Kitabisa! - Arkan Terancam Kritis karena Kebocoran Jantung

Arkan Terancam Kritis karena Kebocoran Jantung

Arkan Terancam Kritis karena Kebocoran Jantung
Arkan (3 th) mengalami kebocoran jantung langka sejak lahir. Bila tak segera dioperasi, ia bisa terserang komplikasi jantung dan nyawanya terancam.

Rp 208.613.639

terkumpul dari Rp 200.000.000
104% tercapai
Campaign Telah Berakhir

0 SHARES



Penggalangan dana dimulai 7 May 2018 oleh:

Baca update terbaru dari penggalangan dana ini!

Sejak lahir, jantungku sudah bocor. Kata dokter, penyakit jantung bocorku langka banget. Akhirnya, aku, Mama, dan Papa harus merantau dari Bireun, Aceh, karena aku dirujuk ke RS. Jantung Harapan Kita, Jakarta.

Karena penyakit ini, darahku kekurangan oksigen. Badan aku lemah dan jadi cepet capek. Bahkan, kalau aku nangis, warna bibir dan wajahku langsung membiru.

Aku juga nggak pernah main sama temen-temen deket rumah karena kalau sampai aku kecapekan, dadaku sakit banget dan jantungku bisa terganggu. Jadi, aku cuma bisa liat mereka main dari jauh.

2f6e6fdb4b21d2b7170593654d5fe27869f2f892.jpeg

Setelah diperiksa di salah satu RS di Aceh, ternyata jantungku bocor. Terus, aku dirujuk ke rumah sakit di Jakarta karena fasilitas di Jakarta lebih lengkap.

Supaya sembuh, aku harus segera dioperasi. Kalau nggak, bisa muncul penyakit baru, seperti aritmia (gangguan detak jantung) atau takikardia ventrikular (bilik bawah jantung berdetak sangat cepat), terus aku nggak bisa ketemu Mama dan Papa lagi.

Sayangnya, selama di Jakarta, jadwal operasi aku beberapa kali ditunda karena aku belum bisa dioperasi. Akhirnya, aku, Mama, dan Papa harus cari rumah kontrakan di Kalideres, Jakarta Barat, sambil menunggu jadwal operasi.

f9038a93afe5939e9d54d5bc31087a39164619dd.jpeg

Tapi, Mama dan Papa sebenernya nggak punya banyak uang. Penghasilan Papa dari kerja serabutan di Aceh nggak seberapa, sementara Mama hanya ibu rumah tangga.

Untuk ke Jakarta, Papa sampai mencari pinjaman sana-sini. Bahkan, Papa masih harus biayain uang sekolah 4 kakak-kakakku yang sekarang tinggal bareng nenek di Aceh.

Meski biaya pengobatanku sudah ditanggung BPJS, Mama dan Papa masih harus cari biaya untuk hidup di Jakarta selama aku dioperasi dan menjalani perawatan setelah operasi. Aku juga harus makan makanan yang sehat supaya jantungku nggak semakin parah.

Kakak-kakak, yuk bantu aku ringanin beban orang tuaku dengan cara:

1. Klik "DONASI SEKARANG"

2. Masukan nominal donasi

3. Pilih bank (BNI/BNI Syariah/Mandiri/BCA/BRI/Kartu Kredit)

4. Dapatkan laporan via email


DISCLAIMER CAMPAIGN:

1. Donasi yang terkumpul dapat digunakan untuk biaya pendampingan selama di Rumah Sakit dan membiayai beneficiary lain di wilayah Nanggroe Aceh Darussalam

2. Fundraising ini adalah bagian dari Program Mobile Social Rescue (MSR) ACT Nanggroe Aceh Darussalam yang fokus dalam pendampingan pasien MSR

3. Informasi lebih lengkap dapat menghubungi: Rahmat Aulia (+62 852-6024-4665)

Disclaimer : Informasi dan opini yang tertulis di halaman penggalangan ini adalah milik penggalang dana dan tidak mewakili Kitabisa.

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Campaign Telah Berakhir

Donatur 1411

  • Rp. 5.000.764
    Liely Kartika Sari

    Semoga operasinya berjalan lancar dan cepat pulih ya, Arkan

  • Rp. 5.000.163
    Anonim
  • Rp. 2.500.875
    Anonim

    Smg allah angkat penyakit mu nak

  • Rp. 2.000.700
    DA

    Saya bayarkan sebagai zakat saya, untuk keperluan pengobatan.

