Kitabisa! - Bantu Bu Omi Bermimpi

Bantu Bu Omi Bermimpi

Bantu Bu Omi Bermimpi
Penggalangan dana untuk mewujudkan mimpi Bu Omi, seorang pedagang gorengan keliling untuk memiliki rumah impian yang telah diperjuangkannya selama 12 tahun.

Rp 54.449.354

terkumpul dari Rp 50.305.000
108% tercapai
Campaign Telah Berakhir

0 SHARES



Penggalangan dana dimulai 6 Jul 2017 oleh:

Baca update terbaru dari penggalangan dana ini!

Saya (Campaigner) adalah mahasiswa Unpad yang dalam kesehariannya sering bertemu dengan Bu Amirah sebagai pembeli dan penjual. Bu Amirah yang akrab disapa Bu Omi adalah seorang wanita paruh baya yang sehari-hari mendedikasikan hidupnya untuk membantu suami mencari nafkah dengan berjualan gorengan di sekitaran kampus UNPAD Dipatiukur, Bandung. Dalam usianya yang sudah menginjak 48 tahun, Bu Omi sudah menjajakan gorengan mulai tahun 1990 berawal dari memapa tampah di atas kepala dan menjualnya di terminal-terminal dan dimana saja tempat yang dirasa ramai. Setelah bertahun-tahun ‘berkelana’ dengan gorengannya, suatu saat seorang penjual makanan di UNPAD menyarankannya untuk berjualan gorengan di kampus saja, dan mulai tahun 1993 Bu Omih mulai menjajakan gorengannya di kampus.

“Ibu dari dulu berjuang ya ikut aja kemana langkah kaki, istilah sundana mah nuturkeun indung suku. Kamana we ibu pergi, berusaha cari rezeki, yang penting mah halal, ga minta-minta sama orang.”

Sejak saat itu, terhitung sudah 24 tahun Bu Omi berjualan di kampus UNPAD DU, dari yang dahulu memakai baskom hingga sekarang membawa 2 kotak berukuran sedang, Bu Omih menjadi penghuni setia kampus saat para mahasiswa masuk dan lulus silih berganti. Selain itu, Bu Omi juga sering membantu membersihkan mushala dan ruangan organisasi mahasiswa sejak dulu, setiap diberi bantuan Bu Omi selalu panjang-panjang mendoakan mahasiswa segala doa-doa yang baik untuknya yang membuat takzim, tak heran banyak mahasiswa yang mengenalnya.

Perjuangan Bu Omi untuk menjajakan gorengan di kampus dimulainya sejak pukul 9 pagi, bermodalkan mengambil gorengan dari oranglain, ia kemudian berjalan kaki sejauh 2,5 KM dari rumahnya menuju kampus. Di kampus, Bu Omi bukannya menjual gorengan dengan duduk tenang menunggu pembeli, melainkan terus berjalan kesana-kemari untuk menawarkan dan berharap ada yang membeli. Jika sedang susah, Bu Omi baru akan berjalan pulang kembali ke rumahnya pukul 9 atau 10 malam, saat dimana bahkan penghuni kampus sudah tidak ada. Bu Omi sendiri sebenarnya menderita vertigo, jadi saat lelah sekali ia akan merasa sangat pusing, bahkan pernah ditemukan pingsan di ruang organisasi dan akhirnya diantarkan pulang oleh mahasiswa. Saban hari tubuhnya pun semakin kecil karena jarang sekali makan padahal perjuangan dan pekerjaannya sangat melelahkan. Itu semua dilakukan Bu Omi untuk membantu menghidupi keluarganya, membantu suaminya yang juga sangat jarang bisa bekerja, bebannya semakin berat karena masih harus menyekolahkan dua lagi anaknya yang masih kecil, dimana salahsatunya pernah menderita sakit parah.

