Kitabisa! - Tuntaskan Krisis Air Bersih di Pulau Madu, SULSEL

Tuntaskan Krisis Air Bersih di Pulau Madu, SULSEL

Tuntaskan Krisis Air Bersih di Pulau Madu, SULSEL
Air tawar sangat langka di Pulau Madu, ayo bantu warganya untuk mengakhiri krisis air bersih dengan adanya teknologi desalinasi air payau!

Rp 850.824.928

terkumpul dari Rp 833.600.000
102% tercapai
Campaign Telah Berakhir

0 SHARES



Penggalangan dana dimulai 25 Jun 2016 oleh:

Baca update terbaru dari penggalangan dana ini!

Sulitnya Air Tawar Di Pulau Madu

Tahukah Anda bahwa Indonesia memiliki satu pulau yang bernama pulau Madu? Jika belum tahu, pulau Madu ini terletak paling tenggara dari provinsi Sulawesi Selatan. Pulau ini berada disebelah timur gugusan pulau Bonerate yang terkenal keindahannya. Pulau yang memiliki lebar sekitar 1 KM dan panjang 8 KM ini dapat ditempuh dari pulau Adonara Nusa Tenggara Timur sekitar 10 jam dengan menggunakan kapal laut, sedangkan jika dari Ujung Pandang dibutuhkan waktu 1,5 hari perjalanan laut.

Pertama kali tim Badan Wakaf Al Qur'an berkunjung ke pulai ini pada tahun 2013 saat mendistribusikan 500 eksemplar Al Qur'an. Respon warga pulau Madu sangat bagus, mengingat selama ini yang memberi bantuan Al Qur'an suma 2-5 eksemplar saja, hal ini disampaikan oleh pak Geno selaku Kepala Desa di pulau Madu.

Pulau yang dihuni lebih dari 2500 jiwa ini merupakan salah satu pulau yang terisolasi. Sulitnya jalur transportasi yang ditempuh membuat pulau ini lambat berkembang. Salah satu kampung yang kesulitan mengakses air bersih adalah Onesatonde atau biasa disebut Onesatonda. Di pulau ini warga hanya mengandalkan satu-satunya sumur air tawar yang berjarak sekitar 100 meter dari pemukiman penduduk. Mereka harus rela antri demi mendapatkan air untuk kebutuhan minum dan memasak.

Waktu untuk antri setidaknya 6 jam, karena warga mulai antri jam 5 pagi dan pulang menjelang dhuhur.

Meskipun antri berjam-jam warga rela antri, karena air dalam sumur ini mereka anggap sudah baik untuk dikonsumsi, walaupun setelah di tes ternyata TDS airnya lebih dari 1000ppm, padahal berdasarkan aturan dinas kesehatan di Indonesia batas maksimal TDS air minum adalah 600ppm.

Menurut penuturan Pak Geno, Kepala Desa Onesatonde Pulau Madu, warganya mengalami 2 kesulitan fasilitas umum yang paling dibutuhkan warga yaitu air bersih dan listrik. Untuk Listrik belum ada jaringan PLN sehingga warga menggunakan genset untuk menerangi rumah mereka masing-masing. Untuk air bersih ini belum ada solusi yang bisa memenuhi kebutuhan air bersih warganya, kecuali 1 sumur yang tawar yang dimiliki desa. Itu pun pada bulan Oktober sampai Desember volume air sumur biasanya menyusut tajam.

Mesin Desalinasi Air Payau Sebagai Solusi

Setelah mengetahui kondisi warga di pulau Madu yang kesultan air bersih, maka Badan Wakaf Al Qur’an (BWA) pada tahun 2014 lalu membuat proyek wakaf sarana air bersih di kepulauan madu ini. BWA menilai bahwa masalah krisis air bersih di desa Onesatonde pulau Madu ini dapat diselesaikan dengan menggunakan mesin desalinasi air payau. Mesin ini dapat memfilter air payau menjadi air tawar dengan TDS rendah antara 10-30ppm.

Oleh karena itu, BWA berencana membuat Project Wakaf Sarana Air Bersih dengan mesin desalinasi yang dilengkapi dengan teknologi prepaid.