  • Rp. 2.000.693
    Herdi firman

    Syafahulloh

  • Rp. 2.000.454
    Anonim

    Semoga segera diangkat penyakitnya dan normal seperti anak lainnya.

  • Rp. 2.000.268
    Anonim
  • Rp. 2.000.000
    Iqrar Mulfi
  • Rp. 1.500.338
    Febby Damayanti
  • Rp. 1.000.973
    Anonim

    Semoga Arkan dan keluarga diberikan ketabahan, dan dapat menjalani hidup dengan bahagia...

SHOW MORE
  • Rp. 100.000
    Anonim
  • Rp. 100.606
    Mohamad Eko
  • Rp. 100.775
    Anonim

    Semoga cepat tertangani dengan baik dek Arkan... Tuhan yg menolongmu...Cepat sembuh & jadi anak yg berguna buat bangsa negara serta kelu

  • Rp. 100.886
    Ika nurul hikmah

    Semoga Allah memberikan kesehatan yg sempurna kepadamu... Aamiin yra

  • Rp. 500.406
    Anonim

    Semoga lekas sembuh yah

  • Rp. 50.658
    Anonim
  • Rp. 50.428
    Anonim

    Semoga selalu dlm lindungan dan keluarga selalu diberi kesabaran...

  • Rp. 20.405
    Sulis Tyaning Diah
  • Rp. 15.159
    Anonim
  • Rp. 200.588
    Anonim

    Semoga cepat sembuh

SHOW MORE
Aksi Cepat Tanggap Aceh 15 Dec 2018

Update 6 - Kondisi Arkan Pasca Operasi

Assalamu’alaikum

Dear Sahabat Kemanusiaan,

Alhamdulillah Arkan sudah menjalani operasi pada Selasa (04/12/2018) di RS Jantung Harapan Kita Jakarta. Arkan berada di ruang operasi lebih dari 5 jam. Selesai operasi kondisi Arkan cukup stabil hingga selang beberapa jam tiba-tiba alat yang menunjukkan detak jantung Arkan berhenti. Semua menjadi panik.

Seluruh perawat dan dokter langsung bergegas kembali membedah tubuh mungil Arkan. Operasi kedua juga berlangsung hingga ber jam-jam. Alhamdulillah setelah operasi kedua hingga detik ini kondisi Arkan terus membaik.

Kini Arkan masih dalam perawatan pihak rumah sakit. Tidak ada lagi muncul warna biru pada bibir dan kuku Dek Arkan.

78124e27-34e6-4067-b880-1fe09cb82556.jpg

Arkan berada dalam gendongan ibunya

c8befd28-46e4-4e12-9f02-30340f9b9bec.jpg

Tubuh Arkan masih dipenuhi selang

Ribuan terimakasih mengalir dari mulut kedua orang tua Arkan untuk seluruh donatur yang telah berbaik hati membantu Dek Arkan.

Alhamdulillah berkat bantuan sahabat semuanya Arkan berhasil menjalani operasi.

“Kami hanya mampu memanjatkan doa terbaik untuk seluruh donatur atas kebaikannya selama ini. Semoga Allah lapangkan rezeki bapak/ibu semuanya dan Allah anugerahkan kesehatan dan umur panjang.” Ujar Ibu Arkan terbata.

Mohon doanya agar Dek Arkan terus sehat dan bisa kembali bermain dengan teman-temannya.

Jika ada informasi terkait Arkan yang ingin ditanyakan bisa menghubungi Humas ACT Aceh sdr Rahmat Aulia via WA/SMS/Telepon (+62852 6024 4665)

Aksi Cepat Tanggap Aceh 9 Nov 2018

Update 5 - Arkan Akan Segera Operasi

Assalamu’alaikum wr.wb

Bagaimana kabar  semuanya? Semoga selalu dalam keadaan sehat wal afiat. Jum'at (2/11) Humas ACT Aceh bersama tiga rekan jurnalis dari Aceh silaturahmi ke kediaman Arkan. Setelah sebelumnya melaksanakan tugas liputan bencana di Palu. Jadi sebelum balik ke Aceh, kami sempatkan silaturahmi ke tempat Arkan.

Arkan beserta keluarganya saat ini tinggal di Jalan 20 Desember Pegadungan Kalideres, Jakarta Barat. Mereka terbang ke Jakarta pada Rabu, 17 Oktober 2018. 

