Kitabisa! - BANTU ANAS MELANJUTKAN PENGOBATAN

BANTU ANAS MELANJUTKAN PENGOBATAN

BANTU ANAS MELANJUTKAN PENGOBATAN
Yuk bantu Anas agar bisa melanjutkan pengobatannya lagi.

Rp 40.222.729

terkumpul dari Rp 45.000.000
89% tercapai
Campaign Telah Berakhir

0 SHARES



Penggalangan dana dimulai 31 Mar 2019 oleh:

Baca update terbaru dari penggalangan dana ini!

Hai #orangbaik

Perkenalkan namaku Anas Hilmy, aku tinggal di sebuah desa kecil di kab. Bojonegoro bersama ibuku. Ayahku sudah meninggal saat aku berusia 10 bulan karena kecelakaan. Jadi aku merupakan seorang anak yatim sejak baru belajar merangkak.

Anas dan Sang Ibu


DIVONIS TUMOR OTAK

Tahun 2012 aku sedang disibukkan oleh ujian kelulusan SMA, tetapi aku malah sering mengeluh sakit. Banyak dokter yang sudah aku datangi dari dokter spesialis sampai rumah sakit, tapi sakit ini masih belum kunjung sembuh, hingga akhirnya aku masuk UGD karena panas tinggi dan disana juga diketahuilah bahwa ada tumor tumbuh di batang otakku. Saat itu aku dirujuk ke RSUD Dr. Saiful Anwar, Malang kemudian ke RSUD Dr. Soetomo di Surabaya dengan berbekal ASKES (saat ini BPJS). Dokter menyarankan aku untuk operasi, dengan semangat aku mengiyakan anjuran tersebut. Meski keluarga awalnya ingin aku berobat secara alternatif saja, tapi aku bersikeras untuk mengikuti anjuran dokter untuk operasi agar aku bisa cepat sembuh dan kembali ke sekolah, pikirku.

Singkat cerita, dua kali aku menjalani operasi, yang pertama pemasangan alat bantu mengeluarkan cairan yang diproduksi oleh tumor (VP shunt) dan yang
kedua operasi pengangkatan tumor.

Hasil Konfrontasi69a4dfb5-9f18-40ee-9835-8be093594f63.jpg

Alhamdulillah, tumor yang bersarang di kepalaku sudah diangkat, tetapi aku harus menerima kenyataan bahwa kaki dan tanganku menjadi sulit dikontrol dan lemah. Aku lumpuh.

556f2ed8-29b3-4fe0-9430-501f55764cb5.jpg5dad9b1e-2808-45ef-935c-4486f7dbf02a.jpg

Gerakan sederhana seperti menggenggamkan tangan tidak bisa aku lakukan, apalagi menggunakan kursi roda. Praktis aku harus minta bantuan orang lain karena tanganku tak bisa mengendalikan rodanya. Aku tak punya kursi roda otomatis karena aku tak sanggup membelinya. Karena kondisiku yang begitu, aku terpaksa tidak melanjutkan sekolahku yang hanya tinggal sejengkal lagi untuk lulus SMA.


Ditambah jaminan kesehatan (ASKES) yang selama ini aku gunakan berobat habis masa berlakunya karena aku sudah berumur 20 tahun, otomatis aku tidak mendapat tunjangan kesehatan dari pensiunan ayah lagi. Akibatnya aku harus berhenti terapi pengobatan untuk membuat BPJS Mandiri agar aku bisa terapi kembali.

TIDAK ADA DANA UNTUK CHECK UP SELAMA PASCA OPERASI

Tidak terasa waktu berlalu hampir 6 tahun pasca operasi. Kegiatanku tiap hari berlatih dan terus berlatih agar aku bisa melakukan kegiatan seperti biasa. Aku belajar berbicara kembali, belajar menulis kembali, belajar berjalan kembali dan terus belajar. Tekadku untuk bisa mandiri terus aku asah. 

