Kitabisa! - Hepatitis, Bantu Bu Mimin Obati Hana

Hepatitis, Bantu Bu Mimin Obati Hana

Hepatitis, Bantu Bu Mimin Obati Hana
Bu Mimin seorang ibu dari keenam anaknya harus berjuang menjadi buruh cuci untuk membiayai pendidikan dan mengobati anaknya yang menderita hepatitis

Rp 9.333.285

terkumpul dari Rp 8.000.000
117% tercapai
Campaign Telah Berakhir

0 SHARES



Penggalangan dana dimulai 12 Jun 2017 oleh:

Baca update terbaru dari penggalangan dana ini!

Family For Family adalah program keluarga asuh dimana keluarga yang mampu membantu keluarga yang kurang mampu di Kota Bandung.

Program yang diinisiasi oleh Ridwan Kamil dan kitabisa ini adalah program sosial yang bertujuan untuk mempertemukan agar keluarga yang kurang mampu menjadi berdaya dan mandiri.

Ibu Mimin (48 tahun) bersama suami dan 6 orang anaknya tinggal di rumah berukuran 2x2 meter di daerah Jl. Sangkuriang RT 05 RW 13, Dago. 2 anaknya masih duduk di bangku sekolah dasar. Salah satu anaknya yaitu Hana Saputri menderita penyakit pembengkakan hati atau hepatitis.

Ibu Mimin bekerja sebagai buruh cuci sedangkan suaminya sudah tidak bekerja sama sekali.Kebutuhan makan sehari-hari pun dibantu oleh tetangga. Penghasilannya yang hanya 240.000 rupiah per minggu membuat Bu Mimin tidak mampu mengobati anaknya. Bahkan untuk memperbaiki rumahnya yang hampir roboh pun, Bu Mimin tidak dapat memenuhinya.

f2296abdd4a84902934766cff4917d662cfc17ee

Salah satu anak Bu Mimin yang sedang berdiri di depan rumahnya

Bu Mimin berharap dapat membawa Hana ke dokter dan diobati hingga sehat kembali. Anak-anaknya yang lain juga mendapatkan biaya pendidikan. Mereka tidak ingin bergantung pada tetangga untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Selain itu, rumah tempat tinggal mereka juga ingin segera diperbaiki agar mereka dapat hidup dengan nyaman.


Sekecil apapun donasi yang disalurkan akan membantu Bu Mimin untuk mengobati Hana. Salurkan donasi anda melalui Kitabisa.
Family For Family :
Instagram : family.for.family
No.Telpn : 081395068729

CARA BERDONASI:
Klik tombol “DONASI SEKARANG”
Masukan nominal donasi
Pilih metode pembayaran (transfer bank BNI, Mandiri, BCA, BRI, BNI Syariah, atau kartu kredit)

Disclaimer : Informasi dan opini yang tertulis di halaman penggalangan ini adalah milik penggalang dana dan tidak mewakili Kitabisa.

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Campaign Telah Berakhir

Donatur 60

  • Rp. 2.500.000
    Sultan Kalanhka
  • Rp. 1.000.243
    wawan
  • Rp. 500.791
    Anonim
  • Rp. 500.000
    Anonim
  • Rp. 400.252
    Yulianto yulexs

    semoga lekas sembuh dan pulih,,, membawa keceriaan pada keluarga,,Amiinnnn

  • Rp. 250.373
    Sekar ayu dewati
  • Rp. 250.132
    Anonim
  • Rp. 200.422
    Anonim

    Bismillah

  • Rp. 200.188
    Anonim
  • Rp. 200.000
    Eka Iwan
SHOW MORE
  • Rp. 25.721
    ray cahaya
  • Rp. 500.791
    Anonim
  • Rp. 20.000
    Shaquille
  • Rp. 20.442
    Anonim
  • Rp. 150.276
    Anonim
  • Rp. 400.252
    Yulianto yulexs