Teknologi prepaid ini digunakan sebagai solusi agar dana infaq perawatan mesin yang dibayarkan masyarakat ketika mengambil air di hydran umum ini, dapat teratur terkumpul optimal. Mesin ini rencananya di desain bersifat "mobile" sehingga mudah dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain yang juga membutuhkan air bersih. Selain Onesatonde adalah daerah Tehu u dan juga Liaganda yang juga membutuhkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Sejak tahun 2014 yang lalu, BWA telah melakukan kampanye penggalangan dana untuk merealisasikan proyek ini. Informasi tentang proyek pembangunan sarana air bersih di pulau madu ini dapat di lihat di website www.wakafquran.org atau langsung kunjungi laman proyeknya di http://goo.gl/D0kSPL

Info Tentang Proyek ini bisa menghubungi:
Darminto HP/WA 085234738915

Disclaimer : Informasi dan opini yang tertulis di halaman penggalangan ini adalah milik penggalang dana dan tidak mewakili Kitabisa.

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Campaign Telah Berakhir

Donatur 603

  • Rp. 428.500.000
    Wakif Network BWA

    Alhamdulillah, Semoga segera terwujud menyelesaikan krisis air bersih di pulau madu..

  • Rp. 111.800.000
    Wakif Network BWA

    alhamdulillah.. donasi wakaf untuk project pulau madu sudah terpenuhi.. terimakasih kapada semua wakif yang telah membantu project ini..

  • Rp. 75.000.000
    UPZ BNI SYARIAH
  • Rp. 63.050.000
    Wakif Network BWA
  • Rp. 53.866.000
    Wakif Network BWA
  • Rp. 10.000.945
    Anonim
  • Rp. 10.000.853
    Anonim
  • Rp. 3.000.000
    Anonim
  • Rp. 3.000.000
    bagas handoko
  • Rp. 2.100.101
    Anonim
SHOW MORE
  • Rp. 50.930
    Anonim

    Semoga Allah limpahkan selalu rizki dan keberkahan di pulau madu Aamiin

  • Rp. 300.000
    Anonim
  • Rp. 20.797
    Muhammad Gunawan Gamal
  • Rp. 100.830
    Tuti Alawiyah
  • Rp. 110.986
    Anonim
  • Rp. 100.000
    Anonim
  • Rp. 20.000
    Hαmbα Allαh
  • Rp. 50.207
    nn

    dahono fam

  • Rp. 111.800.000
    Wakif Network BWA

    alhamdulillah.. donasi wakaf untuk project pulau madu sudah terpenuhi.. terimakasih kapada semua wakif yang telah membantu project ini..

  • Rp. 111.103
    Anonim
SHOW MORE
Badan Wakaf Al Quran 21 Jun 2017

Update 11 - Alhamdulillah, Sarana Air Bersih Selesai!

Ramadhan Pertama Warga Pulau Madu Menikmati Wakaf Sarana Air Tawar

Ratusan warga berwajah ceria, tersenyum hingga bahkan tertawa saat air muncrat mengalir deras membasahi wajah anak-anak Onesatonde yang mengelilingi kran air dalam acara simbolik peresmian wakaf sarana air bersih, Jum’at (26/5/2017) di depan Sekretariat Nadzir Wakaf Sarana Air Bersih, Pulau Madu.

“Kami, mewakili warga Pulau Madu, sangat senang dan bahagia dengan adanya mesin filter ini, apalagi ini sudah memasuki bulan-bulan kemarau, sehingga adanya mesin filter ini sangat penting untuk penyediaan air tawar bagi penduduk Pulau Madu,” ujar Kepala Desa Pulau Madu Geno, dalam sambutannya.

Rasa senang juga disampaikan Suryani, seorang ibu yang setiap pukul 02.00 atau 03.00 harus antri mengambil air di satu-satunya sumur yang airnya tawar yang ada di Pulau Madu. “Senang sekali Pak, jadi saya tidak perlu pergi ke sumur ini pagi-pagi untuk ambil air tawar,” ucap ibu tiga anak ini.