7640ec4a-48ee-4341-ac57-962a503aefb3.jpg


Aku tahu bahwa penyakit kanker adalah “penyakit seumur hidup”. Walaupun sudah dinyatakan sembuh, penyakit akibat sel abnormal ini bisa saja kambuh lagi. Untuk sementara waktu ini aku sudah survive dari kanker. Dari perkiraan dokter jika aku hanya bertahan 6-7 bulan saja, tapi sampai hari ini aku masih bertahan. Alhamdulillah.


Namun ada kalanya aku takut jika sedang “sakit biasa” seperti flu atau demam, apalagi pasca operasi aku sama sekali tidak pernah check up sama sekali. Aku benar-benar ingin check up waktu 5 tahun setelah operasi, karena rata-rata harapan hidup pasien kanker sekitar 5 tahun. Sempat ibuku mengantar ke rumah sakit di kotaku, tapi mereka tidak bisa menolong banyak, karena keterbatasan alat medis, mengingat aku tinggal di kota kecil. Mereka hanya bisa memberi rujukan ke rumah sakit di Surabaya, iya RSUD Dr. Soetomo, tempat di mana aku operasi dulu.


Akan tetapi, ibuku belum bisa menyanggupi untuk mengantarku kesana, aku paham karena ibu tidak punya cukup uang. Ibuku hanya seorang petani dengan beberapa petak sawah di dekat rumah. Kami hanya mengandalkan hasil tani ibu dan pensiunan Ayah yang seorang PNS dan itu semua hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari.


Untuk mengantar aku ke Surabaya lagi, sepertinya hal yang mustahil untuk ibu. Transportasi umum dari desaku ke Surabaya juga kurang bersahabat dengan kondisiku sekarang. Andaikan aku bisa sewa mobil untuk pergi kesana, Mungkin ibuku tidak terlalu kesusahan untuk memapah aku karena sampai sekarang aku belum bisa berjalan.


Yuk bantu Anas agar bisa melanjutkan pengobatannya lagi.

Jika teman-teman ingin membantu silahkan berdonasi dengan cara:

- Klik tombol “DONASI SEKARANG”

- Masukan nominasi donasi

- Pilih metode pembayaran GO-PAY atau transfer Bank


Tidak hanya berdonasi, teman-teman juga bisa membantu dengan cara menyebarkan halaman galang dana ini ke orang-orang terdekat agar semakin banyak orang yang membantu.

Bantuan sekecil apapun sangat berarti untuk Anas.


Jika ada pertanyaan mengenai penggalangan dana ini , teman-teman bisa hubungi di 088216328818 (WA)

Terimakasih atas doa, dukungan dan bantuannya, Semoga Tuhan membalas semua kebaikan teman-teman. #Orang Baik

Disclaimer : Informasi dan opini yang tertulis di halaman penggalangan ini adalah milik penggalang dana dan tidak mewakili Kitabisa.

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Campaign Telah Berakhir

Donatur 187

  • Rp. 10.000.925
    Youdhiyan Prasetyo

    Yg sabar ya dik. Syafakillah, semoga Allah angkat semua penyakitmu & pasti akan menggantinya dg kemuliaan yg tak terbatas. Nanti sy hub

  • Rp. 2.500.000
    Sultan Kalanhka
  • Rp. 2.000.000
    Tan Yi Yi

    Kamu pasti bisa! Semangat terus

  • Rp. 1.500.994
    Anonim

    Anas semangat terus yaaa!

  • Rp. 1.000.886
    Anonim

    Semangat bro

  • Rp. 1.000.000
    Anonim
  • Rp. 500.993
    Anonim

    Semoga Allah 'azza wa jalla memberikan kesehatan jasmani dan rohani utk Anda dan keluarga..amiin..

