Kitabisa! - Bantu anak pedalaman Papua

Bantu anak pedalaman Papua

Bantu anak pedalaman Papua
Ayo selamatkan anak-anak dipedalaman Papua.

Rp 202.291.648

terkumpul dari Rp 200.000.000
101% tercapai
Campaign Telah Berakhir

0 SHARES



Penggalangan dana dimulai 19 Sep 2018 oleh:

Baca update terbaru dari penggalangan dana ini!

Assalammualaikum, halo #orangbaik

Saya, founder dari gerakan Bookforpapua. Sebuah gerakan sosial kecil untuk membatu pendidikan baca tulis bagi anak-anak dipedalaman Papua. Gerakan ini saya rintis sejak tahun 2012 lalu.
Saat ini melalui #bookforpapua dengan dibantu beberapa teman, kini saya tengah mengelola 4 rumah belajar sederhana dipedalaman Papua. Keempat rumah belajar itu terletak di Kabupaten Asmat, Kabupaten Jayawijaya, Lanny jaya dan Kabupaten Nabire. Selain memfasilitasi puluhan anak-anak diempat rumah belajar tersebut. Saat ini #bookforpapua juga menyekolahkan beberapa orang diantaranya.

Namun untuk sementara waktu halaman galang dana ini saya khususkan untuk membantu anak-anak saya di Rumah Belajar Asmat & biaya utk membantu 4 anak papua lain yg tengah saya sekolahkan disekolah formal

Saat ini dirumah belajar tersebut kami memiliki 60an anak yang diajarkan tulis baca dan tiap anak memperoleh makanan tambahan rutin sebanyak 4x dalam seminggu.

Sebelumnya, seperti yg kita ketahui, Papua adalah salah satu provinsi dg sumber daya alam terkaya dinegeri ini. Namun disisi lain, tingkat kemiskinan & pendidikan di Papua adalah salah satu yang terburuk di Indonesia. Ini dua hal yg berbanding terbalik. Saya rasa mungkin hampir semua orang sudah mengetahui ini.

Rasanya kadang memang tak bisa dinalar, Bagaimana bisa ? sebuah pulau yang kaya raya namun masyarakat aslinya masih hidup didalam belenggu kemiskinan dan keterbelakangan dalam hal pendidikan. 

Miris memang, jika tak percaya lihat saja, beberapa tahun belakangan ini banyak sekali bencana kesehatan yang merenggut nyawa dipedalaman papua. Kematian komunal seperti ini seolah tak ada habisnya mendera masyarakat pedalaman Papua.

Bencana gizi buruk di Korowai yg terjadi tahun lalu. Kemudian disusul oleh wabah campak dan gizi buruk di Asmat yg menggemparkan kita dipenghujung tahun yang sama, yg menelan korban hingga 93 nyawa. Bahkan menurut beberapa sumber jumlah korbannya lebih dari itu, dan yang lebih memalukannya lagi, selain menghebohkan didalam negeri, beritanya juga diulas oleh beberapa media massa terkemuka didunia. 

Padahal sebelumnya, kejadian serupa juga pernah terjadi dikabupaten Nduga. Tak jauh-jauh, kedua kabupaten itu hanya bertetangga saja. Bahkan di awal tahun 2017 itu juga, Dikampung Eyuni, di kabupaten Lannyjaya, didekat salah satu rumah belajar kami disana, saya dengan mata kepala sendiri juga sempat menyaksikan bencana yg sama, yg waktu itu entah karena wabah diare/kolera. Yg jelas tragedi itu juga merenggut sekitar 27 nyawa. 

Keadaan ini terus menerus berulang dan semakin diperparah oleh buruk dan kurangnya perhatian pemerintahan setempat.

Jika ingin mengetahui lebih lengkap bencana apa saja yg terjadi tiga tahun belakangan, teman-teman bisa kok googling di internet, karena terbatasnya ruang, saya tidak bisa mengurainya disini.

Pendidikan dan Kesehatan adalah dua masalah paling krusial di Papua.

Sekolah-sekolah yg seharusnya menjadi titik tumpu untuk meningkatkan sumberdaya manusia agar mampu bangkit dan bersaing dengan pendatang, banyak yang lapuk karena tak terurus, tak ada guru yang mengajar, bangku-bangkunya habis dimakan rayap. Berbulan-bulan, bahkan ada yg sampai tahunan, dan anehnya walau tak pernah berada ditempat tugas, sang guru yg bersangkutan tetap saja menerima gaji. Hebatnya lagi, dihari kelulusan dan kenaikan kelas, anak-anak yang tak bisa membaca pun bisa lulus dan mendapatkan ijazah.

Begitu pula dibidang kesehatan, Puskesmas banyak yg terbengkalai, ditutupi semak belukar karena tenaga medis yang bertugas hampir tak pernah hadir melayani. Saya sendiri saat membantu anak atau masyarakat yang sakit bahkan pernah beberapakali terlibat adu mulut dg petugas kesehatan setempat karena sakit hati melihat pelayanan mereka. 

Hal-hal seperti ini sudah menjadi pemandangan yg "amat biasa" di Papua, tidak aneh. Sudah jadi rahasia umum, semua orang tau, tapi tak banyak yang peduli.

Kita dengan mudah bisa menemukan kondisi seperti ini hampir disemua tempat. Tak perlu jauh-jauh pergi kepedalaman. Dikota kecamatan atau dikota setingkat kabupaten pun mudah sekali ditemukan. Saya berani menuliskan seperti ini karena sy telah lama menyaksikannya dg mata kepala saya sendiri. Sejak 2012 hingga sekarang masalah kesehatan dan pendidikan di papua seakan tak ada perubahan. Tapi biarlah, saya juga tak berniat menyalahkan pihak-pihak terkait, dan kalau pun sy tuliskan disini, itu semata-mata hanya sebagai informasi bagi teman-teman yang belum mengetahuinya saja. Jadi singkat cerita, kira-kira begitulah kusutnya masalah sosial di Papua.

Apalagi pasca wabah campak dan gizi buruk yg melanda Asmat tahun lalu. Rumah belajar kami disana menjadi over kapasitas. Pasca wabah itu. kami kedatangan banyak anak-anak baru dari pedalaman, meski sudah melebihi kapasitas, Namun kami tak tega menolaknya, apalagi anak-anak tersebut sudah datang jauh-jauh.

Karena jumlah mereka yang terus bertambah, kadang saya dan kawan-kawan pura-pura tegar menolak mereka. Kami terpaksa menyuruh anak-anak itu pulang dg alasan kelas kami sudah penuh, tidak ada tempat lagi untuk belajar, tapi melihat mereka terus mengintip dibalik pintu dan terus memohon sambil berkata.

"Paguru, kasih saya masuk kah ? Sa mau ikut belajar"

Mendengar itu saya tak pula sampai hati, Meski rumah belajar kami bukanlah lembaga pendidikan resmi. Tapi tak dipungkiri, kehadiarannya telah banyak membawa manfaat bagi anak-anak, bagaimana tidak, saat sekolah-sekolah milik negara menolak menerima mereka dengan berbagai alasan, Rumah belajar kami menjadi harapan mereka satu-satunya.

Saya dan Rio,

Saya dan Rio, salah satu anak kami yang sempat terindikasi menderita gizi buruk

Karena anak-anak yg datang terus bertambah, kemudian bersama paroki gereja setempat, kami mulai memperbesar ruangan agar bisa menampung lebih banyak anak-anak.

