Kitabisa! - Dukung Adik Pianto Lawan Gizi Buruk

Dukung Adik Pianto Lawan Gizi Buruk

Dukung Adik Pianto Lawan Gizi Buruk
Adik Pianto sangat membutuhkan bantuan kita agar bisa sembuh. Yuk, bantu kembalikan senyum adik Pianto dan keluarganya!

Rp 1.242.373

terkumpul dari Rp 85.000.000
1% tercapai
Campaign Telah Berakhir

0 SHARES



Penggalangan dana dimulai 9 Mar 2019 oleh:

Baca update terbaru dari penggalangan dana ini!

Balita mungil itu terkulai lemas di atas kasur khusus di ruang IGD Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA), Banda Aceh, Aceh. Jarum infus menusuk tubuhnya. Pernafasannya menggunakan alat bantu. Belalai selang-selang itu tersambung ke alat canggih di atas kepalanya.

Nama lengkapnya Pianto Syahputra Laia (1,8th). Ketika Aksi Cepat Tanggap (ACT) – Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Banda Aceh mengunjunginya, nampak ibunya adik Pianto, Jernih Hati Nduru, setia menemani di sampingnya.

Pianto sudah beberapa hari ini dirawat di rumah sakit provinsi itu. Berat badan balita kelahiran 1 Agustus 2017 sekarang cuma 4 kilogram. Rasa iba akan muncul dengan sendirinya manakala melihat tubuhnya dengan tulang sudah seperti terbungkus kulit. Bibir anak kedua dari dua bersaudara itu pecah-pecah.

Kisah adik Pianto awalnya diketahui MRI Subulussalam. Keluarganya sendiri berasal dari Desa Penuntungan Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam, Aceh.

Menurut informasi yang diperoleh dari ibunya, adik Pianto menderita gizi buruk yang diawali diare berkelanjutan saat usianya masih 3 bulan. Kala itu, Jernih dan suaminya, Fanetona Laia, membawanya ke RSUD Subulussalam. Dokter mendiagnosanya mengalami gizi buruk. Seminggu di sana, kondisinya pun berangsur membaik.

Penyakit itu kembali menghantui saat adik Pianto berumur 1,8 tahun.  Ia pun dibawa berobat lagi ke RSUD Subulussalam. Waktu itu berat badannya hanya 5 kilogram. Kondisinya semakin parah. Hari kedua berat badannya turun drastis menjadi 2,5 kilogram. Di hari ketiga naik lagi menjadi 4 kilogram.

Penyakit gizi buruk yang dideritanya mulai menyebabkan komplikasi penyakit lain. Kata dokter, adik Pianto terindikasi juga mengalami anemia dan kesehatan jantungnya mulai terganggu. Ia diharuskan rujuk ke RSUDZA atau rumah sakit di Medan, Sumatera Utara.

Fanetona dan Jernih sempat kebingungan bagaimana harus membawa anaknya ke rumah sakit provinsi di Banda Aceh. Kondisi ekonomi mereka tergolong sangat sulit. Sehari-hari, Fanetona dan anak sulungnya bekerja sebagai tukang babat di salah satu PT di Subulussalam. Sementara itu, Jernih tidak punya pilihan lain selain merawat adik Pianto di rumah.

e0a0443f-79e3-49d6-aaf4-a4967928cb0c.jpg

Dalam sebulan, penghasilan keluarga kecil di bawah Rp400 ribu. Uang tersebut dicukup-cukupkan saja selama ini. Jangankan untuk sekadar membeli baju baru, bisa makan dengan uang sebesar itu saja mereka sudah sangat bersyukur.

Pada Jumat (1/3), Fanetona dan Jernih menerima santunan dari Global Zakat melalui MRI Subulussalam untuk bisa membawa anaknya berobat ke Banda Aceh serta biaya hidup di sana. Namun demikian, keluarga kecil itu masih sangat membutuhkan uluran tangan para dermawan hingga Rp85 juta. Dana yang terkumpul akan digunakan untuk biaya hidup selama masa pengobatan adik Pianto dan pemberdayaan ekonomi keluarga.

Oleh karenanya, ACT Cabang Aceh berupaya meringankan beban adik Pianto melalui kampanye di Kitabisa.com. Semoga dana yang terkumpul sesuai dengan harapan kita. Yuk, bantu kembalikan senyum adik Pianto dan keluarganya!