  • Rp. 500.863
    Anonim

    Semoga bisa berobat kembali

  • Rp. 500.789
    Anonim

    Semangaatt, semoga lekas sembuh

  • Rp. 500.729
    Anonim
SHOW MORE
  • Rp. 10.000
    A. Shofi Ubaidillah
  • Rp. 100.123
    Anonim
  • Rp. 100.000
    Anonim

    KitaBisa

  • Rp. 150.000
    Anonim
  • Rp. 500.863
    Anonim

    Semoga bisa berobat kembali

  • Rp. 500.092
    AHMAD Habieb
  • Rp. 200.000
    Burhan Ari Mukti

    Semoga Allah memberikan jalan kesembuhan dan kelancaran dalam setiap prosesnya. Amiin

  • Rp. 200.773
    Anonim

    Semangat anas! Jgn menyerah! Jgn sedih.. Terus berdoa demi kesembuhan mu.. insyaallah disembuhkan oleh Allah

  • Rp. 15.213
    Anonim

    Cepat sembuh

  • Rp. 200.802
    Anonim

    Semangat Nas, Insya'allah bisa sembuh dan sehat lagi

SHOW MORE
ISABELA DIAN FAJAR PERMATA 11 Jul 2019

Update 6 - Terapi kedua

Assalamu'alaikum #orangbaik Bagaimana kabarnya? Semoga hari kamu menyenangkan dan selalu sehat. Aamiin

Alhamdulillah anas kemarin, selasa 9 juli 2019, telah melakukan terapi ke-2 di RSUD Bojonegoro.

Untuk biaya fisioterapi dan berobat, Alhamdulillah semua ditanggung BPJS Kesehatan, anas tinggal membayar premi per bulan untuk BPJS kelas 3 saja, sebesar Rp. 25.500.

Yang butuh biaya cukup banyak malahan pada transportasi menuju RSUD. Karena anas belum bisa berjalan dan harus membawa kursi roda sendiri maka anas menggunakan mobil sebagai sarana transportasi menuju RSUD.

Rumah anas berada di desa yang jauhnya 9,8 km dari RSUD, belum lagi akses transportasi umum yg sulit sehingga anas mau-tidak mau harus menyewa mobil. Waktu terapi ke-1 kemarin anas harus merogoh kantong cukup dalam untuk menyewa mobil yaitu Rp. 200.000 untuk pulang-pergi (PP) terapi di RSUD.

Merasa cukup mahal, anas mencari alternatif lain untuk terapi ke-2 nanti dengan bertanya ke grup chat alumni SMP, salah seorang teman merekomendasikan sebuah jasa penyewaan transportasi daring, sayangnya setelah dihubungi lebih lanjut mereka hanya menyediakan motor saja, sedangkan yang aku butuhkan adalah mobil. Anas juga bertanya ke beberapa kontak driver ojol langsung, ada yg berhalangan karena sedang mengantarkan kostumer, ada ojol yang memasang tarif tinggi karena dia berangkat dari kota, DLL.

Akhirnya, temen SMPku berbaik hati mau mengantarkan anas berangkat ke RSUD. Berangkat pukul 7 lebih dan sampai ke RSUD sekitar pukul 8. Setelah itu temen SMPku langsung pulang karena ada keperluan. (Terima kasih banyak bro sudah mau nganter) Lagi pula antrian di RSUD cukup panjang dan lama, terbukti jam 10-11an aku baru bertemu dokter di poli syaraf dan ba'da dhuhur baru latihan berjalan atau fisioterapi.

Ketika fisioterapi, anas berlatih berjalan menggunakan Parallel Bar, sebuah pengangan ganda--kanan dan kiri-dan terbuat dari stainless steel.

Setelah fisioterapi, ibuk masih harus menebus obat yg diresepkan oleh dokter poli syaraf. Lagi-lagi di apotek harus antri. Totalnya, anas harus antri 3 kali: 1) antri di lobi kedatangan instalasi rawat jalan--IRJ. 2) antri masuk poli syaraf 3) terakhir, antri saat menebus obat di apotek.

Karena banyaknya antrian tersebut, anas harus menunggu di IRJ sampai kondisinya sepi, lampu mulai dimatikan dan IRJ akhirnya tutup.

Anas pulang menggunakan Ojol pesan lewat aplikasi kena tarif Rp. 45.000--karena anas memesan ojol dengan tujuan kurang tepat--masih sekitar desa yg sama tapi rumah anas lebih jauh sedikit. Sehingga anas kasih tambahan ke drivernya Rp. 5.000,- Jadi total bayar 50rb. Tidak papa, terpenting anas sampai rumah dengan selamat sekitar jam 4 sore.

