Kitabisa! - Bantu Warga Tanjung, Lombok Utara Bangun Pesantren

Bantu Warga Tanjung, Lombok Utara Bangun Pesantren

Bantu Warga Tanjung, Lombok Utara Bangun Pesantren
​Keinginan warga Tanjung, Lombok Utara – NTB membangun pesantren ternyata menemui banyak hambatan. Sebanyak 120 santri dan 40 diantaranya menetap di Pesantren

Rp 16.783.262

terkumpul dari Rp 425.000.000
4% tercapai
Campaign Telah Berakhir

0 SHARES



Penggalangan dana dimulai 14 Nov 2017 oleh:

Baca update terbaru dari penggalangan dana ini!

Keinginan warga Tanjung, Lombok Utara – NTB membangun pesantren ternyata menemui banyak hambatan. Pesantren yang diberi nama Assa’idiyah dibangun sejak tanggal 29 April 2011. Dan tidak berapa lama setelah pesantren dibangun, mereka mengalami musibah kebakaran. Akhirnya pada tahun 2013, para pengasuh pondok pesantren tidak sanggup meneruskan kegiatan belajar mengajar.

Tepatnya 29 Juli 2017, para pengasuh kembali bertekad menghidupkan kembali Pesantren Assa’idiyah. Pendaftaran dibuka untuk para santri dan santriwati meskipun kondisi pesantren masih belum layak untuk digunakan sebagai proses belajar mengajar.

610dd1d4d5b470212fb297e2f23475cc9898f938

Hanya dengan menggunakan dinding anyaman dan daun kelapa dengan beralaskan tikar dan terpal. Para pengasuh mengundang wali santri dan para jamaah untuk mengutarakan rencana pembangunan pesantren. Dan hasil dari pertemuan wali santri yang rata-rata berasal dari kalangan menengah ke bawah. Mereka berhasil mengumpulkan sumbangan sebesar Rp 2.375.000,-

426b253387174d6ee17acd7ee77b83ab0ef6cf2c

eae789f274f1d55b713608841f0d9efa9f209281

Dari uang hasil tersebut digunakan untuk membeli bahan bangunan seperti batu, semen dan besi yang jumlahnya masih jauh dari kebutuhan. “yang penting bisa buat peletakan batu pertama”, kata salah satu pengasuh pesantren.

5ab0d0cc9b3d5b9e81a1d2c8e8463f105e8ea35fSebanyak 120 santri dan 40 diantaranya menetap di pondok Pesantren dengan kondisi tempat yang apa adanya.

610dd1d4d5b470212fb297e2f23475cc9898f938

Bagaimana dengan para pengajar? Para pengajar atau guru yang di sana sebanyak 15 orang, saat ini hanya menerima gaji sebesar Rp 75.000/bulan. Uang tersebut berasal dari kantong pribadi pengurus.

f035633bb4c50c79cff67260fee27dac783a92cc

Melihat kondisi tersebut, Sekolah Relawan bertekad mengajak masyarakat untuk bersama-sama membantu mewujudkan masyarakat Tanjung, Lombok Utara – NTB mempunyai gedung pesantren yang memadai.


Salam


Sekolah Relawan

021 7751 975


Disclaimer : Informasi dan opini yang tertulis di halaman penggalangan ini adalah milik penggalang dana dan tidak mewakili Kitabisa.

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Campaign Telah Berakhir

Donatur 75

  • Rp. 5.000.564
    Anonim
  • Rp. 1.000.995
    Anonim
  • Rp. 1.000.410
    Anonim
  • Rp. 1.000.000
    Anonim
  • Rp. 1.000.000
    Hadi Suprayitno

    Semoga Amanah

  • Rp. 500.452
    Anonim
  • Rp. 500.417
    Anonim

    Taman untuk menabung amal, ladang untuk menyemai senyum bagi sauara kita. Ayuk kita bangunkan mushala atau masjid yang pantas buat mereka.

  • Rp. 500.384
    Anonim
  • Rp. 500.349
    Anonim
  • Rp. 350.801
    Anonim
SHOW MORE
  • Rp. 100.516
    Anonim
  • Rp. 10.000
    Anonim
  • Rp. 25.330
    Anonim

    Insyaallah bisa menghasilkan penghafal quran dan hadits, dan menghasilkan da'i yg berkualitas utk kemaslahatan umat. Aamiin.

  • Rp. 25.000
    Anonim
  • Rp. 10.000
    Anonim
  • Rp. 150.917
    Anonim
  • Rp. 500.452
    Anonim
  • Rp. 50.000
    Anonim
  • Rp. 101.000
    Anonim

    semoga ALLAH mudahkan, aamiin

  • Rp. 200.000
    Hadi Suprayitno

    Semoga Amanah Mohon doanya buat

SHOW MORE
Sekolah Relawan 14 Aug 2018

Update 2 - Kiriman Daging Qurban untuk saudara kita di penjuru Indonesia!

Di Indonesia, masih banyak daerah yang jarang sekali mengkonsumsi daging sapi. Sebagai saudara se tanah air, tidak ada salahnya untuk membantu satu sama lain di momen Idul Adha yang akan datang sebentar lagi.

