Kitabisa! - Donasi Peduli Banjir Pacitan dan Jogja

Donasi Peduli Banjir Pacitan dan Jogja

Donasi Peduli Banjir Pacitan dan Jogja
Intensitas dan curah hujan yang tinggi telah menyebabkan banjir dan longsor di berbagai daerah di tanah air. Mari #Bersatu Hadapi Bencana

Rp 464.115.476

terkumpul dari Rp 1.000.000.000
46% tercapai
Campaign Telah Berakhir

0 SHARES



Penggalangan dana dimulai 29 Nov 2017 oleh:

Baca update terbaru dari penggalangan dana ini!

11 Tewas dan 4000 warga dievakuasi akibat dahsyatnya Banjir Pacitan

Jelang malam, kabar dari wilayah Selatan Jawa makin kalut, titik-titik banjir bandang dilaporkan menerjang sejumlah wilayah di pesisir selatan Jawa. Kabar paling kritis datang dari Pacitan: sampai Selasa (28/11) malam, Pacitan dilaporkan dikepung banjir bandang. Lebih buruk lagi, seluruh akses jalan menuju Pacitan terputus total.

“Tidak ada jalan lain yang bisa ditempuh menuju Pacitan. Sejak Selasa (28/11) sore tim emergency response ACT sudah bergerak dari Jawa Tengah dan Jawa Timur. Namun kami semua tertahan di Ponorogo karena jalan tak bisa dilalui menuju Pacitan. Jalur terputus total,” ujar Basuki, Koordinator Zona Selatan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) – ACT wilayah Jawa Timur.

Laporan yang dihimpun tim gabungan emergency response ACT dan MRI Jatim menyebutkan, banjir Pacitan setidaknya mengepung empat kecamatan, meliputi Kecamatan Ngadirojo, Kebonagung, Pacitan dan Arjosari.

“Banjir bandang Pacitan skala sangat besar. Korban meninggal sudah sampai 11 jiwa. Tim emergency response ACT dan MRI Jawa Timur dikerahkan penuh. Bergegas berjibaku menembus lokasi. Kondisi mencekam, listrik pada sejak Selasa kemarin,” kata Ibnu Khajar, Vice President of Humanity Network Department ACT.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan, 9 orang tewas karena tertimbun longsor, sementara 2 orang lainnya tewas karena hanyut terseret arus banjir.

“Warga terdampak berjumlah lebih dari 4.000 jiwa dan perlu dievakuasi segera. Pengungsi di Kecamatan Pacitan dipusatkan di GOR Pacitan dan Masjid Sirnoboyo,” kata Sutopo.

9bca46511c382fd3255332e2270fbff066860c9e.png

Tak jauh berbeda dengan Pacitan, Hujan disertai angin kencang terjadi di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Sejak kemarin (28/11) peristiwa alam ini mengakibatkan banjir dan tanah longsor di sejumlah titik Kabupaten Bantul, Kulonprogo serta Gunung Kidul.

Tim Disaster Emergency Response ACT DIY dan Jawa Timur saat ini telah terjun di berbagai lokasi bencana dan mendistribusikan bantuan.

Kebutuhan Pengungsi :

1. Pakaian

2. Alas tidur (kasur, selimut)

3. Makanan siap saji (dapur umum)

4. Bahan Makanan (beras, mie instan, telur, dll)

5. Air mineral

6. Asupan gizi (susu, vitamin, dll)

Mari bersama ACT, bersinergi memberikan solusi terbaik bagi saudara kita. Semoga ikhtiar untuk membantu saudara kita yang sedang dirundung musibah mendapat kemudahan dan kelancaran.

Disclaimer : Informasi dan opini yang tertulis di halaman penggalangan ini adalah milik penggalang dana dan tidak mewakili Kitabisa.