1. Klik “DONASI SEKARANG”

2. Masukan nominal donasi

3. Pilih bank (BNI/BNI Syariah/Mandiri/BCA/BRI/Kartu Kredit)

4. Dapatkan laporan via email

DISCLAIMER CAMPAIGN:

1. Donasi yang terkumpul dapat digunakan untuk biaya transportasi dan operasional selama masa pengobatan, serta pemberdayaan ekonomi keluarga bersangkutan.

2. Fundraising ini adalah bagian dari Program Mobile Social Rescue (MSR) ACT Aceh yang fokus dalam pendampingan pasien MSR.

3. Informasi lebih lengkap dapat menghubungi: Zulfurqan (+62 852-6005-7477)

Disclaimer : Informasi dan opini yang tertulis di halaman penggalangan ini adalah milik penggalang dana dan tidak mewakili Kitabisa.

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Campaign Telah Berakhir

Donatur 14

  • Rp. 500.053
    Anonim

    Semoga di beri kemudahan dan kebaikan oleh Allah swt. Amiin YRA

  • Rp. 350.382
    Anonim
  • Rp. 100.794
    Anonim

    Cepat sembuh yaa dek..

  • Rp. 100.621
    Cut Rokhmi Riska

    Semoga adx cepat sembuh

  • Rp. 50.036
    sbs

    semoga segera diberi kesembuhan, diringankan segala sakitnya dan diberikan yang terbaik.

  • Rp. 50.000
    Anonim
  • Rp. 20.000
    Anonim
  • Rp. 10.487
    Fera Tri Rosidah

    semangat terus pianto

  • Rp. 10.000
    Jadid Abraham
  • Rp. 10.000
    Anonim
SHOW MORE
  • Rp. 10.000
    Anonim

    dari hamba Allah

  • Rp. 10.000
    Jadid Abraham
  • Rp. 10.487
    Fera Tri Rosidah

    semangat terus pianto

  • Rp. 10.000
    Anonim
  • Rp. 10.000
    Anonim
  • Rp. 10.000
    Jadid Abraham
  • Rp. 10.000
    Jadid Abraham
  • Rp. 50.036
    sbs

    semoga segera diberi kesembuhan, diringankan segala sakitnya dan diberikan yang terbaik.

  • Rp. 500.053
    Anonim

    Semoga di beri kemudahan dan kebaikan oleh Allah swt. Amiin YRA

  • Rp. 100.621
    Cut Rokhmi Riska

    Semoga adx cepat sembuh

SHOW MORE
Aksi Cepat Tanggap Aceh 15 Apr 2019

Pencairan Dana Rp 1.179.592

Ke rekening BNI / BNI Syariah *** *** 1008 a/n - AKSI CEPAT TANGGAP (ACT)

Rencana penggunaan dana: Dana yang terkumpul akan digunakan sebagai santunan kepada keluarga Pianto yang tergolong

Aksi Cepat Tanggap Aceh 1 Apr 2019

Update 1 - Terima Kasih Para Donatur

Segala puji bagi Allah atas segala firman-Nya. Kepada-Nya juga kita akan kembali. 

Hari ini, kami dari Aksi Cepat Tanggap (ACT) Aceh menginformasikan bahwa adik Pianto yang menderita gizi buruk telah berpulang kepada-Nya. Adik Pianto telah meninggal dunia pada Kamis (21/3) sekitar pukul 03.00 WIB.

Terima kasih kepada seluruh donatur yang telah mendoakan dan mendonasikan untuk adik Pianto. ACT Aceh akan mencairkan donasi yang sudah terkumpul untuk disalurkan kepada keluarga adik Pianto.

Selanjutnya, ACT Aceh akan meminta pihak Kitabisa untuk menutup penggalangan donasi ini. 

Sekali lagi terima kasih banyak atas partisipasinya pada penggalangan donasi ini. Semoga keluarga yang ditinggalkan tabah menghadapi segala cobaan.

Disclaimer : Informasi dan opini yang tertulis di halaman campaign ini adalah milik campaigner (pihak yang menggalang dana) dan tidak mewakili Kitabisa.

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Campaign Telah Berakhir

Anda tidak dapat menggalang untuk halaman penggalangan ini karena batas waktu telah berakhir.

Mau buat halaman untuk galang dana online seperti ini?