Kitabisa! - Bersama Karlos dan Hasan

Bersama Karlos dan Hasan

Bersama Karlos dan Hasan
Setelah lulus dari SD di sebuah kampung pada perbatasan Keerom (Papua) - PNG, mari dukung Karlos dan Hasan melanjutkan ke SMP di Manokwari.

Rp 38.011.263

terkumpul dari Rp 38.000.000
100% tercapai
Campaign Telah Berakhir

0 SHARES



Penggalangan dana dimulai 13 Jun 2018 oleh:

Baca update terbaru dari penggalangan dana ini!

b16085406ee9421e9e576f98d4271ec962a49c9e

Gambar 1. Saya (Godi) saat bersama anak - anak di perbatasan PNG.


Nama saya adalah Gaudifridus Usnaat, atau biasa dipanggil Godi. Saya adalah seorang guru kontrak sejak tahun 2014 di sebuah kampung dimana hanya ada satu sekolah yaitu SD YPPK Akar Indah Semografi, Distrik Web, Ubrub, Kabupaten Keerom.

Pada tahun 2017 lalu dari kesenangan menulis puisi, saya mendapat kesempatan menjadi salah satu pemenang kompetisi penyair muda yang mewakili Indonesia di Majelis Sastra Asia Tenggara 2017, bersama pemenang dari negara Asia Tenggara lainnya.

Saya tinggal di sebuah kampung yang berbatasan dengan negara tetangga, yaitu PNG. Jangan juga membayangkan kampung kami yang berbatasan dengan PNG maka mudah untuk didatangi, tidak. Untuk bisa ke Semografi dari kota kecamatan terdekat di Ubrub, maka harus ditempuh 6 jam jalan kaki lewat hutan dan jalan setapak saja. Tidak jauh untuk ukuran orang di kampung seperti kami.

Jangan membayangkan juga di kampung perbatasan ini anak SD yang lulus sekolah bisa langsung melanjutkan ke SMP terdekat, sebab yang disebut terdekat itu adanya di Ubrub, kota kecamatan, yang kalau mau kesana ya itu tadi, harus jalan kaki setapak 6 jam perjalanan, sehingga kalau bolak balik membutuhkan waktu 12 jam, tentu tidak masuk akal bersekolah disana tetapi tinggal di kampung.

Sebagai gambaran, pada umumnya anak-anak Semografi melanjutkan pendidikan di SMP Ubrub, mereka bisa numpang di rumah keluarga (bagi mereka yang memiliki keluarga) bagi yang tidak memiliki keluarga mereka gotong royong membangun rumah untuk mereka tempati. Kesulitan anak-anak semografi melanjutkan pendidikan di Ubrub adalah makan dan minum juga rumah yang layak bagi mereka. Kekurangan-kekurangan ini berdampak bagi proses belajar di rumah juga di sekolah, apalagi tidak ada orangtua yang mengontrol kehidupan mereka. Namun, ada tantangan yang pasti akan menghadang saat mereka melangkah jauh dari tanah yang selama ini telah membesarkan mereka. Adaptasi tempat merupakan hal yang menjadi titik terberat dalam pertimbangan kami mencari sekolah bagi mereka. Kriteria terpenting sekolah yang paling sesuai kami rasa adalah sekolah dengan model asrama.

Mengapa saya bercerita ini semua ?

Saya memiliki dua orang anak murid, saya ceritakan tentang mereka dalam bentuk biodata dibawah ini :

Identitas Karlos dan Hasan

Karlos

  • Nama : CarlosPull
  • Tempat Lahir : Semografi, Kabupaten Keerom
  • Tanggal Lahir : 21 Oktober 2007
  • Nama Ayah: Agus Pull
  • Nama Ibu: Yustina Sam

Prestasi : Sejak kelas 4-6 SD Karlos Pull selalu juara 1 dalam kelas. Karlos belajar menulis puisi sejak 2016. Tahun 2017 puisi-puisi Karlos dimuat di tabloid Jubi-Papua dan juga masuk dalam antologi buku “Syair Semografi”

7e0dda22b7338f003db9d7e4d8ab09e4d5e8997a

Gambar 2. Karlos Pull (tengah) bersama tim nusantara sehat yang bertugas sampai ke Semografi.


7c7b25d0107d2e884b3673187326be484c4d2e61

Gambar 3. Buku Syair Semografi Sebuah Perjumpaan Tak Terduga (Foto karya @drownedintothepages)

Karlos adalah anak ke-empat dari tujuh bersaudara, ayah dan ibunya adalah petani pedalaman yangkesulitan menjual hasil panennya karena akses transportasi masih belum menjangkau kampung mereka, sebuah kehidupan yang serba sulit.

Walau begitu, Karlos bermimpi untuk menjadi seorang guru karena melihat keseharian hidup saya, dirinya sangat gemar membaca buku sehingga di kelas 4 SD karlos mengalami peningkatan prestasi yang luar biasa. Pada tahun 2015, bersama tim nusantara sehat yang sering bertugas di kampung kami bekerjasama dengan Bukuntukpapua menggalang donasi buku untuk ruang baca yang kami namakan Jendela Semografi, ruang baca ini di kampung, juga Karlos adalah yang paling sering membimbing teman – temannya yang lain untuk membaca buku bersama. Selain ingin menjadi guru Karlos juga mengikuti saya menulis puisi. Kami mengirimkan puisi via sms untuk bisa dimuat di media etak juga elektronik. Puisi-puisi Karlos pernah dimuat di tabloid Jubi dan masuk dalam antologi buku “Syair Semografi” sebuah buku yang diterbitkan oleh penerbit Papua Cendekia, yang berisi kumpulan puisi, cerita pendek dan inspirasi tentang perjumpaan anak – anak Papua dengan buku bacaan dari kurang lebih 26 anak muda di Papua.

Kata banyak orang, dengan pendidikan kita bisa mengentaskan kemiskinan, meraih kehidupan yang lebih baik. Itu sebab, setelah melihat semangat dan kemampuan yang dimiliki Karlos selama sekolah di SD YPPK Akar Indah Semografi, kita tahu bahwa Karlos berhak mendapatkan pendidikan yang lebih baik. Pengalaman enam tahun di SD hendaknya bisa terus berlanjut Dengan demikian Karlos bisa menjadi generasi unggul yang mumpuni yang berguna bagi Indonesia, terlebih bagi Keerom, di kemudian hari.

acbca3a98b24ba5314ef0e6ab55137332a94ee62

Gambar 4. Puisi Karlos yang dimuat juga di Tabloid Jubi.

Bagaimana dengan Hasan ?

