BMH Ustadz Nur Hadi, Senin (19/6).

09a3eb3f441086c1b1fa02d86301a0dc26460c47

Hal ini seperti diungkapkan oleh Dudu yang masih remaja, yang baru saja bersyahadat (18/6). "Saya melihat, kenapa keluargaku ini (sembari menunjuk remaja Suku Togutil yang masuk Islam lebih awal) sekarang punya nama Hamzah, terus kenapa dia bisa berubah, hidup dengan pakaian bersih, tidak kelaparan, dan kayaknya nyaman. Hamzah bilang, Islam itu bagus, saya tertarik masuk Islam," ungkapnya kepada Nur Hadi.

Dudu kini diberikan nama hijrah Ahmad Muzakki. Remaja asal hutan di Desa Patlean, Kecamatan Maba Utara, Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara itu mengaku bahagia akhirnya bisa masuk Islam. "Saya senang sekali, saya mau tinggal di Pesantren Hidayatullah Ternate bersama saudaraku Hamzah. Belajar lagi Islam," ucapnya.

Sejauh ini berdasarkan survey langsung ke lokasi, BMH Pusat berencana untuk membuat Rumah Singgah sebagai centra pembinaan muallaf Suku Togutil di Sofifi. "Rumah Singgah ini sangat mendesak, karena kalau semua harus dibina di Ternate, kita akan terkuras energi untuk jarak, biaya dan waktu. Oleh karena itu, kami mohon dukungannya, untuk membangun Rumah Singgah di Sofifi," pungkas Nur Hadi.

Berapapun donasi Anda akan sangat membantu pembinaan ke-Islaman 64 Muallaf Suku Togutil. Donasi Anda dapat melalui :

✅ Klik link https://kitabisa.com/MuallafSukuTogutil
✅ Transfer via rek Mandiri/BCA/BNI/BNI Syariah/BRI & Credit card
✅ Dapatkan laporan via email

atau donasi langsung via
Bank Syariah Mandiri
Rek 7006.114.908
a.n. Baitul Maal Hidayatullah

Konfirmasi Donasi :
WA/SMS 085697774777
Telp. 021 7975770
Email : [email protected]

Yayasan Baitul Maal Hidayatullah 7 Jun 2017

Update 1 - Ramadhan Pertama Bagi Suku Togutil, Halmahera

TERNATE - Suasa gembira diliputi rasa penasaran tinggi akan indahnya menjalankan ibadah di Bulan Ramadhan, mungkin sudah tidak begitu menggelegak di dalam diri sebagian umat Islam. Namun tidak dengan Suku Togutil.

Suku Togutil adalah suku pedalaman yang tinggal di hutan Halmahera Timur, Maluku Utara. Suku ini sebelum bertemu dengan dai tangguh Laznas BMH, belum memiliki agama. Atas pertolongan Allah, program dai tangguh BMH sampai ke hutan di mana suku Togutil tinggal.

c7129f87878f81254c00def1d9ef984f841e32de

Nur Hadi mengungkapkan, suku Togutil belum berpendidikan dan mengenal dunia luar. “Di antara remaja mereka banyak yang baru bisa pegang pena waktu dilatih menulis oleh dai tangguh BMH,” ujar Nur Hadi.

Rumah mereka seperti gubuk kecil dengan atap daun woka dan tanpa dinding. Makanan mereka tergantung dari alam dan jika makanan di tempat telah habis, mereka akan berpindah tempat.

"Alhamdulillah pada bulan Oktober 2016, 10 orang suku Togotil masuk Islam. Sebanyak 10 orang itu belum bisa berbahasa Indonesia, masih berbahasa suku saja. Mereka juga masih bertelanjang baju dengan lelakinya berambut panjang,” papar Nur Hadi.

Sekarang mereka dalam tahap pembinaan. “Kita sedang bina untuk keislamannya dan kehidupan bermasyarakatnya. Dari belum beragama menjadi beragama dan dari kehidupan primitif menjadi berbudaya dan beradab," imbuhnya.

Dan Ramadhan 1438 H, kata Nur Hadi, adalah puasa perdana bagi mereka. Tentu ini sebuah kuasa Allah atas hamba-hamba-Nya yang diidzinkan mendapatkan hidayah-Nya. Kelak kalau mereka telah tuntas menjalani proses pembinaan, mereka akan segera dikembalikan ke masyarakatnya. "Kami berharap, jika kembali ke hutan mereka sudah bisa bercocok tanam atau punya satu keterampilan tertentu agar bisa menopang kehidupan sehari-harinya," papar Nur Hadi.

Lantas bagaimana kesan mereka setelah mengenal Islam? Ustadz Nur Hadi mengutip salah seorang warga suku Togutil bernama Hamadiah yang kini bernama hijrah (Muslim) Bilal. Dia bicara didampingi penerjemah bahasa sukunya. “Saya awalnya takut jika masuk Islam apalagi dibawa ke Ternate. Takut dibunuh dan takut dimasukkan sel tahanan polisi,” ucapnya dituturkan Nur Hadi.

e8a587c4008c7d2aa75b69d867fcc5930c90a28f

Setelah dibawa ke Ternate dan masuk Islam, dia sangat senang. “Sangat senang dengan penyambutan orang Muslim lainnya. Orang Islam ramah dan baik-baik,” katanya.

Ketika masih di hutan, dia biasa tidak makan satu atau dua hari. Namun ketika sampai di Ternate, ia makan sampai tiga kali sehari. Dia tidak perlu mencari makan dengan jalan kaki di hutan-hutan. Hal itu ternyata membahagiakan Bilal. “Bahkan ketika sudah satu minggu di Ternate, dia pulang ke hutan dan mengajak keluarga yang lain masuk Islam,” tutur Nur Hadi.

Dia memberikan semangat dan contoh dirinya ketika sudah masuk Islam, bahwa masuk Islam itu sangat menyenangkan. “Dari sini banyak orang suku yang tertarik masuk Islam. Sehingga beberapa hari lalu 21 orang suku Togutil pada Selasa, 23 Mei 2017 kembali masuk Islam,” papar Nur Hadi.



Disclaimer : Informasi dan opini yang tertulis di halaman campaign ini adalah milik campaigner (pihak yang menggalang dana) dan tidak mewakili Kitabisa.

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Campaign Telah Berakhir

Anda tidak dapat menggalang untuk halaman penggalangan ini karena batas waktu telah berakhir.

Mau buat halaman untuk galang dana online seperti ini?