Asmat

Ruang kelas kami yang lama, sebelum disekat dan penambahan ruang kelas baru.

Penambahan ruang kelas

Penambahan ruang kelas

Penambahan ruang kelas

Penambahan ruang kelas

69dd370b-f60f-4e65-82fd-f688974d2504.jpg

Penambahan ruang kelas

d9e6ae4c-23bd-49ea-834f-84c2a1203344.jpg

Rapat bersama orang tua anak-anak untuk penerimaan anak baru dan syukuran utk pembangunan kelas baru

a6b0ef9d-43a7-466d-8cf5-03aeb95d8a22.jpg

Pemberian tambahan makan rutin tiap selesai belajar

03c5a44c-9ac7-4bc6-b135-641590f874a7.jpg

Pemberian tambahan makanan rutin tiap selesai belajar

Namun tak seperti sebelumnya. Asupan makanan yang awalnya hanya kami sediakan untuk 30an anak saja, kini jatah itu harus kami bagi kepada lebih dari 60 orang. Over kapasitas ini benar-benar mulai terasa efeknya. Lauk ikan yg dulu disebut sebagai asupan makanan padat gizi berganti dengan mie, bubur kacang perlahan-lahan berganti dg menu seadanya, jauh dari kata padat gizi. Mau bagaimana ?? Jumlah anak yg terlalu banyak, dana yang terbatas serta harga pangan yg selangit membuat kami kian terjepit. jika tak begitu maka dana yang ada tidak akan cukup, Simalakama. 

39d8f32e-ece6-4761-b984-d7e3373736e6.jpg

Kadang ingin rasanya saya menyetop. Berhenti mengelola dan melupakan mereka. 

Tapi bayangan kejadian gizi buruk yg sempat kami lewati beberapa waktu lalu itu. Membuat saya tak tega.

Apalagi bergerak dibidang pendidikan dengan masalah sosial sepelik ini, untuk melihat hasilnya tentu tidak bisa instan. Butuh waktu. Dua tahun pertama yang berat telah kami lalui. hasilnya pun sudah terlihat, Anak2 yg dulu tidak bisa memegang pena kini sudah agak lancar menulis, anak yang dulu tidak mau dan tak mengerti arti dan gunanya sekolah kini datang sendiri tanpa harus dijeput lagi, dan untuk melihat hasilnya saya yakin masih butuh waktu beberapa tahun lagi.

Lalu jika menghentikannya sekarang ? 

Bagaimana nasib anak-anak itu nanti ? Yg sudah berhasil dibujuk untuk sekolah ? Yg baru saja paham apa gunanya membaca, yg baru saja bisa mengeja, dan anak-anak yg wajahnya sedang berseri-seri penuh semangat itu harus ditinggalkan ? Lalu apa jadinya ? Sungguh saya tak tega meninggalakan mereka, setidaknya tidak untuk saat ini.

Persiapan ujian paket

Saya dan beberapa anak yg sudah cukup lancar tulis baca, saat ini tengah kami persiapakan agar bisa ikut ujian paket agar bisa melanjutkan pendidikannya ke sekolah formal.

Karena itulah saya mengajak kawan-kawan semua untuk membantu langkah kecil saya ini agar tak berhenti disini. 

Meski bencana gizi buruk kemarin memang telah berlalu, tapi bukan berarti mereka, anak-anak di Asmat telah pulih, Mereka masih sangat butuh untuk diperhatikan. Sebab, kondisi "real" di Papua jauh lebih buruk dari sekedar bencana gizi buruk dan campak yg menghebohkan itu. Ibarat gunung es. Bencana kemarin itu hanya puncaknya saja.

ac4b57c4-60d8-4b1b-9faf-30cac6bfda04.jpg

Ditambah lagi saat ini. Dengan mulai maraknya anak-anak yang kecanduan menghisap lem Aibon hingga mabuk dan teler diseantero Papua, yang kini juga merembet sampai ke Asmat, Menambah berat hati saya meninggalkan mereka.

48cb825b-18c1-4f72-9121-a145f5630ef6.jpg

Anak-anak yang mulai terkena pengaruh buruk mabuk lem Aibon

30943ca7-c44a-4c4c-a033-a2e5007055a5.jpg

Saya semakin yakin bahwa belum saatnya berhenti, Anak-anak ini masih benar-benar perlu ditolong. Namun kurangnya sumber pendanaan membuat sy dan kawan-kawan tak berdaya.

Saat ini saja, Untuk dapat menjalankan Rumah belajar Asmat dan menutupi biaya sekolah empat anak ini, dibutuhkan dana sekitar 6 sampai 7 juta rupiah setiap bulan.

Jumlah itu adalah jumlah biaya akumulatif untuk menutupi biaya alat tulis dan biaya asupan makanan mereka sehari-hari.

Perkiraan budget 200 jt ini adalah jumlah perkiraan dana untuk memenuhi kebutuhan selama 2 tahun.

Jadi jika kawan-kawan memiliki kelebihan dan kelapangan rejeki, perkenankanlah saya memintanya sedikit, tak perlu banyak, donasi sepuluh, dua puluh ribu rupiah pun sudah sangat meringankan kami.

Dan satu hal lagi, kian hari isu "PAPUA MERDEKA" kian santer terdengar. Semakin hari campaignnya semakin merajalela dimana-mana. bahkan dirumah belajar yg kami kelola pun. Anak-anak masih lebih hapal "bintang kejora" daripada "merah putih" 

Seperti contoh berikut,

76bc6ed1-f07d-4743-a606-4385b6ef4810.jpg

Mungkin karena terlalu lama diabaikan, Anak-anak hampir-hampir tak menganggap dirinya bagian dari Indonesia, buktinya, hiasan bendera Bintang kejora ini ada dimana-mana

e22e82bf-393a-4298-80cd-d65ff5f68db0.jpg

Simbol Bendera bintang kejora ini menghiasi hampir semua dinding dirumah belajar, selalu ada dibuku anak-anak, Meski sudah banyak cara yg dilakukan tapi bagi mereka bendera Papua tetap saja ini, bukan Merah putih, sedih

custom alt

Tapi saya pikir, gerakan ini bisa tumbuh subur, salah satu penyebabnya toh juga adalah buah dari ketidakpedulian kita selama ini. Perlakuan ini tentu membuat mereka merasa diabaikan, maka lama kelamaan timbul dan terbentuklah gerakan tersebut. Jadi soal isu Gerakan Papua Merdeka yg sering teman-teman tanyakan ini, meskipun sejak awal saya tidak pernah membawa-bawa rasa nasionalisme dalam kegiatan ke Papua, tapi saya bisa katakan, Gerakan itu benar-benar ada, nyata dan terus berkembang, Jadi saran saya hanya satu, kalau tak ingin kehilangan saudara, ya bantulah sekarang. 

Mereka, saudara kita ini butuh perhatian lebih, butuh lebih dari sekedar jargon "NKRI HARGA MATI" yang selalu kita elu-elukan disosial media itu. Mereka butuh perhatian yang nyata. Bukan teriakan "persaudaraan" omong kosong seperti yg selalu kita teriakkan itu. Mereka butuh kasih dan kepedulian yang nyata dari saudara setanah airnya. Sebab kalau tidak sekarang, kapan lagi ? jika terus diabaikan bukan tidak mungkin lho suatu saat nanti "Papua Merdeka" itu bisa benar-benar terjadi.

