Kitabisa! - Patungan Membangun Jembatan Masa Depan di Sulawesi

Patungan Membangun Jembatan Masa Depan di Sulawesi

Patungan Membangun Jembatan Masa Depan di Sulawesi
Mari patungan untuk lanjutkan bangun jembatan di Sulawesi Selatan

Rp 206.386.388

terkumpul dari Rp 200.000.000
103% tercapai
Campaign Telah Berakhir

0 SHARES



Penggalangan dana dimulai 16 Apr 2018 oleh:

Baca update terbaru dari penggalangan dana ini!

Demi meraih cita-cita, pelajar Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah (SMP) dusun Damma, Desa Bonto Matinggi, Kecamatan Tompobulu, Sulawesi Selatan rela bertaruh nyawa dengan menyeberangi sungai yang dalam dan deras.

Sumber Berita: https://news.detik.com/berita/3959944/kisah-miris-siswa-di-sulsel-berenang-dan-arungi-sungai-ke-sekolah

Mereka tidak punya pilihan lain, lantaran satu-satunya akses yang bisa mereka lalui, hanya di sungai itu saja. Saat hujan deras dan membuat sungai meluap, mereka terpaksa meliburkan diri karena sungai itu tidak bisa diarungi lagi. Tak hanya mereka, ratusan warga pun ikut terisolir.

d3e87994b269b35b8db4912cc5a6670d5b365dea.jpeg

Mirisnya, kondisi ini sudah dialami warga sejak dulu. Namun, tidak pernah mendapatkan perhatian serius dari pemerintah. Jembatan yang telah dibuat tahun 2015 lalu juga tidak kunjung rampung hingga saat ini.

"Kondisi ini sudah sejak awal adanya kampung kami di sini. Setiap hari, baik warga maupun anak sekolah bertaruh nyawa menyeberang sungai ini. Kita tida punya pilihan lain, karena ini satu-satunya jalan," kata seorang warga, Abdullah saat ditemui, Minggu (8/4/2018).

Beberapa tahun lalu, seorang ibu yang membawa dua anaknya menyeberang sungai itu, hanyut dan semua ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Tak hanya itu, seorang warga yang meninggal dunia tidak disalatkan karena tidak satupun pemuka agama yang datang karena kondisi air deras.

"Kami juga heran kenapa jembatan itu tidak kunjung dirampungkan, padahal sungai ini sudah menelan korban. Penderitaan warga di seberang sungai sangat berat karena kadang mereka terisolir kalau airnya tinggi," lanjutnya.

Saat detikcom berkunjung ke lokasi itu, siswa yang baru saja pulang dari sekolahnya menyeberang sungai dengan menggunakan ban yang ditarik oleh siswa lainnya. Itupun hanya ada satu-satunya ban, sehingga siswa itu harus bolak-balik menjemput.

b86a2b856eddde876bc8759088360dd40cdbb40d.jpeg

Ban itu hanya boleh dinaiki oleh siswa yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar dan juga pelajar perempuan. Siswa lainnya, berenang sambil membawa tas mereka dengan menggunakan satu tangan. Bahkan, beberapa dari mereka pun terseret arus hingga beberapa meter dari tempat awal mereka berenang.

"Ban ini dinaiki untuk anak SD sama anak perempuan saja, karena kita takut mereka terseret. Mereka semua bisa berenang. Tapi airnya memang deras dan dalam, jadi kita gunakan ban sebagai bantuan," kata seorang siswa SMP kelas 2, Iskandar.

Bagi mereka, rasa takut saat bertaruh nyawa menyeberangi sungai itu adalah bagian dari perjuangan meraih cita-cita. Iskandar yang bercita-cita menjadi guru bermaksud membuka sekolah di kampungnya agar hal yang ia alami saat ini tidak lagi dirasakan oleh anak-anak lain.

"Saya mau jadi guru, biar nanti saya buka sekolah di kampung saya. Saya tidak mau melihat lagi anak-anak nantinya seperti kami ini. Kalau dibilang takut, pasti adalah. Tapi harus bagaimana lagi. Ini kita anggap satu perjuangan," sungkapnya.

66586aa98441e09fb1c8adee585c6acd26e6be07.jpeg

Saat ini, baik siswa maupun warga, sangat berharap jembatan itu segera dirampungkan. Jembatan itu merupakan satu-satunya harapan mereka untuk melanjutkan kehidupan mereka yang lebih baik. Pasalnya, tak jarang hasil pertanian dan kebun mereka tidak bisa dijual karena tidak ada akses.

Video Lengkap


Melihat keadaan itu, Detikcom mengajak para pembaca dan netizen untuk berdonasi melanjutkan pembangunan jembatan tersebut. Jangan sampai ada lagi korban jiwa yang melayang. Pembangunan jembatan tersebut mendesak & tidak bisa lagi ditunda-tunda.