“Berjuang untuk anak, bantu suami, jadi istri sholehah. Ibu ge ga pernah marah sama suami karena belum bisa kerja, ibu aja yang bantu berjuang untuk keluarga. Mau gimana-gimana juga Ibu percaya suatu saat Ibu pasti dibantu sama Allah, biar berubah nasib Ibu. Ibu percaya”

Ditengah perjuangannya berpuluh-puluh tahun membantu suami memenuhi kebutuhan keluarga, Bu Omi juga kerap ditimpa berbagai cobaan. Ketika kakak kandung Bu Omi sakit keras dan tak punya biaya untuk pengobatannya, selagi menunggu antrian operasi di salahsatu rumah sakit di Bandung, kakaknya diurus di rumah Bu Omi yang sangat kecil bahkan untuk Bu Omi dan keluarganya saja sudah sangat penuh, namun ikhtiar Bu Omi membantu kakaknya ternyata tidak dapat menolak takdir bahwa sang kakak sudah harus berpulang kepada Sang Pencipta. Lalu cobaan lain adalah saat anak perempuannya menderita Koch Pulmonum atau TBC pada paru. Berbagai upaya dan juga bantuan telah dilakukan hingga saat ini kondisi anaknya sudah jauh lebih baik.

Selain itu, selama ini Bu Omi dan keluarga tinggal di sebuah petak tanah yang telah dijatah, karena tanah itu sebenarnya milik sang mertua yang mana disana juga tinggal 8 keluarga lainnya. Jadi pada satu blok tanah terdapat 9 keluarga, yang saling berbagi kamar mandi dan dapur. Untuk tempat tinggalnya sendiri, Bu Omi dan suaminya membangun sepetak ruang keluarga dan satu kamar untuk dihuni oleh 6 orang. Karena tinggal di rumah yang penuh dengan keluarga yang lain, sering sekali Bu Omi mendapat masalah dan gangguan dari yang lain. Gangguan itu berupa pengusiran, hinaan dan cacian, serta penyerangan fisik yang disebabkan oleh hal-hal kecil dan kadang tidak beralasan.

65559c6d0fbfe897bf1b2c513feae16f97eb8e03

Ket: Ruang tamu

f9fa947c783a4da2be19a11a1f96645e1ddecc35

Ket: Kamar untuk sekeluarga

aff467f7ed57343f4e6e6e5967bee6ec64af25d5

Ket: Dapur bersama

782f33eb6b3dc1a8f3a2d17f100884c643e5ed6b

Ket: Kamar mandi yang dipakai oleh 9 keluarga (tidak ada jamban)

698a6215dfb0c349f01231127379b63af63ac7ab

Ket: Tangga menuju rumah tinggal Bu Omi (diatas dapur)


Karena kondisi yang sudah sangat tidak nyaman tinggal disana, ditambah keinginan yang sangat besar untuk bisa punya rumah sendiri, saat ini Bu Omi dan keluarga sedang berusaha menyicil pembangunan sebuah rumah di kampung halamannya, di Garut. Tahapan pembangunan rumah sendiri sudah dimulai dari membangun pondasi pada tahun 2005 dan selama 12 tahun, sedikit demi sedikit Bu Omi menabung untuk mencicil pembangunan rumah impiannya. Belakangan ini Bu Omi semakin banyak mendapatkan gangguan dari keluarga yang tinggal di rumahnya sekarang, ia merasa sangat tertekan dan ‘ngebatin’ karena gangguan demi gangguan yang didapatnya, sehingga Bu Omi berharap dapat segera merampungkan pembangunan rumahnya agar mempunyai tempat yang layak di sebut rumah, tempat dimana setiap pulang dapat membuatnya merasa nyaman dan beristirahat dengan tenang.


Saat ini pembangunan rumah Bu Omi di Garut baru sampai tahap seperti terlihat diatas, pembangunan pun terhenti karena kehabisan dana. Uang tabungan telah habis terpakai namun masih juga belum bisa merampungkan dan merealisasikan impiannya.