Selama hampir setengah bulan berada di Jakarta, Arkan telah menjalani berbagai macam pemeriksaan di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita, dimulai dari Poli umum, gigi dan THT. Semua pemeriksaan ini Arkan jalani dengan sabar dan tak jarang tangisan. Maklum, Arkan anak-anak yang belum pun genap 4 tahun. 

e4e9b6c0-2455-4aea-8e08-90268599e4da.jpg



Untuk tempat tinggal, keluarga Arkan menyewa sebuah kos selama satu bulan terhitung sejak mereka tiba di Jakarta. Alhamdulillah, kos nya cukup nyaman untuk ditempati. Ini semua lagi-lagi karena berkat bantuan donatur semuanya. 

Untuk kembali mengingat perjalanan Arkan dari mulai awal berobat hingga saat ini. Saya lampirkan salah satu tulisan jurnalis yang ikut bersama ACT Aceh membezuk Arkan. 

-------------------------------

ACEHTREND.COM, Jakarta – Sepintas tak ada yang mencolok dari fisik Muhammad Arkan. Bocah berusia tiga tahun itu tampak sehat dan lincah. Secara kasatmata ia tumbuh laiknya anak seusianya. Sedang lucu-lucunya.

Namun siapa sangka, di balik tubuh kecil dan gerak lincahnya itu, Arkan merupakan penderita bocor jantung bawaan yang dalam istilah medis disebut dengan Tetralogy of Fallot atau TOF. Istilah ini merujuk pada gangguan yang disebabkan oleh kondisi empat penyakit jantung bawaan saat lahir. TOF termasuk kondisi langka.

Karena penyakit bawaan itu pula, Arkan harus akrab dengan suasana rumah sakit dan berbagai peralatan medis. Sudah tak terhitung banyaknya jarum suntik yang mencucuk kulitnya. Sakit. Tapi ia tak punya pilihan. Ingin memberontak. Arkan kecil juga tak punya kuasa. Ia terpaksa ‘takluk’ pada kedigdayaan orang tuanya yang terus mengusahakan agar ia bisa sembuh.

bc0d13e5-f3e8-4f0c-9211-13e11c3745b1.jpg


Saat ini, bocah kelahiran 31 Desember 2014 itu sedang dalam masa persiapan operasi di Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta. Sejak beberapa bulan lalu Arkan secara resmi tercatat sebagai pasien RS Harapan Kita setelah dirujuk dari RSUDZA Banda Aceh. Sudah tiga kali Arkan dan orang tuanya bolak-balik Aceh-Jakarta untuk proses pengobatan.

Biaya pengobatan Arkan seluruhnya ditanggung oleh lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap. Termasuk biaya kontrak rumah sementara bagi orang tua Arkan selama mereka berada di Jakarta. Saat ini keluarga tersebut menempati salah satu rumah kost di Jalan 20 Desember, Kalideres, Jakarta Barat.

***

Muhammad Arkan dalam gendongan ibunya. @istimewa/Hendri
Muhammad Arkan merupakan bungsu dari empat bersaudara buah hati pasangan Safriana (37) dan M. Jamil (44). Pasangan suami istri ini merupakan warga Desa Tanjungan, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen. Sehar-hari M. Jamil bekerja sebagai penarik becak dan diselingi dengan menjadi kuli bangunan.

Dengan kondisi ekonomi keluarga yang pas-pasan, ditambah kondisi kesehatan Arkan yang membutuhkan perawatan medis secara intensif membuat beban hidup keluarga ini otomatis bertambah berkali-kali lipat. Meski mereka tak ingin menyerah, nyatanya proses pengobatan Arkan terkendala. Ketika Arkan dirawat di Bireuen dan harus dirujuk ke Banda Aceh, keluarga ini tak mampu melanjutkan proses pengobatan karena persoalan biaya.

Hingga pada Februari 2018 lalu, salah seorang relawan Aksi Cepat Tanggap di Bireuen mengetahui kondisi Arkan. Sejak saat itu bocah tersebut menjadi dampingan ACT Aceh melalui program Mobile Social Rescue atau MSR. Proses perawatannya kembali dilanjutkan dengan jaminan biaya yang sepenuhnya ditanggung oleh ACT.

