Kitabisa! - Doa Untuk Hawa Terapi Lymphangiomia ke Jerman

Doa Untuk Hawa Terapi Lymphangiomia ke Jerman

Doa Untuk Hawa Terapi Lymphangiomia ke Jerman
Doa untk Hawa Penyakit Lymphangiomia Langka biaya perjalanan & akomodasi 1 bulan Terapi ke Jerman

Rp 30.445.132

terkumpul dari Rp 30.000.000
101% tercapai
Campaign Telah Berakhir

0 SHARES



Penggalangan dana dimulai 21 May 2016 oleh:

Baca update terbaru dari penggalangan dana ini!

Saya Adnan Rahmadi 38 tahun dari Bogor, Indonesia freelance penulis buku anak.

Saya dan Istri dikaruniai 2 anak. Anak kedua kami yang cantik berumur 2 tahun 11 bulan bernama Queensa Hawa Rahmadi. Sejak berumur 2 bulan terkena penyakit Lymph Venus Malformation (Lymphedema Primer) macetnya saluran Lymph sehingga tangan kanan hingga telapak, telapak kiri, perut dan kaki kanan mengalami bengkak. Anak sayapun diharuskan diet ketat tidak boleh makan yang berlemak selama 10 tahun, karena akan menyebabkan ususnya membesar.

Selain itu, saat ini seiring perjalanan usia dan dampak penyakit tersebut bagi Hawa adanya gangguan imun yang menyebabkan rentan terhadap penyakit. Saat ini kami mencoba menggunakan BPJS untuk penanganan imunnya di RSUP Cipto Mangunkusumo.

Awalnya kamipun kesulitan untuk mengetahui nama penyakitnya saja. Sudah lebih dari 15 dokter kami datangi berbagai macam tes dilalui anak saya cek lab, jantung dll, sayangnya tidak ada satupun yang mengetahui penyakitnya. Untuk mengetahui nama penyakitnya saja hampir 1 tahun baru kami tahu. Hingga akhirnya saya keluar dari pekerjaan untuk fokus mengobati anak saya.

Akhirnya di bulan Juli 2014 saya bertanya via email kepada seorang dokter bedah Vaskular di RSCM, alhamdulillah beliau langsung mengetahui jenis penyakit anak saya. Kamipun langsung minta penanganan operasi agar dapat menghilangkan bengkaknya.

Namun dokter tersebut terlebih dahulu membesarkan hati kami dan meminta kami bersabar bahwa penyakit ini tidak bisa di operasi dan termasuk susah penanganannya. Anak kami disarankan menggunakan sarung tangan khusus untuk tangan dan kakinya yang harus dipakai terus selama beraktivitas untuk menahan pembengkakannya, sambil dipantau perkembangannya.

Disini kami sebagai orangtua begitu khawatir sampai kapan anak kami harus memakai sarung tangan dan kaki, terlebih dia anak perempuan dan bengkaknya cenderung mengeras.

Terlebih dokter tersebut memperlihatkan apabila tidak ditangani lebih lanjut bisa membengkak masif merusak jaringan tubuh lainnya dan harus di operasi.

Titik terang terjadi ketika kami searching di internet kembali dan menemukan rumah sakit khusus se-Eropa untuk penanganan penyakit Lymphology di Földi Klinik kota Hinterzarten Jerman

Kami menyadari penyakit ini adalah long time (mungkin seumur hidup). Kami berusaha expert untuk mempelajari terapinya dan penanganan penyakit ini secara baik dan benar. Tahun lalu, 2015 kami berangkat ke Földi Klinik (Pusat Klinik Lymphology se Eropa) di Hinterzarten Jerman selama 1 bulan untuk terapi Hawa.

Tahun ini sekitar bulan Juli atau Agustus 2016 Insya Allah kami akan berangkat kembali ke Földi Klinik Jerman untuk terapi lanjutan. Alhamdulillah kami sudah ke-2 kalinya ini dibantu untuk biaya pengobatan dan terapi Hawa selama 1 bulan di Jerman oleh yayasan di Jerman sana. Kami bersyukur pada waktu terapi pertama dibantu penerjemah oleh seorang Ibu WNI di Kota Breisach yang sudah 24 tahun tinggal di sana dan seorang WNI mahasiswi kedokteran yang sedang kuliah di kota Freiburg, Jerman

Sayangnya kami masih harus menanggung biaya tiket perjalanan ke sana dan akomodasi kami sendiri selama 1 bulan di Jerman. Tahun lalu kami coba mengetuk pintu maskapai penerbangan untuk minta diskon, sayangnya tidak ada satupun maskapai yang bisa memberikan diskon, kami menyadari mungkin karena penerbangan komersil.

