Kitabisa! - Bantu Hana, Segera Operasi Tulang Belakang

Bantu Hana, Segera Operasi Tulang Belakang

Bantu Hana, Segera Operasi Tulang Belakang
Mari bantu adik hana operasi kelainan tulang belakang dan meningitis.

Rp 81.192.225

terkumpul dari Rp 75.000.000
108% tercapai
Campaign Telah Berakhir

0 SHARES



Penggalangan dana dimulai 13 Nov 2017 oleh:

Baca update terbaru dari penggalangan dana ini!

Halo #OrangBaik, saya Wina, relawan ACT (Aksi Cepat Tanggap) Jawa Barat. 3 bulan sudah saya bergabung menjadi relawan, padahal sebelumnya tidak pernah terpikirkan sama sekali saya akan bergabung di sebuah lembaga kemanusiaan besar seperti ACT. Mengenal ACT turut mengubah pandangan saya tentang dunia kemanusiaan bahwa di luar sana banyak orang yang membutuhkan uluran tangan kita.

7749999681f3096c1508775e8d9f84a37efa4903

Akhir Oktober 2017, ada sebuah pesan yang masuk ke group relawan. Dalam pesan tersebut ada beberapa foto seorang bayi merah yang terpasang selang oksigen di hidungnya yang membuat saya agak sedikit merinding. Bayi itu memiliki benjolan dengan diameter kurang lebih 4 cm di bawah punggung, hanya beberapa cm di atas maaf, anus si bayi. Pengirim pesan, Kang Eko menyampaikan bahwa itu adalah kondisi putri pertamanya, Zalsa Hanania.

be03c92feb46949c1a281ca7fbe18b25b2ee31d1

Jumat sore tanggal 3 November 2017 saya dan rekan relawan lainnya berkesempatan untuk bersilaturahim mengunjungi kediaman keluarga Kang Eko yang mengontrak sepetak kamar kosan sempit di belakang Pasar Simpang Dago dengan luas 2m x 2.5m. Mata saya tertuju langsung ke atas kasur terlihat ada seorang bayi mungil tertidur meringkuk menyamping (Hana) di temani sang Ibu (Teh Selvi). Kami pun berbicang mengenai kronologis Hana, ketika mengobrol sesekali Hana menangis seperti kesakitan, kemudian tertidur lagi setelah dipukpuk ayah atau ibunya. Benjolan yang terdapat di punggungnya membuat Hana tak pernah bisa tidur telentang. Kang Eko menuturkan bahwa baru akhir-akhir ini Hana bisa tertidur cukup pulas. Sebelumnya, Hana sulit tidur, sering menangis dan berat badannya terus menurun.

Lahir di RSUD Sumedang 19 September 2017, Hana divonis memiliki kelainan tulang belakang yang disebut Spina Bifidaatau meningomyelocele yaitu kondisi dimana syaraf tulang belakang dan selaput yang menutupi sumsum tulang belakang menonjol keluar. Dalam kasus berat, spina bifida dapat mengganggu perkembangan otak. Hana pun di rujuk ke RSHS Bandung hingga Kang Eko terpaksa harus meninggalkan pekerjaannya sebagai tukang masak di warung kecil di Sumedang dan pindah ke Bandung demi kesembuhan buah hati.

7fb39701963c277b46d1a5f0bc0ec7f5e68ec5db

Hana melakukan perawatan di RSHS kemudian di sarankan untuk melakukan operasi, namun hanya bisa bertahan sampai 11 hari karena keterbatasan biaya rawat inap di RS dan sekarang menyisakan hutang sekitar 2 jutaan ke pihak RS. Kang Eko mengusahakan bantuan dari berbagai pihak termasuk mengurus keanggotaan BPJS bagi Hana namun terkendala urusan administrasi sehingga BPJS tidak bisa didapatkan dengan mudah dan cepat.

“Kami juga udah pernah nyoba ke Baznas, RZ. Alhamdulillaah dapet bantuan 1 juta dari Baznas, bisa dipakai buat berobat juga kan kemarin. Tapi mau bikin BPJS masih belum bisa karena terkendala syarat administrasi”. Tutur Kang Eko.

Belum sempat operasi tulang belakang, Jumat 17 November 2017 Hana dilarikan IGD RS Hasan Sadikin karena sudah 4 hari Hana kejang, muntah, dan tidak mau minum ASI. Setelah diperiksa dan melakukan CT Scan, Hana positif didiagnosa Meningitis yang mengharuskan Hana segera operasi kepala. Saya sangat kaget dan langsung ke tempat Hana dirawat untuk melihat kondisi Hana. Namun pihak RS tidak memperbolehkan saya masuk ke ruang IGD sehingga saya hanya bisa melihat Hana melalui foto. Operasi telah dilakukan meski tidak ada biaya. Hingga saat ini, Hana dirawat intensif untuk dibersihkan cairan otaknya melalui selang yang telah terpasang di kepala Hana.