32d63e65-a3b6-4f2c-b733-b49ae24f3fe7.jpg


“Kalau untuk biaya rumah sakit Arkan punya BPJS. Sementara segala biaya yang tidak ditanggung pihak rumah sakit itu ditanggung oleh ACT, termasuk biaya hidup kedua orang tua Arkan selama merawat dia saat di Jakarta. ACT juga menanggung biaya hidup saudara-saudara Arkan yang ditinggalkan di rumah selama orang tuanya tidak berada di Aceh,” ujar Marketing Communication ACT Aceh, Rahmat Aulia, yang mendampingi jurnalis dari tiga media di Aceh saat menjenguk Arkan di Jakarta pada Jumat (1/11/2018).

Hari itu kami tiba di Jalan 20 Desember setelah asar. Tak lama kemudian M. Jamil datang menjemput. Pria kepala empat itu lantas memandu kami melewati lorong sempit yang sore itu sedang ditutup karena ada hajatan pesta perkawinan. Kami berjalan beriringan di antara deretan kursi dan tamu undangan yang tampak sepi.

“Permisi, Pak!” ujar M Jamil pada warga di sana.

Semula kami berniat menjenguk Arkan langsung ke RS Harapan Kita. Namun berdasarkan informasi yang diterima Rahmat dari M. Jamil, hari itu Arkan batal dirawat inap karena masih ada serangkaian tes kesehatan yang harus dilakukan esok harinya. “Kalau kondisinya belum oke semua tidak bisa dioperasi. Bahkan Arkan harus melakukan pemeriksaan gigi secara khusus sebelum operasi,” ujar Rahmat.

“Tadi ke rumah sakit untuk diambil darah lagi,” ujar M. Jamil begitu tiba di kontrakan yang telah mereka huni selama dua pekan itu.

Sementara Arkan masih dalam gendongan ibunya. Awalnya ia sempat menangis karena mengira kami tim medis yang akan memeriksanya. Ia bahkan sempat menjerit-jerit meminta pulang. Safriana berusaha mendiamkan Arkan agar berhenti menangis. “Kalau tidak didiamkan nanti bisa biru badannya,” ujarnya.

Belakangan Arkan berhenti menangis dan ia jadi lalai karena bermain bola.

“Ini yang ketiga kalinya kami ke Jakarta, yang lama itu yang pertama sampai dua bulanan dari Mei sampai Juli lalu. Setelah itu kunjungan yang kedua selama satu minggu, ini yang ketiga sudah dua mingguan,” ujar Safriana.

***

Muhammad Arkan merupakan pendampingan kedua yang dilakukan ACT melalui program MSR. Lewat program ini ACT menggalang donasi melalui kitabisa dengan target dana Rp200 juta. Dalam waktu tiga bulan selama Mei-Agustus 2018 target tersebut tercapat dengan angka real Rp203 juta.

“Begitu sudah mencapai target memang langsung kita stop. Dana inilah yang kita kelola untuk membiayai seluruh kebutuhan Arkan dan keluarganya saat ini,” ujar Rahmat.

Sebelumnya program MSR ACT juga sukses menggalang dana untuk Nyak Sandang dari Aceh Jaya. Bahkan berawal dari publikasi ACT, nama pemegang surat obligasi pembelian cikal-bakal pesawat Garuda Indonesia itu menjadi viral yang berujung pada pertemuan Nyak Sandang dengan Presiden Jokowi.

Rahmat mengatakan, selain menggalakkan program-program kemanusiaan seperti yang selama ini dikenal masyarakat, lembaga tersebut juga memiliki program pendampingan kesehatan seperti pada kasus Arkan dan Nyak Sandang. Jalan kehidupan Arkan masih terbentang panjang. Ia pantas mendapatkan yang terbaik di hidupnya. Kelak bila ada kesempatan bertemu lagi, saya masih ingin melihat senyum ceria dan lambaian tangannya saat kami meninggalkan Jalan 20 Desember sore itu.[]

Sumber https://www.acehtrend.com/2018...

Aksi Cepat Tanggap Aceh 9 Nov 2018

Update 4 - Arkan Akan Segera Operasi

Assalamu’alaikum wr.wb

Bagaimana kabar  semuanya? Semoga selalu dalam keadaan sehat wal afiat. Jum'at (2/11) Humas ACT Aceh bersama tiga rekan jurnalis dari Aceh silaturahmi ke kediaman Arkan. Setelah sebelumnya melaksanakan tugas liputan bencana di Palu. Jadi sebelum balik ke Aceh, kami sempatkan silaturahmi ke tempat Arkan.

