Kitabisa! - Dukung Trian Bangun Pesantren di Dusun Wanajaya

Dukung Trian Bangun Pesantren di Dusun Wanajaya

Dukung Trian Bangun Pesantren di Dusun Wanajaya
Ayo berikan pendidikan dengan fasilitas dan program terbaik untuk generasi penerus bangsa di dusun Wanajaya, Rengasdengklok!

Rp 1.303.413

terkumpul dari Rp 65.000.000
2% tercapai
Campaign Telah Berakhir

0 SHARES



Penggalangan dana dimulai 16 Nov 2018 oleh:

Baca update terbaru dari penggalangan dana ini!

Assalamu’alaikum Wr. Wb, seluruh Sahabatku di Indonesia.

Perkenalkan, saya Trian Airlangga Gembira, 31 tahun. Saya adalah seorang tunanetra, dan kini sedang menjadi Volunteer di SMP Islam Taqwinul Ummat. Sekolah ini berdiri di dusun Tari Kolot, desa Kalangsari, Rengasdengklok, Jawa Barat. Berdirinya sekolah ini diperuntukan kepada anak-anak yatim dan dhuaffah di wilayah sekitar Rengasdengklok yang ingin terus melanjutkan pendidikannya, namun tidak memiliki dana. Sekolah ini mengusahakan agar dapat memberikan pelayanan terbaik bagi para siswa dan diselenggarakan dengan kurikulum Project Base Learning (PBL) secara gratis. Siswa diberikan tempat tinggal , makan 3 kali sehari dengan 2 kali snack setiap harinya secara Cuma-Cuma. Sekolah ini berbasis pesantren dimana siswa siswa bersekolah dipagi hari dan mengaji serta belajar ilmu ilmu keislaman lainnya di sore dan malam hari.

Dari pengamatan saya selama ini, penyelenggaraan pendidikan yang diperuntukan kepada anak yatim, yatim-piyatu, serta keluarga dhuaffah, mayoritas dilaksanakan dengan seadanya, bahkan sangat minim. Baik dari fasilitas belajar, kualitas dan loyalitas gurunya, dan program-program softskill-nya. Ada beberapa factor penyebabnya, yang paling utama yang sering terjadi adalah factor dana.

Fasilitas belajar. Yang sering saya temui, mereka belajar di ruang atau tempat yang kurang layak untuk belajar. Namun karena tak ada biaya, maka dimana pun akan diusahakan untuk dijadikan tempat menimba ilmu. Yang penting mereka bisa belajar. Buku-buku bekas yang sudah mulai usang, lecek  dan terlipat-lipat lembarannya, menurut saya kurang menjadi stimulus minat baca mereka, apalagi untuk mereka yang jarang bertemu buku. Contoh lainnya, Tidak adanya penggunaan video-video pembelajaran yang sebenarnya dapat memudahkan analogi pengajaran dalam kehidupan sehari-hari. Penggunaan tekonologi dalam pembelajaran, sebenarnya akan membuat mereka terangsang untuk belajar lebih dari apa yang mereka minati. Misalnya akan merangsang mereka untuk belajar bahasa Inggris karena bahasa dalam perangkat teknologi, punya kecenderungan menggunakan bahasa Inggris sebagai salah satu bahasa internasional. Tidak hanya itu, kemungkinan besar juga akan merangsang mereka untuk meinginkan belajar keterampilan lain, seperti membuat gambar manual, gambar animasi, membuat video, menulis cerita atau scenario, melatih komunikasi, dan masih banyak lagi keterampilan yang terasah dan muncul dari peminatan tersebut.

Karena terbatasnya ketersediaan dana untuk para pengajar, membuat guru-guru yang mengajar terus berganti-ganti. Dan guru-guru yang mengajar biasanya relawan dari kalangan akademisi, yaitu mahasiswa. Dan ketika mahasiswa tersebut mendapat pekerjaan yang diminati, maka mahasiswa tersebut akan mengundurkan diri dari tempat tersebut. Namun hal tersebut masih sangat kita bisa syukuri karena masih ada pihak yang masih rela mengajar dengan ketulusan hati di waktu luang yang mereka miliki. Tetapi hal tersebut, sebenarnya akan membuat kesulitan dalam melakukan standarisasi kualitas pengajaran dikarenakan terus bergantinya personil guru.