Ow iya, Donasi yg terkumpul nantinya akan digunakan untuk menutupi biaya sekolah anak-anak, biaya pengadaan alat tulis, bahan makanan, pakaian dan biaya-biaya lain yg bersifat tak terduga. seperti biaya berobat, perbaikan bangunan dan lain-lain. 

Donasi akan dicairkan secara berkala sesuai dengan kebutuhan. serta untuk pelaporannya Inshaa allah nanti juga akan selalu saya update dihalaman ini.

Jadi, sekali lagi, sebelum terlambat. Ayo bersama-sama kita ulurkan tangan untuk merangkul kembali saudara-saudara kita ini.

Untuk keperluan rumah belajar yang lain, jika dirasa perlu nanti akan saya buatkkan halaman campaign donasinya sendiri.

Lalu buat teman-teman yang ingin mengetahui seperti apa kegiatan #bookforpapua ini, Kawan-kawan bisa lihat di akun instagram saya berikut ya.

https://www.instagram.com/book...

Atau bisa juga mengontak saya di nomer seluler 082229000099.

Akhir kata, salam hangat saya dan seluruh anak-anak saya di Papua.
Terimakasih.

Disclaimer : Informasi dan opini yang tertulis di halaman penggalangan ini adalah milik penggalang dana dan tidak mewakili Kitabisa.

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Campaign Telah Berakhir

Donatur 773

  • Rp. 25.500.000
    Rinaldi Mohammad
  • Rp. 15.000.745
    Anonim
  • Rp. 12.000.857
    Anonim

    God bless Papua!

  • Rp. 11.120.189
    Anonim

    Semangat buat pak guru, adek adek dan mama monik. Selamat Natal!

  • Rp. 6.500.782
    Anonim

    Bismillah

  • Rp. 5.000.334
    Anonim
  • Rp. 5.000.000
    irene tiono

    Saya waktu kecil agak pemalu & suka sekali baca buku. Membaca seolah hidup saya & sy berharap anak2 di Papua pun dpt kesempatan bela

  • Rp. 4.583.108
    AJ Family

    Semoga dapat tersalurkan dengan baik berkat ini, agar anak” di papua dapat sehat terus dan dapat meraih cita”nya Gbu all

  • Rp. 3.500.228
    Anonim
  • Rp. 3.000.017
    Debbie Naomi Panjaitan

    #bookforpapua NKRI Harga Mati! God bless you, Mas Rispa and Team.

SHOW MORE
  • Rp. 10.000
    Anonim
  • Rp. 100.914
    Anonim
  • Rp. 10.000
    Anonim
  • Rp. 10.000
    Anonim

    Semoga selalu dilindungi Allah

  • Rp. 25.549
    Diberkati untuk Memberkati
  • Rp. 300.565
    Feliks Lou M Sitopu

    Indonesia dan papua lebih maju

  • Rp. 200.495
    Anonim
  • Rp. 500.244
    Anonim

    “happiness only real when shared” -Christopher McCandless. bless you.

  • Rp. 1.000.826
    Pedro

    Semoga sehat2 terus yaa... adik2 di Papua. Semangat!

  • Rp. 50.000
    Anonim
SHOW MORE
Rispa satrya (pendiri gerakan #bookforpapua) 29 Apr 2019

Pencairan Dana Rp 20.000.000

Ke rekening BRI ** *** *** *** 5567 a/n RISPA

Rencana penggunaan dana: Untuk biaya persiapan kuliah anak (pengurusan berkas, biaya pulang kampung anak utk ijin ke orang tuanya jika memungkinkan & biaya persiapan tiket perjalanan ke tempat rencana kuliah)

Rispa satrya (pendiri gerakan #bookforpapua) 27 Apr 2019

Update 26 - Perkembangan anak hingga april 2019

Assalammualaikum teman-teman donatur !

Sebelumnya, saya ingin mengucapkan selamat merayakan paskah utk semua kawan-kawan dan selamat menyambut Ramadhan utk semua teman yang muslim.

Hari ini saya kabarkan kembali perkembangan anak-anak sampai akhir bulan April ini. Update ini sengaja saya kirimkan kembali karena pada update sebelumnya saya tak bisa menyertakan foto, maklum seperti biasa, sinyal internet kami di Asmat sangat buruk. 

Sejauh ini perkembangan anak di Asmat cukup baik, semuanya dalam keadaan sehat dan beberapa yang akan sekolah juga tengah dipersiapakan kebutuhannya.

909945d5-79ee-4e83-b88a-69d4dcf3a820.jpgBimo, salah satu anak asuh di Asmat

Lalu, kabar empat anak asuh saya yang ada di Wamena. Allhamdulillah, Kutene sudah memulai pendidikan TNI AD nya minggu ini.
sementara itu Deni, Anggin dan Kean tanggal 9 mei nanti akan menerima kabar kelulusan SMA nya.

Jika lulus, saya berencana akan membantu salah satunya untuk kuliah kesalah satu perguruan tinggi di Yogyakarta atu di Jayapura. Deni dan Anggin sama-sama berkeinginan untuk sekolah dibidang kesehatan. Saya mungkin akan menggunakan sedikit dana yg terkumpul untuk menguruskannya, Bantu doakan ya teman, oya berikut juga sy lampirkan sedikit foto kegiatan selama sebulan ini.

91a99b73-7201-4110-bf1e-d087d2c9c9fd.jpgKegiatan rutin di Asmat5d40036c-1177-4d9d-aa1a-f352b895fd9d.jpgPersiapan alat sekolah untuk anak-anak yang akan lanjut ke sekolah formal tahun ajaran baru ini

477099fc-6121-4dc5-8202-52bc0fee03c8.jpgNota/kwitansi penggunanaan dana hingga April 2019 (mohon maaf, lagi-lagi karena sinyal tak memungkinkan, sy belum bs mengaploadnya satu persatu)e72e6449-a87c-46e0-83f6-80a093838e18.jpgDeni saat mengurus berkas-berkasnya (bpjs , rekening dan surat-surat lainnya) untuk rencana kuliahnya nanti

Demikianlah update ini saya kirimkan, untuk tetap memantau perkembangan kegiatan dan anak-anak teman-teman dapat melihatnya di akun instagram saya. Akhir kata, sampai jumpa lagi diupdate selanjutnya dan semoga yang maha kuasa selalu menjaga dan melimpahkan berkahnya untuk kita semua. Amin, terimakasih.

Salam.

Rispa satrya (pendiri gerakan #bookforpapua) 24 Apr 2019

Update 25 - Perkembangan anak hingga april 2019

4ee67e69-8294-4c80-949b-c854bf602d12.jpgKegiatan Rutin di Asmat

Assalammualaikum teman-teman donatur !

Selamat merayakan paskah utk kawan-kawan yang merayakannya, selamat menyambut Ramadhan utk semua teman yang muslim.

Hari ini saya kabarkan sedikit, perkembangan anak-anak sampai akhir bulan April ini cukup baik. Di Asmat semuanya sehat dan beberapa yang akan sekolah juga tengah dipersiapakan kebutuhannya.

Lalu, empat anak asuh saya yang di wamena. Allhamdulillah, Kutene sudah memulai pendidikan CATA PK TNI AD nya minggu ini. sementara itu ketiga lainnya tengah menunggu kabar kelulusan SMA nya tanggal 9 Mei nanti. Jika lulus, saya berencana akan membantu salah satunya diantaranya untuk kuliah keperguruan tinggi. Kebetulan Deni berkeinginan untuk sekolah dibidang kesehatan. Karena itu mohon bantu doakan juga untuk hal ini ya teman-teman,

Sekali lagi, terimakasih banyak, Selamat Paskah untuk teman-teman Nasrani dan selamat Menyambut Ramadhan untuk semua sahabat yang Muslim, semoga yg maha kuasa senantiasa melindungi kita semua, amin

Salam,.

