Kitabisa! - Bantu Aisa, Anak Tukang Becak Untuk Tetap Sekolah

Bantu Aisa, Anak Tukang Becak Untuk Tetap Sekolah

Bantu Aisa, Anak Tukang Becak Untuk Tetap Sekolah
Pak Rasilu, tukang becak di Ambon, harus mendekam dipenjara karena kecelakaan yang tak disengaja. Kini 5 anaknya terancam putus sekolah karena tidak ada biaya.

Rp 771.810.990

terkumpul dari Rp 500.000.000
154% tercapai
Campaign Telah Berakhir

0 SHARES



Penggalangan dana dimulai 18 Feb 2019 oleh:

Baca update terbaru dari penggalangan dana ini!

“Saya berusaha menghindari mobil yang hampir menyerempet. Kondisi jalan licin karena hujan. Becak saya terbalik. Saya dan penumpang terjatuh” - Pak Rasilu, tukang becak di Ambon.

Mobil yang menyerempet tersebut kabur. Pak Rasilu tidak sempat melihat, apalagi mengejar. Ia langsung membalikan becak dan mengantarkan penumpang yang terluka ke Rumah Sakit.

Namun sayang, nyawa penumpang tersebut tidak bisa diselamatkan. Ia meninggal 15 menit setelah tiba di Rumah Sakit.

Meski keluarga korban tidak menuntut bahkan telah memberikan surat pernyataan kepada majelis hakim, Rasilu dituntut 2 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum dalam sidang mendengarkan pembelaan, Kamis (14/2).

01f0a73a-52fa-42c8-b53d-35bf5366693f.jpg

Kini, Pak Rasilu harus mendekam di penjara, padahal ia memiliki seorang istri dan 5 orang anak yang harus ia hidupi.

“Kehidupan saya di becak, bagaimana anak-anak saya sekolah,” katanya sambil mengusap air mata

Putri pertamanya, Aisa (14) duduk di bangku Kelas 3 SMP; anak keduanya, Anggun, (13) siswi kelas 2 di SMP Wamolo; Haliza (9) duduk di bangku kelas 3 SD 14 Lakudo; Muhamad Alif (7) baru akan bersekolah, dan Ahmad yang baru berusia 1 tahun.

4441bb48-b36b-4bb3-9b82-3b03812bfa73.jpg

Untuk itu kumparan berinisiatif menggalang dana untuk biaya sekolah dan biaya hidup anak-anak Pak Rasilu selama ia mendekam di penjara.

Mari bantu Pak Rasilu menopang bebannya dengan cara,

1. Klik "Donasi Sekarang".

2. Masukkan nominal donasi.

3. Pilih metode pembayaran (GO-PAY/Dompet Kebaikan/BCA/BNI/BNI Syariah/BRI/Mandiri/Kartu Kredit).

Jangan lupa sebarkan berita ini agar lebih banyak orang yang mau membantu Pak Rasilu dan anak-anak Pak Rasilu bisa tetap sekolah.

Berita selengkapnya: https://kumparan.com/ambonnesi...

Disclaimer : Informasi dan opini yang tertulis di halaman penggalangan ini adalah milik penggalang dana dan tidak mewakili Kitabisa.

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Campaign Telah Berakhir

Donatur 11119

  • Rp. 10.000.896
    Anonim

    Semoga selalu dikuatkan dan dimudahkan ya Pak

  • Rp. 10.000.178
    Murad ismail
  • Rp. 3.000.972
    Anonim
  • Rp. 3.000.689
    Anonim
  • Rp. 3.000.673
    Anonim

    Semoga Aisa dpt bersekolah kembali.

  • Rp. 3.000.287
    Anonim
  • Rp. 2.500.657
    Anonim

    Tetap sabar dan tawakal pak, masih ada banyak orang baik yang akan membantu bapak.

  • Rp. 2.000.604
    Anonim
  • Rp. 2.000.233
    Juli puriani
  • Rp. 1.500.789
    Anonim

    Semoga penegak hukum bisa lebih bijak dalam menangani kasus bapak

SHOW MORE
  • Rp. 100.495
    Anonim

    Semoga bapak dapat tabah dalam menghadapi cobaan ini ya pak. Pasti akan ada hikmah di balik kejadian yang terjadi.

  • Rp. 5.000
    Anonim

    semoga bermanfaat

  • Rp. 350.315
    Sufriyanti Frindah basir

    Semoga adek bisa sekolah sampe selesai ya salam dari angkatan 2015 sma11 ambon :)

  • Rp. 50.598
    Anonim
  • Rp. 10.000
    Anonim
  • Rp. 50.154
    Anonim
  • Rp. 50.000
    Laura S
  • Rp. 50.000
    Anonim
  • Rp. 40.460
    Anonim
  • Rp. 2.000
    Anonim
SHOW MORE
Kumparan 21 Jun 2019

Update 7 - Penyerahan Donasi untuk Yamin


b5722c23-14fe-4409-a459-eef3d4928b08.jpg

Masih ingat dengan Rasilu, tukang becak asal Baubau, Pulau Buton, Sulawesi Tenggara, yang dipenjara karena kecelakaan tunggal di Ambon? Rasilu divonis 1,5 tahun penjara karena becak yang dikemudikannya terguling dan salah satu penumpang, Maryam, meninggal dunia.