Program sof skill yang diselenggarakan, kerap kali diabaikan. Mereka hanya cenderung dijejali program-program pendidikan formal buatan pemerintah. Padahal, jika saya berkunjung ke sekolah-sekolah swasta elit, mereka punya program soft skill yang akan memperkuat kepribadian mereka dalam menjalani kehidupan mereka nantinya. Mulai dari program Public Speaking, Web Design, Promotion and Marketing Product, Business Plan, Table Manner, dan lain sebagainya yang akan membuat mereka bertahan hidup, minimal membuat mereka menjadi calon tenaga siap pakai, baik dari tenaganya maupun fikirannya karena sudah dilengkapi pengetahuan diluar pengetahuan teoritis.

Hal-hal tersebut, menjadi cerminan saya setiap menjadi volunteer. Kenapa hanya anak-anak dari keluarga kaya saja yang bisa begitu. Padahal, tak ada 1 anak pun di dunia ini yang ingin dilahirkan dari keluarga miskin. Mereka punya potensi yang sama untuk berkembang. Punya peluang yang sama untuk maju. Asal, mereka diberi apa yang ada di sekolah-sekolah swasta yang bayaran sekolahnya bisa mencapai jutaan atau bahkan puluhan juta. Mari kita kembali ke lokasi tempat saya berada saat ini.

Melihat kurikulum yang digunakan, potensi para siswa, dan ketulusan para guru di sekolah tempat saya berada sekarang, membuat saya tertarik untuk menjadi volunteer  di sini dengan berbekal keilmuan dan pengetahuan yang saya miliki dari Jakarta sebelumnya. Saya akan mencoba menjalani sebagai volunteer sekitar 3 tahun ke depan. Saya ingin menjadi manfaat walau sedikit dalam waktu yang singkat tersebut.

Sedikit cerita, selama saya menjadi seorang tunanetra, begitu banyak orang yang membantu saya. Mulai dari menuntun jalan, biaya pendidikan, link pekerjaan, dan lain-lain yang masih banyak saya terima dari orang lain. Hal itu membuat saya berfikir, bagaimana cara saya agar dapat menjadi manfaat bagi sesama, seperti mereka yang menjadi manfaat bagi saya sebelumnya.

Sekarang, sudah 2 bulan saya berada di sekolah ini. Setelah saya amati, ada beberapa keperluan di sekolah ini yang perlu segera dipenuhi agar potensi para siswa bisa tersalurkan, kegiatan pembelajaran bisa berjalan mulus, dan keamanan para siswa bisa terjamin. Karena para siswa tinggal di asrama. Sekolah ini menyelenggarakan pendidikan berbasis agama Islam.

Pada dasarnya, sekolah ini sudah memiliki gedung 1 lantai, dimana baru terdapat 1 ruang kelas, 2 kamar para siswa putra, 1 ruang guru + perpustakaan mini, 1 ruang administrasi, 4 kamar mandi, 1 kamar guru dan 1 saung bamboo untuk belajar atau menerima tamu. Adakah siswa putri? Ya, ada. Mereka tinggal di asrama yang satu halaman dengan Ustadz Ismail, pemilik yayasan Bakti Islami Taqwinul Ummat, yang berjarak sekitar 1,5 KM dari sekolah. Sekolah ini rencananya akan dibangun 2 lantai, sehingga lantai 2 akan berfungsi sebagai kelas, dan lantai bawah hanya untuk kamar siswa putra, ruang guru, perpustakaan, dan administrasi. Dan sekolah ini baru berjalan 4 bulan terhitung sejak bulan Juli 2018.

Adapun kebutuhan saat ini yang cukup mendesak adalah sebagai berikut; kebutuhan siswa dan kebutuhan guru. Untuk kebutuhan siswa, yaitu: ruang Perpustakaan lengkap. Maksudnya adalah lengkap dengan rak buku, karpet, meja baca lesehan dan bantal duduk, lemari kaca penyimpan disc video pembelajaran, keset dan pendingin ruang (AC) agar buku-buku terjaga suhu stabil dan tempat baca terjaga kebersihannya. Selain itu kami pun akan mengisi rak buku tersebut dengan buku-buku yang bersifat critical thinking, ensiklopedia, serta pengetahuan umum dan pengetahuan dasar yang berwarna agar minat baca siswa semakin terangsang. Saat ini, minat baca mereka mulai naik seiring tersedianya beberapa buku bersifat tersebut yang saya bawa dari Jakarta sebagai awalan. Untuk membangun ruang Perpustakaan seperti itu, kami membutuhkan dana sekitar Rp. 25 juta.