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Campaign Telah Berakhir

Donatur 2348

  • Rp. 53.281.147
    Anonim
  • Rp. 11.591.672
    Donasi Offline via ACT
  • Rp. 10.000.210
    Anonim
  • Rp. 8.750.000
    Anonim
  • Rp. 7.574.999
    Donasi Offline via ACT
  • Rp. 5.000.358
    Dion Armayudha

    Semoga sebagian rezeki saya bisa meringankan beban para korban

  • Rp. 5.000.307
    Anonim
  • Rp. 4.313.664
    Donasi Offline via ACT
  • Rp. 3.200.918
    Hani
  • Rp. 2.500.997
    Anonim
SHOW MORE
SHOW MORE
Aksi Cepat Tanggap 15 Dec 2017

Update 3 - Humanity Food Truck di Pacitan

Pulihkan Pilu Membekas di Pacitan dengan Humanity Food Truck

Pulihkan Pilu Membekas di Pacitan dengan Humanity Food Truck

ACTNews, PACITAN - Sepekan sudah armada Humanity Food Truck terparkir di halaman masjid Agung Pacitan, sebelah barat alun-alun Pacitan. Setiap hari, mobil truk spesial, penuh dengan peralatan dapur modern itu tak henti memasak. Ada 1000 porsi makanan yang diolah langsung dari dapur Humanity Food Truck ACT untuk dibagikan kepada warga terdampak banjir Pacitan.

Kesedihan memang masih membekas pasca kejadian badai siklon tropis Cempaka yang menerjang Pacitan, akhir November lalu. Banjir dan longsor terjadi hampir merata di seluruh pelosok kabupaten Pacitan. Dua hari dilanda Cempaka, banir dan longsor melumpuhkan berbagai aktivitas di kota yang dikenal dengan julukan Kota Seribu Goa tersebut.

Humanity Food Truck datang mengisi fase pemulihan. Tapi tak hanya itu, sejak masa tanggap darurat pun Aksi Cepat Tanggap (ACT) telah terjun langsung berjibaku membantu warga Pacitan. Kini banjir telah mereda, jalan-jalan yang tertutup longsor mulai dibenahi.

Memasuki fase pemulihan, ACT turut menyumbang kepedulian dengan berbagi 1000 kotak makanan bergizi kepada warga Pacitan, setiap harinya dimulai sejak Rabu (6/12) lalu.

“Alhamdulillah warga merasa sangat senang dan bersyukur karena adanya layanan makan gratis. Karena setelah bencana hebat, kegiatan warga masih belum pulih seutuhnya khususnya dalam hal memasak, sebagian masih membenahi rumahnya masing-masing yang terkena banjir,” ujar Dipo, selaku perwakilan cabang ACT Jawa Timur.

Berselang sepekan setelah bencana yang melanda Pacitan, Humanity Food Truck ACT bergegas melaju dari Jakarta, lalu singgah sejenak di lokasi terdampak banjir di Yogyakarta. Selekas itu, truk tiba di Pacitan.

Tanpa menunggu lama, hari itu juga kendaraan besar berisi dapur modern tersebut langsung beroperasi. “Puluhan relawan ikut membantu chef yang memasak langsung di dapur truk ini. Seluruh peralatan memasak modern membantu mempercepat proses masak ribuan porsi sehari,” kata Lukman Solehudin, Koordinator Aksi Emergency Response ACT untuk banjir Pacitan.

Lukman juga menambahkan, Insya Allah sampai dampak banjir kembali pulih, tim ACT masih akan berada di lokasi terdampak banjir. Melanjutkan fase pemulihan dengan aksi pelayanan kesehatan, aksi distribusi logistik dan trauma healing.

“Sejak kemarin, Senin (11/12) Tim dokter ACT sudah tiba di Pacitan. Aksi pemulihan bakal berlanjut dengan pelayanan kesehatan gratis ke desa-desa terdampak banjir paling parah,” ujar Lukman, di Pacitan Selasa (12/12).

Sebelumnya, beberapa hari sebelum tiba di Pacitan, Humanity Food Truck punya agenda sambangi beberapa lokasi terdampak banjir dan longsor di Provinsi DIY, meliputi Kulon Progo, Gunung Kidul dan Bantul. []


Aksi Cepat Tanggap 6 Dec 2017

Update 2 - Memulihkan Pacitan Pascabanjir

Memulihkan Pacitan Pascabanjir, ACT Kirim Ribuan Paket Pangan.

Memulihkan Pacitan Pascabanjir, ACT Kirim Ribuan Paket Pangan

ACTNews, PACITAN - Sepekan sudah banjir melumpuhkan hampir seluruh wilayah Kabupaten Pacitan. Banjir boleh jadi mulai surut, sisa-sisa banjir yang berserak juga mulai dibersihkan. Lumpur banjir yang mulai mengering perlahan dienyahkan dari dalam rumah yang sempat terendam. Masa darurat memang sudah terlewat, tapi bukan berarti duka di Pacitan usai.