Arkan beserta keluarganya saat ini tinggal di Jalan 20 Desember Pegadungan Kalideres, Jakarta Barat. Mereka terbang ke Jakarta pada Rabu, 17 Oktober 2018. 

Selama hampir setengah bulan berada di Jakarta, Arkan telah menjalani berbagai macam pemeriksaan di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita, dimulai dari Poli umum, gigi dan THT. Semua pemeriksaan ini Arkan jalani dengan sabar dan tak jarang tangisan. Maklum, Arkan anak-anak yang belum pun genap 4 tahun. 

Untuk tempat tinggal, keluarga Arkan menyewa sebuah kos selama satu bulan terhitung sejak mereka tiba di Jakarta. Alhamdulillah, kos nya cukup nyaman untuk ditempati. Ini semua lagi-lagi karena berkat bantuan donatur semuanya. 

Untuk kembali mengingat perjalanan Arkan dari mulai awal berobat hingga saat ini. Saya lampirkan salah satu tulisan jurnalis yang ikut bersama ACT Aceh membezuk Arkan. 

-------------------------------

ACEHTREND.COM, Jakarta – Sepintas tak ada yang mencolok dari fisik Muhammad Arkan. Bocah berusia tiga tahun itu tampak sehat dan lincah. Secara kasatmata ia tumbuh laiknya anak seusianya. Sedang lucu-lucunya.

Namun siapa sangka, di balik tubuh kecil dan gerak lincahnya itu, Arkan merupakan penderita bocor jantung bawaan yang dalam istilah medis disebut dengan Tetralogy of Fallot atau TOF. Istilah ini merujuk pada gangguan yang disebabkan oleh kondisi empat penyakit jantung bawaan saat lahir. TOF termasuk kondisi langka.

Karena penyakit bawaan itu pula, Arkan harus akrab dengan suasana rumah sakit dan berbagai peralatan medis. Sudah tak terhitung banyaknya jarum suntik yang mencucuk kulitnya. Sakit. Tapi ia tak punya pilihan. Ingin memberontak. Arkan kecil juga tak punya kuasa. Ia terpaksa ‘takluk’ pada kedigdayaan orang tuanya yang terus mengusahakan agar ia bisa sembuh.

Saat ini, bocah kelahiran 31 Desember 2014 itu sedang dalam masa persiapan operasi di Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta. Sejak beberapa bulan lalu Arkan secara resmi tercatat sebagai pasien RS Harapan Kita setelah dirujuk dari RSUDZA Banda Aceh. Sudah tiga kali Arkan dan orang tuanya bolak-balik Aceh-Jakarta untuk proses pengobatan.

Biaya pengobatan Arkan seluruhnya ditanggung oleh lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap. Termasuk biaya kontrak rumah sementara bagi orang tua Arkan selama mereka berada di Jakarta. Saat ini keluarga tersebut menempati salah satu rumah kost di Jalan 20 Desember, Kalideres, Jakarta Barat.

***

Muhammad Arkan dalam gendongan ibunya. @istimewa/Hendri
Muhammad Arkan merupakan bungsu dari empat bersaudara buah hati pasangan Safriana (37) dan M. Jamil (44). Pasangan suami istri ini merupakan warga Desa Tanjungan, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen. Sehar-hari M. Jamil bekerja sebagai penarik becak dan diselingi dengan menjadi kuli bangunan.

Dengan kondisi ekonomi keluarga yang pas-pasan, ditambah kondisi kesehatan Arkan yang membutuhkan perawatan medis secara intensif membuat beban hidup keluarga ini otomatis bertambah berkali-kali lipat. Meski mereka tak ingin menyerah, nyatanya proses pengobatan Arkan terkendala. Ketika Arkan dirawat di Bireuen dan harus dirujuk ke Banda Aceh, keluarga ini tak mampu melanjutkan proses pengobatan karena persoalan biaya.

Hingga pada Februari 2018 lalu, salah seorang relawan Aksi Cepat Tanggap di Bireuen mengetahui kondisi Arkan. Sejak saat itu bocah tersebut menjadi dampingan ACT Aceh melalui program Mobile Social Rescue atau MSR. Proses perawatannya kembali dilanjutkan dengan jaminan biaya yang sepenuhnya ditanggung oleh ACT.