Hasan

  • Nama: Agustinus Hasan Pull
  • Tempat Lahir: Pabrab, Kabupaten Keerom
  • Tanggal Lahir: 5 April 2007
  • Nama Ayah: Alm Kosmas Pull
  • Nama Ibu: Alm Theresia Ball
  • Prestasi: Kelas 1 semester I dan II juara 3
  • Kelas 2 semester I dan II Juara 2
  • Kelas 3 semester I dan II juara 3
  • Kelas 4 semester I dan II juara 2
  • Kelas 5 semester I dan II juara 1
  • Kelas 6 semester I dan II juara 2

Hasan, begitu ia akrab dipanggil. Hasan yang jago bermain bola voly ini bermimpi untuk menjadi seorang dokter. Hari-hari Hasan selain bermain bersama teman-temannya, dia juga gemar membaca buku, kitab suci hampir dilahap habis oleh Hasan. Hasan selalu punya ide baru untuk memperbaiki alat elektronik yang ia temui rusak. Hasan juga memiliki rasa ingin tahu yang kuat akan hal-hal yang baru yang ia temui.

Hasan adalah anak keempat dari lima bersaudara. Dua saudaranya telah meninggal dua, tinggal Hasan bersama dua saudarinya.

Sejak ayah dan ibunya meninggal di tahun 2010 Hasan mulai hidup berpindah-pindah dari rumah saudara yang satu ke saudara yang lain.

Kelas 1 – 4 SD hasan menempuh pendidikan di SD YPPK Akar Indah Semografi, karena sering berpindah-pindah rumah maka pastor Felix Janggur, OSA memutuskan untuk mengajak Hasan tinggal di rumah pastoran paroki ubrub sejak juli 2016 dan Hasan pindah sekolah ke SD YPPK Ubrub.

Melihat semangat dan kemampuan yang dimiliki Hasan, kita tahu bahwa Hasanberhak mendapatkan pengalaman pendidikan yang lebih baik. Pengalaman enam tahun di SD hendaknya bisa terus berlanjut Dengan demikian Hasan bisa menjadi generasi unggul yang mumpuni yang berguna bagi Indonesia, terlebih bagi Keerom, di kemudian hari.

***

Kedua anak ini memiliki semangat juang yang tinggi karena telah teruji mau menyelesaikan sekolahnya ditengah berbagai keterbatasan yang ada, berkelakuan baik, serta prestasi di sekolah yang membanggakan. Keduanya adalah anak – anak pilihan dari kampung semografi, dan sebagai seorang guru, kami yakin bahwa anak ini mampu bertanggung jawab atas donasi yang telah diberikan dengan bersekolah baik dan berprestasi.

Itu sebabnya, keinginan kami, guru kontrak di perbatasan dan hangat kasih orang tua Karlos dan wali dari Hasan adalah, kedua anak yang cerdas ini bisa melanjutkan sekolah berasrama dengan kualitas yang baik.

MENGAPA KAMI PILIH SMP VILANOVA MANOKWARI SEBAGAI TUJUAN SEKOLAH KARLOS DAN HASAN ?

Melanjutkan sekolah di tempat yang lebih baik adalah harapan terbesar yang bisa kami berikan kepada siswa kami. Untuk Karlos, keluar dari kampung halaman adalah satu cara yang bisa mewujudkan hal itu, mengingat akses ke kampung karlos yakni semografi harus ditempuh 6 jam jalan kaki dari kecamatan ubrub. Belum ada kendaraan yang masuk ke semografi karena medan yang berat, hanya bisa ditempuh dengan jalan kaki. Pada umumnya anak-anak Semografi melanjutkan pendidikan di SMP Ubrub, mereka bisa numpang di rumah keluarga (bagi mereka yang memiliki keluarga) bagi yang tidak memiliki keluarga mereka gotong royong membangun rumah untuk mereka tempati. Kesulitan anak-anak semografi melanjutkan pendidikan di ubrub adalah makan dan minum juga rumah yang layak bagi mereka.

Kekurangan-kekurangan ini berdampak bagi proses belajar di rumah juga di sekolah, apalagi tidak ada orangtua yang mengontrol kehidupan mereka. Namun, ada tantangan yang pasti akan menghadang saat mereka melangkah jauh dari tanah yang selama ini telah membesarkan mereka. Adaptasi tempatmerupakanhal yang menjadi titik terberat dalam pertimbangan kami mencari sekolah bagi mereka. Kriteria terpenting sekolah yang kami cari adalah memiliki asrama. Kriteria ini menjadi yang utama mengingat asrama akan sangat membantu pengawasan terhadap siswa sepanjang hari.Akhirnya kami kami memilih SMP Vilanova yang dikelola oleh Yayasan St Agustinus yang memiliki asrama.

BESAR DANA YANG KAMI BUTUHKAN:

Untuk itu kami membutuhkan bantuan dari sahabat sekalian untuk bersama galang donasi untuk biaya sekolah Hasan dan Karlos selama satu tahun sebesar total : 32 juta rupiah

Terdiri dari :

  • Uang pembangunan Rp.1.500.000 × 2 orang = 3.000.000
  • Uang seragam Rp. 1.250.000 × 2 orang = 2.500.000
  • Uang Asrama Rp. 200.000 × 12 × 2 orang = 8.000.000
  • Uang sekolah Rp. 500.000 × 12 × 2 orang = 12.000.0000
  • Uang Perlengkapan tidur/mandi (kasur, sapu, bantal, timba, ember dst), Rp.450.000 X 2 orang = Rp. 900.000
  • Uang saku dan biaya lain - lain/tahun Rp.1.500.000 x 2 Orang = Rp. 3.000.000
  • Biaya perjalanan dari Keerom ke Manokwari dll Rp. 2.600.000

BENTUK UCAPAN TERIMAKASIH DARI KAMI

Sebagai bentuk ucapan terimakasih dari kami, maka mereka yang berdonasi akan kami kirimkan :

  • Minimal Rp 200 rb akan mendapatkan 1 buah buku syair semografi (dan setiap kelipatan 200rb mendapat 1 buku syair semografi sebagai ucapan terimakasih kami)
  • Perkembangan nilai dan raport Hasan dan Karlos selama 1 tahun akan kami informasikan kepada pada donatur, sehingga semoga pada donatur berkenan memberikan informasi alamat emailnya kepada kami.


Untuk bisa mendapatkan informasi yang lebih lengkap, sobat bisa menghubungi saya dan tim galang donasi Hasan dan Karlos.

