Kitabisa! - #KadoPahlawan - Mbak Hayu

#KadoPahlawan - Mbak Hayu

#KadoPahlawan - Mbak Hayu
Sadarkah kamu begitu banyak pahlawan yang ada di sekitar kita? Beberapa diantaranya adalah mereka, yang masih perlu uluran tangan kita untuk wujudkan citanya.

Rp 3.062.885

terkumpul dari Rp 2.500.000
123% tercapai
Campaign Telah Berakhir

0 SHARES



Penggalangan dana dimulai 19 Oct 2015 oleh:

Baca update terbaru dari penggalangan dana ini!

9b3fc5cf81d6d9432e420e9147c4cdd52cf2ee42

Mbak Hayu, begitulah kami memanggilnya. Ibu muda berusia 33 tahun ini begitu ramah pada siapa saja. Dibalik keramahannya terdapat sepenggal kisah hidup yang begitu inspiratif.

Kisah itu dimulai pada tahun 2001, ketika mbak Hayu mengenal Rumah Sakit Jiwa dan Saraf Puri Waluyo. Kejadian tersebut bermula ketika teman laki- lakinya berkunjung ke rumah mbak Hayu. Kebetulan, ketika itu mbak Hayu sedang bersama pacarnya di rumah. Teman tersebut membawa apel merah dan mbak Hayu di minta makan apel tersebut. Setelah ia makan, tiba- tiba ia tidak ingat apapun, tidak ingat hari, tanggal, lagi dimana, dan sebagainya. Setelah makan apel tersebut, ia kehilangan memorinya dan sampai sekarang ia tidak mampu mengingat- ngingat kejadian masa itu. Banyak tetangga yang mengatakan faktor kegilaan mbak Hayu karena di guna- guna oleh orang lain. Sejak saat itu, ia harus menjalani EST atau setrum otak sebagai usaha mengembalikan memori otaknya. Ia harus merasakan sakitnya di setrum otak di Rumah Sakit Jiwa dan Saraf Puri Waluyo.

Mbak Hayu sempat sembuh dari sakit jiwanya dan sempat meneruskan kuliahnya yang tertunda pada salah satu Sekolah Tinggi swasta di Solo. Semasa kuliah, sakitnya kambuh lagi. Ketika itu ia dan temannya berboncengan menuju kampus, mbak hayu yang mengendarai motornya. Tiba- tiba ia tidak tahu arah dan jalanan menuju kampus, tiba- tiba memorinya hilang dengan sendirinya, saat itu umurnya baru 19 tahun. Setelah itu, sakitnya sering kambuh. Kejiwaannya kambuh lagi ketika ia mau menikah dengan calon suaminya. Ia merasakan kebingungan terhadap dirinya. Kondisi mbak Hayu ketika kambuh tidak marah- marah seperti psien kejiwaan yang lain, ia hanya menangis dan meserasa dunia sempit. Namun, sakit yang dirasakan mbak Hayu bukanlah sakit fisik dan terlihat, ia merasakan seperti di guna- guna dan “ditempeli setan” ini bentuk halusinasi yang di alami mbak Hayu.

f1198362c4114252b58ac74a6ba8dbeaff0807d2

Mbak Hayu selepas kuliah pernah bekerja sebagai guru honorer yang mengampu mata pelajaran bahasa inggris. Ia mengajar di lima sekolah dasar yang ada di Solo. Semasa kuliah, ia belajar dan les bahasa inggris, ia juga sempat memberikan les- les bahasa inggris kepada anak- anak di dekat rumah kakaknya setiap sore untuk menambah uang kuliah. Selepas kuliah, ia di ajak oleh tetangga rumah kakak mbak Hayu. Ia diminta mengajar bahasa inggris di sekolah dasar. Namun ia hanya bertahan satu tahun untuk mengajar, ia mencari pekerjaan lain karena ia tidak memiliki ijazah guru. Akhirnya ia mengundurkan diri dan mencari pekerjaan lainnya.

Sakit jiwanya kambuh kembali ketika mbak Hayu melahirkan anak pertamanya. Ia mengalami sindrom baby bluss, mengalami depresi pasca melahirkan. Depresi yang di alaminya karena sakit pasca melahirkan, mengurus anak seorang diri, mengurus rumah tangganya sendiri sedangkan suaminya tidak perhatian kepada dirinya dan anaknya. Tidak lama kemudian, gugatan cerai dari suaminya datang ke rumah mbak Hayu. Selang beberapa tahun, mbak Hayu menikah kembali, tetapi tidak ada romansa rumah tangga yang ada suami mbak Hayu tidak perhatian dan tidak memberi nafhak kepada Mbak Hayu dan kedua anaknya.

Semenjak tahun 2001 mbak Hayu telah keluar masuk tujuh kali dari RSJ maupun Griya PMI Peduli. Ketika mbak Hayu menjalani perwatan di Griya PMI Peduli, ia tidak hanya menjadi pasien tetapi juga menjadi relawan di Griya PMI Peduli. Ketika keluarga mbak Hayu telah menyerah pada keadaannya, ia tidak putus asa untuk sembuh. Ibunda dan anak-anaknya adalah penyemangat hidup mbak Hayu.