Hal senada juga disampaikan Dita. “Warga biasanya ambil air tawar ke sumur ini Pak, jam 02.00 itu sudah rame orang bahkan kalau musim kemarau di bulan Oktober sampai Februari, tempat ini (sumur) seperti pasar, bahkan ada yang membawa bayi mereka ikut ngantri di sumur untuk mendapatkan air bersih,” ujarnya.

Antusiame warga menyambut adanya air tawar semakin bermakna tatkala peresmian wakaf sarana air bersih ini dilakukan menjelang hari pertama Ramadhan 1438 H. “Alhamdulillah, Insya Allah ini adalah Ramadhan pertama warga Pulau Madu menikmati air tawar,” ujar Ustadz Arifudin Anwar, mitra lapang Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) saat meminum air hasil filterisasi dari TDS 5400 ppm menjadi 100 ppm.

Mesin desalinasi dan juga generator set (genset) merek Yanmar-Stanford berkapasitas 10 KVA type silent disimpan dan dirawat oleh nadzir wakaf di sekretariat tersebut.

Arifudin terlihat menahan haru sesaat setelah meminum air tawar tersebut, karena perjuangan membawa mesin desalinasi dari Lamongan sampai ke Pulau Madu sungguh sangat berat.

Alhamdulillah, air tawar yang selama ini menjadi impian bagi warga pulau madu akhirnya terwujud berkat wakaf sarana air bersih dari kaum Muslimin yang berhasil digalang BWA sejak 2014 melalui program Water Action for People (WAfP).

Pulau Madu merupakan pulu kecil dan terpencil yang berada paling selatan dari Provinsi Sulawesi Selatan. Pulau ini hanya memiliki lebar sekitar 1 Kilometer dan panjang sekitar 8 Kilometer.[]


Terimakasih kepada semua donatur (wakif) dan semua pihak yang terlah berpartisipasi dalam proyek wakaf sarana air bersih di pulau Madu ini.

Ayo sukseskan proyek wakaf lainnya yang di galang oleh BWA lainnya di:

www.kitabisa.com/airmauleum

www.kitabisa.com/wakafalquranBWA

anda juga bisa melihat proyek lainnya di www.wakafquran.org


Badan Wakaf Al Quran 29 May 2017

Update 10 - Kisah Perjalanan Menuju Pulau Madu

Alhamdulillah, tanggal 24 mei 2017 perjalanan menuju pulau Madu dilanjutkan setelah semalam cuaca tidak mendukung sehingga harus berhenti di pulau Pemana. Birunya laut yang masih asri serta pemandangan pelau besar (merkuri) membayar lunas penantian semalaman, ditambah indahnya sunrise memberikan pengalaman tersendiri bagi tim BWA.

sunrise di pulau padu

Pada pukul 7.15 WITA kapal Armada Bahari Mulya yang membawa mesin desalinasi dan genset berlayar lagi menuju pulau madu. Di nakhodai oleh bapak Berani Dusu dan juga bapatua Ibrahim, kapal wakaf yang di melakukan perdana pada 8 april 2013 di dermaga pangkalan PLP kelas 1 Jakarta ini langsung tancap gas. Butuh waktu sekitar 8 jam untuk menuju pulau Madu, artinya sekitar sore kapal ini InsyaAllah sampai di lokasi proyek.

pulu pemana

Sebelumnya saat kapal berangkat dari lamongan Jawa Timur, kapal mengalami kandas karena air laut menyusut sehingga kapal harus diam dulu menunggu air laut pasang. Kapal baru bisa berlayar jumat siang sekitar jam 13.30 WIB setelah melaksanakan sholat Jum’at. Perjuangan belum selesai sampai disini.

Saat kapal sampai di wilayah perairan Bali.. Kapal Armada Bahari Mulya dihadang oleh ombak tinggi sekitar 4 meter mulai dari jam 18.00 sampai jam 02.00 dini hari waktu setempat. Namun karena bapatua Ibrahim sudah terbiasa dan berpengalaman mengemudikan kapal, Alhamdulillah, kapal akhirnya melaju dengan selamat.

kapten kapal bari mulya

Sepanjang jalan menuju pulau madu Alhamdulillah cuaca sangat bersahabat, laut teduh bahkan ombakpun tidak ada riaknya. Mungkin do’a dan dzikir kami semalam didengar oleh Sang Pemilik Lautan, Allah Azza Wa Jalla. Ditambah pagi setelah sholat shubuh berjama’ah di kapal, ustadz Arifudin memimpin do’a agar perjalanan ke Pulau Madu ini menjadi perjalananan yang penuh dengan kebaikan dan terasa cepat walaupun jaraknya cukup jauh. Alhamdulillah..