Hormat kami,

Tim galang donasi #BersamaKarlosHasan

4cbe255dfdc64c3c77cced06fa81eb4194102013

  • Gody Usnaat (085254163157)
  • Anna Adhyatmi Riantobi (+62 812-1763-9818)
  • Dayu Rifanto (081222967475)
  • Herlina Yulidia Wospakrik (+62 812-2030-4085)




Disclaimer : Informasi dan opini yang tertulis di halaman penggalangan ini adalah milik penggalang dana dan tidak mewakili Kitabisa.

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Campaign Telah Berakhir

Donatur 64

SHOW MORE
  • Rp. 10.000
    Anonim
  • Rp. 2.553.774
    AES
  • Rp. 200.761
    Anonim

    Semangat!!! Menggapai mimpi! Jangan patah semangat karena keterbatasan. tidak ada kata terlambat.

  • Rp. 100.746
    Anonim
  • Rp. 100.467
    Anonim

    Katong samua basudara. Kita bangun mimpi Pak Karno sama sama e.

  • Rp. 8.000.800
    Erica Yin

    Dari #Ericayincharity

  • Rp. 100.921
    Anonim
  • Rp. 100.417
    Eva Maulida
  • Rp. 20.000
    Anonim
  • Rp. 400.938
    Anonim

    Semangat terus...

SHOW MORE
Dayu Rifanto 17 Jun 2019

Update 12 - Dua Pejuang Kecil

1/

karlos dan hasan pulang libur. Mereka pulang dengan mata bersemangat. Tak ada sedih di amta mereka. Tampaknya mereka lebih ceria dan gemuk. Kantong suaranya pecah. Kumisnya telah tumbuh tipis. Hasan semakin tinggi badanya. "Hasan ko tambah gemuk, ganteng tambah tinggi  e.."kata suster ambu dalam video coll. Hasan tersenyum saja.

Bagaimana dengan karlos? Dia juga makin beda secara fisik. Tinggi. Badan gode. Suara besar.

Ketika saya menemui mereka di arso kota. Tepatnya rumah dinas Yayasan YPPK Keerom. Ada rasa haru dan senang. BerCampur. "Karlos...hasan...ibu guru ima dan kesa vinsen belum pulang?" Saya bertanya. "Ia pak guru..." kata karlos.

"Pak guruuuu..." hasan sedikit berteriak. Ia menjabat tanganku.bsya menepuk bahunya. Tahulah saya tinggi badannya melebihiku. "Biarlah ia makin besar..." bathinku

Bapa guru, apa kabar?" Kata karlos. "Sa baik baik saja" jawabku. Ia menatapku. Menjabat tanganku.tersenyum. mungkin ia mau bilang: pak guruku ini selalu baik baik saja dalam segala cuaca hidup.

2/

saya mengajak mereka bercerita. Menanyakan ini dan itu. "Hasan...ko juara berapa?" Saya bertanya. "Sa juara dua. Dari dua puluh empat siswa." Jawabnya. Saya menatapnya tajam. Heran. Saya pun malu menatap wajah hasan karena selama  di Ubrub kalau sa marah karena dia tidak belajar saya selalu bilang: "hasannnn butaaa huruffffff" hasan dengar klo sa su nada tinggi tu dia kas muka serius. Mungkin dalam hati dia bilang : pak guru jang marah nti malaria kambuh."

Hasan 2017 beda dengan hasann2019. Ia kini menjelmanpejuang yang berhasil memukul mundur segala keraguan siapapun atas dirinya. Saat di manokwari sa sendiri pernah bilang ke hasan: "hasan semua orang tu punya otak yang sama. Yang buat beda orang pintar dan bodoh itu karna ada yang rajin dan yang lain malas. Kalau hasan malas nanti ko tra naik kelas. Dann klo ko tra naiknkelas..." sampai di sini kalimat saya. Saya melanjutkanndenagam bahasa tubuh. Saya mengepalkanntangan kanan. Menunjukannya padanya. Hasan tersenyum, senyumannya seolah bilang "pak guru tra berani mo.."

kali ini ketika ia pulang untuk berlibur ia bilang ke saya "pak guru sa naik kelas..."

pak guru tra jadi pukul. Pak guru peluk hasan yang tinggi badannya makin menjulang. Otaknya semakin cerdas...

(Bersambung )

e6725465-ecd3-4353-bd80-389d3352b95d.jpg
Dayu Rifanto 20 May 2019

Update 11 - Cerita Hasan dan Karlos di tahun 2019

Laporan Karlos Pull



07f6c2bf-bad6-4421-8d98-34b1acd2a592.jpg77fb3569-03b9-4337-a115-f0b1ed762eb6.jpg

Hasan dan Karlos adalah dua anak baik dan memiliki semangat juang. Karlos yang pernah 3 tahun bersama saya menunjukan kebaikan dan semangat juangnya itu. Setidaknya dalam perjuangannya untuk bisa membaca, menulis dan berhitung. Saya ingat ketika pertama kali saya menginjakan kaki di Kampung Semografi, ia datang dan mau tinggal bersamaku. Waktu itu, ia belum bisa membaca, menulis dan berhitung. Padahal ia sudah kelas IV. Saya heran ketika menemukannya dalam keadaan seperti itu. Tak hanya Karlos, ada banyak teman-temannya yang lebih parah lagi dari keadaan dirinya. Tapi yang membedakan Karlos dan teman-temannya yang lain adalah ia mau belajar. Saya selalu bilang kepada Karlos: “Di dunia ini, tak ada manusia bodoh, yang ada adalah manusia pemalas”. Atau sering saya bilang: “Kalau mau menjadi manusia yang berhasil-Karlos harus belajar...banyak baca buku.

Kau tahu karlos, kenapa bapak guru bisa tiba di ko pu Kampung? Karena bapak guru punya Ijasah. Dan untuk dapatkan ijasah itu... hanya dengan rajin belajar” Dia mendengarnya dengan penuh perhatian. Diam tak banyak bicara.

Dikemudian hari (bulan April kemarin) saya menemukan dua buku catatan hariannya. Di dalamnya dia mencatat dengan baik apa yang saya bicarakan.

Saya tersenyum haru ketika membaca tulisan/catatan hariannya.

Bagaimana dengan Hasan? Pada tahun 2014 ketika saya tiba di Semografi, seperti Karlos, Hasan dan beberapa temannya pun datang untuk tinggal bersama saya. Namun Hasan hanya beberapa bulan bersama saya, juga beberapa temannya yang lain. Meski demikian ia sering datang untuk belajar, lalu pergi lagi. Pada tahun 2015 ketika rumah baca Jendela Semografi dibuka, ia menjadi salah satu siswa yang aktif untuk datang belajar membaca.