Rispa satrya (pendiri gerakan #bookforpapua) 10 Apr 2019

Pencairan Dana Rp 6.000.000

Ke rekening BRI ** *** *** *** 5567 a/n RISPA

Rencana penggunaan dana: Biaya untuk membeli peralatan sekolah berupa tas, sepatu, seragam dll untuk anak yang akan masuk sekolah formal

Rispa satrya (pendiri gerakan #bookforpapua) 10 Apr 2019

Update 23 - Allhamdllh, kabar baik dibulan April !

Salam, halo kawan-kawan donatur ? Bagaimana kabar hari ini ? semoga Tuhan selalu menyertai kita. Amin.

Oya ada beberapa kabar baik yang ingin saya sampaikan kepada kawan-kawan semua.

Pertama, Deni, Kean & Anggin baru saja selesai mengikuti ujian nasionalnya, jika tak ada halangan, tanggal 9 mei nanti mereka akan mendengar pengumuman hasil ujiannya, semoga mereka bertiga bisa lulus dangan hasil yang baik ya, Amin.

6abcb449-a946-4098-9549-4c34b3696492.jpgDeni, Kean, Anggin dan saya ketika di Wamena beberapa hari lalu.e50118fe-0b1d-432a-b8f5-d99489f70cf7.jpgDeni memperlihatkan kartu ujian nasionalnya

Kabar kedua, Kutene suhun saat ini sudah berada di Rindam Cendrawasih, ia tengah menjalani masa karantinanya sebagai persiapan awal sebelum mengikuti proses pendidikan tentaranya, mohon bantu selalu Ia dengan doa ya, semoga ia dapat menjalani semuanya dengan baik. Amin.

6df9098c-7a9d-424a-9965-20427b70d3e1.jpgKemarin saya mengunjunginya, namun karena telah memasuki masa karantina, untuk sementara waktu kami tidak diizinkan bertemu, namun tidak menjadi masalah, mudah-mudahan Kutene bisa menjalani pendidikannya dengan baik. Amin.

Kabar ketiga, datang dari Asmat. Inshaallah Dion dan beberapa anak lain disana
akan dapat melanjutkan pendidikanya ke sekolah formal tahun ini, beberapa waktu lalu pihak dari dinas pendidikan telah mengunjungi kami dan berjanji akan menerbitkan surat rekomendasi untuk mereka !

8b57299a-2475-4a1d-8fb3-7e26becaa2e0.jpgKunjungan dinas pendidikan beberapa waktu lalu

Sungguh, saya dan kawan-kawan di Asmat sangat senang mendengarnya. Rasanya tak sabar melihat mereka belajar di sekolah sungguhan. Semua kabar baik ini bisa terwujud tentu tak lepas dari bantuan kawan-kawan semua. Karena itulah, saya tetap ingin mengucapkan terimakasih atas semuanya. Semoga apa yang telah teman-teman berikan ini dibalas dengan kebaikan yang berlipat ganda oleh yang maha kuasa, lebih dari itu, semoga dengan apa yang tengah kita perbuat ini bisa mempererat rasa persaudaraan kita dengan anak-anak pedalaman Papua,  amin.

Akhir kata, sekian dulu update singkat ini saya sampaikan, semoga kita berjumpa lagi dilain waktu. Amin.

Salam.

Rispa satrya (pendiri gerakan #bookforpapua) 29 Mar 2019

Pencairan Dana Rp 15.000.000

Ke rekening BRI ** *** *** *** 5567 a/n RISPA

Rencana penggunaan dana: Untuk dana operasional bulan Maret & April 2019

Rispa satrya (pendiri gerakan #bookforpapua) 28 Mar 2019

Update 21 - Perkembangan anak hingga maret 2019

Salam.

Halo kawan semua.

Semoga kita selalu dalam lindungan yg maha kuasa. Amin

Berikut saya laporkan sedikit tentang perkembangan anak-anak hingga bulan maret 2019.

Kabar pertama datang dari Anak saya yg tengah mengikuti seleksi masuk TNI tahun ini.

Allhamdulilah, Kutene suhun lolos disemua tahapan seleksi.

jadi inshaalah dia akan segera melanjutkan proses pendidikannya untuk bergabung dg kesatuan TNI AD.

doakan ya.

semoga dia sehat selalu.

amin.

4edde194-bd03-4b70-ac27-dc80ed344387.jpgKutene disidang pemilihan CATA TNI AD (pusat) ea425f71-4247-47be-b012-4d6765ba7f12.jpgSuasana haru saat Kutene dinyatakan lolos

Sungguh, saya sangat bersyukur dan bahagia sekali saat mendapatkan kabar ini. Bagi saya pribadi ini adalah anugrah luar biasa, dan lebih dari itu, dg diterimanya Kutene ini, bagi saya ini adalah bukti bahwa, anak pedalaman papua yg selalu identik dg keterbelakangan sebenarnya mendapatkan tempat dan hak yang sama dinegeri ini.

kedua, kabar baik datang dari Asmat. Saat ini ada sedikit kemajuan dirumah belajar kami. Anak-anak mulai mau ikut ibadah !!

13bc7af2-e0e6-48f5-8451-2d93feeac695.jpgTimo dan kawan-kawan sebelum saya antar ibadah ke gereja

ini sebuah kemajuan yg signifikan. Sebab, sebelumnya, tak hanya kecanduan lem aibon, anak-anak ditempat kami juga sangat susah diajak ibadah. Namun hampir di dua bulan terakhir sy berinisiatif memfasilitasi dan mengantarkan mereka setiap minggu pagi ke Gereja, alhmdllh, sejauh ini dari minggu ke minggu jumlah anak-anak yg tertarik ikut ibadah kian bertambah, dan tentu saja, untuk ini saya juga mohon doa dr kawan-kawan semua. 

Lalu untuk kegiatan harian, Allhmdll semuanya berjalan lancar seperti biasa, anak-anak tetap belajar setiap hari dari hari senin sampai hari Jumat.

48cdccf1-6a0d-4d9c-b3ff-919ee62116e6.jpgKeceriaan anak-anak saat berbaris pulang, disini kami juga mulai mengajari mereka beberapa adap sederhana, seperti bersalaman disetiap perjumpaan dan perpisahan.708ef084-3fe2-43ce-bcc2-a49b73f36df5.jpgSuasana doa81e1de72-ce4c-4993-a256-ee2dd087a1d1.jpgSuasana makan setiap habis belajar74f0c64c-588e-4a73-9b12-438a9449eb6c.jpgKomat dan Bimo, allhamdulillah, anak-anak selalu mau membantu utk perkejaan apapun. Membersihkan kelas, halaman hingga membantu mengangkat stok bahan makanan ! a1b6874f-4588-4022-92b7-18d67c129eb2.jpgSalam dari saya dan anak-anak di Asmat

Dan yang terakhir, Anggin dan Deni juga bersiap menghadapi ujian Akhirnya awal bulan depan, doakan mereka lulus dengan hasil terbaik ya.