Ditengah perjalanan, tepatnya jam 16.46 kapal diiringi ikan lumba-lumba yang bermain ke permukaan laut.. subhanallah..

Apakah tantangannya sudah selesai? Belum.. Kepala desa pulau madu belum bisa dihubungi karena jaringan seluler di pulau Madu juga jelek bahkan nyaris tidak ada sama sekali. Semoga beliau tidak pergi, sehingga bisa mempersiapkan segala kebutuhan tim untuk menurunkan mesin genset yang beratnya hampir 1 ton, dan juga mesin-mesin desalinasi.

Peresmian di hari terbaik

Rencana Peresmian wakaf sarana air bersih ini akan dilakukan pada tanggal 26 Mei 2017. Sehingga Ramadhan tahun ini warga pulau madu tidak lagi mengalami krisis air bersih. Mereka tidak lagi minum kopi asin karena air yang mereka selama ini payau bahkan asin.

Lebih dari itu, yang paling membahagiakan adalah mengalirnya pahala kepada seluruh wakif yang telah berpartisipasi mensukseskan proyek ini.

Masih ada beberapa proyek wakaf sarana air bersih yang dilakukan oleh BWA, dan masih membutuhkan banyak dana wakaf. Oleh karena itu jangan sampai terlewat kesempatan emas, menyambut bulan ramadhan siapkan harta terbaik Anda untuk berwakaf, niatkan pahalanya untuk Anda atau orang-orang tercinta yang telah meninggal. Insya Allah pahalanya akan sampai kepada mereka yang telah wafat.. Anda harus ikut!!

Badan Wakaf Al Quran 23 May 2017

Update 9 - Campaign Telah Berakhir

Halo Para Donatur,

Terima kasih sudah berdonasi di campaign Tuntaskan Krisis Air Bersih di Pulau Madu, SULSEL!

Anda mendapatkan email ini karena campaign telah diakhiri oleh Badan Wakaf Al Quran.

Total donasi yang terkumpul hingga update ini sejumlah Rp 850.824.928 dari 603 donatur.

Tunggu update berikutnya dari Badan Wakaf Al Quran terkait penggunaan dana.

Terima kasih!

Badan Wakaf Al Quran 17 May 2017

Update 8 - Paket mesin Desalinasi siap berlayar ke Madu

Alhamdulillah, hari ini, 17 Mei 2017 genset mesin desalinasi sudah sampai di lamongan dan dimuat ke kapal Armada Bahari Mulia. Mesin Yanmar Stanford dengan kapasitas 10 KVA ini merupakan sumber power untuk menghidupkan mesin desalinasi. mengingat di pulau madu tidak jaringan listrik PLN karena di pulau terpencil.

Kapal insyaAllah akan berlayar ke pulau Madu pada hari kamis pagi hari, diperkirakan sampai di Maumere pada hari senin pagi.

Tim BWA rencananya menuju Maumere hari senin, dan menuju pulau Madu pada malam harinya agar bisa sampai di pulau Madu pada hari selasa pagi. Perjalanan dari Maumere ke pulau Madu sekitar 11 jam.

Mohon do'a agar perjalanan menuju pulau Madu membawa wakaf sarana air bersih berupa mesin desalinasi ini selamat dan tidak ada halangan. Aamiin..

===

Kampanye proyek wakaf BWA yang lain dapat dilihat di kitabisa.com/airmauleum. Kampanye proyek wakaf untuk saudara kita di desa Mauleum TTS NTT.

Anda juga bisa ke https://goo.gl/rxcbHt untuk melihat proyek tersebut di laman resmi BWA.