Pada tahun 2016/2017 Hasan pindah ke Ubrub. Di Ubrub ia tinggal bersama pastor Felix. Di sinilah ia benar-benar merasa betah. Hasan tak lagi berpindah-pindah rumah. Di pastoran ini, bersama pastor Felix dia belajar begitu banyak hal. Dan ia bertumbuh dengan baik, tak hanya memiliki prestasi yang bagus di sekolah tetapi ia juga menjadi anak yang rajin bekerja.

Tak terasa sudah hampir setahun mereka meninggalkan kampung halaman-Semografi. Berkat dukungan banyak orang melalui penggalangan donasi di kitabsa.com mereka pun melanjutkan pendidikan di SMP Vilanova-Manokwari. Di sekolah ini mereka dididik dengan pendidikan berpola asrama. Kami beranggapan bahwasanya hanya dengan ini, keduanya akan bertumbuh dengan baik.

Selama dua minggu di bulan April lalu, saya berada di Semografi dan banyak orangtua yang menanyakan kedua anak ini. “Pak guru...Karlos dan Hasan kapan pulang libur kah...?”

“Nanti bulan Juni, mereka pulang untuk ambil ijasah terus baru lanjut ke Semografi” jawabku

Banyak orang di kampung ini begitu penasaran dengan kedua anak mereka ini. Keduanya dengan berani merantau untuk bersekolah. Tak hanya itu keduanya menunjukan prestasi yang membanggakan misalnya Karlos, ia diundang ke Jakarta untuk membacakan puisinya.

Kampung Semografi dengan letaknya yang jauh dan terpencil ini, sebenarnya memiliki anak-anak dengan semangat belajar yang tinggi. Sayang semangat mereka ini dibentur oleh sejumlah persolan pelik misalnya ketiadaan dukungan orangtua, ketidakaktifan guru-guru dll. Persoalan-persoalan ini kadang membuat mereka menyerah.

Bayangkan, andaikan pengelolaan dana pendidikan kampung atau dana BOS di SD, dikelola dengan baik. Agh...barangkali banyak dari anak-anak kampung ini akan pergi bersekolah di sekolah-sekolah yang memiliki mutu.

Tetapi yang terjadi justeru sebaliknya. Ada begitu banyak keluhan masyarakat kampung yang tak merasa puas dengan pengelolaan dana yang tak jujur. Di kemudian hari saya pun mendengar rahasia yang (tak lagi menjadi rahasia) beredar bahwa kebanyakan dana BOS tak dikelola dengan baik.

Dan ini nyata di kebanyakan sekolah. Bangunan dan perlengkapan belajar mengajar tak lengkap meski dana BOS mengalir ratusan juta setiap tahun. Dana sebanyak ini seharusnya digunakan untuk misalnya mengadakan buku-buku bacaan tapi justru sebaliknya.

Sistem pendidikan yang tak jujur ini, menjadi jembatan bagi banyak orang untuk mendukung ketidakjujuran banyak orang. Hal ini berujung pada nasib anak-anak yang seperti babi hutan terluka bahkan mati karena jerat.

Sebenarnya saya mau bilang begini, KEJUJURAN ITU PENTING. Hanya dengan berlaku jujur anak-anak pedalaman akan selamat. Dan kejujuran pertama-tama mestinya guru berteguh dengan kejujuran, apapun yang terjadi. Meski demikian ketidakjujuran sudah cukup lama meluas di banyak sekolah dan untuk memutuskan mata rantai ketidakjujuran ini dibutuhkan keberanian dan kerja sama banyak pihak.

Aghhh...kita kembali pada kisah tentang Karlos dan Hasan...

Pada bulan April lalu saya pergi ke Semografi. Di kampung ini, saya tinggal selama 2 minggu. Selama itu saya selain membimbing anak-anak untuk membaca, menulis dan berhitung di Rumah Baca Jendela Semografi ini juga saya biasanya berbincang-bincang dengan bapa dan mamanya Karlos. Kedaunya bercerita banyak hal dan satu hal yang menarik ialah mereka menceritakan tentang kegiatan mereka menganyam dan menanam pohon Gaharu.

Selama keberangkatan Karlos ke Manokwari mamanya rajin menganyam Noken. Hasilnya ia tabung untuk keperluan anaknya kelak. Kegiatannya ini ia lakukan sambil mengawasi adik-adik Karlos untuk belajar. Sedangkan Bapanya kini rajin mencari anakan Gaharu untuk ditanam.

Semasa Karlos masih SD kedua orangtuanya tak terlalu berpikir tentang kegiatan-kegiatan yang mendatangkan uang dan syukur berkat pendekatan saya sebagai “anak guru” merekapun mau berusaha mengolah apa yang mereka miliki untuk mendatangkan uang. Dan satu hal yang membanggakan dari kedua orang tua ini ialah mereka punya impian untuk mendidik anak mereka sebaik mungkin. Hal ini nampak dalam kebiasaan di rumah keluarga ini, keduanya selalu menuntun dan mengajak anak-anak mereka atau siapa saja untuk datang membaca di rumah baca Jendela-Semografi.

Bagaimana dengan Hasan?

Agustinus Hasan Pull demikian nama lengkapnya. Sebagaimana diketahui ayah dan ibunya telah meninggal dunia. Selama keberadaannya di kampung Semografi ia berjuang untuk memperoleh makan minum dengan bekerja di rumah-rumah. Situasi ini menempah dirinya menjadi pejuang/pekerja keras. Bertahun-tahun ia menikmati situasi rumit ini. Ketika ia kelas V SD ia pindah ke Ubrub. Di sana ia menemukan tempatnya yang nyaman, di pastoran Paroki St.Bonifasius Ubrub selain membantu pastor Felix ia pun dibimbing untuk belajar.

Masih tentang Hasan.

Pada suatu hari saya ditelepon oleh Karlos. “Pak guru tolong urus kami dua pu Ijasah”

“Iyo e nanti sa hubungi Kepsek SD Ubrub dan Semografi”

Tentang urusan ijasah milik Karlos, saya tak mendapat kesulitan. Bapa Kepseknya bilang: “Ijasah su ada di sini, tinggal yang bersangkutan datang, tanda tangan dan ambil”

Sementara Hasan? Kepseknya belum menuntaskan urusan Ijasah. “Belum bisa ambil karena Pas Foto belum ada” Katanya pada suatu hari ketika saya menemuinya di rumah dinasnya di Ubrub. Saya lantas tak langsung memercayai ucapanya sebab sejauh informasi yang saya dengan dari Ibu Guru Imaculata, ia sendiri menginformasikan begini:“Pas Foto su ada sebelum UAN”

Untuk diketahui bukan hanya Hasan, teman-teman seangkatannya di SD YPPK-Ubrub pun mengalami nasib yang sama.