2be1d324-da05-49b1-afb5-9feb7741d5a4.jpgDeni dan Anggin

Dan kemungkinan dalam waktu dekat saya juga akan bertolak ke Wamena untuk beberapa pekan guna menguruskan berkas mereka. Rencananya jika mereka lulus, salah satunya akan saya coba bantu untuk kuliah ke Jayapura atau wilayah lainnya. Sekali lagi saya minta doa dari kawan-kawan semua.

rasanya semua pencapaian ini mustahil terjadi tanpa uluran tangan dr kalian semua. Semoga kawan-kawan semua selalu dilimpahkan berkah oleh yang maha kuasa. Dilindungi dan dikasihi sebagaimana teman-teman mengasihi dan membantu anak-anak saya di papua.

Demikianlah update singkat ini saya kirimkan, sampai jumpa dilain waktu. Dan salam dari kami semua di Papua, Terimakasih, Hormat !!!

Rispa satrya (pendiri gerakan #bookforpapua) 15 Mar 2019

Pencairan Dana Rp 10.000.000

Ke rekening BRI ** *** *** *** 5567 a/n RISPA

Rencana penggunaan dana: Untuk pegangan (biaya hidup, transportasi dll) Kutene selama mengikuti tes/pendidikan TNI

Rispa satrya (pendiri gerakan #bookforpapua) 14 Mar 2019

Update 19 - Perkembangan Anak yg ikut Tes TNI AD

Assalammulaikum teman-teman semua, semoga kita selalu berada dalam lindungan yang maha kuasa, amin

sebelumnya saya ingin mengucapkan syukur kehadirat yg maha kuasa, atas kuasanya, sampai campaign ini ditutup, Allhamdulillah target donasi yg diharapkan tercapai, dan tentu saja sy juga berterimakasih pada kawan-kawan semua, kepada 773 orang baik yg telah ikut membantu anak-anak saya di papua. Semoga Tuhan melipat gandakan berkat dan kasihnya pada kita semua.

Dan pada kesempatan kali ini saya ingin mengabarkan sebuah kabar baik pada kawan-kawan semua bahwa:

Allhamdulillah, Kutene suhun, salah satu anak (adik) asuh yg saya sekolahkan yg juga salah satu penerima manfaat dari campaign ini lolos seleksi TNI AD tahap pertama, dan kini sedang berada di Jayapura untuk menantikan proses/ tahap pendidikan selanjutnya. Sungguh tak terkira bahagianya saya hari ini. Dan ini semua tentu tak lepas dari dukungan dan kebaikan hati teman-teman. Berikut sy sertakan beberapa fotonya.

0e96fb44-deb4-4bde-8914-9e8fd4f0b497.jpgBerkas seleksi TNI Kutenee9e35f68-cbe3-4e12-af53-d4453206353f.jpgKutene saat Sidang pemilihan Catafd90909f-cd4b-4d36-819b-be7ca34a5d17.jpgKutene saat akan berangkat ketempat latihan kemarin siang setelah pengumuman hasil seleksi

Dan sekali lagi sy mohon dukungan doa pada kawan-kawan semua. Semoga Tuhan selalu melidungi dan memberkatinya agar dapat menyelesaikan pendidikannya ini dengan baik. Amin.

demikianlah update singkat ini saya sampaikan, sampai berjumpa lagi diupdate berikutnya, akhir kata saya ucapkan terimakasih banyak dan salam dari Asmat, Papua.

Rispa satrya (pendiri gerakan #bookforpapua) 5 Mar 2019

Pencairan Dana Rp 3.500.000

Ke rekening BRI ** *** *** *** 5567 a/n RISPA

Rencana penggunaan dana: Biaya sewa perahu untuk pengurusan/penjemputan berkas anak ke

Rispa satrya (pendiri gerakan #bookforpapua) 5 Mar 2019

Update 17 - Progres pengurusan berkas anak

Halo salam teman-teman,

apakabar semuanya ?

Saya harap kita semua berada dalam kondisi terbaik, sehat dan tak kurang satu apapun.

Allahamdullihah, pujisyukur saya panjatkan kepada yang maha kuasa.

proses pengurusan berkas anak-anak sebelum mereka masuk ke sekolah formal di tahun ajaran baru nanti kini tengah berjalan.

Sesuai rencana, saya dan kawan-kawan di Asmat akan mengembalikan beberapa anak kesekolah formal. Ada 6 nama yang kami pilih. 

Ansel

Dion

Maria

Timo

Warfen dan Moses.

Namun karena tingginya biaya pengurusan. Dimana untuk menguruskan berkas ini saya dan kawan-kawan disini harus menyewa perahu/speedboat kepedalaman ke kampung asal anak-anak tersebut dan biaya sewanya juga tidak murah (4-5jt rupiah PP tergantung jauh dekatnya kampung yg dituju) maka kami mengusahakan setidaknya 3 anak saja untuk kali ini. pengurusan berkas ini amat penting, sebab, rata-rata dari mereka tak punya surat apapun. Pernikahan orang tua yg tidak tercatat membuat anak-anaknya lahir tanpa akte, surat baptis dan lain-lain. Sementara untuk masuk ke sekolah formal. akte lahir menjadi salah satu syarat utama. jadi mau tidak mau kami terpaksa harus membantu pengurusannya. Karena kalau tidak, usia anak-anak kian bertambah dan syarat dan dispensasi dari sekolah penerima pun akan semakin sulit ditembus. Berikut saya sertakan beberapa foto pengurusanya, kebetulan kami sudah mengecek surat anak-anak. Hanya Ansel dan Dion saja yang punya Akte. Tapi itupun tertinggal dikampung dan tetap harus dijemput, untuk dion dan ansel prosesnya sudah saya urus sejak akhir desember, tapi tak kunjung selesai hingga sekarang, jadi sy pikir daripada terus menunggu lebih baik kami jemput bola saja. Sementara itu empat lainnya masih abu-abu.

8982234e-4b24-4fc2-903a-f2525dbff612.jpgPengurusan berkas Timo2a3c0e05-c9f2-4db8-a323-abe67f832e51.jpgPengurusan berkas Warfen98424a4a-9d50-48f9-b51e-2157a440dcb1.jpgPengurusan berkas Moses

jadi dalam beberapa waktu kedepan, jika dapat harga sewa/carter perahu yang cocok, kami akan pergi kepedalaman ketempat asal anak-anak ini untuk beberapa hari. Doakan cuaca tenang ya.

Sekian update singkat kali ini, akhir kata saya sampaikan terimakasih banyak, semoga Tuhan menjaga dan melapangkan kita selalu. Amin. Selamat bulan Maret !!. Salam dari Asmat

Rispa satrya (pendiri gerakan #bookforpapua) 21 Feb 2019

Pencairan Dana Rp 10.000.000

Ke rekening BRI ** *** *** *** 5567 a/n RISPA

Rencana penggunaan dana: Untuk biaya operasional bulan maret dan biaya pengurusan berkas anak sblm masuk sekolah formal

Rispa satrya (pendiri gerakan #bookforpapua) 20 Feb 2019

Update 15 - Perkembangan anak bulan Januari-Februari 2019

Assalammualaikum.

halo kawan-kawan donatur semua.

puji syukur saya ucapkan pada yang kuasa. Allhamdulillah. Dua bulan pertama ditahun ini cukup banyak berita baik yg saya terima.

Anak-anak di Asmat semuanya sehat, jika tak ada halangan, beberapa diantaranya akan masuk ke sekolah formal tahun ini. Ada 3 nama yg tengah saya dan kawan-kawan usahakan.