Banyak pihak yang terketuk hatinya untuk membantu Rasilu hingga donasi yang diinisiasi kumparan melalui Kitabisa untuk bapak 5 anak ini mencapai Rp 771 juta. Rasilu sudah berdamai dengan keluarga korban.

Namun Rasilu tak sampai hati mengetahui anak tunggal korban, Yamin (16), yang kini yatim piatu, karena sang ayah juga telah lama tiada. Yamin saat ini tinggal bersama paman dan bibinya, Jufri dan Ramiyati, di Ambon.

Akhirnya sebagian donasi yang diterima Rasilu dan keluarganya diserahkan ke Yamin, yakni sebesar Rp 100 juta. Uang itu diserahkan oleh perwakilan partnerkumparan dan Kitabisa dari Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Baca selengkapnya di https://kumparan.com/@kumparannews/penyerahan-donasi-untuk-keluarga-korban-tewas-terguling-dari-becak-1rJsLKQkLGz



Kumparan 26 Apr 2019

Pencairan Dana Rp 205.000.000

Ke rekening BNI / BNI Syariah *** *** 9997 a/n - AKSI CEPAT TANGGAP (ACT)

Rencana penggunaan dana: Sebagian donasi dicairkan melalui ACT Makassar untuk tabungan pendidikan adik-adik Aisa, tabungan pendidikan Yamin (anak korban, Ibu Maryam yang kini yatim piatu) dan juga modal usaha untuk Ibu Aisa agar bisa menopang kehidupan

Kumparan 27 Mar 2019

Update 5 - Dana Pendidikan Aisa, Diserahkan

Aisa baru saja pulang sekolah saat kumparan berkunjung ke rumahnya di Kecamatan Lokudo, Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara, Rabu (21/3). Ia menyunggingkan senyum manisnya pada kami, kemudian langsung mencari ibunya untuk mencium tangannya tanda ia sudah kembali ke rumah.

Putri pertama dari pasangan Rasilu (34) dan Wa Oni (34) itu baru saja selesai try out Ujian Nasional di sekolahnya. Masih mengenakan seragam, Aisa langsung mengambil posisi duduk, dan siap menceritakan kembali kisahnya.

Gadis kecil berusia 14 tahun itu sempat berniat putus sekolah lantaran musibah yang menimpa sang ayah. 

Kisah Rasilu mendapat banyak simpati setelah ia dituntut penjara selama dua tahun pada 15 Februari 2019. Rasilu diadili kendati pihak keluarga Maryam sudah mencabut pelaporannya ke polisi. Publik berbondong-bondong berdonasi untuk pendidikan anak Rasilu, Aisa, hingga terkumpul Rp 771 juta.

94075d23-acd1-4085-a4b9-483c503649e4.jpg

Aisa, Anak Tukang Becak, Terima Dana Pendidikan dari Readers kumparan

Aisa tidak dapat lagi menyembunyikan rasa bahagianya ketika mengetahui ia dapat bantuan untuk melanjutkan pendidikan, bahkan hingga ke jenjang universitas. Senyum di wajahnya langsung merekah.

“Saya bahagia karena berkat bantuan itu saya bisa lanjutkan sekolah, alhamdulillah,” ujar Aisa.

“Terimakasih untuk kepada donatur yang telah membantu kami agar Aisa bisa sekolah lagi, saya hanya bisa bilang terimakasih sebanyak-banyaknya,” katanya.

cebb3e27-5aea-47fb-8ea3-e18d2a4bf874.jpg

Dari donasi yang terkumpul, Wa Oni bersama anak dan kakak Rasilu akhirnya bertemu kembali dengan Rasilu setelah 6 bulan ditahan. 

Sebagian uang itu juga digunakan untuk bersilaturahmi, mengantarkan Wa Oni ke Ambon dari rumahnya di Kota Baubau, Pulau Buton, Sulawesi Tenggara. Wa Oni berseloroh, sesungguhnya ia sejak lama ingin ke Ambon untuk menemui keluarga Maryam, tapi tak punya uang untuk membayar tiket pesawat atau kapal.

Dalam kunjungan ini, kumparan juga memberitahukan perihal donasi crowdfunding yang digalang untuk dana pendidikan Aisa dan anak-anaknya. Terlebih, saat mengetahui bahwa Aisa kini mendapat dana bantuan hingga bisa berkuliah. Mendengar hal tersebut, Rasilu tak kuasa menahan harunya.