Tahun ini Hawa sudah lewat 2 tahun yang berakibat tiket sudah harga dewasa. So... selain kami menabung kami mengetuk para dermawan kitabisa.com dimanapun berada untuk membantu kami menyumbang/sedekah/donasi sebagian biaya perjalanan dan akomodasi agar kami bisa kembali melakukan terapi lanjutan di FöldiKlinik Hinterzarten Jerman selama 1 bulan. Siapa tahu usaha kami ini yang selalu dari mission Imposibble menjadi mission possible kembali.

Semoga Tuhan YME memberikan keberkahan kepada kita semua dan ingatlah anak adalah titipan dan amanah Ilahi maka berjuanglah, rawatlah mereka dengan penuh kasih sayang. Amin.

Salam Sayang

Queensa Hawa Rahmadi

Disclaimer : Informasi dan opini yang tertulis di halaman penggalangan ini adalah milik penggalang dana dan tidak mewakili Kitabisa.

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Campaign Telah Berakhir

Donatur 156

  • Rp. 4.000.143
    Anonim
  • Rp. 2.000.151
    Joanne Wu
  • Rp. 1.250.109
    Anonim
  • Rp. 1.000.767
    Anonim
  • Rp. 600.683
    Ria Andriana
  • Rp. 500.963
    Anonim
  • Rp. 500.921
    Anonim
  • Rp. 500.847
    Anonim
  • Rp. 500.784
    Anonim
  • Rp. 500.224
    Anonim
SHOW MORE
  • Rp. 200.756
    Anonim
  • Rp. 4.000.143
    Anonim
  • Rp. 50.385
    rofiah
  • Rp. 100.944
    Anonim
  • Rp. 100.288
    Winda permitasari
  • Rp. 100.946
    Anonim
  • Rp. 200.399
    Anonim
  • Rp. 50.000
    Anonim
  • Rp. 105.319
    jelita
  • Rp. 50.146
    Anonim
SHOW MORE
Adnan Kids 15 Sep 2016

Update 2 - Tidak Menyerah! Operasi Lymphedema Ke Prancis

Assalamu'alaikum wr. wb.

Selamat siang, Yang Kami Hormati para Donatur kitabisa.com. Berikut kami update persiapan upaya kami untuk kesembuhan Queensa Hawa Rahmadi.

Hasil USG terakhir di RSUP Cipto Mangunkusumo menunjukkan adanya benjolan-benjolan kecil di sisi kanan Limfanya. Sejak Juni 2016 kami bolak balik ke RSCM untuk kemungkinan Hawa diketahui penyebab tes IG GAMEnya tinggi dan Kemungkinan operasi Lymphedema. Perjuangan kami belum selesai dengan dikembalikannya rekam medis karena menurut dokter ini penyakit yang sulit disembuhkan dan sudah sistemik ke beberapa bagian tubuh.

Bulan Juli 2016 kami menemukan kemungkinan Hawa bisa 90% sembuh dengan operasi Bypass dan Node Transfer Lymphedema di di American Hospital Paris, Prancis. Biaya Lymph MRI maksimum 850 Euro (sekitar Rp12.692.501,-) sedangkan operasi dengan menginap 3 hari 2 malam 14.018 Euro (sekitar Rp210.262.488,-) Total sekitar Dua ratus dua puluh juta. Pasca operasi butuh sekitar 7 hari untuk pemulihan. Berikut estimasi biaya belum termasuk Lymph MRI

Kami dijadwalkan operasi hari Senin, 17 Oktober 2016. Apabila tidak terkumpul dana untuk operasi kami akan tetap berangkat. Karena kami sudah punya tiket ke Foeldi Klinik Jerman PP dan living cost (hasil galang dana, tabungan, dan sumbangan dari berbagai pihak) untuk terapi konvensional Lymph Manual Drainage selama 1 bulan terhitung mulai tanggal 25 Oktober 2016.