Lalu kabar baik juga datang dari Merauke dan Wamena.

Roy (salah satu anak yg saya sekolahkan disana) kini mengambil jurusan kesehatan.

lalu dari wamena. Anggin, Kean dan Deni juga baru saja selesai les komputer. Ketiganya kini tengah bersiap menghadapi ujian Akhir. Saya berharap jika lulus SMA nanti salah satunya bisa melanjutkan sekolah ke jawa.

dan yang menyenangkan pula.

Deni kini sedang bersiap untuk ikut seleksi masuk Tentara.

untuk yang satu ini. Saya mohon doa dan dukungan kawan-kawan semua ya.

d2d63310-e2b2-4451-b06b-6c17a112de73.jpgDeni Les komputer6bdc98d2-693e-484d-9ce0-fd5d3c5d561f.jpgPenyiapan berkas Deni untuk tes masuk TentaraNota Jan/feb19Bukti pengeluaran bulan januari & februari (mohon maaf utk sementara ini foto notanya tidak bisa sy upload satu persatu karena jumlahnya banyak dan sinyal di asmat tidak memungkinkan untuk itu)

Nah demikianlah update singkat saya kali ini. Seperti doa dan dukungan kawan-kawan semua. Saya dan anak-anak juga mengirimkan doa terbaik untuk teman-teman donatur semua. Semoga Tuhan selalu melimpahkan kasihnya untuk kita semua. Amin.

salam.

Rispa satrya (pendiri gerakan #bookforpapua) 17 Jan 2019

Pencairan Dana Rp 15.000.000

Ke rekening BRI ** *** *** *** 5567 a/n RISPA

Rencana penggunaan dana: Untuk kebutuhan dana operasional bulan Januari & februari 2019 (@Rp: 7.500.000/bln)

Rispa satrya (pendiri gerakan #bookforpapua) 17 Jan 2019

Update 13 - Pemakaian dana operasional Desember 2018

Salam, halo teman-teman.
Semoga kita dalam keadaan baik semuanya.
Berikut saya sampaikan rincian pemakaian dana donasi untuk bulan Desember 2018 lalu.

Dana yg dianggarkan @Rp: 8.000.000
Dana yg terpakai @Rp: 7.960.000
Sisa dana yg tidak terpakai @Rp: 40.0000

Rincian penggunaanya sebagai berikut:

1) Biaya beli bahan Sembako utk Makanan tambaha rutin anak sebanyak @Rp: 5.960.000
yg terdiri dari 8 paket bahan bubur masing-masing seharga @Rp: 300.000/paket
dan 8 paket bahan nasi masing-masing seharga @Rp: 390.000/paket
(setiap 1 paket bahan adalah untuk keperluan makanan anak-anak untuk 1 hari, disini kami menyajikan makanan sebanyak 16x setiap bulan/4 hari dlm seminggu dg menu bergantian antara bubur kacang hijau+susu dan Nasi ikan/ayam+susu)

Nota bama des 18Nota bama des 18

2) Biaya beli susu kotak (ultra milk coklat 200ml isi 24pcs/pak) sebanyak 16 pak senilai @Rp: 2.000.000.
dg harga @Rp: 125.000/pak
(untuk sementara susu ini hanya diberikan untuk anak-anak kelas besar yang direncanakan akan mengikuti ujian paket bulan februari nanti)

Nota susu des18Nota susu des18

Menu bubur+susuMenu bubur+susuMenu nasi+susuMenu nasi+susu

Demikianlah laporan singkat ini saya sampaikan, untuk pemakaian dana kebutuhan renovasi dan natal kemarin akan saya laporkan setelah pekerjaan selesai dilakukan. Saat ini perbaikan bangunan dihentikan sementara karena tukang yg bekerja sedang libur natal ke kampung halaman.

Terimakasih banyak saya ucapkan atas dukungan kawan-kawan semua, semoga berkah & balasan kebaikannya pd kawan-kawan semua dilipat gandakan oleh yg maha kuasa. Amin. 

Satu lagi, Karena sinyal internet yg buruk di Asmat yg membuat saya sulit sekali untuk melakukan update di halaman campaign ini. Untuk tetap mengikuti perkembangan kegiatan, kawan-kawan bisa melihatnya di akun Instagram Bookforpapua ya. Akhir kata, selamat Natal dan Tahun baru dari kami semua di Asmat. Papua.

Salam

Rispa satrya (pendiri gerakan #bookforpapua) 21 Dec 2018

Pencairan Dana Rp 12.000.000

Ke rekening BRI ** *** *** *** 5567 a/n RISPA

Rencana penggunaan dana: Penambahan beli papan utk membuat kamar tempat penyimpanan logistik, upah tukang utk pengecatan dan kebutuhan pakaian natal anak-anak.

Rispa satrya (pendiri gerakan #bookforpapua) 20 Dec 2018

Update 11 - Update pembangunan Toilet & Tempat air bersih

Assalammualaikum.

halo kawan-kawan #orangbaik dimanapun berada.

saya baru sampai di merauke. Tapi nanti malam akan kembali ke Asmat. Jadi dikesempatan yang sedikit ini sy update perkembangan perbaikan kelas dan pembuatan toilet plus tempat penampungan air hujan untuk air bersih di Asmat ya. Total Donasi yang dicairkan utk pembangunan ini adalah senilai @RP: 24.000.000 ( dua puluh empat juta rupiah). 

Saat ini karena keterbatasan lahan, bangunan Toilet dan tempat penampungan air sudah dibuat dan dibangun menyambung dengan bangunan utama.

Tempat air hujan dan kamar mandiToilet & penampungan air saat 70% pengerjaanProses pemancangan umpak (tiang kayu)Proses tanaman tiang umpak4e498887-f5b7-4e26-9ae6-e454767e6d53.jpgProses2908386e-3d25-47d7-ac72-0686221f4270.jpgProses7b2bace4-d02a-405f-a9fb-3f095d061c37.jpgProses5e34675f-6e9b-473b-9682-ebed92f1d99c.jpg

Nah, dana 24 jt rupiah yang cairkan untuk pembuatan toilet dan tempat air ini saat ini telah terpakai habis.

Sebanyak 19.277.000 terpakai untuk prmbelian bahan bangunan, dan sebanyak 4.723.000. Terpakai untuk upah tukang selama 10 hari. Berikut saya lampirkan juga notanya

b74fd5f7-3fa3-4f05-bd47-bf0530405fc5.jpgNota bahan bangunanb7da7dc3-9ded-4493-bec8-5811bc960270.jpgNota bahan bangunand6c7c09c-b59e-4ca5-a933-529e2bf43777.jpgNota bahan bangunand43984c8-7789-4b04-a8c1-04b00e5f9167.jpgNota bahan bangunan3f762cf7-b7e3-4a54-b00c-1484a00fb077.jpgNota bahan bangunanfd3c457b-d5d1-401e-8785-2d4d7ca7f13f.jpgNota bahan bangunan3134e28c-cd3d-4706-85da-2e25165bdfe9.jpgNota bahan bangunanb17f3c36-84fb-4e75-a059-17cb187925dd.jpgNota bahan bangunanbeff8547-df8f-4a8c-98f0-a4a023b13e21.jpgNota bahan bangunanc95f7824-0b3a-4f3c-a0cf-a9877e55715d.jpgNota bahan bangunanaf4bc6eb-ad53-450a-8419-12336d2a60d4.jpgc3f58202-7ec4-44d5-a77d-6d469fe8fc21.jpgUpah tukang (150rb/org/hari utk 4 orang selama 10 hari) 4.723.000 pakai dana dari kitabisa.com, sisanya adalah sumbangan dari hamba allah727dc4ce-face-4e3f-b1be-f1f5a2f85b4d.jpgTambahan papan beli dari masyarakat88ed1766-35cc-41f9-8570-59c9184b7117.jpgUang jasa pikul bahan bangunan dari toko/pangkalan ke rumah belajarSewa perahu utk keperluan memasak makanan utk tukang