Badan Wakaf Al Quran 17 May 2017

Update 7 - Mesin Desalinasi sudah selesai dirakit

Proyek wakaf pengadaan sarana air bersih di pulau madu sudah berjalan 50%, ditandai dengan selesai dirakitnya mesin desalinasi.

Mesin ini memiliki kapasitas 2000 liter per jam atau 16.000 liter jika mesin beroperasi selama 8 jam.

Jumlah KK di pulau Madu sekitar 300 KK atau sekitar 1200 jiwa. Air hasil filterisasi ini akan digunakan untuk masak dan minum warga pulau madu. Dengan estimasi tiap KK membutuhkan 20 liter sehari maka dibutuhkan sekitar 6.000 liter.

Rencana Peresmian

Rencananya presmian wakaf sarana air bersih ini diresmikan pada bulan mei 2017 ini, direncakan sebelum bulan Ramadhan 1438 H, wakaf sarana air bersih ini sudah bisa dioperasikan dan diresmikan untuk digunakan oleh warga pulau madu.

Wakaf sarana air bersih ini akan dikelola oleh Nadzir wakaf yang sudah ditunjuk oleh BWA yakni pak Geno yang saat ini kebetulan menjabat sebagai kepala desa. Pak Geno akan memberikan laporan penggunaan wakaf sarana air bersih ini berupa mesin desalinasi dan perlengkapan lainnya agar bisa bertahan lama.

Pulau madu merupakan salah satu pulau yang menjadi daerah binaan Ustadz Arifudin Anwar yang memiliki pesantren yatim dan dhuafa di pulau adonara flores timur NTT. Beliau juga akan membantu melakukan monitoring secara berkala, rencananya setiap 4 bulan sekali beliau akan ke pulau madu. Untuk melihat pemanfaatan wakaf sarana air bersih di pulau Madu ini.

Badan Wakaf Al Quran 26 Apr 2017

Update 6 - Alhamdulillah, dana wakaf terkumpul 102%

Assalamu'alaikum...

Kepada para wakif dan donatur kitabisa.com, Alhamdulillah penggalangan dana wakaf untuk sarana air bersih di desa pulau madu sudah terpenuhi. dari pengumpulan dana tercapai sekitar Rp. 850.071.178 ( tercapai 102%) dari target donasi wakaf yang ditargetkan.

Saat ini mesin desalinasi sudah sekitar 60% selesai dirakit di Bandung, Insya Allah akhir bulan April 2017 mesin sudah siap. Direncanakan pertengahan Mei 2017 mesin desalinasi akan di set up di desa pulau Madu, oleh tim teknisi beserta tim Badan Wakaf Al Qur'an Jakarta bersama Ustadz Arifudin Anwar selaku partner lapang BWA.

Semoga wakaf yang ibu/bapak berikan diterima oleh Allah SWT dan dibalas oleh pahala yang senantiasa mengalir. Seiring dengan penuhnya ember dan periuk warga pulau madu dengan air bersih yang dihasilkan dari mesin yang ibu/bapak wakafkan ini untuk memenuhi kebutuhan masak mereka.

Jangan lupa dukung terus project wakaf yang dibuat BWA, Insya Allah amanah wakaf Anda akan kami salurkan kepada saudara kita yang mengalami kesulitan.

Wassalamu'alaikum...

Badan Wakaf Al Quran 5 Apr 2017

Update 5 - Tempat Mesin Desalinasi Sudah Jadi

Tempat Mesin Desalinasi Sudah Jadi, Harapan Warga Semakin Menjadi

Harapan warga Pulau Madu untuk dapat mengakses air tawar semakin menjadi, pasalnya sekretariat nadzir wakaf sarana air bersih dan tempat penyimpanan mesin desalinasi sudah jadi. “Kami sangat berterima kasih atas partisipasinya dan inisiatif dari Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) untuk membantu desa kami yang sangat membutuhkan air bersih,” ungkap Asmunawir, pejabat Desa Pulau Madu, Kecamatan Pasilambena, Kabupaten Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan.

Bila dipersentasikan, pembangunan sarana air bersih tersebut baru rampung sekitar 25 persen. “Karena masih menunggu mesin desalinasi yang masih proses pemesanan di Jakarta,” ungkap Darminto, penanggung jawab proyek pembangunan sarana air bersih BWA, Kamis (26/1/2017).