Melalui campaign ini, mari kita bersama-sama membantu Bu Omi untuk merealisasikan impian sederhananya, yang telah diperjuangkan dan didoakannya selama puluhan tahun. Agar Bu Omi dan keluarga dapat memiliki rumah yang sebenar-benarnya rumah. Membantu seorang ibu yang perjuangannya sungguh sangat luar biasa untuk keluarganya, seorang pejuang yang sangat tulus, yang tidak pernah mengeluh ataupun menengadah tangan untuk mendapat iba oranglain. Ibu yang selalu yakin akan kuasa Sang Pencipta atas semua doanya, dan perjuangannya untuk membesarkan anak dan membantu suami yang patut diakui sebagai usaha paling maksimal yang bisa ia lakukan. Seorang pemimpi yang berhak mendapatkan mimpinya karena ia telah berusaha dan berjuang tanpa kenal lelah. Mari kita membantunya dengan menyumbangkan sebagian harta yang kita punya.

Sebagai bahan pengajuan bantuan ini, adapun rincian anggaran dan sketsa pembangunan rumah Bu Omi adalah sebagai berikut:

72339da4b239388ca482f1cd378ad786c4402df4

Ket : Sketsa Rumah Bu Omi


Rincian Anggaran Pembangunan

f53d3ac94ec6f0c33d67f427e3a78fed95bceef5

Untuk donasi, silakan ikuti langkah berikut :

1. Klik tombol "Donasi Sekarang"

2. Masukan nilai donasi dan data diri

3. Pilih metode pembayaran dan transfer

Jangan lupa bantu sebarkan informasi ini ke saudara, rekan, dan teman - teman lainnya.

Terimakasih untuk setiap bantuan yang saudara lakukan dan berikan, dalam bentuk apa saja, demi terlaksananya pembangunan rumah Bu Omi ini, semoga akan dibalas dengan balasan yang berlipat ganda, semoga saudara diberikan kelancaran untuk setiap urusan dan ikhtiarnya, semoga diberikan keberkahan atas sedekahnya sehingga menjadi amal kebaikan untuk saudara. Aamiin


Contact Person :

Sepdrian Nur Pratama

082240537646

[email protected]

Disclaimer : Informasi dan opini yang tertulis di halaman penggalangan ini adalah milik penggalang dana dan tidak mewakili Kitabisa.

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Campaign Telah Berakhir

Donatur 258

  • Rp. 2.500.276
    AkUnpad98

    Donasi adalah titipan alumni akuntansi unpad angkatan 1998 mengingat bu Omi sbg tukang donat ketika kami kuliah dulu. thx Kitabisa

  • Rp. 2.000.914
    Anonim
  • Rp. 2.000.876
    Anonim

    Semoga Bu Omi dan keluarga selalu diberikan kesehatan oleh Allah swt. Semangat terus ya Bu Omi :)

  • Rp. 2.000.000
    Anonim
  • Rp. 1.200.314
    Anonim
  • Rp. 1.000.971
    03.068
  • Rp. 1.000.619
    Anonim
  • Rp. 1.000.534
    Anonim
  • Rp. 1.000.469
    Anonim

    Mudah-mudahan rumah impian bu omi (ibu gorengan) segera jadi dan berkah ya bu...

  • Rp. 1.000.307
    Anonim

    Bismillah. Semoga Ibu Omi bisa memiliki rumah impiannya. Aamin.

SHOW MORE
  • Rp. 20.000
    Ayu Novita Sari
  • Rp. 20.000
    Edy Jaka
  • Rp. 2.500.276
    AkUnpad98

    Donasi adalah titipan alumni akuntansi unpad angkatan 1998 mengingat bu Omi sbg tukang donat ketika kami kuliah dulu. thx Kitabisa

  • Rp. 1.200.314
    Anonim
  • Rp. 100.545
    Anonim

    Walaupun ga seberapa, semoga bs menjadi berkah utk bu omi

  • Rp. 100.603
    Anonim
  • Rp. 50.645
    Hilman
  • Rp. 2.000.876
    Anonim

    Semoga Bu Omi dan keluarga selalu diberikan kesehatan oleh Allah swt. Semangat terus ya Bu Omi :)

  • Rp. 100.699
    Anonim

    Semoga berkah

  • Rp. 25.724
    Anonim
SHOW MORE
Sepdrian Nur Pratama 29 Aug 2017

Update 3 - Menuju detik - detik kebahagiaan Bu Omi.