Demikianlah update singkat ini sy sampaikan. Atas perhatian dan uluran tangan teman teman semua, kini kami di Asmat sudah memiliki toilet dan tempat cadangan air bersih sendiri. Sy berharap semoga berkah dan kebaikannya senantiasa juga Allah sampaikan kepada kawan2 semua. Semoga update sederhana ini bisa dipahami. Jika ada pertanyaan atau hal yang kurang jelas kawan2 bs menanyakannya di no kontak sy di 082229000099. 

owya, barang2 yg dikirim ketika pencaiaran donasi yg pertama juga sudah sampai di Asmat ya

084a6346-bf0a-4c0b-a3bf-565ff5a66d49.jpgBaju & buku dari pencairan donasi yg pertama62e7e926-ffcb-4bed-b358-f5775b43079b.jpgacdbac6a-0799-4f58-941d-1f3a010628f0.jpgBaju & buku dari pencairan donasi pertama

Jika sy jarang update di campain ini, teman2 bisa tetep pantau di akun instagram saya ya. Karena faktor sinyal kami yg terbatas, kadang utk login ke campain ini rasanya susah sekali. Akhir kata, salam hormat saya, teman-teman disini dan segenap anak-anak kami dari Asmat papua. Selamat Natal bagi kawan-kawan yg merayakan dan tetap jaga kesehatan ya.

Ndormomn. Salam.

Rispa satrya (pendiri gerakan #bookforpapua) 30 Nov 2018

Pencairan Dana Rp 12.000.000

Ke rekening BRI ** *** *** *** 5567 a/n RISPA

Rencana penggunaan dana: Pembelian bahan makanan untuk tambahan makanan rutin anak-anak periode Desember 2018 & biaya pemasangan instalasi listrik.

Rispa satrya (pendiri gerakan #bookforpapua) 26 Nov 2018

Pencairan Dana Rp 12.000.000

Ke rekening BRI ** *** *** *** 5567 a/n RISPA

Rencana penggunaan dana: Biaya pembuatan toilet dg satu kloset jongkok, penampungan air dg 3 blong ukuran 1100 liter, biaya pengecatan ruangan belajar y yg baru direnovasi, pembuatan dapur utk tempat memasak makanan anak-anak dan upah tukang. (Perkiraan dana 18-20jt rupiah)

Rispa satrya (pendiri gerakan #bookforpapua) 15 Nov 2018

Pencairan Dana Rp 8.000.000

Ke rekening BRI ** *** *** *** 5567 a/n RISPA

Rencana penggunaan dana: Untuk pembelian papan dan umpak (tiang kayu) untuk membuat Toilet dan tempat penampungan air bersih

Rispa satrya (pendiri gerakan #bookforpapua) 14 Nov 2018

Update 7 - Progres pengiriman barang dari Surabaya-Asmat

Salam.

Selamat siang teman-teman. Allhamdulillah tanggal 13 kemarin barang donasi yg dibeli dari dana donasi dihalaman galang dana ini sudah dikirim dengan kapal laut ke Asmat. Untuk pengiriman ini saya menggunakan jasa ekspedisi langganan saya, yaitu PT. SURYA HIMALAYA EKATAMA. Diperkirakan barang akan sampai di Asmat tanggal 24 atau 25 November nanti.

Pembayaran jasa ekspedisi juga sudah saya lakukan.

Total berat barang keseluruhan adalah 100kg. Dg biaya kirim perkilonya @Rp: 15000.- (1.500.000)

Jadi total biaya kirim dari Yogyakarta hingga ke Asmat adalah @Rp: 1.886.000 (satu juta delapan ratus delapan puluh enam ribu rupiah), berikut saya lampirkan notanya.

66d775a2-d0cf-4142-9104-81d3dc29a18d.jpgNota pengiriman dari Yogya ke Surabaya. Total Rp: 386.00058c6b8d5-f32a-4e20-a9a8-698329527f8d.jpg11765f2d-8390-4e9e-8d90-3fa19759ffed.jpgBukti transfer biaya kirim dari Surabaya ke Asmat. (@Rp:1.500.000) nota resmi dari pihak PT Surya Himalaya Ekatama menyusul.

Nah saya sendiri akan menyusul ke Asmat hari Jum'at ini dari Makassar. Dan untuk laporan pemakaian dana biaya bahan makanan anak-anak periode 10 November-10 Desember yg juga sudah dicairkan. Akan saya update setelah saya sampai di Asmat nanti ya. 

Sekali lagi saya atas nama pendiri bookforpapua dan segenap anak-anak di papua, mengucapkan terimakasih banyak untuk uluran tangan dan kebaikan hati teman-teman.

Owiya satu lagi. Mengingat selama ini kami tak punya toilet dan akhir-akhir ini banyak anak-anak kami yg terserang penyakit kulit.

4a2cc4ba-252d-4fcf-94ed-7411a155e4d1.jpg68e2532b-e71e-4e83-9d94-b8766f74f3a9.jpg7025830c-1391-45d2-b35f-ffdbf6bf8111.jpg


Rencananya dana yang terkumpul ini, sebagian akan kami gunakan juga untuk membuatkan toilet dan penampungan air hujan sederhana untuk digunakan anak-anak.

Tujuannya adalah supaya kami bisa lebih efektif mengajari anak-anak akan pentingnya menjaga kebersihan diri. Dan juga ini tentu saja sangat berguna untuk menambah cadangan air bersih kami untuk memasak makanan anak-anak, untuk itu saya mohon doanya ya teman-teman. Semoga segalanya berjalan lancar dan semoga Tuhan membalas segala kebaikan teman-teman. Memudahkan dan mengasihi kalian sebagaimana kalian telah memudahkan dan mengasihi anak-anak kami di Papua, semoga Tuhan melindungi kita semua. Amin.

Salam

Rispa satrya (pendiri gerakan #bookforpapua) 9 Nov 2018

Pencairan Dana Rp 7.000.000

Ke rekening BRI ** *** *** *** 5567 a/n RISPA

Rencana penggunaan dana: Dana ini untuk mengcover Biaya pembelian Sembako, Berupa Beras, kacang hijau, susu, lauk-pauk dan kebutuhan dapur lain-lain untuk makanan tambahan rutin anak-anak periode November, (10 November 2018 s/d 10 Desember 2018)

Rispa satrya (pendiri gerakan #bookforpapua) 5 Nov 2018

Update 5 - Proses pengiriman barang ke Asmat

Assalammualaikum,

Halo kawan-kawan donatur, senang sekali, dari 50 #orangbaik yang tergabung, donasi terkumpul sudah mencapai angka 12jutaan rupiah. Saya dan anak-anak di papua mengucapkan terimakasih banyak atas dukungan ini.

Owiya, hari ini saya update progres pengiriman barang ke Asmat ya.