Sekian banyak kerusakan-kerusakan berat di sudut-sudut rumah masih belum bisa segera dipulihkan. Sebab, sepekan lalu bukan hanya banjir yang menerjang, longsor pun terjadi bersamaan di sekian banyak lokasi di Pacitan. Longsor dan banjir merusak ribuan rumah, menyisakan kerusakan dalam kategori sedang sampai berat.

whatsapp_image_2017_12_05_at_16.59.12.jp

Tidak hanya kerusakan rumah yang belum bisa dipulihkan, data terkini yang dihimpun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan menuliskan, korban jiwa akibat banjir dan longsor di Pacitan mencapai 25 orang.

“Rinciannya enam orang korban tewas karena banjir, sementara 19 orang tewas karena tertimbun longsoran. Selasa (5/12) kemarin, satu orang korban tewas terakhir sudah ditemukan atas nama Yusuf (61) asal Desa Sidomulyo, Kecamatan Kebonagung,” kata Lukman Solehuddin, Koordinator Tim Emergency Response Aksi Cepat Tanggap (ACT) di Pacitan, Rabu (6/12).

Karena duka memang belum selesai dari Pacitan, Aksi Cepat Tanggap masih berada di Pacitan, melanjutkan fase penanganan bencana, bergerak dari fase darurat menuju fase pemulihan.

Sudah sejak Senin (4/12) satu buah truk, dan dua mobil bak terbuka melaju menuju Pacitan, membawa ribuan paket pangan untuk kebutuhan darurat warga terdampak banjir di Pacitan. Lukman menjelaskan, ribuan paket pangan itu akan didistribusikan ke desa-desa terdampak banjir yang sama sekali tak tersentuh bantuan

“Kami menemukan data, beberapa desa di Kecamatan Tulakan, sampai Selasa (5/12) kemarin belum terjangkau bantuan dari pihak manapun. Padahal banjir dan longsor di wilayah itu termasuk kategori parah,” ujarnya.

Menuju Kecamatan Tulakan, bawa ratusan paket logistik

Tanpa menunggu lama, ribuan paket logistik itu pun dihitung ulang, ditata jumlahnya berdasarkan wilayah terdampak banjir dan longsor paling parah di Pacitan. Lukman mengatakan, dari urutan prioritasnya, Kecamatan Tulakan menjadi pilihan utama untuk dijangkau terlebih dahulu.

Selasa kemarin, setelah melalui medan jalan yang berat dan cukup jauh dari Kecamatan Pacitan, tim Emergency Response ACT tiba di Kecamatan Tulakan.

“Jarak dari Pacitan ke Tulakan cukup jauh, medan yang ditempuh pun luar biasa. Menyusuri kontur pegunungan di sebelah timur Pacitan. Jaraknya satu setengah jam sampai dua jam perjalanan dari Posko ACT di Pacitan,” tambah Lukman.

Tiba di Tulakan, dampak longsor satu pekan lalu masih banyak terlihat. Tembok beberapa rumah bolong habis dihantam longsor Selasa (28/11) sepekan keamrin. Di Tulakan, Tim Emergency Response ACT membawa ratusan paket pangan yang dibagikan untuk ratusan keluarga.

Lantas, apa isi dari ribuan paket logistik yang diboyong sampai ke Kecamatan Tulakan, Pacitan itu?

Insan Nurrohman, Vice President ACT menjelaskan, semua amunisi untuk memberikan pertolongan terbaik di fase pemulihan akan dimaksimalkan.

“Untuk merespons banjir Yogyakarta, Wonogiri dan juga Pacitan tak kurang dari 2.000 paket pangan disiapkan dari Desa Jipang, Kecamatan Cepu lokasi Lumbung Pangan Masyarakat yang dikelola oleh Global Wakaf ACT. Varian isi tiap-tiap paket logistik yang dikirimkan berupa beras 2 kg, gula 1 kg, minyak 1 liter, dan telur asin,” jelasnya. []

Aksi Cepat Tanggap 2 Dec 2017

Update 1 - Duka Selepas Banjir Pacitan

Duka Selepas Banjir Pacitan, Tim ACT Berjibaku Cari Korban Longsor

Duka Selepas Banjir Pacitan, Tim ACT Berjibaku Cari Korban Longsor

ACTNews, PACITAN - Banjir boleh jadi berangsur surut, tapi Pacitan masih berduka. Sejumlah desa terdampak banjir bandang di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur dilaporkan masih lumpuh. Sampai laporan ini diunggah, Jumat (1/12) juga tak ada hari libur bagi segenap Tim Emergency Response ACT yang kini berjibaku di desa-desa terdampak bencana banjir dan longsor Pacitan.