Darminto menargetkan instalasi mesin desalinasi dapat diwujudkan pada Maret 2017.

Mesin desalinasi dirancang agar menghasilkan air tawar dengan TDS di bawah 100 ppm berkapasitas 20.000 liter setiap harinya. Dengan kapasitas ini diharapkan kebutuhan air warga Pulau Madu untuk memasak dan minum dapat terpenuhi.

Estimasi jumlah penduduk yang berjumlah 300 KK, dengan kebutuhan air bersih setiap KK memerlukan 50 liter, maka setiap hari diperlukan 15.000 liter air bersih. “In syaa Allah kapasitas mesin desalinasi yang dirancang dapat memenuhi kebutuhan air bersih warga Pulau Madu ini,” ujar Darminto.

Agar target instalasi mesin desalinasi dapat terwujud sesuai waktu yang ditargetkan, melalui program Water Action for People (WAfP), BWA mengajak kepada kaum Muslimin untuk terus berwakaf untuk pengadaan sarana air bersih di pulau kecil paling tenggara Sulawesi Selatan. Karena setiap tetes air yang digunakan oleh warga untuk masak dan minum akan memberikan pahala kepada para wakif. Untuk itu Anda harus ikut![]

Badan Wakaf Al Quran 13 Aug 2016

Update 4 - Sekretariat pengurus selesai September '16

Alhamdulillah proses penggalangan dana untuk pembangunan wakaf sarana air bersih di pulau madu telah terkumpul Rp. 228.317.818,- per tanggal 13 Agustus pagi sebelum jam 07.00 pagi. Kami ucapkan Jazakumullah khairan jaza' kepada donatur/wakif yang telah berpartisipasi dalam kampanye pembangunan wakaf sarana air bersih di pulau madu ini.

Respon masyarakat untuk membantu saudara kita yang kesulitan air bersih di wilayah ini cukup besar. Semoga informasi wakaf sarana air bersih ini dapat tersebar ke banyak orang sehingga segera terkumpul dana untuk pembangunan sarana air bersih di pulau terpencil ini.

Dana yang terkumpul diatas merupakan gabungan dari jumlah donasi yang berhasil dilakukan oleh Badan Wakaf Al Qur’an. Silahkan kunjungi website BWA di www.wakafquran.org untuk melihat kampanye wakaf untuk pulau madu.

Pada akhir juli 2016 yang lalu, Ustadz Arifudin Anwar selaku partner lapang BWA untuk pulau madu berkunjung ke kantor BWA dan menyampaikan beberapa hal terkait kegiatan safari dakwahnya di wilayah pulau-pulau terpencil di NTT. Dan pada pertengahan bulan Agustus 2016 nanti Ustadz Arifudin Anwar akan melakukan supervisi pekerjaan pembangunan sekretariat pengurus wakaf dan power house ke pulau Madu. Ditargetkan awal bulan September sekretariat pengurus dan power house selesai dikerjakan.

Sekretariat ini berfungsi untuk kegiatan administrasi dan kantor pengurus sarana air bersih yang dibangun, juga untuk menyimpan mesin desalinasi air payau. Pengurus wajib menjaga dan merawat agar mesin ini bisa beroperasi dengan baik dan dapat bertahan lama.

Mohon do’a agar proses pembangunan sarana air bersih di pulau Madu ini berjalan sesuai dengan rencana dan proses penggalangan dana dapat segera terkumpul. Agar pengadaan mesin desalinasi air payau dapat segera terwujud, dan pembangunan sarana air bersih segera selesai. Sehingga krisis air bersih di pulau pulau madu segera tuntas, dan tak kalah pentingnya pahala akan mengalir untuk para donatur/wakif dan juga semoga semua pihak yang terlibat mewujudkan sarana air bersih di pulau madu ini. Aamiin..