“Kalau untuk biaya rumah sakit Arkan punya BPJS. Sementara segala biaya yang tidak ditanggung pihak rumah sakit itu ditanggung oleh ACT, termasuk biaya hidup kedua orang tua Arkan selama merawat dia saat di Jakarta. ACT juga menanggung biaya hidup saudara-saudara Arkan yang ditinggalkan di rumah selama orang tuanya tidak berada di Aceh,” ujar Marketing Communication ACT Aceh, Rahmat Aulia, yang mendampingi jurnalis dari tiga media di Aceh saat menjenguk Arkan di Jakarta pada Jumat (1/11/2018).

Hari itu kami tiba di Jalan 20 Desember setelah asar. Tak lama kemudian M. Jamil datang menjemput. Pria kepala empat itu lantas memandu kami melewati lorong sempit yang sore itu sedang ditutup karena ada hajatan pesta perkawinan. Kami berjalan beriringan di antara deretan kursi dan tamu undangan yang tampak sepi.

“Permisi, Pak!” ujar M Jamil pada warga di sana.

Semula kami berniat menjenguk Arkan langsung ke RS Harapan Kita. Namun berdasarkan informasi yang diterima Rahmat dari M. Jamil, hari itu Arkan batal dirawat inap karena masih ada serangkaian tes kesehatan yang harus dilakukan esok harinya. “Kalau kondisinya belum oke semua tidak bisa dioperasi. Bahkan Arkan harus melakukan pemeriksaan gigi secara khusus sebelum operasi,” ujar Rahmat.

“Tadi ke rumah sakit untuk diambil darah lagi,” ujar M. Jamil begitu tiba di kontrakan yang telah mereka huni selama dua pekan itu.

Sementara Arkan masih dalam gendongan ibunya. Awalnya ia sempat menangis karena mengira kami tim medis yang akan memeriksanya. Ia bahkan sempat menjerit-jerit meminta pulang. Safriana berusaha mendiamkan Arkan agar berhenti menangis. “Kalau tidak didiamkan nanti bisa biru badannya,” ujarnya.

Belakangan Arkan berhenti menangis dan ia jadi lalai karena bermain bola.

“Ini yang ketiga kalinya kami ke Jakarta, yang lama itu yang pertama sampai dua bulanan dari Mei sampai Juli lalu. Setelah itu kunjungan yang kedua selama satu minggu, ini yang ketiga sudah dua mingguan,” ujar Safriana.

***

Muhammad Arkan merupakan pendampingan kedua yang dilakukan ACT melalui program MSR. Lewat program ini ACT menggalang donasi melalui kitabisa dengan target dana Rp200 juta. Dalam waktu tiga bulan selama Mei-Agustus 2018 target tersebut tercapat dengan angka real Rp203 juta.

“Begitu sudah mencapai target memang langsung kita stop. Dana inilah yang kita kelola untuk membiayai seluruh kebutuhan Arkan dan keluarganya saat ini,” ujar Rahmat.

Sebelumnya program MSR ACT juga sukses menggalang dana untuk Nyak Sandang dari Aceh Jaya. Bahkan berawal dari publikasi ACT, nama pemegang surat obligasi pembelian cikal-bakal pesawat Garuda Indonesia itu menjadi viral yang berujung pada pertemuan Nyak Sandang dengan Presiden Jokowi.

Rahmat mengatakan, selain menggalakkan program-program kemanusiaan seperti yang selama ini dikenal masyarakat, lembaga tersebut juga memiliki program pendampingan kesehatan seperti pada kasus Arkan dan Nyak Sandang. Jalan kehidupan Arkan masih terbentang panjang. Ia pantas mendapatkan yang terbaik di hidupnya. Kelak bila ada kesempatan bertemu lagi, saya masih ingin melihat senyum ceria dan lambaian tangannya saat kami meninggalkan Jalan 20 Desember sore itu.[]

Sumber https://www.acehtrend.com/2018...