Sekolah Relawan mengajak teman-teman semua untuk memberikan daging qurban di daerah, mulai dari harga Rp 2,5 Juta!

Kita dapat ikut membantu saudara kita yang tinggal di berbagai daerah Indonesia dengan minimnya tingkat konsumsi daging di daerah sana.

Kamu dapat menunaikan qurban dengan klik:

5061f496c4e783952f7c5a3abc4108ca869b2fa9.png

Sekolah Relawan 12 Mar 2018

Update 1 - As-Sai'diyah, Sebuah Ikhtiar Membangun Istana

SRNews, Depok (3/9)- “ Saya ingin punya kamar yang lebih luas dan punya aula yang lebih besar……..”

“Saya ingin menjadi seorang hafidzah..”
“Saya ingin pesantren ini lebih berkembang dan maju…”

Kumpulan harapan dan doa sederhana itu keluar dari santri-santri kecil yang sedang merintis upaya meraih cita di sebuah "Istana Ilmu".

Siapa yang menyangka bahwa dibalik bangunan pesantren yang belum rampung dibangun ini berdiri sosok-sosok kecil dengan semangat yang kokoh memiliki harapan dan doa yang tidak berhenti berterbangan menembus langit. Setiap hari lantunan ayat-ayat wahyuNya menjadi soundtrack terbaik bagi kisah perjuangan para santiwan dan santriwati pesantren As-Sai'diyah Lombok dalam menimba ilmu.

Pesantren As-Sai'diyah berada di Desa Sigar Penjalin, Lombok Utara. Keterbatasan sarana pendidikan tidak membuat gairah belajar mereka tenggelam begitu saja. Dedikasi para guru pun melampaui kata professionalisme semata, pribahasa “pahlawan tanpa tanda jasa” bukan konotasi semata, para guru di pesantren ini seringkali tak mendapat upah atau gaji.

Pesantren As-Sai'diyah dibangun pada 21 Mei 2012, pendiri pesantren adalah Ust. Moh. Sa’id. Ada sekitar 120 santri yang belajar disana, 40 diantaranya mondok dipesantren. Menurut Imam salah satu relawan lokal yang berdedikasi pada dunia pendidikan, kondisi belajar mengajar dipesantren masih belum kondusif akibat belum memadaianya segala sarana dan prasarana belajar.



“Tanah ponpes ini merupakan wakaf dari seseorang. Pembangunannya pun dilakukan secara swadaya oleh orangtua santri” ungkap Imam saat diwawancarai melalui pesan singkat (3/9).

Hingga saat ini pembangunan pesantren masih belum selesai sepenunhya, beberapa komunitas dan lembaga sosial menyalurkan bantuan untuk mendukung pembangunan pesantren ini. Selain kekurangan dalam fasilitas infrastruktur sekolah berupa asrama, ruang kelas dan aula, para santri dan guru pun mengalami kesulitan akibat kekurangan fasilitas pendukung belajar, seperti peralatan sekolah, seragam, alat tulis dan lain sebagainya.

Beberapa orang santri mengungkapkan keinginannya untuk memiliki ruangan sekolah yang layak dan memadai, mereka ingin ada aula yang besar agar bisa dipakai sebagai ruangan mengaji bersama, mereka berharap bisa menuntut ilmu dengan lebih nyaman dan tenang.

Tak hanya sekedar berharap dalam diam, para santri dan guru Pesantren As-Sadiyah tidak bertopang dagu dan menyerah pada keterbatasan, mereka terus bergerak dan berkarya dalam keterbatasan, beberapa orang yang tergerak dan terinspirasi datang dan merangkul untuk berbagi dan membantu mewujudkan harapan dan doa santri agar memiliki bangunan pesantren yang layak dan nyaman.

Maka dari itu, Sekolah Relawan pun menjembatani amanah para donatur yang tergerak untuk membantu, beberapa waktu lalu bantuan untuk mendukung pembangunan pesantren disampaikan oleh Imam. Menurut Imam bantuan tersebut segera dialokasikan untuk keperluan keramik, pasir dan semen. Hal itu agaknya mampu meringankan sedikit beban.



Namun, proses pembangunan masih belum usai, perjuangan untuk membangun Istana ilmu masih panjang, melalui kabar ini Sekolah Relawan mengajak orang-orang baik yang tergerak dan terinspirasi untuk bergandengan bersama membangun Istana Ilmu yang layak demi keberlangsungan generasi islam di Lombok Utara. Agar lantunan-lantunan wahyu itu terus terbang di dada semesta, agar semangat-semangat para pejuang muda bisa tetap menyala menyinari bangsa.

Disclaimer : Informasi dan opini yang tertulis di halaman campaign ini adalah milik campaigner (pihak yang menggalang dana) dan tidak mewakili Kitabisa.

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Campaign Telah Berakhir

Anda tidak dapat menggalang untuk halaman penggalangan ini karena batas waktu telah berakhir.

Mau buat halaman untuk galang dana online seperti ini?