Adapun fasilitas untuk menunjang kebutuhan guru. Kebutuhan itu adalah lemari cabinet, 1 buah laptop dan 2 komputer, serta 1 projector . Untuk menunjang pengajaran guru yang menggunakan slide, maka dibutuhkan 1 laptop dan projector agar dapat berpindah kelas. 2 komputer yang akan digunakan untuk membuat slide presentasi,memasukan dan mengolah data pembelajaran dan administrasi kelas. Dana yang diperlukan untuk kebutuhan tersebut yaitu sekitar Rp. 25 juta.

Selain itu, sekolah dan asrama juga membutuhkan CC TV Out Door dan In Door. Out door dibutuhkan untuk kewaspadaan sekolah dan asrama. Sedangkan In door untuk dapat memantau aktivitas santri dalam ruangan, baik di sekolah dan asrama. Dan CC TV yang kami butuhkan adalah yang dapat terkoneksi dengan internet sehingga dapat melakukan pemantauan dari mana saja via smart phone. Oleh karena asrama putrid dan asrama putra terpisah, mengingat asrama putrid satu lokasi dengan Ustad Ismail dan asrama putra jadi satu gedung dengan gedung SMP, maka kami membutuhkan 2 paket cc TV Out door dan In door, berikut monitor untuk menyimpan data gambarnya. Dan kami perkirakan membutuhkan dana senilai Rp. 15 Juta.

Demikian hasil observasi saya sebagai volunteer. Semoga kita bisa menjadi jembatan untuk memenuhi kebutuhan bagi orang-orang yang sedang mau belajar, mau berkembang, dan mau menjadi pribadi yang tangguh demi masa depan yang cerah, cerdas dan bahagia karena bisa menjadi manfaat pada akhirnya kelak. Terima kasih.

Disclaimer : Informasi dan opini yang tertulis di halaman penggalangan ini adalah milik penggalang dana dan tidak mewakili Kitabisa.

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Campaign Telah Berakhir

Donatur 7

  • Rp. 1.000.771
    Izha

    Semoga Allah mudahkan ikhtiar dan niat baik.....tolong sebut nama doamu, saya Fauziah binti Yusmal...Semangat terus ya

  • Rp. 200.663
    Dahlia Rera

    Semangat kak Trian, semoga dilancarkan niat baiknya buat anak2 Karawang. So proud of you my brother!

  • Rp. 50.593
    Ajeng Puspasari

    Semoga adik2 bisa bersekolah setinggi mungkin..amin.

  • Rp. 20.066
    Anonim
  • Rp. 10.974
    Anonim
  • Rp. 10.346
    Anonim
  • Rp. 10.000
    Isti
  • Rp. 10.974
    Anonim
  • Rp. 10.346
    Anonim
  • Rp. 10.000
    Isti
  • Rp. 20.066
    Anonim
  • Rp. 50.593
    Ajeng Puspasari

    Semoga adik2 bisa bersekolah setinggi mungkin..amin.

  • Rp. 200.663
    Dahlia Rera

    Semangat kak Trian, semoga dilancarkan niat baiknya buat anak2 Karawang. So proud of you my brother!

  • Rp. 1.000.771
    Izha

    Semoga Allah mudahkan ikhtiar dan niat baik.....tolong sebut nama doamu, saya Fauziah binti Yusmal...Semangat terus ya

Trian Airlangga 5 Feb 2019

Pencairan Dana Rp 1.238.245

Ke rekening Mandiri *** *** *** 5641 a/n YAYASAN BAKTI ISLAMI

Rencana penggunaan dana: Dana ini akan diperuntukkan untuk membeli buku guna menambah koleksi buku di perpustakaan sekolah tempat dimana anak anak santri kami yang terdiri dari anak yatim dan dhuafa bersekolah

Disclaimer : Informasi dan opini yang tertulis di halaman campaign ini adalah milik campaigner (pihak yang menggalang dana) dan tidak mewakili Kitabisa.

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Campaign Telah Berakhir

Anda tidak dapat menggalang untuk halaman penggalangan ini karena batas waktu telah berakhir.

Mau buat halaman untuk galang dana online seperti ini?