Aksi Cepat Tanggap Aceh 3 Aug 2018

Pencairan Dana Rp 123.128.788

Ke rekening BNI / BNI Syariah *** *** 1008 a/n - AKSI CEPAT TANGGAP (ACT)

Rencana penggunaan dana: Assalamu’alaikum Sahabat Kemanusiaan Bagaimana kabar sahabat semuanya? Semoga selalu dalam keadaan sehat selalu. Alhamdulillah donasi untuk Arkan terus bertambah. Per Kamis, 2 Agustus 2018 donasi terkumpul Rp 201.771.289 dari target Rp 200.000.000. Pencairan tahap I & II sudah kita lakukan beberapa waktu lalu. Updatenya bisa baca di https://kitabisa.com/AdekArkan. Kami ucapkan ribuan terimakasih kepada sahabat semuanya yang telah membantu Adek Arkan, membersamainya berjuang melawan penyakit jantung. Sejak di bawa ke Rumah Sakit Jantung Harapan Kita, Jakarta, Arkan di diagnosis TOF (Tetralogy of Fallot). Tetralogy of Fallot ini merupakan kombinasi dari berbagai penyakit jantung bawaan, yang terdiri dari defek septrum ventrikel (lubang di antara kedua ventrikel jantung), stenosis pulmonal (penyempitan pada katup pulmonal), kelainan posisi aorta, serta hipertrofi ventrikel kanan (penebalan pada otot ventrikel kanan). Kondisi ini sangat jarang terjadi, dan dapat mengakibatkan percampuran antara darah kotor dan darah bersih, sehingga menyebabkan sianosis (biru) pada anak. Sejak di diagnosis TOF, Arkan harus menunggu hasil konferensi bedah antara dokter jantung anak dan dokter bedah jantung anak. Dalam konferensi itu dibahas tentang diagnosis, indikasi operasi, saat yang terbaik menjalani operasi serta prospek jangka pendek dan jangka panjang. Sayangnya, pihak rumah sakit tidak bisa memastikan kapan hasil ini akan keluar. Sehingga setiap dua kali dalam seminggu, orang tua Arkan dan tim Aksi Cepat Tanggap Aceh selalu menelepon ke pihak RS menanyakan kapan hasil konferensi akan keluar. Berarti terhitung sejak Arkan kembali ke Banda Aceh dari Jakarta pada Selasa, 22 Mei 2018 hingga update ini, hasil konferensi bedah itu belum keluar. Lamanya durasi waktu menuggu hasil konferensi bedah itu membuat orang tua Arkan dan tim ACT merasa cemas. Kami cemas jika terjadi apa-apa dengan Arkan. Sehingga setelah berkoordinasi, kami coba mengupayakan untuk membawa Arkan ke Malaysia. Alhamdulillah di Banda Aceh ada salah satu perwakilan rumah sakit Malaysia. Kami coba bangun komunikasi dengan mereka dan mendatangi langsung perwakilan RS tersebut. Setelah diskusi panjang, rupanya mereka hanya bisa melakukan general check up. Tidak bisa melakukan tindakan berupa operasi. Jika memang harus operasi, pihak RS Malaysia itu juga akan merujuk ke RS Jantung Harapan Kita, Jakarta. Lalu kami mengambil kesimpulan tidak jadi membawa Arkan ke sana. Sambil menunggu hasil itu keluar, saat ini Arkan sedang menjalani konsultasi gigi pada salah satu Rumah Sakit di Aceh. Menurut surat keterangan pendaftaran operasi bedah jantung anak & kongenital Rumah Sakit Jantung & Pembuluh Darah Harapan Kita. Tiga bulan sebelum operasi Arkan harus menjalani konsul gigi dan dua minggu sebelum operasi, Arkan harus konsul THT. Jadi nantinya ketika sudah ada jadwal kapan operasi atau hasil konferensi bedah sudah keluar, Arkan tidak tergopoh-gopoh menjalani konsultasi Gigi & THT. Sesuai dengan janji kita pada update sebelumnya, jika jumlah donasi melebihi target maka donasinya akan kita peruntukan untuk memberdayakan perekonomian keluarga Arkan. Kita juga berencana menggunakan dana ini untuk biaya pendidikan Arkan ke depan. InsyaAllah progressnya akan terus kita update. Mohon doanya agar konferensi bedah Dek Arkan bisa segera keluar dan Dek Arkan bisa kembali menjalani aktivitas seperti anak-anak pada umumnya. Jika ada informasi terkait Arkan yang ingin ditanyakan bisa menghubungi Rahmat Aulia (+62852 6024 4665).

