Kitabisa! - Ayo, Wujudkan Mimpi Muslim Asli Papua Punya Masjid

Ayo, Wujudkan Mimpi Muslim Asli Papua Punya Masjid

Ayo, Wujudkan Mimpi Muslim Asli Papua Punya Masjid
Mereka juga kerap mencari kayu bakar atau batu karang yang kemudian dijual dan hasil dari penjualannya dibuat untuk belanja material Masjid.

Rp 462.084

terkumpul dari Rp 300.000.000
0% tercapai
Campaign Telah Berakhir

0 SHARES



Penggalangan dana dimulai 20 Apr 2018 oleh:

Baca update terbaru dari penggalangan dana ini!

Kurwato merupakan sebuah komplek pemukiman yang didiami oleh masyarakat suku Kokoda. Berdasarkan sejarahnya, suku Kokoda yang notabene suku asli Papua ini telah memeluk agama Islam sejak era kerajaan Tidore. Yaitu kuranglebih antara abad ke-14/15 M. ketika kerajaan yang berbentuk kesultanan itu melakukan ekspansi kekuasaannya hingga di Semenanjung Papua.

Kendati menurut waktu keislaman suku Kokoda hampir bersamaan dengan Islamisasi massa yang terjadi di Jawa, namun perkembangan Islam di sini sangat jauh berbeda. Kalau di Jawa perkembangannya sangat pesat, bahkan sudah banyak melahirkan para ulama kelas dunia, di sini tidak ada apa-apanya.

Ironis memang bila melihat dan harus mengakui perbedaan yang "njomplang" itu. Dan pasti saja ada faktor-faktor yang menyebabkan hal itu bisa sampai terjadi. Diantaranya yaitu minimnya pendidikan sekaligus wadahnya seperti Madrasah, Pondok Pesantren, Musholla, Masjid dan lain-lain.

Salah satu contohnya adalah di Kurwato ini. Kondisi perekonomian mereka yang bisa dibilang masuk ke dalam zona garis kemiskinan itu membuat mereka sangat kesulitan untuk mewujudkan bangunan Masjid sebagaimana layaknya masjid-masjid di tempat lain. Masjid yang mulai dibangun pada akhir tahun 2014 ini pun tak kunjung usai.

Awalnya, Masjid yang dibangun diatas lahan waqof seluas 15x15 meter ini hanyalah berupa terpal saja. Dari keinginan punya Masjid yang lebih dari itu, akhirnya mereka pun membulatkan tekad membangunnya permanen. Selain mendapat bantuan dari masyarakat yang ada di sekitar Sorong, mereka juga kerap mencari kayu bakar atau batu karang yang kemudian dijual dan hasil dari penjualannya dibuat belanja material.

Hingga saat ini, kondisi Masjid belum diplafon dan ditegel/keramik. Tempat wudlu dan tempat buang air kecil maupun toilet pun masih menggunakan kamar mandi umum yang kebetulan berada di samping Masjid persis. Dengan kelengkapan-kelengkapan Masjid lainnya seperti gudang, mimbar dan lainnya, Masjid ini masih membutuhkan biaya pembangunan sebesar 300 juta.

Oleh karena itu, kami mengajak seluruh umat Islam supaya sudi dan bersedia membantu untuk mewujudkan pembangunan Masjid ini hingga rampung. Terlebih, dalam waktu dekat ini akan memasuki bulan Romadlon.

"Keinginan masyarakat sini sebenarnya Romadlon ini plafon sudah dipasang. Soalnya diatas itu jadi sarang burung. Terkadang banyak sekali kotorannya yang jatuh," ungkap Mustaqim Bauw, salah seorang masyarakat suku Kokoda.

Akhirnya, semoga mimpi kami untuk memiliki Masjid seperti di tempat lain bisa terwujud. Dan kepada siapa saja yang membantu Masjid ini, semoga dibalas oleh Allah SWT. dengan yang lebih baik dan banyak, serta dicatat olehNya sebagai investasi akhirat. Amin.

Disclaimer : Informasi dan opini yang tertulis di halaman penggalangan ini adalah milik penggalang dana dan tidak mewakili Kitabisa.

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Campaign Telah Berakhir

Donatur 5

Imam R Simurut 18 Jun 2018

Rencana Penggunaan Dana Pencairan Rp 438.931

Ke rekening BRI ** *** *** *** 8538 a/n IMAM R SIMURUT

Pembelian semen untuk plester tiang pilar .

Disclaimer : Informasi dan opini yang tertulis di halaman campaign ini adalah milik campaigner (pihak yang menggalang dana) dan tidak mewakili Kitabisa.

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Campaign Telah Berakhir

Anda tidak dapat menggalang untuk halaman penggalangan ini karena batas waktu telah berakhir.

Mau buat halaman untuk galang dana online seperti ini?