Meski tidak mudah, anas berjanji akan terus berjuang!

Lagi dan lagi, terima kasih kepada semua donatur telah membantu anas untuk terus berjuang.

salam,

---

Anas Hilmy [Instagram @anas_hilmy]

ISABELA DIAN FAJAR PERMATA 2 Jul 2019

Update 5 - Akhirnya bisa fisioterapi kembali

Alhamdulillah kemarin tanggal 25 juni 2019 anas sudah fisioterapi kembali seperti yang disarankan oleh dokter bedah saraf yang mengevaluasi hasil MRI di Surabaya.

Hampir sama kasusnya dengan ke-alfaan check-up kesehatan dulu, sejak anas dikeluarkan dari ASKES, fisioterapi yang harusnya dijalani seminggu sekali menjadi macet.

Sebabnya, Ibuk harus mendaftar BPJS Mandiri terlebih dahulu ke kantor cabang Bojonegoro. Disana, ibuk mendaftar BPJS kelas 2 dan diharuskan membayar premi untuk bulan pertama sebesar Rp. 42.500 (Premi BPJS kelas 2 tgl. 25 feb 2015) Rencananya, pembayaran premi BPJS bulan berikutnya akan menggunakan sistem auto debit bank, petugas BPJS pun meminta no. rekening pasien yang bersangkutan, tapi karena saat itu anas belum memiliki rekening bank maka pembayaran premi BPJS menggunakan rekening ibuk--yang sekaligus rekening pensiunan. Singkatnya, pembuatan BPJS Mandiri telah selesai.

Suatu hari ada SMS di hape ibuk dari bank yang menginformasikan bahwa auto debit pembayaran premi BPJS gagal karena ada kesalahan sistem. Sayangnya, ibuk belum bisa mengurus masalah kegagalan auto debet saat itu juga, sehingga masalah itu dibiarkan saja. Mulai tahun 2015 itu (lupa tepatnya bulan apa) aku juga tidak lagi melakukan fisioterapi.

2c11251f-5d01-4594-b878-410dc63ea8e3.jpg

Ternyata masalah kegagalan auto debit tersebut tidak segera diurus dan kepesertaan BPJSku pun menjadi non-aktif. Alhasil ketika ingin mengaaktifkan kembali kepesertaan BPJSku ibuk harus membayar Rp. 663.000--tapi itu diaktifkannya baru tgl. 15 agustus 2018. Mulai saat itu, kami memutuskan menurunkan kelas BPJS menjadi kelas 3 dengan iuran RP. 25.500.


a77deeb0-d0c5-4c31-a262-5baacd9abc0f.jpg

Intinya, anas berhenti fisioterapi dari tahun 2015 dan baru terapi lagi kemarin 25 juni 2019. Saat tidak terapi di rs, anas hanya berlatihan mandiri di rumah--sebisanya dan dengan alat seadanya.

Tidak henti-hentinya anas ucapkan terima kasih kepada para donatur yang telah membantu, berkat bantuan kalian anas bisa kembali berobat--melakukan checkup dan juga fisioterapi.

Oiya, saat fisioterapi di RSUD Bojonegoro kemarin, dokter menyarankan untuk terapi seminggu sekali, namun karena mempertimbangkan transportasi yg cukup sulit dan mahal (biaya antara 100rb-200rb tiap perjalanan, bahkan lebih) anas dan ibuk memutuskan hanya terapi sebulan sekali saja.