Dan yang lebih mengherankan lagi sudah tiga angkatan yang belum memiliki Ijasah.

Dayu Rifanto 8 Feb 2019

Update 10 - Kalau Karlos saja bisa, kitong juga bisa !

Kalau Karlos saja bisa, kitong juga bisa !

Semester 1 ini, Karlos ranking 11 dan Hasan ranking 4 dari total murid 24 anak. Pada waktu Karlos pulang dari Jakarta seusai membacakan puisinya di acara Gramedia, teman – temannya di sekolah menjadi sangat terpacu untuk membuat puisi, dan dorang bilang “ Pak guru, kalau Karlos yang dari kampung saja bisa membuat puisi, berarti kami juga bisa”

Dan itu sebabnya kemudian sekolah di mana Karlos belajar membuat inisiatif ruang baca mereka, gunanya untuk memediasi anak – anak yang ingin membaca buku, menulis puisi dan kegiatan literasi lainnya. Rumah baca mereka adalah : https://www.facebook.com/rumahbaca.tollelege

b4177f06-9454-4862-955c-d5a5bf59e0b2.jpg

Gambar Karlos :  Hari ini Hari pertama Masuk sekolah & Syukur pada Tuhan kami mendapat Berkah Natal lewatMariah Rosse Lewuk dan dibawa oleh adik Karlos Pull berupa buku bacaan anak2 ( majalan bobo + cerita bergambar dll ) Bukunya diterima lgsng oleh ibu pengelola Novy Horron  Terlihat antusiasme Peserta didik utk membaca buku bacaan tersebut... Kasumasa Kaka Maria


Demikian sekilah update dari kami

Tim kampanye Karlos dan Hasan

Dayu Rifanto dkk
HP 081222967475

Dayu Rifanto 19 Oct 2018

Update 9 - Laporan penggunaan dana Karlos dan Hasan

Selamat siang sobat semua

Berikut adalah informasi yang kami terima dari Bapak Anton Tromp, yang mewakili pihak sekolah SMP Vilanova Manokwari.

4b32e0b1-5a93-4ffc-8d51-a7647b9aa831.jpg


Terimakasih banyak sudah membantu Karlos dan Hasan, jika ada update berikutnya akan kami sampaikan.

Salam hormat

Tim kampanye #BersamaKarlosdanHasan

Dayu Rifanto

Dayu Rifanto 1 Oct 2018

Update 8 - Donasi sudah diserahkan kepada pihak sekolah

Dear para donatur terkasih

Pada tanggal 7 September 2018, uang donasi yang terkumpul sudah kami kirimkan secara bertahap 4x transfer kepada pihak sekolah, yaitu ditujukan kepada Rektor Sekolah Vilanova Manokwari yaitu Bapak Pater Anton Tromp.

Bukti transfer dan email surat kami kepada beliau terlampir dibawah ini

4bd26d69-a142-43fc-94c7-d40eef3b0440.jpga2112be4-eba7-4499-9eba-dfb37877764c.jpgf64d9d59-4f67-4ef4-8a9a-3d0426b3f890.jpg8bb124c2-bd5a-4e0d-84c2-8eb575da3c04.jpgc6e80599-4588-4de3-97e8-00b8e41628e5.jpg

Dan pada tanggal 25 September 2018, kami berkesempatan datang ke Manokwari untuk bertemu pater Tromp serta Karlos dan Hasan

6697ed4e-65f8-492a-94b3-d2583887b0cd.jpg

Saya (Dayu), bersama bapak Pater Anton Tromp, dan Pak guru Godi.

4de81910-221b-4441-9208-13dcf1ab2402.jpg

Bersama Karlos (paling kiri) dan Hasan (berbaju merah memegang seruling)

Dari hasil diskusi bersama Pater Tromp, beliau menginformasikan bahwa uang yang terkumpul sudah mencukupi semua kebutuhan sekolah selama 3 tahun. Kami senang sekali mendengarnya, tentu tak lupa berkali - kali kami ucapkan terimakasih kepada donatur sekalian.

Kami ke Manokwari ini juga dalam rangka menjemput Karlos untuk mengajaknya, bersama Pak Guru Gody, ke Jakarta guna membacakan puisinya pada kegiatan yang diselenggarakan oleh Gramedia. Seperti apa kisah Karlos selanjutnya. Kami akan laporkan kepada para donatur sekalian.

Salam Hormat

Dayu Rifanto (WA 081222967475)

Tim Kampanye Galang Donasi Bersama Karlos dan Hasan

Dayu Rifanto 31 Aug 2018

Pencairan Dana Rp 36.097.189

Ke rekening Mandiri *** *** *** 7788 a/n DAYU RIFANTO

Rencana penggunaan dana: Semua dana yang terkumpul akan dikirimkan kepada Karlos dan Hasan, melalui rekening Rektor Sekolah Villanova Manokwari, Bapak Pastor Anton Tromp OSA. Penggunaan dana untuk Karlos dan Hasan ini, akan secara berkala dilaporkan oleh Pembina Asrama, yaitu Bapak Diakon Beny Jehamin OSA, dan kemudian akan kami teruskan melalui update di laman kitabisa ini. Sekali lagi kami mengucapkan terimakasih banyak yang telah mendukung Karlos dan Hasan, semoga mereka dua tidak mengecewakan semangat kita sekalian.

Dayu Rifanto 14 Aug 2018

Update 6 - Ucapan terimakasih dari Orang Tua Karlos

Ucapan terimakasih (update kelima)


Tempo lalu, Bapak dari Karlos meluangkan waktunya untuk datang ke Ubrub dan melalui rekaman video, Pak Guru Godi mengirimkannya kepada kami.

Berikut petikan narasi dari pesan Bapak Karlos

f49cccea20f47a73c817669c219324c3618aeb27

Gambar 1 Orang tua Karlos

"Kami mengucapkan terimakasih".

"Kaka, Mama, Bapak semua ucapkan terimakasih"

Memang Karlo dan Hasan tidak pernah mengenal orang – orang itu (donatur), tapi mereka mau membantu kami. Kami serahkan semua ditangan Tuhan.