Untuk biaya operasi hingga hari ini kami masih terus berusaha mengetuk pintu perusahaan mencari dana CSR. Salah satu BUMN sudah kami hubungi bulan Agustus lalu namun sudah hampir 1 bulan konfirmasi yang kami terima masih proses persetujuan Dirut. So... sambil berusaha mencari biaya operasi ke beberapa CSR perusahaan (yang sebetulnya kalau perorangan agak sulit, karena biasanya dana CSR untuk proyek bukan perorangan) kami mencoba menggalang dana kembali via kitabisa.com. Simpanan kami sebetulnya hanya cukup untuk living cost ke Jerman tapi bismillah kami berusaha mencukupi apabila terealisasi operasi di Prancis. Mengingat living cost selama 2 mingggu di sana sangat besar kami berada di Ibukotanya Paris dengan daerah sekelas Menteng, Sudirman atau Thamrin yang tentunya biaya hidupnya mahal.

Bismillah kami mencoba untuk menggalang dana kembali di kitabisa.com/hawasurgery

Terima kasih atas bantuan Bapak/Ibu, Om/Tanten, Abang/Mas/Mbak semua untuk anak kami tercinta. Who knows Hawa bisa mengharumkan Agama dan bangsanya ketika kelak dewasa. Salam hangat dari kami yang terus berjuang mencari kesembuhan anak kami.


Adnan Kids 20 Jun 2016

Update 1 - ​ Terima kasih to Doa dan Support Hawa

Assalamu'alaikum wr. wb.

Selamat siang,

Yang terhormat pada donatur kitabisa.com untuk terapi lanjutan Queensa Hawa Rahmadi.

Puji syukur kami panjatkan dana untuk tiket dan akomodasi terapi ke Foeldi Klinik, Hinterzarten Jerman akhirnya terkumpul. Kami ucapkan terima kasih dan doa tulus kami untuk keberkahan para donatur. Banyak invisible hand dan keajaiban Tuhan yang kami dapatkan, insya Allah mungkin tanda keberkahan bagi keluarga kami. Aamiin.

Insya Allah kami akan berangkat tanggal 22 Oktober 2016 via Basel Swiss karena jaraknya lebih dekat sekitar 45 menit ke Hinterzarten daripada ke Frankfrut. Tadinya kami agak pede juga bisa berangkat musim panas ini, tapi mungkin Tuhan berkehendak lain, Foeldi Klinik full capacity di musim panas ini.

So... walaupun sedikit tantangan di musim gugur yang dingin

apalagi kliniknya di daerah pegunungan BlackForest, kami optimis dapat

menjalani terapi dengan baik dan benar dan Insya Allah mendapatkan perubahan

yang signifikan untuk putri kami tercinta.

Selama 1 bulan kami akan berada di sana dan akan pulang tanggal 24 November 2016.

Persiapan menuju foeldi klinik tahun ini kami ibaratkan seperti pelatnas menjelang olimpiade :), Saya berusaha keras belajar bahasa jerman dasar via aplikasi duo lingo dan intens komunikasi dengan masyarakat Indonesia yang di Jerman.

Dengan memanfaatkan BPJS kami berusaha menuntaskan periksa macam-macam di RSUP Ciptomangunkusumo wara wiri Jakarta Bogor mulai dari Immunologi, Vaskular, Rehab medik, dan parasitologi. Semua hasil tersebut akan kami diskusikan intens via email dengan Prof. E. Foeldi dan Mrs. Monika terapis Hawa di Klinik Hinterzarten, sehingga kami berharap sesampai di Foeldi Klinik lebih memudahkan untuk terapi lanjutannya.

Sekali lagi kami ucapkan terima kasih atas segala bantuan yang diberikan kepada keluarga kami.

Salam hangat dari kami.

Adnan Rahmadi, Dian Indriyani S, Sulthan Adam Rahmadi, dan Queensa Hawa Rahmadi

Disclaimer : Informasi dan opini yang tertulis di halaman campaign ini adalah milik campaigner (pihak yang menggalang dana) dan tidak mewakili Kitabisa.

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Campaign Telah Berakhir

Anda tidak dapat menggalang untuk halaman penggalangan ini karena batas waktu telah berakhir.

Mau buat halaman untuk galang dana online seperti ini?