93f7d629addcdf9da93508d63f3d7cee6d656b08

Kini, kebutuhan biaya perawatan Hana meningkat untuk biaya operasi tulang belakang, operasi kepala (meningitis), serta biaya rawat inap dan lainnya. Hana diperkirakan membutuhkan dana sekitar 50 juta-an untuk melakukan operasi syarat tulang belakang serta biaya perawatan sampai Hana sembuh.

ed6369ac7b0f8c63da8642cf2d5cce1ce6f65564

Saya Wina mengajak anda #orangbaik untuk turut membantu Hana secepatnya agar adik Hana bisa merasakan indahnya dunia dan tumbuh besar dengan normal seperti yang saya dan anda rasakan, lewat donasi di kitabisa.com. Tak ada kontribusi yang terlalu kecil. Anda juga bisa ikut membantu dengan menyebarluaskan informasi ini seluas-luasnya, supaya semakin banyak #OrangBaik yang tahu dan ikut membantu. Jangan lupa sertakan Hana dalam setiap doa anda yaaa!

Banyak #OrangBaik di dunia ini, jika kalian tidak menemukannya, maka jadilah salah satunya.

Disclaimer : Informasi dan opini yang tertulis di halaman penggalangan ini adalah milik penggalang dana dan tidak mewakili Kitabisa.

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Campaign Telah Berakhir

Donatur 456

SHOW MORE
  • Rp. 250.884
    Anonim

    turut membantu semoga cepat sembuh

  • Rp. 200.990
    Anonim
  • Rp. 300.307
    Anonim
  • Rp. 50.981
    Anonim
  • Rp. 100.967
    Anonim

    Innalilahiwainalilahirojiun selamat jalan hana, hana sudah menjadi bidadari surga, utk kedua org tua hana harus kuat dan sabar :)

  • Rp. 100.000
    Anonim
  • Rp. 50.000
    Eko Endarto Rahmadita
  • Rp. 150.258
    Anonim
  • Rp. 500.000
    Anonim
  • Rp. 20.192
    Anonim
SHOW MORE
AKSI CEPAT TANGGAP JAWA BARAT 9 Feb 2018

Update 3 - Update 3 (Pencairan Tahap 1)

1 Januari 2018, adik Zhalsa Hanania yang kita sayangi berpulang ke rahmatullah. Perawatan Hana di rumah sakit sejak 17 November 2017 hingga 1 Januari 2018 menghabiskan biaya sekitar Rp 49.000.000. Hari Rabu, 7 Februari 2018 saya menemui Pak Eko, Ayah Hana sekaligus menyerahkan donasi yang terkumpul di campaign kitabisa.com Tahap 1 untuk melunasi biaya rumah sakit Hana kepada pihak RSHS. Alhamdulillaah biaya rumah sakit telah lunas.94b3f9b0915a730fef8355ef42329f443b24aba7

Sisa dari donasi yang telah terkumpul akan digunakan untuk melunasi piutang Pak Eko dan Teh Silvi menopang biaya pengobatan dan perawatan Hana saat menjalani rawat jalan.

Saya akan update lagi pada pencairan tahap 2 (terakhir).

Terima kasih #OrangBaik.

AKSI CEPAT TANGGAP JAWA BARAT 5 Jan 2018

Update 2 - Selamat jalan, Hana...

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalaamu’alaykum Warrahmatullaah Wabarakatuh.

2 Januari 2018, sejuknya semilir angin pagi Bandung tak sesejuk suasana hati saya kala itu. Betapa terkejutnya ketika saya menerima pesan whatsapp dari Pak Eko, bahwa selasa dini hari pukul 00.30 ananda Zhalsa Hanania yang amat kita sayangi telah meninggalkan dunia ini pada usia 3.5 bulan. Kita doakan Hana kembali kepada Sang Pemiliknya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.

6811415efda94a44ebc53ed2e3409b56678a25e5

Sampai saat ini saya masih menjalin komunikasi dengan orang tua Almarhumah Hana. Hasil donasi yang terkumpul sebanyak 46.956.026 belum bisa menutupi tagihan rumah sakit almarhumah. Setelah melakukan pendampingan, masih ada tunggakan sekitar 10 juta.

a451c5776086acee206a4d9edcfbf285fc5f24ad

Untuk itu saya mengajak #OrangBaik untuk bersama-sama melunasi biaya rumah sakit Hana, dan membantu kehidupan orang tuanya. Karena seperti yang kita ketahui Pak Eko meninggalkan pekerjaannya untuk menjaga sang buah hati.

Saya mewakili keluarga Almarhumah Zhalsa Hanania dan ACT mengucapkan banyak terima kasih untuk donasi dari seluruh donatur untuk adik kita Hana.

f326df8084ac977281c9b0c9d6d57e8131dbce21

Insyaa Allah saya akan update yang terakhir setelah penyerahan donasi.

Wassalaamu’alaykum warrahmatullahi wabarakatuh.