Terakhir kali masuk RSJ pada 6 Desember 2014 sampai 27 Januari 2015, mbak Hayu berjanji untuk tidak akan masuk lagi ke rumah sakit jiwa. Hal itu ia buktikan dengan ia rela mengayuh sepeda selama 1 jam sekedar mengambil obat dari Griya PMI Peduli. Setelah dipulangkan dari Griya PMI mbak Hayu masih menyempatkan diri untuk membantu merawat rekannya di Griya PMI. Ia menyukai kerja yang bersifat sosial dan kemanusiaan. Mbak Hayu bersyukur berada ditengah-tengah mereka, karena baginya ketika bersyukur maka Allah akan menambah nikmatnya.

Mbak Hayu memiliki bakat menulis, ketika ia di Griya maupun luar griya ia sering menulis di buku diarynya. Buku diary ini menjadi bahan bacaan anak-anaknya. Ketika tulisannya di baca anaknya ada harap dari mbak Hayu agar kelak anaknya dapat mengikutinya menulis buku diary. Ia ingin setiap momen dapat diabadikan dengan tulisan agar tidak terlupakan. Mbak Hayu sangat ingin mengembangkan bakat menulisnya, selain itu mbak Hayu bercita-cita memiliki pabrik al-qur’an. Keuntungan dari usaha itu ia rencanakan untuk disumbangakn kepada anak-anak di Gaza.

Semangat hidup mbak Hayu perlu mendapat apresiasi. Mbak Hayu menjadi sebuah pembelajaran untuk kita semua, ia dengan schizophren (nama sakit mbak hayu) tidak pantang arang mengejar mimpinya untuk menjadi penulis dan pendiri sebuah pabrik al-quran. Ketulusannya jiwanya mampu menginspirasi banyak orang bahwa melakukan kebaikan tidak ada batasnya, tidak memandang dia siapa. Meski ia sering dilihat sebelah mata karena schizophren, mbak Hayu tidak pernah putus semangatnya. Mbak Hayu pantas menjadi salah satu pahlawan yang patut diapresiasi perjuangan hidupnya, karena dari mbak hayu kita menjadi lebih terbuka. Bahwa mereka dengan schizophren juga memiliki hak atas mimpinya, mereka sama dengan orang-orang yang tidak sakit. Mbak Hayu berkeinginan memiliki sebuah laptop. Ia ingin menulis perjalanan hidupnya, dan memberitahu pada pembacanya bahwa masyarakat tidak perlu meminggirkan orang-orang dengan gangguan jiwa. Dan dari tulisannya ia ingin menginspirasi banyak orang untuk tidak menyerah atas hidup dan mimpinya.

Rencana Penggunaan Dana

Seluruh dana terkumpul akan diberikan untuk Mba Hayu

Disclaimer : Informasi dan opini yang tertulis di halaman penggalangan ini adalah milik penggalang dana dan tidak mewakili Kitabisa.

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Campaign Telah Berakhir

Donatur 14

SHOW MORE
SHOW MORE
Jannet Cri Maharsi 26 Nov 2015

Update 2 - Mimpi itu terwujud

H


ipwee Solo mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada donatur yang telah membantu kami merealisasikamimpi dari Mba Hayu. Penyerahan #KadoPahlawan telah kami laksanakan pada tanggal 10 November 2015 yang lalu.


Jannet Cri Maharsi 6 Nov 2015

Update 1 - Sebuah Kebahagiaan, Terima Kasih

Teruntuk para donatur

Terima kasih yang sangat mendalam apabila saya bisa bertatap muka secara langsung kepada para donatur. Alhamdullillah akhirnya campaign saya dan teman-teman Hipwee Solo telah mencapai target bahkan lebih.

Bahagia rasanya ketika angka 0 itu kini berubah menjadi 122%.

Dan kebahagiaan kami itu dapat terjadi atas bantuan para donatur.

Terima kasih kepad apara donatur untuk pengalangan dana ini sehingga kita bisa mewujudkan mimpi Mba Hayu.

Seluruh penggalangan yang telah dilakukan, akan diberikan kepada Mba Hayu.

Besar harapan kami, apabila para donatur dapat menyempatkan hadir dalam acara penyerahan #KadoPahlawan yang akan kami selenggarakan pada 10 November 2015 bertempat di Playground Solo pada pukul 18.30-21.00. Kami juga mengundang pegiat komunitas anak muda di Solo. Dan turut diramaikan oleh hiburan dari Griya Schizophren Accoustic.

terima kasih,

Hipwee Community Solo

ee4d44fa906142c0fc990490e6e6b10a9b57dab3

Disclaimer : Informasi dan opini yang tertulis di halaman campaign ini adalah milik campaigner (pihak yang menggalang dana) dan tidak mewakili Kitabisa.

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Campaign Telah Berakhir

Anda tidak dapat menggalang untuk halaman penggalangan ini karena batas waktu telah berakhir.

Mau buat halaman untuk galang dana online seperti ini?