Kemarin kami tidak bisa antar Karlos dan Hasan, karena jalannya jauh, kami hanya bisa melepas untuk masa depan, kami lepas dan harapkan mereka dua harus jalan (sekolah) baik. Sekolah baik dan kembali ke kampung bangun kampung kita.-

**

Tidak terasa, 3 hari lagi kampanye ini akan berakhir, dan telah terkumpul biaya untuk keperluan sekolah Karlos dan Hasan sebesar 38Jt, kami tidak berhenti - berhentinya bersyukur, mengambil kalimat dari Orang tua Karlos, sahabat tidak mengenal kedua anak ini tetapi berkenan membantunya, kami hanya bisa mendoakan buat sahabat semua yang telah tergerak membantu.

Kami akan terus kabarkan berbagai perkembangan yang akan dialami oleh Karlos dan Hasan, sebagai bentuk pertanggung jawaban kami terhadap sahabat yang telah membantu. Akhir kata, terimakasih banyak-banyak


Tim kampanye galang donasi #BersamaKarlosHasan

Dayu Rifanto 21 Jul 2018

Update 5 - ​Kisah dari Karlos dan Hasan (Update keempat)

Kisah dari Karlos dan Hasan (Update bagian keempat)


8d7bbc3c47e34b8aedc7697c7ad23d4457046436

Gambar 1. Hasan saat di Kampung


25666adf14612cfb77a70393393aaf2f433badfe

Gambar 2. Saat menuju Manokwari, membeli baju dahulu.


Usai bicara dengan Karlos saya bilang "mana Hasan...?" tanyaku

"Halo..."suaranya yg kecil mengagetkan batukku.
"Hasan...baru kamu dua ni kenapa ke Pastoran?" Tanyaku.
"Ah...pak guru frater minta kami datang jadi...kami ambil timba timba (gayung) sabun..." jawabnya.
"Ko pake sabun mandi apa?" Tanyaku.
"apa e...saya lupa..."
"Sabun Detol?.."
"Bukan..."
"Sabun Citra..."
ha??? Hasan pake sabun citra?
"Hasan ko ni...tampil beda e...ko biasa pake Detol baru...?"
"Iyo pak guru..."
Hasan selalu ingin mencoba hal hal baru. Kali ini Ia coba bagaimana rasanya menggunakan Citra.

"Hasan..."panggilku
"Iyo pak guru"jawabnya
"Ni hari di sekolah buat apa..."
"Kami hafal pancasila
.." jawabnya lantang dengan suara kecilnya
"Baru ko su tau...?"
"Iyo...sudah..."
"Coba ko sebut..."
"PANCASILA..."LANTANG ia berteriak
"Satu. KETUHANAN YANG MAHA ESA..."
"ngeriii ko ni..."
"Dua. Kemanusiaan yang adil dan beradab..."
.....
.....
Ia dengan lantang menyebut isi ke lima sila.
Dari jauh saya bilang "anak ini..."
"kenapa pak guru..." tanya hasan
"...ko mantap"
"Baru tadi nama guru siapa e yang ajar kamu PANCASILA"
"siapa e...karlos ibu guru siapa e...." hasan coba mengingat dan bertanya pada karlos
"Sa su lupa..."jawab karlos.
"Besok sampe sekolah...ko cari dan tanya bu guru pu nama lagi e..." perintahku.
"Iyo pak guru"

Agustinus Hasan Pull. demikian nama lengkapnya. Ia biasa di panggil Hasan. Kedua orang tuanya telah meninggal sejak ia berumur 3 tahun. Sejak kepergian ayah dan ibunya ia tinggal bersama kakaknya lisabeth pull dan adik bungsunya. Kakaknya telah menikah dikarunia.seorang anak. Tapi ia (hasan) bagai pengembara...ia selalu berpindah indah tempat tinggal. Pernah juga tinggal dengan saya beberapa bulan.
Pastoran Paroki Ubrub merupakan rumah terakhir bagi pengembaraannya. Di tempat ini ia tinggal belajar dan membantu pastor Feliks Janggur OSA.
Soal Masak memasak, Hasan jagonya.

"Pak guru...salam buat pastor e..."
"Ko ingat pastor e...?!"
"Iyo sa ingat..."
"Salam buat kaka lisabeth, ipar...ibu guru Ima, ibu guru Novi..pak Guru Naris..."
Salamnya yang banyak ini merupakan ungkapan terimakasih bagi semua orang yang turut membentuk hidupnya.


HASAN TIDAK LEPAS DARI YANG LAIN.

Tulisan pak guru gody.

Dayu Rifanto 14 Jul 2018

Update 4 - Karlos, bagaimana kabar disana ?

Karlos - bagaimana kabar disana ?

b729d072c7fce291cc2d93476e751d2abd3efcc6

Gambar Karlos : sedang melihat kamera.

Tepat pukul 18.26 saya ditelpon fr.ardis. "pak guru...karlos dan hasan mau omong..." katanya.
sejak kemarin saya pu badan tra sehat sekali. Pulang dari Ternate membawa beberapa sakit sebagai oleh-oleh. Juga batuk dan bisul yang setia menemani perjalanan pulangku.


Dan pada saat ditelpon frater, saya masih demam, batuk meledak-ledak di dadaku. Tapi saya beranikan diri bangun dan bicara dengan Karlos dan Hasan.

"Pak guru..." kata Karlos.
" iyo...Pak guru ada sakit ini..." kataku sambil batuk. "Adoh...kasian..." balasnya.
"Bagaimana Karlos...sehat sehat?" Tanyaku. "Iyo sehat. Saya senang di sini. Banyak teman-teman, suaranya terdengar lantang.

"Ah...bagus itu...jangan lompat pagar e...ikut aturan kalau tidak nanti orang kas pulang" nasehatku dengan suara lembut. Kali ini saya heran kenapa saya bisa selembut ini beri nasehat.

"Pak guru di sini tidak ada pagar..." balasnya. "hahaha....iyo ka..? klo begitu ko jangan keluar dari kompleks sekolah dan asrama e...." balasku.
"Iyo pak guru..." katanya

Ini hari ke 2 MOS dan Karlos baik baik saja. Tak ada masalah baginya dalam bergaul...dan ini pertanda ia memiliki kepercayaan diri yang baik.

"Karlos...belajar rajin e..." nasehatku, "kalau ko juara pak guru kas hadiah"
"Iyo pak guru" suaranya yang jauh terasa menyayat hati.

Karlos. Ia anak baik tapi cepat bosan dengan rutinitas. Mesti diingatkan berulang-ulang.
Bila saya bernada suara tinggi ia akan menunduk seperti bunga yang sedang layu. Tapi ia tak menyimpan marah, sebentar lagi ia sudah berguyon padahal saya masih jengkel dengan sikapnya...ahh Karlos. Anak ini mengajarkan kepadaku tentang bagaimana memaafkan dan dalam hal ini saya berguru padanya.