Badan Wakaf Al Quran 27 Jun 2016

Update 3 - Sekitar 128 Juta Donasi Terkumpul

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuhu

Alhamdulillah.. Penggalangan dana sejak BWA meluncurkan proyek wakaf sarana air bersih di pulau Madu ini telah berhasil dikumpulkan Rp. 128.866.000,-

Dana ini berasal dari pengumpulan dana dari wakif yang BWA lakukan dan juga bantuan dari UPZ BNI SYARIAH pada akhir tahun 2014 yang lalu. Dana yang terkumpul tersebut telah dipakai untuk survey teknis pada bulan Oktober 2015 dan juga mulai pembangunan sekretariat nadzir wakaf sebagaimana di sebutkan pada update #1.

Perjalanan ke Pulau Madu membutuhkan perjuangan yang luar biasa. Tim BWA berangkat menuju pulau Madu dengan perahu KLM. Armada Bahari Mulya.

Tim berangkat tengah malam dan baru sampai di pulau Madu pada menjelang matahari tenggelam. Perjalanan agak lama karena kapal harus berhenti dulu untuk memasang rumpon-rumpon sejauh 20 Mil dari daratan.

di tengah perjalanan kami menikmati perjalanan menuju pulau madu sambil mancing, berharap dapat ikan sebagai lauk sarapann dan makan siang kami bersama tim ABK, namun apa daya.. kayaknya bukan rejeki kami seharian memancing tidak ada yang memakan umpan kami..

Akhirnya kami makan dengan mi rebus, goreng terong dan juga sambal yang sebelumnya kami bawa dari pulau Adonara NTT.

Menjelang dhuhur tim BWA dan ABK melakukan sholat di Imami oleh Ustadz Arifudin Anwar.

Hari menjelang sore, perjalanan jauh ke pulau Madu lebih lambat dari biasanya dikarenakan kapal berjalan lambat karena ombak cukup besar. Menjelang sore kami menyaksikan suasana sunset yang indah. Menghapus rasa capek seharian perjalanan menuju Pulau Madu.

Rapat Dengan Perangkat desa dan Tokoh warga Pulau Madu

Pada malam harinya kedatangan tim BWA sudah dinanti oleh warga dan juga tokoh masyarakat. Berita pembangunan sarana air bersih yang akan dibangun di desa mereka menjadikan warga antusias untuk ikut rapat bersama tim BWA.

Setelah rapat, esok harinya warga langsung kerjabakti dalam mempersiapkan lahan untuk pembangunan sekretariat nadzir wakaf dan juga tempat penyempanan mesin desalinasi. Tampak warga antri di sekitar sumur untuk mendapatkan jatah giliran mengambil air bersih, dan ada pula yang sudah selesai.

Kami mengajak Anda untuk berpartisipasi untuk mensukseskan proyek pembangunan sarana air bersih di Pulau Madu ini. Anda bisa donasi langsung melalui laman www.kitabisa.com/bantuwargapulaumadu

Penggalangan dana proyek pembangunan sarana air bersih di Pulau Madu ini juga dilakukan oleh BWA, anda bisa melihatnya di www.wakafquran.org

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuhu

Badan Wakaf Al Quran 27 Jun 2016

Update 2 - Sekitar 128 Juta Donasi Terkumpul

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuhu

Alhamdulillah.. Penggalangan dana sejak BWA meluncurkan proyek wakaf sarana air bersih di pulau Madu ini telah berhasil dikumpulkan Rp. 128.866.000,-

Dana ini berasal dari pengumpulan dana dari wakif yang BWA lakukan dan juga bantuan dari UPZ BNI SYARIAH pada akhir tahun 2014 yang lalu. Dana yang terkumpul tersebut telah dipakai untuk survey teknis pada bulan Oktober 2015 dan juga mulai pembangunan sekretariat nadzir wakaf sebagaimana di sebutkan pada update #1.

Perjalanan ke Pulau Madu membutuhkan perjuangan yang luar biasa. Tim BWA berangkat menuju pulau Madu dengan perahu KLM. Armada Bahari Mulya.