AKSI CEPAT TANGGAP JAWA BARAT 11 Dec 2017

Update 1 - Perjuangan Hana masih berlanjut...

17 November 2017, Hana dilarikan ke IGD RS Hasan Sadikin Bandung dan didiagnosa mengidap meningitis dan harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit. Kepalanya dipasangi selang yang terhubung ke sebuah kantung cairan yang berfungsi untuk membersihkan otak hana dari bakteri dan virus penyebab meningitis. Tangannya pun dipasangi jarum suntik yang terhubung ke cairan infus. Hana yang aktif bergerak membuat jarum infusannya sering lepas sehingga jarumnya dipindahkan ke arteri di kaki.

5 Desember 2017, saya kembali ke RSHS untuk menjenguk Hana setelah sebelumnya tidak diperbolehkan masuk karena Hana sedang dirawat di IGD. Teh Silvi, sang ibu setia mendampingi Hana disampingya. Setelah operasi kepala kedua, kondisi Hana sering tidak stabil. Sempat 2 hari Hana tidak mendapatkan jatah cairan infus, dan selama 2 hari itu Hana rewel, sering menangis. Bahkan saat saya berkunjung ke RS, Hana tidak pulas tidurnya. Beberapa menit sekali Hana merengek dengan tangan yang menggapai selang di kepala. Jika Hana bisa berbicara, mungkin Hana akan berkata: sakit ayah.. sakit bunda.. Saat tertidur pun mata dan mulutnya terbuka. Hana mengalami sesak nafas karena ada cairan di tenggorokannya sehingga sering muntah ketika minum ASI.

75364dd314b6401e44336c09e3b88a7e40bb2642

Tak terbayang betapa payah rasa sakit yang Hana rasakan. Sakit di tulang belakang yang Hana alami sejak lahir, sakit di kepala bahkan hingga dipasangi selang, jarum infus yang menusuk tangan dan kaki mungilnya, serta selang oksigen yang terpasang di hidungnya.

Tegarnya Hana, usianya baru genap 3 bulan tapi sudah begitu akrab dengan rasa sakit, jarum dan alat medis, serta pahitnya obat-obatan. Saya, dan mungkin Anda yang sudah hidup cukup lama dan merasakan banyak kebahagian terutama dengan anugerah kesehatan masih saja sering mengeluh padahal beban yang kita tanggung tidaklah seberat derita Hana. Betapa kita yang mengaku sudah dewasa ini masih kalah tegar dengan seorang bayi berusia 3 bulan.

‘Berat badannya turun, sekarang Hana kurus. Cuman gendut pipinya aja. Sekarang lumayan ga terlalu rewel soalnya dikasih obat pereda rasa sakit sama dokter, kalo ngga (dikasih obat pereda sakit) ya biasanya rewel. Sama iritasinya (di area pantat) juga belum sembuh, dan kalo di rumah sakit kan harus tertutup jadi harus selalu pake pampers’. Jelas Ibu Hana, Teh Silvi.

‘Kalo Hana bisa ngomong mungkin Hana akan bilang sakit, tapi karena masih bayi Hana cuman bisa nangis. Kita aja yang udah gede ngeliatnya ngeri ya. Apalagi waktu ga dapet infusan Hana ga bisa tidur, rewel banget. Infusannya juga sering lepas karena mungkin sakit ya. Kita usahakan yang terbaik aja buat Hana yang penting Hana bisa segera operasi dan sehat’. Tutur Pak Eko, Ayah Hana.

31e867abad568f6c2ad65835334efe839512a7b7

Setelah berselang satu bulan campaign Hana mengudara di laman kitabisa.com, hingga saat update ini ditulis donasi untuk Hana baru mencapai 14 juta rupiah. Sedangkan tagihan Rumah Sakit Hana sudah lebih dari 20 juta. Kami dari Tim Relawan ACT tetap optimis untuk membantu Hana dengan sepenuh hati.

Begitu banyak berkah yang telah kita terima dalam hidup ini, salah satunya adalah berkah sehat. Hana dan orang tua selalu mendoakan semoga Kakak, Om, dan Tante semua tidak merasakan sakit seperti Hana.

Saya mengajak Anda semua untuk selalu mendoakan Hana cepet sehat, donasinya segera terkumpul sehingga bisa segera operasi tulang belakang dan hidup sehat sebagaimana yang saya dan Anda rasakan.

Donasi sekecil apapun berarti banyak buat Hana.

Banyak #OrangBaik di dunia ini, jika kalian tidak menemukannya, yuk jadi salah satunya.

Disclaimer : Informasi dan opini yang tertulis di halaman campaign ini adalah milik campaigner (pihak yang menggalang dana) dan tidak mewakili Kitabisa.

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Campaign Telah Berakhir

Anda tidak dapat menggalang untuk halaman penggalangan ini karena batas waktu telah berakhir.

Mau buat halaman untuk galang dana online seperti ini?