    semoga lekas sembuh dan pulih,,, membawa keceriaan pada keluarga,,Amiinnnn

  • Rp. 25.000
    Anonim
  • Rp. 200.422
    Anonim

    Bismillah

  • Rp. 150.645
    Anonim

    semoga bermanfaat

  • Rp. 20.465
    Anonim
SHOW MORE
Family For Family 4 May 2018

Update 2 - Distribusi Bantuan Untuk Keluarga Bu Mimin

Pada tanggal 4 Maret 2018 tim Famiily For Family kembali berkunjung ke rumah Bu Mimin. Bu Mimin memberitahukan kepada kami bahwasannya ia mengurungkan niat untuk memulai berwirausaha dikarenakan ada tawaran pekerjaan yang lebih baik dibanding sebelumnya. Bu Mimin dan keluarga mengucapkan permohonan maaf dan terimakasih karena telah diberikan peluang untuk usaha, dibantu perihal mengkonsep usaha, namun memang pertimbangan untuk bekerja kepada tetangganya inilah yang menjadi keputusan Bu Mimin saat ini. Tim Family For Family menghargai keputusan Bu Mimin.

Pada hari yang sama, Tim Family For Family berkesempatan untuk berbincang dengan putrinya yaitu Ratna (10) yang tengah duduk di kelas 4 SD. Ratna menceritakan tentang aktivitasnya sehari- hari, mulai dari kegiatan sekolah, hingga rutinitas sekolah agama : mengaji yang ia lakukan selepas pulang sekolah. Ratna yang bercita-cita menjadi koki ini, rupanya belum memiliki perlengkapan sekolahnya yang lengkap, begitu pun dengan adiknya. Seragam sekolahnya ia dapatkan dari pemberian tetangga dan itu pun sudah kecil. Begitu pun dengan sepatu sudah terihat usang.

Maka dari itu, Tim FFF memutuskan untuk mendistribusikan bantuan ke pendidikan, guna menunjang pendidikan kedua anak Bu Mimin Ratna (10) dan Cahya (9). Adapun rinciannya sebagai berikut:

  1. Rok dan Celana untuk seragam Merah Putih : Rp. 70.000,-
  2. Tas Sekolah (2pcs): Rp. 100.000,-
  3. Seragam Pangsi Batik Tengah : Rp 72.500,-
  4. Kemeja Panjang Pramuka siaga : Rp 49.900,-
  5. Rok Pramuka : Rp 53.100,-
  6. Kemeja Panjang SD (2psc) : Rp 69.400,-
  7. Sepatu Ardiles (2 pasang) : Rp.433.600,-
  8. Tempat Pensil karakter (2 pcs) : Rp 49.300,-
  9. Kaos kaki (2 pasang) : Rp. 23.200,-
  10. Keperluan sekolah lainnya : Rp. 347.000,-

Bantuan difokuskan ke perlengkapan sekolah. Uang donasi yang tersisa akan diberikan untuk keperluan pendidikan lainnya di bulan berikutnya. Jika keluarga Bu Mimin sudah tidak memerlukannya lagi, uang sisa donasi akan disalurkan kepada keluarga lain yang mempunyai kondisi serupa.

Ucapan doa dan terimakasih atas bantuan yang diberikan oleh donatur dan Family for Family berulang kali Bu Mimin dan Ratna ucapkan. Pemenuhan perlengkapan sekolah ini membuat Ratna dan Cahya semakin giat sekolah. Hal ini juga meringankan beban Bu Mimin yang seringkali kebingungan dalam memenuhi kebutuhan sekolah anak-anaknya. Semoga dengan bantuan pendidikan yang diberikan dapat membuat Ratna dan Cahya semakin bersemangat meraih prestasi di sekolah danjuga pekerjaan yang Bu Mimin lakoni sekarang mudah-mudahan lancar dan dapat menggerakan ekonomi keluarganya. Aamiin..

6bdb65be7fe63dc962953e4f111eefb408ea22ff


2ca502b908e60472b74148b879b18afc755e1c47

5d2d1a0171630c7b55058fd7f2078742d3623b63

c9feefe93b8e703b7106196e24a620558e890ce2

Family For Family 28 Feb 2018

Update 1 - Verifikasi Ulang Keluarga Bu Mimin (Hana)

“Eta budak teh.. Ya Allah sholehna .. sholeh pisan. Dugikeun ka bade ngantunkeun ge masih keneh tiasa ngucapkeun lafadz Allah. Padahal ku Ibu teh teu di ajarkeun. Dokter ge dugikeun ka nangis. Tapi da hanyakal nya umurna teh lami.” - Bu Mimin (Ibunda Hana)

Dengan berat hati kami sampaikan berita duka atas meninggalnya adik kami Hana, pada Hari Jum’at, 1 September 2017 pukul 05:00 di Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, di usia 7 tahun karena penyakit Jantung.