Sekali lagi terima kasih atas bantuan kalian semua, semoga Allah SWT tuhan yang maha esa membalas kebaikan kalian :)

Anas Hilmy [Instagram @anas_hilmy]

ISABELA DIAN FAJAR PERMATA 7 May 2019

Pencairan Dana Rp 28.051.772

Ke rekening Bank Syariah Mandiri *** *** 8715 a/n M ANAS HILMY MALIK

Rencana penggunaan dana: Rencananya, sisa dana Kitabisa akan digunakan anas untuk membayar premi BPJS setiap bulan, sekaligus meringankan beban Ibuk dalam menyediakan kebutuhan anas Selain itu untuk keperluan transportasi saat fisioterapi ke rs bojonegoro

ISABELA DIAN FAJAR PERMATA 4 May 2019

Update 3 - Terima kasih kepada para donatur

Puji syukur campaign ini telah selesai dilakukan, berribu-ribu bahkan berjuta-juta terimakasih anas ucapkan kepada 187 donatur yang telah ikut membantu anas melanjutkan pengobatan. Dan terimakasih juga atas doa serta dukungan kalian semua, semoga Allat SWT tuhan yg maha esa membalas kebaikan kalian dengan bermilyar-milyar kali lipat lebih baik. Aamiin :)

.

Tak lupa anas ucapkan terima kasih juga kepada koh tian dan kak ibel (Isabela Dian Fajar Permata) karena telah membantu sampai campaign ini berjalan dan sukses. Doa yg sama anas berikan kepada kalian berdua :)

.

Alhamdulillah kemarin anas telah melakukan check-up lagi setelah 6 tahun alfa di RSUD Dr. Soetomo, Surabaya (Tempat anas operasi dulu) dengan cek darah dan pemeriksaan MRI yang puji syukur hasil check-up nya bagus. (Kalian bisa ikut melihat hasilnya di update sebelumnya)

.

Biaya check-up tersebut sepenuhnya ditanggung oleh BPJS Kesehatan, anas hanya mengeluarkan biaya untuk transportasi PP Bojonegoro-Surabaya, dan keperluan menginap di surabaya karena check-up tersebut memerlukan waktu beberapa hari.

.

Rencananya, sisa dana Kitabisa akan digunakan anas untuk membayar premi BPJS setiap bulan, sekaligus meringankan beban Ibuk dalam menyediakan kebutuhan anas sehari-hari.

.

Ketika check-up di Surabaya, dokter menyarankan untuk melanjutkan fisioterapi agar bagian tubuh sebelah kiri anas yang lumpuh bisa digunakan beraktivitas dengan normal lagi. Dana Kitabisa juga akan digunakan untuk keperluan anas ketika fisioterapi nanti seperti biaya transportasi dll mengingat jarak rumah anas ke rumah sakit tempat fisioterapi cukup jauh yaitu 9,8 km.

.

Sekali lagi saya mengucapkan terima kasih banyak.

--

Anas Hilmy [instagram @anas_hilmy]

ISABELA DIAN FAJAR PERMATA 1 May 2019

Update 2 - Hasil MRI

Alhamdulillah hasil check up di surabaya dengan pemeriksaan MRI hasilnya bagus. Dokter menyarankan untuk melanjutkan fisioterapi agar bagian tubuh sebelah kiri anas yang lumpuh bisa digunakan beraktivitas dengan normal lagi. Cerita lebih banyak liat ig @anas_hilmy

65b38a04-642f-43f5-b644-bd8caeae5d37.jpgca1b12bb-9a5f-4411-aa13-4de2e87645ca.jpg120f389f-b43d-432b-a189-d9b20d084404.jpg
ISABELA DIAN FAJAR PERMATA 9 Apr 2019

Pencairan Dana Rp 10.000.000

Ke rekening Bank Syariah Mandiri *** *** 8715 a/n M ANAS HILMY MALIK

Rencana penggunaan dana: Dana 10 juta ini kami cairkan dahulu untuk keperluan anas ke surabaya untuk check up, seperti untuk biaya transportasi, biaya keperluan menginap disana dan untuk keperluan di rumah sakitl

Disclaimer : Informasi dan opini yang tertulis di halaman campaign ini adalah milik campaigner (pihak yang menggalang dana) dan tidak mewakili Kitabisa.

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Campaign Telah Berakhir

Anda tidak dapat menggalang untuk halaman penggalangan ini karena batas waktu telah berakhir.

Mau buat halaman untuk galang dana online seperti ini?