Karlos...ko sekolah baik...jadi orang baik.
Saya tunggu, kami menanti kejutanmu...

"Pak guru..." katanya.

Salam buat Mama...Bapa...Pastor...Om tukang..Suster Suster..Pak Mantri di Rumah Sakit Ubrub, Kaka Dayu Rifanto sekeluarga, Kaka Anna...
Oh ya...salam banyak untuk mereka yang kas kami sumbangan e..."

"Iyo karlos...doa banyak e...belajar rajin..." nasehatku dari jauh. (end)

Oleh : Pak Guru Godi

Dayu Rifanto 9 Jul 2018

Update 3 - Perjalanan Jayapura - Manokwari (Update kedua


Perjalanan Jayapura – Manokwari

Pada tanggal 29 Juni 2018 Karlos,Hasan dan Fr Eman Goa telah berangkat dari Jayapura ke Manokwari. Kurang lebih dua jam menempuh perjalanan udara dari Jayapura ke Manokwari.

Ada yang menarik dari perjalanan ini, selain untuk pertama kalinya Karlos dan Hasan menggunakan pesawat, sebagai anak-anak ada kecemasan juga kerinduan pada kampung halaman yang telah ditinggalkan. Dari raut wajah mereka kecemasan nampak sungguh, terutama pada Karlos.

Hasan jauh lebih menikmati perjalanan, karena bagi Hasan ini bukan untuk pertama kalinya. Sama halnya dengan berpindah dari satu rumah ke rumah lain.

Tetapi kali ini bukan saja rumah, melainkan tempat dan situasi yang berbeda. Bukan kampung dan dusun tetapi kini dia menginjak kota Manokwari, ibukota provinsi Papua Barat.

Dalam percakapan kecil ketika tiba di Manokwari Karlos yang polos mengatakan ; “ pa guru sa naik pesawat rasa macam di mobil.” Hasan menimpali “ sa naik pesawat macam mau muntah.” Dalam tawa saya(Pak guru godi) katakan : “ kamu dua sudah tra ingat dusun?” Hasan menjawab tidak. Hasan hanya mengatakan dia ingat pesan kakaknya ; “ Hasan jalan sekolah baik” yang maksudnya : pergi, sekolah baik-baik.

Sudah lima hari Hasan dan Karlos di asrama sekolah SMP Vilanova Manokwari, mereka masih menyesuaikan diri dengan aturan asrama yang ada. Secara resmi aturan asrama belum dibacakan untuk murid baru.

Tanggal 2 Juli 2018 Hasan dan Karlos sudah terdaftar menjadi murid SMP Vilanova – Manokwari.

Mengenai biaya sekolah yang harus dibayarkan, kami meminta keringanan kepada pihak sekolah agar bisa dibayarkan biaya sekolah dari Karlos dan Hasan ini setelah kampanye galang donasi ini selesai, sehingga kurang lebih sampai dengan tanggal 17 Agustus 2018 jangka waktu dari kampanye ini berakhir dan setelah itu kami akan bayar biaya sekolah untuk Karlos dan Hasan akan menyusul.


Semoga berkenan.


Tim Kampanye Galang donasi #BersamaKarlosHasan.

Terlampir foto - foto Karlos dan Hasan


dd49ad53f97b400e0f1b2ba9e1eab20373372188

Gambar 1. Karlos dan Hasan dalam ruang tidur asrama

937124b8ba490aff5007a13f5e1d56610d042d8c

Gambar 2. Tampak depan asrama putra


1c92ba86533cf09a58a272083704ad10800c0d46

Gambar 3. Bersiap untuk tes masuk sekolah



7635318c886c132ac9b83860c057d2a41b765338

Gambar 4. Anak - anak yang akan mengikuti tes masuk sekolah.



b7e9d02a7544488d5affa15b1d3e772593928a6d

Gambar 5. Ikut membersihkan kebun jagung dilingkungan sekolah.



Dayu Rifanto 24 Jun 2018

Update 2 - Dari Semografi bersiap ke Jayapura

Dari Semografi bersiap ke Jayapura (Perkembangan Karlos dan Hasan)

Setelah di Semografi Karlos berjualan untuk bisa menambah biaya sekolah lanjutannya, sedang Hasan di Ubrub berjuang mendulang emas di sebuah kali di Ubrub untuk mencari jalan menambah biaya sekolahnya, maka akhirnya pilihan menggalang donasi secara lebih luas kami ambil melalui crowdfunding di Kitabisa.com, semoga pilihan ini bisa mengetuk hati banyak pihak untuk mendukung Karlos dan Hasan bersekolah lanjut ke SMP.

Karlos pada tanggal 19 Juni lalu telah turun dari Semografi dan menempuh kurang lebih 6 jam perjalanan kaki dari Semografi ke kota kecamatannya yaitu di Ubrub. Perjalanan turun ini Karlos berjalan bersama sang Bapak.

Bapak hanya mengantar sampai Ubrub, disana, kedua anak ini tinggal sementara bersama pastor Feliks yang ada di Ubrub, selepas dititipkan, sang Bapak menempuh perjalanan kembali ke Semografi. Sesuai rencana mobil angkutan yang hanya ada 3 kali dalam seminggu dengan jalur antaran Ubrub ke Arso, Jayapura. Maka Karlos, Hasan, dan pendamping mereka yaitu Frater Adrianus Emanuel Goa akan menempuh perjalanan dari Ubrub ke Jayapura.

Ada sekian hari waktu menunggu, dan beradaptasi bagi Karlos dan Hasan pada kehidupan yang baru kembali setelah sekian lama dihabiskan di kampung semografi. Di tanggal 29 Juni tim galang donasi telah memesankan tiket pesawat untuk Karlos, Hasan dan Fr Adrianus untuk menempuh perjalanan ke Manokwari.

Kami memilih pesawat sebagai transportasi bagi Karlos, Hasan dan frater yang mengantar bukan tanpa sebab, karena kami khawatir jika menunggu angkutan mobil yang hanya ada 3x dalam seminggu belum tentu waktunya cocok dengan jadwal kapal bersandar di Jayapura. Jika mau mencocokan waktu, bisa saja dengan mencarter mobil untuk antar Karlos, Hasan dari Ubrub ke Jayapura, tetapi ini berarti kami harus mengeluarkan 2,5Jt hanya untuk biaya sewa mobil.