Mari kita luangkan waktu sejenak berdoa agar adik Hana diberi kedamaian dan mendapatkan tempat yang mulia disisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Serta keluarga yang ditinggalkan semoga diberikan ketabahan dan ketegaran.


….

Hari Sabtu, 17 Februari 2018, Tim Family For Family menyambangi kediaman Bu Mimin di Jalan Sangkuriang, Kelurahan Dago, Kecamatan Coblong, Cisitu Kota Bandung. Cukup terjal kami berjalan melewati gang sempit meniti anak tangga, betapa tidak pemukiman disana padat penduduk dan di bangun pada lereng bukit dengan kemiringan lahan lebih dari 30 derajat di tepian Sungai Cikapundung.

9bf0c1cd4455ed050c8783ca45b5de1bb08a7d38

Sampai dirumah berukuran 2x2 meter, kami disambut oleh Bu Mimin (49) dan kedua putra-putrinya, Ratna (10) juga Cahya (9). Kini rumahnya terlihat lebih baik dan rapih daripada sebelumnya, cat warna merah- biru pun turut menghiasi rumah yang berdiri di lahan ITB tersebut.

“Ibu mah neraskeun sepuh di dieu teh da teu gaduh bumi Ibu mah, tos aya puluhan tahun di dieu, ti Bapak sareng Emakna Ibu kapungkur, Neng. Dugi ka ayeuna ibu gaduh 7 murangkalih,” ujar Bu Mimin.

Bu Mimin kiranya seorang wanita yang tangguh. Perekonomian keluarga ia pikul sendiri dengan menjadi buruh cuci dan setrika selama belasan tahun lamanya.

“Ah.. Neng, mun kudu disebutkeun mah, lelah Ibu teh.. Jaba da butuh tanagi ageung nyeseuh teh. Penghasilan na ge ngan saukur 50 rebu 2 hari sakali -ari jalmi sakitu seeurna nu ku Ibu kedah tanggung. Tapi nya kitu alhamdulillah, sok aya we rezeki ti ditu-ti dieu, aya jalmi masihan beas, tuangeun. Tapi da pami ngarunutkeun panghasilan mah teu cekap. Komo ayeuna Mah nu miwarang nyeseuh atanapi nyetrika teh saminggon aya, pleng saminggon ka payuna teu aya, padahal mah kan ari kabutuhan mah unggal dinten,” terang Bu Mimin.

ad0146fa9e89d5279c94ec2304fe02ad76880cfd

Satu jam lebih kami bercerita. Adakalanya mata Bu Mimin berkaca-kaca ketika menceritakan masa lalu lagi perjuangannya dan bahkan air matanya tak terbendung saat mengkisahkan anak bungsunya yang shalehah Hana (telah wafat). Dia tahu bahwa hidup akan terus berjalan jadi memang tak ada kata menyerah untuk berusaha.

“Hidup Ibu mah kayak drama, Neng. Tapi Ibu mah alhamdulillah.. Ibu mah sacape- cape na ge bakal ngabelaan ka anak mah, pokokna salami tiasa barangtuang jeung barudak tiasa sakola, Ibu mah bersyukur,” tandasnya.

“Apa yang jadi harapan Ibu sekarang?” tanya kami.

“Kahoyong mah Neng, Ibu teh teu kedah bergantung deui kabatur- ngantosan nu miwarang nyetrika sareng nyeseuh. Ibu mah sok ngimpen tiasa icalan seblak, kue- kue an, naon we di sakola na Ratna. Engke pami siang atanapi Sabtu Minggon dagang kopi, roti-roti di taman-taman kan seeur taman di Bandung mah,” harapnya.


4f3378bc9479b67a95cf97a22015ffe389419c57

e57592b1b46b0263b3bbf165afb7ffd90e4d6d77

122cc2198a4b6baa3355fe3642a675abbeef4f16

Ini adalah Mushala. Semasa hidupnya, almarhumah Hana menginginkan untuk dibuatkan Mushala yang tak jauh dari rumahnya.

Disclaimer : Informasi dan opini yang tertulis di halaman campaign ini adalah milik campaigner (pihak yang menggalang dana) dan tidak mewakili Kitabisa.

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Campaign Telah Berakhir

Anda tidak dapat menggalang untuk halaman penggalangan ini karena batas waktu telah berakhir.

Mau buat halaman untuk galang dana online seperti ini?