Alhamdulillah, setelah pencairan uang beberapa minggu lalu, uang langsung diserahkan dan dipakai untuk pembelian bahan - bahan yang diperlukan saat itu. Pembangunan rumah pun dikawal langsung sang suami dan tim donasi dari rekan - rekan Persaudaraan Mahasiswa Islam FEB Unpad. Saat ini bangunan rumah sudah semakin tinggi dan mimpi bu omi pun semakin terlihat didepan mata. Selanjutnya kami akan mencairkan sisa uang untuk membuat atap rumah, membuat tembok dan penyelesaian akhir. Menurut Bu Omi dan Suaminya, rumah ditargetkan selesai akhir september.

Pertemuan terakhir bersama bu omi, beliau menitipkan pesan kepada donatur yakni ucapan terimakasih yang sangat dalam karena telah bermurah hati membantu mimpi memiliki rumah yang lama dinantikannya. Beliau juga berdoa semoga kebaikan para donatur dibalas dengan kebaikan yang lebih besar.

Berikut foto terbaru rumah yang dibangun :

6787a830fcc5c871d0d2446e41a714baea79e6a7

14a156942b87dcb454bce97b50e94cf753c5254d

7b43b08feb41ef75404d0ae6f3f5859c399db9de

1c6e99f1aae4d2cfacab9521039a3f1e6da913d4

Berikut bukti pembelian bahan - bahan :

3017eac4d27bac6fc169983df0c7217f12fe9399

1d9e068a95c2cb49b5619c1ec85664bf52534ce6

Sepdrian Nur Pratama 15 Aug 2017

Update 2 - Campaign Telah Berakhir

Halo Para Donatur,

Terima kasih sudah berdonasi di campaign Bantu Bu Omi Bermimpi!

Anda mendapatkan email ini karena campaign telah diakhiri oleh Sepdrian Nur Pratama.

Total donasi yang terkumpul hingga update ini sejumlah Rp 54.449.354 dari 258 donatur.

Tunggu update berikutnya dari Sepdrian Nur Pratama terkait penggunaan dana.

Terima kasih!

Sepdrian Nur Pratama 3 Aug 2017

Update 1 - Terwujudnya mimpi bu omi sebentar lagi

fa80952779331824fbcc15a638afc2f712aebc96

Mimpi Bu Omi untuk merampungkan rumah impiannya hanya tinggal selangkah lagi. Beliau amat bahagia ketika menyadari bahwa impian puluhan tahunnya ini sebentar lagi akan terwujud jadi nyata.

Melalui donasi dan kepedulian saudara - saudara semua, pembangunan rumah bu omi akan dilanjutkan. Sehingga Bu Omi dan keluarga dapat tinggal dirumah yang layak dan nyaman. Untuk sementara ini uang yang terkumpul akan dibelikan bata, semen, besi dan kayu untuk menaikan dinding dan memplester rumah. Bukti pembelian akan kami sampaikan setelah pembelian dilakukan.

Rasa terimakasih yang tulus disampaikan bu Omi melalui kami untuk para donatur sekalian, semoga kemurahan hati dan kepeduliannya dibalas dengan kebaikan yang besar. Aamiin

Disclaimer : Informasi dan opini yang tertulis di halaman campaign ini adalah milik campaigner (pihak yang menggalang dana) dan tidak mewakili Kitabisa.

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Campaign Telah Berakhir

Anda tidak dapat menggalang untuk halaman penggalangan ini karena batas waktu telah berakhir.

Mau buat halaman untuk galang dana online seperti ini?