Cara berdonasi:

1. Klik tombol “DONASI SEKARANG”

2. Masukan nominal donasi

3. Pilih metode pembayaran (transfer bank BNI, Mandiri, BCA, BRI, BNI Syariah, atau kartu kredit) dan transfer ke no. rekening yang tertera

Disclaimer : Informasi dan opini yang tertulis di halaman penggalangan ini adalah milik penggalang dana dan tidak mewakili Kitabisa.

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Campaign Telah Berakhir

Donatur 729

  • Rp. 20.000.397
    Anonim

    Gambar desain jembatannya sudah ada..? Berapa lebar sungainya.? Bisa saya lihat.? Saya desainer jembatan. Saya juga sering ke Makassar.

  • Rp. 5.700.179
    Anonim
  • Rp. 5.000.965
    Frederick Murtanu
  • Rp. 5.000.903
    Anonim
  • Rp. 5.000.811
    Anonim

    Semoga cepat rampung

  • Rp. 3.890.758
    Surya Aja
  • Rp. 3.000.835
    Anonim

    --

  • Rp. 3.000.416
    Anonim

    Semoga bermanfaat utk kelangsungan generasi muda bangsa meraih cita-cita. Tuhan memberkati!

  • Rp. 2.500.963
    Sani Soedarman

    jembatan

  • Rp. 2.500.459
    Anonim

    dari ffc team unyu-unyu

SHOW MORE
  • Rp. 25.250
    Nur apriyani
  • Rp. 20.000
    Anonim
  • Rp. 15.000
    Anonim
  • Rp. 200.849
    Anonim
  • Rp. 20.000
    Anonim
  • Rp. 100.201
    Gloria Shealtiel
  • Rp. 50.392
    Anonim
  • Rp. 50.000
    Anonim
  • Rp. 40.332
    Anonim
  • Rp. 50.000
    Iko Peduli Bangsa

    halo #orangbaik mohon bantu kunjungi campaigm terima kasih

SHOW MORE
Detik.com 7 Jan 2019

Update 2 - Berkat Anda, Jembatan ini Sudah Tersambung

Akhirnya Jembatan Maros Terbentang, Tinggal Finishing Talud 

(artikel detikcom tanggal 5 Juli 2018)

ab56ae9d-1b66-41e6-8a54-f68efb679050.jpg



 Pengerjaan jembatan mangkrak di Desa Bonto Matinggi, Tompobulu, hampir sepenuhnya selesai. 

"Sudah hampir selesai, tidak ada kendala dan hanya butuh waktu sedikit lagi untuk pelaksanaan," kata Kepala Dinas Binas Marga Provinsi Sulsel, Jumras saat berbincang dengan detikcom, Kamis (5/7/2018).

Penjabat Gubernur Sulsel Soni Sumarsono akan memberi nama 'jembatan gotong royong'. Sebab pembangunan dilakukan oleh banyak unsur masyarakat. Yaitu dari Pemdes Bonto Matinggi dan warga sekitar. Selain itu, ratusan pembaca detikcom dari seluruh Indonesia juga ikut menyumbang. Sumbangan pembaca detikcom dikelola dan dikoordinasikan ACT. Untuk teknisnya, ACT masih terus berkoordinasi dengan pihak pihak terkait.

Menurut Soni, jembatan gotong royong ini akan menjadi simbol kebersamaan rakyat Indonesia untuk Maros, dan Maros untuk Indonesia. 

berita lengkap: https://news.detik.com/berita/...


Talud Dibangun, Jembatan Mangkrak di Maros Hampir Jadi

(artikel detikcom tanggal 2 Agustus 2018)

c6f90e9d-b12d-40c2-b918-e08ae73ae88b.jpg



Pembangunan jembatan mangkrak di Dusun Damma, Tompobulu, Kabupaten Maros, telah memasuki tahap akhir. Terbaru, pengerjaan jembatan dan dinding penahan tanah (talud) selesai dibangun.

"Sudah selesai taludnya dibangun dan saat ini masuk dalam pengerjaan membangun jalanan menuju jembatan dari arah desa," kata penanggungjawab pembangunan jembatan, Tini, kepada detikcom, Kamis (2/8/2018).
berita lengkap: https://news.detik.com/berita/...


Kami ucapkan terimakasih kepada pembaca detikcom dan users di kitabisa.com alias #orangbaik yang telah membantu melanjutkan pengerjaan jembatan yang mangkrak. 

Sampai jumpa di kebaikan-kebaikan lainnya :)


Salam....

Detik.com 25 Jul 2018

Pencairan Dana Rp 100.000.000

Ke rekening BCA *** *** 3818 a/n Yayasan Aksi Cepat Tanggap

Rencana penggunaan dana: Rencana dana akan digunakan untuk persiapa pembangunan tahap awal jembatan

Disclaimer : Informasi dan opini yang tertulis di halaman campaign ini adalah milik campaigner (pihak yang menggalang dana) dan tidak mewakili Kitabisa.

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Campaign Telah Berakhir

Anda tidak dapat menggalang untuk halaman penggalangan ini karena batas waktu telah berakhir.

Mau buat halaman untuk galang dana online seperti ini?