Tim berangkat tengah malam dan baru sampai di pulau Madu pada menjelang matahari tenggelam. Perjalanan agak lama karena kapal harus berhenti dulu untuk memasang rumpon-rumpon sejauh 20 Mil dari daratan.

di tengah perjalanan kami menikmati perjalanan menuju pulau madu sambil mancing, berharap dapat ikan sebagai lauk sarapann dan makan siang kami bersama tim ABK, namun apa daya.. kayaknya bukan rejeki kami seharian memancing tidak ada yang memakan umpan kami..

Akhirnya kami makan dengan mi rebus, goreng terong dan juga sambal yang sebelumnya kami bawa dari pulau Adonara NTT.

Menjelang dhuhur tim BWA dan ABK melakukan sholat di Imami oleh Ustadz Arifudin Anwar.

Hari menjelang sore, perjalanan jauh ke pulau Madu lebih lambat dari biasanya dikarenakan kapal berjalan lambat karena ombak cukup besar. Menjelang sore kami menyaksikan suasana sunset yang indah. Menghapus rasa capek seharian perjalanan menuju Pulau Madu.

Rapat Dengan Perangkat desa dan Tokoh warga Pulau Madu

Pada malam harinya kedatangan tim BWA sudah dinanti oleh warga dan juga tokoh masyarakat. Berita pembangunan sarana air bersih yang akan dibangun di desa mereka menjadikan warga antusias untuk ikut rapat bersama tim BWA.

Setelah rapat, esok harinya warga langsung kerjabakti dalam mempersiapkan lahan untuk pembangunan sekretariat nadzir wakaf dan juga tempat penyempanan mesin desalinasi. Tampak warga antri di sekitar sumur untuk mendapatkan jatah giliran mengambil air bersih, dan ada pula yang sudah selesai.

Kami mengajak Anda untuk berpartisipasi untuk mensukseskan proyek pembangunan sarana air bersih di Pulau Madu ini. Anda bisa donasi langsung melalui laman www.kitabisa.com/bantuwargapulaumadu

Penggalangan dana proyek pembangunan sarana air bersih di Pulau Madu ini juga dilakukan oleh BWA, anda bisa melihatnya di www.wakafquran.org

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuhu

Badan Wakaf Al Quran 26 Jun 2016

Update 1 - Update #1 Peletakan Batu Pertama Pembangunan

Sudah hampir 2 tahun, sejak Tim Badan Wakaf Al Qur’an datang ke Pulau Madu. Alhamdulillah pada tanggal 5 Oktober 2015 lalu, BWA punya kesempatan kembali mendatangi pulau tersebut. Kehadiran Tim BWA kali ini melakukan survey kedua untuk mencari titik sumber air baku dan melakukan pemetaan rencana distribusi air ke beberapa dusun.

Dan tak kalah penting pada tanggal 9 Oktober 2015 dilakukan peletakan batu pertama pembangunan sekretariat Nadzir wakaf sarana air bersih. Sekretariat sekaligus akan menjadi lokasi bak penampungan air bersih ini berdiri diatas lahan ukuran 13 x 13 meter yang merupakan tanah wakaf masyarakat desa Pulau Madu.

“Kami sangat haru dan bangga, jika ada project air bersih di kampung kami, belum ada dalam bayangan kami, orang Jakarta jauh-jauh melakukan perjalanan menuju pulau madu untuk membantu kami yang kesulitan air tawar. Semoga semua usaha dan perjuangan orang-orang Jakarta membanguan sarana air bersih di pulau kami ini dibalas oleh Allah”, ujar pak Geno (kepala desa Pulau Madu) kepada tim Badan Wakaf Al Qur’an.

Sulitnya menuju Pulau Madu, menjadi tantangan tersendiri. Kita harus bisa memprediksi potensi badai atau hujan sebelum berlayar menuju Pulau Madu. Rencananya dalam waktu dekat mesin desalinasi air payau akan di pesan, jika penggalangan dana telah mencukupi untuk pembelian mesin desalinasi air payau.

Disclaimer : Informasi dan opini yang tertulis di halaman campaign ini adalah milik campaigner (pihak yang menggalang dana) dan tidak mewakili Kitabisa.

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Campaign Telah Berakhir

Anda tidak dapat menggalang untuk halaman penggalangan ini karena batas waktu telah berakhir.

Mau buat halaman untuk galang dana online seperti ini?