Itu sebab, pilihannya jatuh kepada, tidak apa menunggu jadwal mobil angkutan umum, tetapi nanti dari Jayapura ke Manokwari menggunakan pesawat. Itu yang kami pilih, dan keberangkatan itu akan ditemani oleh Fr. Adrianus dan meninggalkan orang tua Karlos yang telah kembali ke Semografi, ada doa yang dalam dari hati orang tua Karlos dan dari kami semua kepada sahabat donatur yang telah membantu langkah kecil dari dua anak menjelang remaja ini.

Mari kita saling mendoakan langkah – langkah kecil ini, dan sebagai penutup update pertama kami ini, ada sebuah syair dari Pak Guru Godi tentang Karlos dan Hasan.

PEJUANG KECIL

: karlos & hasan

aku, karlos dan hasan telah lama berpisah

ke Timur, aku pergi

menemui kabut kampung

ke Barat, mereka berjalan kaki ke pondok mata kata

bersama hening,

keduanya senantiasa menjelma kangen

pada suatu malam

disaksikan rumah hujan

aku menelpon

ketika sedang bercerita

kaki suara Karlos menendang

dan aku tercebur basah

sebagai pepasiran sungai

hanyut terbawa rindu yang deras

kangenku seperti dusun

senantiasa bahagia didatangi wajah terpencil anak-anak

menempuh jalan emas

yang berbatu,

aku pergi

di muara kata, kudapati

keduanya mendulang kalimat hidup

sambil menyaksikan semangat para pejuang

sesekali di pipi kiri dan kanan

aku berikan pelukan sagu bakar

"pejuang kecil, jadilah senyum

buat hidup yang muram"

bisikku

(Godi Usnaat, Ubrub 2018)

Semoga para donatur dan pembaca berkenan,

Hormat Kami

Tim Galang Donasi #BersamaHasanKarlos

***

da023dd023ae29a91345c39a39d07fc40c659796

e048e903d37b6470d0e10c213a91597337c4e626



Dayu Rifanto 24 Jun 2018

Update 1 - ​Dari Semografi bersiap ke Jayapura

Dari Semografi bersiap ke Jayapura (Perkembangan Karlos dan Hasan)

Setelah di Semografi Karlos berjualan untuk bisa menambah biaya sekolah lanjutannya, sedang Hasan di Ubrub berjuang mendulang emas di sebuah kali di Ubrub untuk mencari jalan menambah biaya sekolahnya, maka akhirnya pilihan menggalang donasi secara lebih luas kami ambil melalui crowdfunding di Kitabisa.com, semoga pilihan ini bisa mengetuk hati banyak pihak untuk mendukung Karlos dan Hasan bersekolah lanjut ke SMP.

Karlos pada tanggal 19 Juni lalu telah turun dari Semografi dan menempuh kurang lebih 6 jam perjalanan kaki dari Semografi ke kota kecamatannya yaitu di Ubrub. Perjalanan turun ini Karlos berjalan bersama sang Bapak.

Bapak hanya mengantar sampai Ubrub, disana, kedua anak ini tinggal sementara bersama pastor Feliks yang ada di Ubrub, selepas dititipkan, sang Bapak menempuh perjalanan kembali ke Semografi. Sesuai rencana mobil angkutan yang hanya ada 3 kali dalam seminggu dengan jalur antaran Ubrub ke Arso, Jayapura. Maka Karlos, Hasan, dan pendamping mereka yaitu Frater Adrianus Emanuel Goa akan menempuh perjalanan dari Ubrub ke Jayapura.

Ada sekian hari waktu menunggu, dan beradaptasi bagi Karlos dan Hasan pada kehidupan yang baru kembali setelah sekian lama dihabiskan di kampung semografi. Di tanggal 29 Juni tim galang donasi telah memesankan tiket pesawat untuk Karlos, Hasan dan Fr Adrianus untuk menempuh perjalanan ke Manokwari.

Kami memilih pesawat sebagai transportasi bagi Karlos, Hasan dan frater yang mengantar bukan tanpa sebab, karena kami khawatir jika menunggu angkutan mobil yang hanya ada 3x dalam seminggu belum tentu waktunya cocok dengan jadwal kapal bersandar di Jayapura. Jika mau mencocokan waktu, bisa saja dengan mencarter mobil untuk antar Karlos, Hasan dari Ubrub ke Jayapura, tetapi ini berarti kami harus mengeluarkan 2,5Jt hanya untuk biaya sewa mobil.

Itu sebab, pilihannya jatuh kepada, tidak apa menunggu jadwal mobil angkutan umum, tetapi nanti dari Jayapura ke Manokwari menggunakan pesawat. Itu yang kami pilih, dan keberangkatan itu akan ditemani oleh Fr. Adrianus dan meninggalkan orang tua Karlos yang telah kembali ke Semografi, ada doa yang dalam dari hati orang tua Karlos dan dari kami semua kepada sahabat donatur yang telah membantu langkah kecil dari dua anak menjelang remaja ini.

Mari kita saling mendoakan langkah – langkah kecil ini, dan sebagai penutup update pertama kami ini, ada sebuah syair dari Pak Guru Godi tentang Karlos dan Hasan.


PEJUANG KECIL

: karlos & hasan


aku, karlos dan hasan telah lama berpisah

ke Timur, aku pergi

menemui kabut kampung

ke Barat, mereka berjalan kaki ke pondok mata kata

bersama hening,

keduanya senantiasa menjelma kangen



pada suatu malam

disaksikan rumah hujan

aku menelpon

ketika sedang bercerita

kaki suara Karlos menendang

dan aku tercebur basah

sebagai pepasiran sungai

hanyut terbawa rindu yang deras



kangenku seperti dusun

senantiasa bahagia didatangi wajah terpencil anak-anak



menempuh jalan emas

yang berbatu,

aku pergi

di muara kata, kudapati

keduanya mendulang kalimat hidup



sambil menyaksikan semangat para pejuang

sesekali di pipi kiri dan kanan

aku berikan pelukan sagu bakar

"pejuang kecil, jadilah senyum

buat hidup yang muram"

bisikku


(Godi Usnaat, Ubrub 2018)


Semoga para donatur dan pembaca berkenan,


Hormat Kami

Tim Galang Donasi #BersamaHasanKarlos

Disclaimer : Informasi dan opini yang tertulis di halaman campaign ini adalah milik campaigner (pihak yang menggalang dana) dan tidak mewakili Kitabisa.

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Campaign Telah Berakhir

Anda tidak dapat menggalang untuk halaman penggalangan ini karena batas waktu telah berakhir.

Mau buat halaman untuk galang dana online seperti ini?