Aksi Cepat Tanggap Aceh 29 Jun 2018

Rencana Penggunaan Dana Pencairan Rp 51.691.122

Ke rekening BNI / BNI Syariah *** *** 1008 a/n - AKSI CEPAT TANGGAP (ACT)

Assalamu’alaikum wr.wb Kami dari Aksi Cepat Tanggap Aceh mengucapkan ribuan terima kasih kepada doantur semuanya atas kebaikannya membantu Adek Arkan. Alhamdulillah total donasi yang terkumpul hingga campaign ini ditutup mencapai Rp 59.689.640 dari target awal Rp 50.000.000. Melampaui target sebesar 19%. Alhamdulillah. Pencapaian ini tentu tidak kami duga-duga. Kebaikan dan semangat para donatur memberikan sebagian rezekinya membuat kami terharu. Selama campaign berjalan, hampir tiap hari masuk email yang berisikan donasi untuk Adek Arkan. Insya Allah Arkan akan kembali ke Jakarta untuk menjalani operasi pada pertengahan Agustus tahun ini. Saat ini kami terus berkomunikasi dengan orang tuanya terkait rencana keberangkatan ke Jakarta dan akomodasi selama di sana. Rencananya donasi yang terkumpul ini akan kita peruntukan untuk akomodasi Arkan beserta kedua orang tuanya selama di Jakarta. Jika memang nanti dana ini berlebih, rencananya akan kita pakai untuk membantu perekonomian keluarga Arkan. Selama ini Ayah Arkan bekerja secara serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu. Harapannya donasi ini jika memang berlebih setelah terpakai untuk akomodasi, kita pakai untuk modal membangun sebuah usaha untuk Arkan dan keluarga. Kita doakan Arkan bisa menjalanai operasi tanpa hambatan yang berarti, hingga ia bisa kembali bermain seperti anak-anak lainnya. Amiiin. Jika ada informasi terkait Arkan yang ingin ditanyakan bisa menghubungi Rahmat Aulia (+62852 6024 4665).

Aksi Cepat Tanggap Aceh 30 May 2018

Rencana Penggunaan Dana Pencairan Rp 5.000.000

Ke rekening BNI / BNI Syariah *** *** 1008 a/n - AKSI CEPAT TANGGAP (ACT)

Assalamu'alaikum sahabat semuanya, Alhamdulillah sejak awal campaign diluncurkan hingga detik ini, donasi terus mengalir untuk Adek Arkan. Kami ucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada donatur semuanya. Semoga Allah selalu limpahkan rahmat dan kasih sayang-Nya kepada sahabat semuanya. Pada Selasa (22/5) Arkan beserta orang tuanya kembali dari Jakarta menuju Aceh. Berhubung operasi baru akan mulai pada Agustus. Dengan pinjam sana-sini, orang tua Arkan berhasil membeli tiket balik Jakarta - Banda Aceh. Setiba di Banda Aceh, Arkan bersama kedua orang tuanya langsung kami jemput. Istirahat sejenak di kantor ACT Aceh, mereka pun langsung kembali ke Bireun karena memang sudah kangen sekali dengan rumah berhubung sudah berada di Jakarta lebih kurang dua bulan. Alhamdulillah ACT Aceh kembali memberikan sedikit santunan untuk membayar uang transport dan jajan selama perjalanan Banda Aceh - Bireun. Rencananya donasi yang terkumpul ini akan kita berikan secara bertahap. Pada bulan yang mulia ini, kita akan memberikan santunan awal sejumlah RP.5.000.000,- dari total donasi Rp 14.717.550,-. Santunan ini diberikan dengan pertimbangan bahwa orang tua Arkan memang tidak bekerja sama sekali selama di Jakarta, sehingga berimbas kepada tidak adanya penghasilan sama sekali selama di Jakarta hingga kembali ke Bireun. Sementara ada empat saudara kandung Arkan yang perlu banyak biaya untuk kebutuhan sehari-hari dan pendidikan. Harapannya santunan awal ini bisa mengukir senyum dibalik sakit yang Adek Arkan derita. Wassalam, Salam Kemanusiaan *Apabila ada Informasi yang ingin ditanyakan bisa menghubungi: Rahmat Aulia (+62 852-6024-4665).

Disclaimer : Informasi dan opini yang tertulis di halaman campaign ini adalah milik campaigner (pihak yang menggalang dana) dan tidak mewakili Kitabisa.

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Campaign Telah Berakhir

Di bawah ini adalah list fundraiser yang ikut mendukung Arkan Terancam Kritis karena Kebocoran Jantung :

Mau buat halaman untuk galang dana online seperti ini?