Pujisyukur, hari ini barang2 sudah dikirim ke Surabaya, setelah itu pada tanggal 13 nanti akan dikirim pihak ekspedisi ke Papua. Mohon doanya ya, semoga barang selamat sampai tujuan. Dan inshallah saya juga akan menyusulnya kesana. Tapi barang sengaja dikirim terlebih dahulu karena saya masih punya beberapa pekerjaan yang belum bisa ditinggalkan.

785ec82a-462a-439d-a150-fe78ae24b21d.jpgProses packing99e5adf9-6ae7-4807-a421-ed0ef77360b2.jpgProses packing876a38d5-727f-4afe-b226-b8be00ffe927.jpgBaju seragam belajar yang dicetak kemarind8d05769-bf8e-4ad3-b330-cc917db55b6d.jpgBaju seragam tampak belakanga44fcf42-4a14-4a2e-96a6-dadbc18dd081.jpgNota pelunasan biaya cetak seragam

Nah. Untuk laporan pemakaian pencairan dana yang pertama sudah selesai ya.

Dari 3 juta rupiah yang dicairkan. Semuanya telah digunakan sesuai dengan perencanaan yg telah saya kabarkan sebelumnya.

Dan untuk laporan pemakaian dana kedua yang saya cairkan hari ini. Yang akan digunakan untuk menutupi biaya kirim barang ke Asmat. (Sebanyak 2juta rupiah) Akan saya update setelah proses pengiriman selesai. Mohon maaf saat ini belum bisa saya berikan rinciannya karena masih menunggu hasil timbangan dan biaya packing ulang dari pihak ekspedisi. Barang akan ditimbang ulang utk memastikan bobotnya, tapi sebagai gambaran, kurang lebih barang yang dikirim ini mempunyai berat sekitar 130an kilogram, jadi berapa besaran biayanya nanti saya informasikan belakangan, untuk itu tetap ikuti perkembangan campaign kita ini ya.

Nah singkat kata, sekian dulu update campaign ini saya tulis. Jika ada yg ingin ditanyakan sy dg senang hati membantu. Kawan-kawan bisa mengontak sy di nomor ponsel 082229000099. Semoga yang maha esa selalu melindungi kita semua, serta melipat gandakan berkatnya pada kawan-kawan semua. Amin.

Terimakasih, salam saya dan anak-anak dipedalaman Papua.

Rispa satrya (pendiri gerakan #bookforpapua) 5 Nov 2018

Pencairan Dana Rp 2.000.000

Ke rekening BRI ** *** *** *** 5567 a/n RISPA

Rencana penggunaan dana: Untuk biaya pengiriman barang dari Yogyakarta ke Asmat

Rispa satrya (pendiri gerakan #bookforpapua) 23 Oct 2018

Update 3 - Laporan Penggunaan Dana Donasi untuk Asmat 1

Assalammualaikum. Halo sahabat donatur semua.

Hari ini saya laporkan rincian penggunaan dana donasi untuk Rumah Belajar Asmat yang telah dicairkan beberapa hari lalu ya.

Sesuai dengan rencana penggunaan yang sudah saya beritahukan sebelumnya. Berikut saya tuliskan rincian penggunaannya

Total dana dicairkan @Rp: 2.997.500,-

Total penggunaan @Rp: 2.678.500,-

Dana tersisa @Rp: 319.000,-

Rincian penggunaannya sebagai berikut:

1) untuk bayar uang muka cetak 1 kodi seragam sebanyak @Rp: 1.500.000,- (1 kodi seragam harganya adalah @Rp: 2.000.000, jadi masih kurang @Rp: 500.000,- lagi)

af6b2217-629e-415b-a35a-28d1b2526101.jpg


2) Biaya beli buku & Enskilopedi anak untuk tambahan bacaan baru sebanyak @Rp: 1.100.000,-

c8194916-80d0-4107-a6a7-08eb4355c8a4.jpg


3) Beli kapur tulis untuk kebutuhan kelas baru sebanyak 20 box @Rp: 78.500,-

7dfa5375-736f-4ecc-86f6-623d48fe83be.jpg


Jadi dari total dana yang saya terima dan dana yang telah digunakan terdapat sisa sebanyak @Rp: 319.000,- (Tiga ratus sembilan belas ribu rupiah)

Dana sisa ini, Inshaallah akan saya gunakan untuk melunasi biaya cetak seragam nanti. Masa cetak seragam yang dijanjikan pihak konveksi adalah 14 hari kerja, dengan sistem pembayaran uang muka 75% di depan. Jadi untuk update lengkap, nanti akan saya tulis lagi setelah pesanan seragam kita ini selesai. 

Owiya, berikut juga saya lampirkan beberapa foto proses penggunaan dana kemarin.

4729d5c0-3a24-4b1c-ab71-54c5ddee660c.jpg


Pembelian buku bacaan

Juga saya ingin menyampaikan salam dari Anak-anak di Asmat untuk kawan-kawan donatur semua. Doakan juga agar Rumah belajar ini bisa terus berjalan ya. Karena bagi adik-adik kita ini, Rumah belajar ini adalah "sekolah" mereka, Rumah belajar ini menjadi satu-satunya tempat untuk mereka mengenal pendidikan dan tulis baca.

ffd08006-bad3-4ad0-9079-474c828ad0cc.jpg479d2176-6ca6-4804-afd7-4a61ebb0c93b.jpg03e6bb0f-101e-4dee-b8d9-d071885cbc8e.jpg

Akhir kata, sekali lagi, saya ucapkan terimakasih banyak dan semoga kita semua senantiasa dilimpahkan kelapangan oleh yang Maha kuasa agar bisa selalu menebar kebaikan untuk sesama. Amin.

Salam custom alt

Rispa satrya (Founder Gerakan #Bookforpapua)



Rispa satrya (pendiri gerakan #bookforpapua) 18 Oct 2018

Pencairan Dana Rp 3.000.000

Ke rekening BRI ** *** *** *** 5567 a/n RISPA

Rencana penggunaan dana: Untuk pembelian buku bacaan baru, alat tulis tambahan dan baju seragam untuk anak-anak di Rumah belajar Asmat.

Rispa satrya (pendiri gerakan #bookforpapua) 18 Oct 2018

Update 1 - Penggunaan dana pertama untuk Asmat

Salam.

Halo teman-teman semua, Alhamdulillah, per hari ini dari 14 orang donatur, donasi yang terkumpul telah mencapai angka Empat juta rupiah.

Nah karena ada kebutuhan untuk anak-anak yang baru di Rumah belajar Asmat. Maka donasi yg terkumpul akan saya cairkan dulu sebanyak @Rp: 3.000.000,- ya. Dana itu nanti akan digunakan untuk membeli buku dan alat tulis juga pakaian untuk anak-anak yang baru bergabung dirumah belajar di Asmat. 

Untuk rincian penggunaannya akan saya update setelah dananya diterima dan digunakan. 

Serta tak lupa pula pada kesempatan ini saya ingin menyampaikan terimakasih banyak pada kawan-kawan semua, yang telah mengulurkan tangan, Semoga Tuhan juga mengasihi dan melapangkan kawan-kawan sebagaimana kalian telah mengasihi dan melapangkan anak-anak kami di Papua. Amin

Terimakasih.

Disclaimer : Informasi dan opini yang tertulis di halaman campaign ini adalah milik campaigner (pihak yang menggalang dana) dan tidak mewakili Kitabisa.

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Campaign Telah Berakhir

Di bawah ini adalah list fundraiser yang ikut mendukung Bantu anak pedalaman Papua :

Mau buat halaman untuk galang dana online seperti ini?