Ia mengucapkan terima kasih bagi para donatur yang telah membantunya. 

“Saya ucapkan terima kasih banyak kepada donatur, teman-teman, baik wartawan dan mahasiswa, saya sudah diberi bantuan. Semoga mereka umur panjang, Allah meridai kalian dan Allah membimbing kalian. Amin, ya Rabb,” katanya penuh haru.

11499554-2a0d-49e3-a39e-bdf1468dcc0e.jpg

kumparan menyaksikan penyerahan sebagian donasi itu. Wa Oni, yang datang bersama Hamirin, kakak Rasilu, mengaku sempat takut dan tak enak hati. Namun, ia lantas melihat anak Maryam satu-satunya yang bernama Yamin. Wa Oni langsung teringat kepada kelima anaknya sehingga ia merasa ikut bertanggung jawab kepada Yamin.

Sebagian donasi juga diserahkan oleh Wa Oni, Ibu Aisa untuk bantuan biaya pendidikan Yamin -- anak penumpang becak Rasilu yang meninggal dunia -- yang kini yatim piatu.

Baca update selengkapnya di kumparan dengan Topik Crowdfunding Aisa 

Kumparan 20 Mar 2019

Pencairan Dana Rp 7.100.000

Ke rekening BCA ** *** 9536 a/n AUDREY MARIANNE LISAPALY

Rencana penggunaan dana: Dana akan digunakan untuk operasional keluarga di Ambon, untuk menemui Pak Rasilu dan keluarga

Kumparan 18 Mar 2019

Pencairan Dana Rp 12.100.000

Ke rekening BCA ** *** 9536 a/n AUDREY MARIANNE LISAPALY

Rencana penggunaan dana: Dana akan digunakan untuk kebutuhan istri dan anak Rasilu, untuk mengunjungi Pak

Kumparan 6 Mar 2019

Update 2 - Donasi untuk Pak Rasilu Mencapai Target

7ddedb18-222d-45b7-9a92-f4624fb4d325.jpg



Tak sampai sepekan, simpati publik mengalir melalui berbagai bentuk. Salah satunya adalah aksi penggalangan dana online yang diinisiasi kumparan demi menyelamatkan pendidikan anak-anak Rasilu, yang saat ini telah melampaui target.

Durasi penggalangan dana ditargetkan selama satu bulan, namun pada Jumat (1/3), sudah terkumpul melampaui target. Hingga hari ini, donasi terus mengalir sebagai wujud simpati kepada tukang becak dan keluarganya.

Donasi ini akan diserahkan untuk keluarga Rasilu guna menunjang pendidikan anak-anaknya yang berjumlah 5 orang. Terlebih putri sulungnya yang duduk di bangku kelas 3 SMP, Aisa, sempat hampir putus sekolah. Selain itu, dana yang terkumpul juga akan diberikan kepada anak dari Maryam, korban kecelakaan, sebagai dana pendidikan.

Baca selengkapnya di https://kumparan.com/@kumparan...



Kumparan 25 Feb 2019

Update 1 - Keempat Anak Rasilu Terancam Putu Sekolah

Baru dua bulan menarik becak di Ambon, nasib malang menghampiri Rasilu. Bermaksud mengantarkan penumpang menuju RS TNI-AD dr Latumeten karena mengidap asma. Tak disangka, kecelakaan pun terjadi. Maryam meninggal dunia setelah kurang lebih 15 menit tiba di rumah sakit. Rasilu saat itu terpaksa menghindari laju mobil dari arah belakang yang hampir menyerempet becak yang dikayuhnya. Ditambah lagi kondisi jalan yang menurun karena sedang hujan.

Namun, pada sidang putusan di Pengadilan Negeri Ambon pada Rabu, (20/2) ia dijatuhi hukuman 1,6 tahun penjara. Putusan pengadilan itu bak disambar petir bagi Rasilu. Ia memikirkan nasib kelima orang anaknya yang masih mengenyam bangku pendidikan terancam putus sekolah.Putri pertamanya, Aisa (14) duduk di bangku Kelas 3 SMP; anak keduanya, Anggun, (13) siswi kelas 2 di SMP Wamolo; Haliza (9) duduk di bangku kelas 3 SD 14 Lakudo; Muhamad Alif (7) baru akan bersekolah, dan Ahmad yang baru berusia 1 tahun.

Baca selengkapnya di https://kumparan.com/ambonnesi...


Disclaimer : Informasi dan opini yang tertulis di halaman campaign ini adalah milik campaigner (pihak yang menggalang dana) dan tidak mewakili Kitabisa.

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Campaign Telah Berakhir

Anda tidak dapat menggalang untuk halaman penggalangan ini karena batas waktu telah berakhir.

Mau buat halaman untuk galang dana online seperti ini?