Melaporkan langsung dari lapangan, Lukman Solehuddin leader dari Tim Emergency Response ACT di Pacitan mengatakan, masih banyak desa yang lumpuh karena dihantam longsoran. Bahkan sampai Jumat ini korban jiwa pasca banjir dan longsor di Pacitan terus bertambah.

Lukman merangkum, setidaknya sampai Jumat (1/12) masih ada tujuh kecamatan di Pacitan yang belum bisa pulih. Imbas dari kerusakan infrastruktur, lumpur sisa banjir yang masih menggunung, juga tanah longsoran yang menutup jalan desa. Tujuh kecamatan yang masih lumpuh pasca banjir di Pacitan antara lain, Kecamatan Kebonagung, Pacitan, Tulakan, Tegalombo, Nawangan, Arjosari, dan Kecamatan Ngadirojo. Dari tujuh kecamatan itu, titik dampak banjir terparah berada di Kecamatan Pacitan

“Kami juga menerima informasi korban meninggal di seluruh Pacitan sudah mencapai 20 orang. Sebanyak 14 korban meninggal karena tertimbun longsor, sementara enam orang lainnya wafat karena terseret arus banjir,” ujar Lukman Solehuddin.

Membenarkan informasi tersebut, Sutopo Purwo Nugroho, Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menuliskan, dari 20 korban meninggal di Pacitan, sebanyak 11 korban sudah ditemukan jasadnya. “Sementara sembilan korban tewas lain masih dalam pencarian,” kata Sutopo dalam keterangan tertulisnya pada media, Jumat (1/12).

Duka tak berakhir sampai di situ saja. Meski banjir sudah surut, tapi rangkuman data yang berhasil dihimpun Tim Emergency Response ACT menunjukkan, sebanyak empat orang luka-luka akibat arus banjir dan longsor. Sementara itu, 1.879 orang masih mengungsi di beberapa titik pengungsian.

Tim ACT berjibaku cari korban longsoran

Masih bergelut di fase darurat bencana, Tim Emergency Response ACT yang berjumlah 13 punggawa berfokus pada pencarian korban hilang yang tertimbun longsor. Alifin, salah satu bagian dari tim Emergency Response ACT di Pacitan mengatakan, sepanjang hari Jumat (1/12) ini tim ACT berjibaku di Dusun Duren, Desa Klesem, Kecamatan Kebonagung, Pacitan.

“Satu keluarga di titik ini tertimbun longsoran. Diduga korban empat orang masih tertimbun seluruhnya. Nama-nama korban longsor di Dusun Duren ini yakni Rozak (16 tahun), Ibu Sukesih (40 tahun), Kakek Parno, dan Nenek Kasih. Sementara yang selamat adalah Bilal, suami dari Ibu Sukesih,” kata Alifin.

Bilal, suami dari Sukesih mengisahkan detik-detik ketika pertama kali longsor dan banjir bandang itu datang. Menurut kisahnya, tanah longsor yang merenggut seluruh anggota keluarganya itu terjadi Senin (27/11) malam saat hujan turun deras sekali.

Hingga malam gelap, Jumat (1/12) proses pencarian korban longsor di Dusun Duren, Desa Klesem belum membuahkan hasil. Di tanah yang terjal dan berbukit-bukit itu, tumpukan longsor menggunung, entah ada di posisi mana seluruh jasad keluarga Bilal.

“Esok Sabtu InsyaAllah proses pencarian korban longsor di Desa Klesem ini masih terus dilakukan. Mohon doanya untuk kelancaran seluruh aksi tim Emergency Response ACT di Pacitan,” ujar Lukman menutup sambungan teleponnya dengan ACTNews, langsung dari Pacitan. []

Disclaimer : Informasi dan opini yang tertulis di halaman campaign ini adalah milik campaigner (pihak yang menggalang dana) dan tidak mewakili Kitabisa.

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Campaign Telah Berakhir

Anda tidak dapat menggalang untuk halaman penggalangan ini karena batas waktu telah berakhir.

Mau buat halaman untuk galang dana online seperti ini?